
Jam menunjukkan pukul 16.30, Namun Dira belum juga bangun dari tidurnya hingga sang suami datang.
"sepertinya dia kelelahan jam segini belum bangun" ilham membersihkan diri dikamar mandi. saat selesai mandi pun istrinya tak kunjung bangun sampai ia terpaksa membangunkannya.
"Sayang... udah sore, kamu capek banget ya?" Dira hanya bergeming saat ilham mengelus pipinya. "Aku pulang gak disambut nih sama istri aku. sayang.. ayo bangun" dira berusaha menyadarkan dirinya dan duduk
" mas, kamu udah pulang? maaf aku ketiduran" ucap Dira sambil menyalami suaminya.
"tadi tidur jam berapa sih sampe jam segini belum mau bangun, hmm?" ilham mengelus kepala Dira.
"tidur jam 3 an mas tadi ada kak Devi soalnya. memangnya sekarang jam berapa mas?"
"Sudah hampir jam 17.00 sayang" Dira membelalakkan matanya karena sadar kalau dia belum melaksanakan sholat ashar.
"Astaghfirullah! mas aku belum sholat ashar" ucap Dira sambil menutup mulutnya dan segera berlari kekamar mandi. Ilham hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istri barunya itu.
"Dira sholat? itu berarti tamu bulanannya sudah pergi dong, hmm sayang nanti malam kamu harus mempersiapkan dirimu" ucap ilham dalam hati.
"kamu kenapa mas? kok senyum-senyum? habis ketemu cewek cantik ya dijalan?" ucap Dira sambil melipat mukenah yang baru saja ia pakai.
"gapapa sayang, kamu gak mau ngasi tau sesuatu gitu sama aku?"
"sesuatu apa emangnya?" tanya Dira heran
"kalau kamu lupa, akan aku ingatkan nanti malam. tapi sebelum itu kita harus pergi ke suatu tempat sayang"
"kenapa harus nanti malam sih mas, ingetin sekarang kan bisa
kasian anak-anak kalau harus keluar malam-malam"
__ADS_1
"kata siapa mau bawa anak-anak, hanya kita berdua sayang! " Dira semakin bingung dengan perkataan ilham
" anak-anak mau ditinggal? aku gak tega kalau harus ninggalin mereka mas"
"gapapa sayang nanti biar aku yang ngomong sama anak-anak pokoknya kamu Harus nurut aja serahin semuanya padaku" ucap ilham kemudian mencium kening Dira.
"terserah kamu mas, yang penting bukan menghadiri pesta pernikahan kamu dengan istri barumu"
"astaghfirullah sayang kok kamu mikirnya malah kesana sih, gak ada niatan aku nikah lagi. sudah cukup aku gagal sekali dan gak mau duakali"
" hehe maaf sayang, aku mikirnya kejauhan ya?" Dira meraih tengkuk ilham dan menciumnya.
"jangan sekarang sayang, nanti malam saja." Dira memukul pelan dada ilham.
.
.
tepat pukul 20.00 mereka berangkat ketempat tujuan mereka, tentunya Dira belum tau tujuan ilham kali ini. dia hanya diminta untuk diam dan menurut saja pada suami. hingga akhirnya mereka berhenti di sebuah hotel mewah di kota tersebut.
"mas kita ngapain kesini? ada acarakah?"
"Sudah ayo kita masuk dulu sayang, nanti kamu juga bakalan tau" merekapun menaiki lift menuju kamar mereka. ilham membuka pintu kamar mereka dan mempersilahkan Dira untuk masuk, tak lupa ilham kembali mengunci kamarnya agar tak ada yang mengganggu.
saat Dira hendak berbalik, ilham sudah lebih dulu menyerang bibirnya membuat Dira terkejut. Semakin lama ciuman itu semakin panas. dengan nafas terengah-engah Dira dan ilham melepaskan ciuman mereka. Kini mereka saling tatap dengan mata yang sama-sama tertutup oleh nafsu.
"Sayang, apa aku boleh memintanya sekarang?" Dira hanya mengangguk. ilham kembali me lu mat bibir Dira dan dira pun membalas lu matan itu dengan penuh gairah.
suara desa han pun sesekali keluar dari mulut Dira saat Dira merasakan betapa lihainya ilham dalam berciuman. ciuman yang semakin lama semakin menuntut itu membuat tangan ilham dan Dira tanpa aba-aba membuka kancing kemeja mereka satu persatu.
__ADS_1
kini mereka benar-benar polos tanpa sehelai benangpun. ilham menyentuh bukit kembar Dira dan memainkan p*ting yang berwarna pink itu dengan jari membuat Dira mengeluarkan suara-suara yang semakin merang s*ng ilham untuk segera melakukannya.
ilham kembali menatap mata Dira seakan meminta persetujuan. Dira mengalungkan tangannya ke ilham dan berkata "Mas.. aku takut, lakukanlah dengan pelan"
"Awal-awal akan sakit sayang, tapi gapapa kamu rileks aja" ucap ilham sambil mengelus rambut Dira dan mengecup kening Dira kemudian turun ke pipi kanan, kiri, turun ke bibir dan turun... Hingga kini tengah menyes sap bukit kembar Dira satu persatu. Tangan Dira terus mengusap punggung ilham saat ilham menjill lati putt ing suu usunya yang mulai mengeras.
Dira membulatkan matanya saat melihat pus ssaka milik suaminya.
"jangan takut sayang, rileks" ilham mencoba menenangkan Dira yang tegang
"mpphhh!!" Dira mulai mendess ssah saat pertama kali milik ilham menyentuh kli to risnya.
ilham pelan-pelan mendorong puss sakanya kedalam goa milik Dira. Dira beberapa kali sempat menjerit saat ilham mencoba menerobos masuk ke area yang belum pernah terjamah itu. karena memang sesakit itulah yang Dira rasakan saat miliknya terasa terkoyak saat benda tumpul nan besar itu berhasil masuk.
"Ahhhk! sayang... sakit" Dira meringis sambil mencengkram lengan ilham, tanpa terasa air mata Dira mengalir begitu saja.
"sayang maafkan aku, aku berjanji setelah ini tidak akan sakit lagi..maaf sayang.. " seru ilham yang merasakan sangat nyaman saat miliknya dijepit dengan sangat kuat didalam rongga itu. sungguh begini ternyata rasanya nikmat surga dunia yang mereka rasakan.
"apa sangat sakit sayang?" tanya ilham yang sebenarnya sangat iba saat melihat Dira menahan sakit yang teramat sangat itu.
Dira mengangguk dan tak sempat berkata apapun saat ilham tiba-tiba kembali ******* bibir Dira.
"aargghh sayang.... " Dira yang awalnya menjerit kesakitan sekarang berubah seperti ingin meminta lebih.
"sayang...maafkan aku.." ilham tidak berhenti bergerak untuk mendapatkan apa yang keduanya inginkan.
"Sayannggg..." tubuh ilham ambruk diatas tubuh Dira, napas keduanya tersengal dengan jantung yang berdetak kencang.
"Terima kasih sayang sudah memberikan mahkotamu untukku" ucap ilham sambil mengecup kening Dira, Dira hanya tersenyum dengan mata yang terpejam tubuhnya terasa lemah dan lelah. ilham merengkuh tubuh Dira. "Tidurlah.. atau kamu masih menginginkannya lagi?" mendengar ucapan ilham Dira menyikut perut ilham.
__ADS_1
"mas! kamu mau membunuhku hari ini?"
"hahahaha enggak sayang becanda" ilham menutupi tubuh keduanya dengan selimut.