
Hari ini adalah hari ulang tahun dira, namun siapa sangka yang berulang tahun sepertinya tidak menyadari hari spesial itu. tidak menaruh curiga ataupun sekedar bertanya seperti yang biasa dira lakukan dulu sebelum dia lulus kuliah.
waktu menunjukkan pukul 07.00, dira sudah siap berangkat ke sekolah namun tak lupa dia harus sarapan dan menyiapkan bekal untuk serli sedangkan Rafa homeschooling. terdengar suara klakson mobil didepan, dirapun keluar tentu saja dia tau siapa yang datang.
"pagi bunda..." ucap serli sangat bersemangat hari ini
"pagi sayang, apa sudah sarapan?" tanya dira pada serli
"sudah bunda tadi disuapin sama ayah"
"kak ilham mau langsung ke kantor? gak mau masuk dulu?"
"emm sepertinya enggak dulu dir, aku langsung berangkat saja ya. titip serli. dah sayang, ayah berangkat dulu ya jangan nakal sama bunda" jawab ilham sambil melambaikan tangan pada dira dan serli.
"Tumben-tumbenan tuh pak duda pake dadah dadah, biasanya juga langsung berangkat. salah makan kayaknya tuh, apa salah minum obat kali ya??ahh palingan cuma perasaanku saja" dira curiga dengan perubahan sikap ilham, ilham yang sangat dingin sekarang berubah menjadi seseorang yang friendly. dira hanya menggelengkan kepalanya keheranan.
setelah semuanya dirasa sudah lengkap, dira dan Serlipun berangkat diantar oleh pak kurniawan karena jalan kekantor pak kurniawan dan sekolah dira satu arah.
"pulangnya pake taksi online ya dir, ayah gak bisa jemput karena masih ada kerjaan"
"iya siap ayah" dira tak menaruh curiga pada ayahnya karena memang biasanya kalau pak kurniawan tidak bisa menjemput, dira akan memesan taksi online.
didalam rumah mama lia nampak tengah senyam-senyum karena ia sudah berhasil menahan mulut combernya hari ini sesuai permintaan suaminya.
flash back on..
didalam kamar nampak mama lia yang sedang uring-uringan entah apa yang sedang ia pikirkan saat itu. kemudian ia berjalan ke ruang tengah menemui suaminya untuk berbicara empat mata.
"yah.. ayah gak khawatir apa liat dira tiap hari harus pake taksi online, banyak loh diberita-berita tentang pelecehan yang dilakukan oleh sopir taksi online pada penumpangnya. apalagi dia bawa serli juga"
"mama tenang aja, sebenarnya ayah sudah membeli satu unit mobil untuk Dira dan rencananya sih ayah mau bikin surprise besok kan dia ulang tahun" ucap pak kurniawan sambil menyesap kopi
"ayah serius? kok gak bilang sih sama mama kalau mau beliin Dira mobil, kan mama bisa ikut pilih-pilih"
"kalau mama ikut ntar kelamaan milih, udah percaya aja sama ayah pasti bagus kok pilihan ayah kali ini. ayahkan ditemani sama dimas"
"aris sama dimas juga ikut kan nanti? pas surprisein dira? pasti seneng banget itu anak kalau tau para kakaknya kesini"
"pastinya ma, malah mereka yang punya ide ini. besok pulang sekolah dira bakalan dijemput sama aris, kan yang paling dekat dengan sekolah dira cuma aris. ayah sudah serahkan semuanya pada aris, besok kita tunggu direstoran yang sudah dimas pesan"
"oh gitu jadi kita Terima beres aja nih yah? tapikan nanti serli juga ikut, gimana kalau sebelum ke restoran kita jemput Rafa dulu kerumah bu nining atau enggak ajak sekalian bu nining sama Rini biar makin seru"
"boleh boleh aja ma, pokoknya besok mama jangan sampai mencurigakan loh ya serahin sama ayah aja. besok pas sarapan mama mingkem jangan ceplas-ceplos ntar malah ketauan sama dira" ucap pak kurniawan sambil menepuk pelan bibir mama lia
__ADS_1
"iihh ayah mah, iya iya mama besok diem"
flashback off..
