Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Anak Baik 2


__ADS_3

Jam 16.30


Terdengar suara ketukan pintu, mama lia segera membukanya.


"Assalamu'alaikum tante"


"Anak-anak masih tidur ditemani dira, ayo duduk dulu tante buatkan teh hangat biar capekmu hilang, ham" Ucap mama lia sembari menarik lengan ilham menuju ruang tamu.


" Terima kasih tante"


"Mam..maa.. Eh kak ilham sudah lama kak yang dateng? "


"Hmm enggak juga dir, anak-anak sudah bangun? "


" Belum kak, sepertinya karena efek obat mereka jadi nyenyak sampai sekarang. Aku tinggal dulu ya kak, mau mandi" Pamit dira pada ilham


"Oh iya silahkan"


Dira kembali masuk kedalam kamarnya untuk bersih-bersih diri.


"Hooaamm.. Tante diraaa... " Panggil Rafa. Merasa tak ada respon, Rafa turun dan keluar dari kamar dira.


"Ayah.." Rafa berlari menghampiri ilham


"Jangan lari-lari kak nanti jatuh, gimana sudah gak sesak lagi? " Tanya ilham sambil mengelus rambut Rafa


"Sudah enggak yah. tante Dira baik ya, yah? Rafa mau punya mama seperti tante Dira" Ucap Rafa polos

__ADS_1


" Heeyy Rafakan punya bunda, bunda shella kenapa Rafa mau mama lagi? "


Rafa hanya memutar bola matanya malas mendengar nama shella saja Rafa sudah bosan apalagi harus tinggal bersama shella dan neneknya.


Saat Rafa dan ilham berbincang-bincang, didalam kamar Dira seorang gadis kecil mulai mengerjapkan matanya.


"Selamat sore sayang" Sapa Dira pada serli yang baru saja terbangun dari tidurnya


" Tante, serli mau disini aja sama tante. Serli gak mau pulang" Serli merengek agar diperbolehkan menginap disini dan tidur sambil memeluk dira.


"Loh kenapa? Ayahnya serli udah nungguin loh daritadi, kasian ayah masak ditinggal sama serli" Dira mencoba memberi pengertian pada serli


" Tapi serli pengen tidur sambil dipeluk sama tante Dira kayak tadi"


"Hmm gitu yah, gini aja gimana kalau besok malam tante Dira kerumah serli dan kakak Rafa."


"Cuma sampai kalian tidur, tante Dira harus pulang kalau kalian sudah tidur"


"Yaahhh... Terus nanti bangun tidurnya serli gak liat tante Dira dong" Raut wajah serli kembali sedih setelah mendengar penuturan Dira


"Kan serli bisa maen kerumah tante Dira sayang, kalau tante gak sibuk serli bisa maen seharian sama tante tapi serli harus janji dulu"


"Janji apa? "


"Janji kalau serli gak bakalan bikin ayah sedih dan gak boleh bilang kalau bunda shella itu jahat, gimana? Mau? "


" Tapi emang jahat, yaudah deh iya serli janji, tapi tante Dira juga harus janji mau maen sama serli"

__ADS_1


"Hmmm anak pintar, ok tante janji" Mereka berdua menautkan jari kelingking dan kemudian Dira memeluk erat serli. "Kalau gitu sekarang kita kedepan nemuin ayah, kasian ayah habis kerja, capek. Nanti sampe rumah kakak Rafa sama serli pijitin ayah ok hehe"


"Iya tante" Serli mencium pipi kiri Dira dengan tiba-tiba membuat Dira tersentak kaget dan tersenyum


"So sweet banget sih ini anak, berasa gue emaknya kalau kayak gini" Batin Dira


Serli dan Dira pun keluar menemui ilham yang sejak tadi menunggu di ruang tamu


" Ayah.. "Serli kemudian duduk dipangkuan ayahnya


" Ayo kita pulang, nanti keburu malam sepertinya mau Hujan"


" Ayah, kalau besok tante dira kerumah bolehkan?"


" Bukannya besok jadwal kalian bersama bunda, sayang? "


"Tapi serli gak mau sama bunda, ayah. Serli maunya sama tante dira" Serli mulai cemberut


" Eheyy siapa tadi yang janji sama tante dira?"


"Tapi tante... " Belum selesai serli berbicara dira sudah memasang wajah cemberut yang Dibuat-buat agar serli mau menuruti kata ayahnya.


" Huuhh yadeh aku mau sama bunda shella, tapi minggu depan ayah harus jemput serli sama tante Dira " Serli mencoba membuat perjanjian dengan ayahnya. Dira dibuat bingung oleh tingkah serli, ia pun tidak menyangka kalau serli akan berbicara seperti itu. Ilham masih bingung, karena satu sisi ia dan shella masih belum menyelesaikan masalah rumah tangga mereka dan disisi lain ia tak mungkin menolak keinginan putri kesayangannya itu.


" Sepertinya tante Dira yang gak bisa nih, tante ada janji sama temen tante. Gimana kalo ketemunya langsung dirumah ayah aja, nanti tante bawain sesuatu yang serli mau" Dira yang mengerti keadaan inipun langsung berbicara pada serli, ia juga tidak mau ada kesalah pahaman antara ilham, shella dan dirinya.


" Yeeyyy nanti serli telepon tante yaa, dah tante" Akhirnya serli mau pulang dengan ayahnya, tak lupa juga Serli memeluk dan mencium Dira, begitupun Rafa.

__ADS_1


__ADS_2