Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Pamit


__ADS_3

Pagi harinya Dira bangun lebih awal, yang pertama ia lihat adalah wajah anak sambungnya. anak ini yang sudah menyatukan dirinya dengan cinta pertamanya, dan anak ini juga yang selalu memberi semangat pada Dira.


Dira berjalan menuju sofa dimana suaminya berada, ilham masih tertidur pulas, begitu tenang. kemudian Dira mengusap wajah ilham perlahan karena takut menganggu tidur ilham.


"Seberat apapun masalah yang akan datang, doakan aku untuk selalu kuat agar bisa menemanimu melewati semuanya. jadikan aku satu-satunya tempatmu bersandar suamiku" lirih Dira sambil mengecup pipi ilham.


saat Dira akan bangun, Tiba-tiba tangannya ditarik oleh ilham membuat Dira terjatuh dalam pelukannya.


"Pagi istriku, Terima kasih semangat paginya"


"Mas! kamu bikin aku kaget tau gak sih! Jadi kamu udah bangun?"


"Emm aku sudah bangun sejak kamu membelaiku sayang haha"


"Ck Curang banget sih, udah mas ayo bangun katanya kamu kerja hari ini, aku mau cek keadaan Rafa dulu"


"Nanti aku hubungi Rini biar kamu gak sendirian jaga Rafa ya sayang, maaf karena aku tidak bisa menemanimu. Aku nanti akan siapkan baju ganti untukmu dan akan aku titipkan ke mama"


"Iya mas, aku akan membangunkan serli tolong antarkan dia ke sekolah ya"


"Biar aku yang membangunkannya sayang"


"Baiklah Terima kasih mas" merekapun saling ******* satu sama lain.


tok


tok


tok


ketukan di pintu membuat mereka menghentikan aksi mereka. Dira segera bergegas membuka pintu.


"Selamat pagi Bu maaf menganggu waktunya, saya mau mengantarkan sarapan"


"Oh iya suster, Terima kasih" ucap Dira sambil mengambil alih nampan dari tangan suster.


saat hendak menutup pintu kembali, dira Terkejut melihat kedatangan Rama dan juga shela.


"Pagi Dira"


"P-pagi om"


"Boleh saya masuk?"


"Eh iya maaf Om, silahkan"

__ADS_1


ilham yang baru saja keluar dari kamar mandi juga terkejut melihat kedatangan Rama dan shela. kemudian ilham berjalan kearah Rama dan menyalaminya.


"silahkan duduk pa"


"Maaf menganggu kalian pagi-pagi sekali, sebenarnya kedatangan kami kesini.." Belum selesai Rama berbicara, shela langsung memotongnya


"Kami datang kesini ingin meminta maaf sama kalian atas perbuatanku kemarin, mungkin kalian berfikir bahwa aku hanya berdrama atau apalah itu. tapi kali ini aku benar-benar meminta maaf pada kalian, ini tulus dari lubuk hatiku yang paling dalam. maaf selama ini aku hanya membuat keributan ketika bertemu kalian, Dira maaf dan Terima kasih kamu sudah mau menerima anak-anak aku dan mas ilham maaf karena selama ini aku terlalu egois sejak menjadi istrimu hingga kita berpisah aku hanya membuatmu marah dan kecewa"


ilham hanya mengerutkan dahinya heran dengan sikap shela kali ini, dia masih belum yakin kalau shela akan berubah hanya dalam waktu satu malam.


"Kita sudah memaafkanmu mba shela, ya kan mas?"


"ehh emm iya" ilham hanya menjawab sekenanya.


"Dira harap setelah ini mba benar-benar berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi"


"Aku akan pergi dari negara ini entah sampai kapan, aku kesini juga ingin pamit dan ingin bertemu anak-anak untuk terakhir kalinya sebelum aku pergi meninggalkan mereka."


"Serli sepertinya masih tidur mba, kalau rafa biasanya sebentar lagi dia akan bangun karena dia harus sarapan" dan benar saja, baru saja Dira mengatakannya rafa sudah memanggil Dira


"Bunda.. "


"ya sayang" Dira kemudian berjalan menuju ranjang Rafa


"Sayang disini ada bunda shela, apa Rafa mau bertemu? bunda akan senang kalau Rafa mau bertemu dengan bunda shela, mau ya sayang?" Rafa mengangguk, meskipun ia sedikit takut untuk bertemu dengan shela.