tak terasa hari sudah mulai siang, pak kurniawan meminta ijin kepada atasannya untuk pulang lebih awal dan tentu saja diijinkan karena pak kurniawan orang paling terpercaya dan paling berjasa diperusahaan tersebut. iapun menelepon istrinya untuk bersiap-siap. telepon itupun kembali berbunyi pertanda ada panggilan masuk
"iya ris ada apa?"
"assalamualaikum ayah..kalau aris jemput sekarang kira-kira dira sudah selesai belum ya yah?"
"waalaikum salam.. Mmm sepertinya sebentar lagi dia akan selesai, sebaiknya kamu tunggu didepan sekolah dira saja, ayah tunggu dilokasi ya kamu sudah taukan lokasinya dimana? " ucap pak kurniawan sembari melirik jam tangannya.
" iya tau kok yah, tadi sudah dihubungi oleh dimas, baiklah kalau begitu aris tutup dulu teleponnya ya yah assalamu'alaikum " kemudian aris berangkat menuju sekolah Dira, benar saja belum lama ia menunggu ternyata pembelajaran disana sudah selesai. ia melihat Dira dan serli dari kejauhan kemudian turun menghampiri keduanya.
"Dira!!" teriak aris dari kejauhan
"kak aris?! tumben banget kesini, ada apa?"
"hay cantik, siapa namanya?" aris mensejajarkan tingginya dengan serli.
"serli om" jawab serli sambil menatap heran pada aris karena ini pertama kalinya serli bertemu dengan aris.
"memangnya kamu gak kangen sama kakak? kakak kesini mau ngajak kamu kesuatu tempat" ucap aris pada Dira
"ya kangen sih, tapi tumben aja gitu sampe nyamperin kesini"
"bunda, om itu siapa? kok serli baru liat?" dan masih banyak lagi Serentetan pertanyaan yang diluncurkan oleh serli pada Dira.
"tanyanya satu-satu dong sayang, jadi gini sayang bunda itu punya 2 kakak, nah yang tadi itu kakaknya bunda yang pertama" Dira menjelaskan sedikit demi sedikit pada serli sambil berjalan kearah mobil.
"sebelum pergi, kamu harus tutup mata dulu pake kain ini" ucap aris pada Dira yang saat itu hendak memakai seatbelt.
"kok harus ditutup segala sih aneh" jawab Dira sambil cemberut
"udah deh gak usah banyak tanya entar gak nyampe-nyampe loh ya, yakan serli? " aris mengedipkan sebelah matanya pada serli, serli hanya mengangguk karena ia tidak mengerti apa yang sedang mereka lakukan saat ini.
"yaudah iyaiya" setelah aris menutup mata Dira dengan kain barulah ia melajukan mobil kesebuah restoran dikota.
30 menit kemudian mobil yang dikendarai aris dan Dira sudah sampai diparkiran, aris turun untuk membukakan pintu untuk Dira dan serli kemudian menuntun keduanya menuju tempat yang sudah dipersiapkan.
"serli nanti jangan berisik dulu ya, om mau ngasi kejutan sama tante Dira, ok?" aris berbisik pada serli
"iya om, memangnya kejutan apa?" sebenarnya masih banyak sekali pertanyaan yang ada didalam otak serli namun tidak ia utarakan pada aris
__ADS_1
"sekarang hari ulang tahun tante Dira" setelah mendengar jawaban itu serli menutup mulutnya karena kaget akhirnya ia mengikuti aba-aba dari aris. Rini yang mendapati serli dengan wajah yang masih bingung segera menghampiri serli
"sini sayang sama tante Rini, kita kasih kejutan sama bunda Dira pasti serli belum taukan hari ulang tahun bunda Dira"
"iya tante serli baru tau sekarang dikasi tau sama om itu, coba serli tau pasti serli siapin kado buat bunda" ucap serli seraya menunjuk aris yang masih menuntun Dira.