"Bunda jangan nangis, Rafa akan menjadi anak yang nurut sama orangtua. Rafa sayang sama bunda shela" Rafa mencoba meraih wajah shela untuk mengusap air matanya, tangis shela semakin menjadi saat tangan Rafa menyentuh pipinya. sedangkan Dira hanya bisa mengusap punggung shela untuk memberi kekuatan.


"Terima kasih sayang, bunda juga sayang sama Rafa" ucap shela sambil memeluk tubuh ringkih Rafa.


Rama yang sedari tadi hanya menyaksikan dari sofa kini ia berdiri menghampiri Rafa.


"Rafa, opa dan bunda akan pergi tapi opa janji sesekali opa dan bunda akan datang menemui Rafa dan serli"


"Opa dan bunda mau kemana?"


"Bunda akan ikut opa keluar negeri sayang, bunda akan bekerja disana. Jaga adikmu ya, bunda yakin Rafa akan menjadi anak yang kuat dan pintar"


Serli yang baru saja terbangun dari tidurnya langsung memeluk tubuh ilham, ia masih takut bertemu dengan shela karena kejadian kemarin malam.


"kenapa sayang?"


"Serli takut ayah" ucapnya sambil terus menyembunyikan wajahnya didada ilham


"Gapapa sayang, bunda shela kesini hanya mau pamit sama kakak Rafa dan serli, bunda mau kerja keluar negeri ikut opa"

__ADS_1


"Serli gak mau ikut bunda shela, ayah. serli mau disini sama bunda Dira" serli langsung menangis karena ia takut dibawa secara paksa oleh shela dan Rama.


"enggak nak, Serli gak akan kemana-mana serli masih disini sama ayah dan bunda. bunda shela hanya pamit sayang"


"beneran yah?"


"Iya, coba tanya bunda Dira. kalau kamu takut ayah berbohong" Serli menatap Dira, Dira hanya tersenyum dan mengangguk. tapi serli masih enggan melepas pelukannya di leher ilham.


"Gapapa ilham mungkin serli masih trauma" ucap Rama


"Mungkin pa, biar nanti kami yang akan memberi pengertian pada Serli"


"Yasudah kalau begitu kami pamit dulu ilham, Dira. karena sebentar lagi kami akan berangkat ke bandara"


"Iya pa"


"Iya om, Hati-hati dijalan semoga selamat sampai tujuan mba shela, jangan sungkan menghubungi kami kalau kalian rindu sama anak-anak" ucap Dira.


Rama dan shela meninggalkan ruangan Rafa.


Sedangkan ilham masih belum bisa bangun dari duduknya karena serli masih enggan melepaskan pelukannya.


"Sayang, kenapa? bunda shela sudah pergi kok. Oiya nak, apa hari ini serli mau ke sekolah?" Dira berusaha membujuk Serli agar melepaskan pelukannya


"Hmm Serli mau sekolah Bunda" benar saja serli langsung melepaskan diri dari pelukan ilham.


"Tapi maaf bunda tidak bisa mengantarkan serli kesekolah, apa tidak apa-apa berangkat dengan ayah sayang?"


"Iya bunda, bunda disini jaga kakak Rafa kan?"


"Iya nak, nanti Serli pulangnya biar dijemput sama tante Rini ya sayang"


"Iya bunda"


"Sayang, aku pulang sekarang ya gapapa kan aku tinggal sendirian disini? aku sudah menghubungi Rini katanya dia akan datang setelah menjemput serli dan Ibu mungkin sebentar lagi kesini" ucap ilham sambil membereskan barang-barang yang akan ia bawa pulang.


"Iya mas, maaf aku gak bisa masakin kamu bekal"


"Sudah gapapa sayang, aku nanti bisa beli dikantor. jangan lupa kamu juga harus istirahat sayang jangan terlalu capek"


Dira hanya mengangguk.


sebelum pergi, tak lupa ilham mengecup kening, pipi, dan juga bibir Dira kemudian Dira akan mencium telapak tangan ilham. ritual itupun dilakukan juga oleh serli.


"Hati-hati sayangnya bunda"

__ADS_1


"Assalamu'alaikum bunda"


"Waalaikum salam"


__ADS_2