"gapapa sayang, nanti kadonya menyusul. gak ngasi juga gapapa bunda Dira gak bakalan marah kok"
"No tante Rini! serli harus ngasi kado sama bunda, karena bunda sudah mau merawat serli dan kakak Rafa"
"ok ok besok serli kasi kado ke bunda, sekarang kita fokus sama acara ini ya"
semua orang yang ada ditempat itu mengikuti aba-aba dari aris, didepan dira sudah ada kedua orangtuanya yang tengah memegang kue ulang tahun. dalam hitungan ketiga barulah aris membuka penutup mata dira, terlihat dira masih kebingungan dengan apa yang ada didepannya saat ini.
"SELAMAT ULANG TAHUN DIRA SYAKILA" semuanya berteriak mengucapkan selamat pada Dira hingga membuat Dira menangis haru, ia benar-benar tidak menyangka semua orang masih mengingat hari bahagianya sedangkan ia sendiri saja lupa.
"terlalu menikmati dunia kerja ya dek sampe lupa ulang tahun sendiri, biasanya 2 minggu sebelumnya udah ngode kakak-kakaknya" kata dimas
"hahaha gak gitu juga kak dim, kalian kan juga sibuk akhir-akhir ini jadi aku ya santuy. meskipun sebenarnya emang lupa, Btw ini beneran kado buat Dira?!"
" kasian banget mana masi muda udah pikun hahahaha iyalah itu kado buat kamu dari ayah, kak aris sama kak dimas cuma bantu sedikit" ejek Aris
"ayah makasih ya... maaf Dira belum bisa ngasi apa-apa buat ayah, eh malah Dira yang dikasi sama ayah" Dira memeluk ayahnya
"sudah,, sudah,, yang penting anak ayah bahagia, apapun yang bisa ayah kasih semoga bermanfaat ya nak. yasudah kalau begitu ayo kita makan dulu kasian anak-anak pasti sudah lapar daritadi nungguin" ucap pak kurniawan menengahi.
kemudian mereka semua duduk di tempat yang sudah disediakan oleh pihak restoran tersebut. Sikecil serli yang memang tidak bisa lepas dari Dirapun menghampiri Dira
"bunda,, serli mau disuapin sama bunda" kata serli sambil menghampiri Dira. seketika dimas dan aris saling pandang
"bunda?"
"iya ris, serli memang memanggil Dira dengan sebutan bunda" mama lia mencoba menjelaskan pada kedua anak laki-lakinya yang terlihat kebingungan
"kirain ilham menikahi adik bungsuku tanpa sepengetahuan aku"
"Hahaha ya gak mungkin lah kak ilham nikah sama aku, usia kita beda jauh" sambung Dira
"kenapa enggak? kalo sama-sama suka, ya gak yah?" ucap dimas pada ayahnya
"hmmm.. ayah sih terserah Dira, mau nikah sama siapa aja yang penting dia bertanggung jawab kalau masalah umur gak ada masalah buat ayah"
uhukk.. uhukk, mendengar jawaban ayahnya mampu membuat Dira terkejut. Dira merasa tidak enak dengan bu nining dan Rini karena membahas ilham.
__ADS_1
"pelan-pelan dong makannya dir" ucap mama lia sambil memberikan Dira segelas air putih. Dira segera meminumnya.
"makasih ma" Dira kembali menyuapi serli, sepertinya serli lapar terlihat jelas ia makan dengan sangat lahap. tidak ada pembicaraan lagi setelah itu, acarapun juga telah selesai kini saatnya mereka pulang ke rumah masing-masing. tak lupa pak kurniawan mengantarkan bu nining dan Rini kerumah ilham