
"ohh jadi ini yang katanya sakit" terdengar suara perempuan dibelakang Dira yang berhasil merusak suasana haru saat itu. semuanya menoleh ke asal suara. "bilangnya sakit ternyata cuma mau merayakan hari ulang tahun si pelakor ini sampai-sampai aku tidak dibolehin bertemu dengan anak-anak" sambungnya sambil mendekat kearah meja.
"siapa yang tidak memperbolehkan kamu bertemu anak-anak? coba kamu tanya sama mereka, mereka mau apa tidak tinggal bersama kamu. toh kemarin aku sudah meminta tolong pada Robi buat anterin mereka ke rumah kamu, oh maaf Serli maksudnya. Serli yang menolak untuk bertemu dengan kamu" ilham sangat geram dengan tuduhan sang mantan istri.
"itu cuma alasan kamu aja mas, sudahlah.. ribut sama kamu memang gak akan pernah selesai. ayo serli! ikut Bunda!! jangan terlalu sering bersama mereka!!" shela menyeret tangan Serli kasar hingga membuat anak itu berteriak.
"aauuwww Serli gak mau!!, lepasin Bunda!!. ayah bantuin Serli, Serli gak mau sama Bunda shela" serli menjerit
"Hentikan mbak! kamu menyakiti Serli. biar aku ngomong dulu sama Serli" mendengar jawaban Dira, shela langsung melepaskan tangan Serli dan Serli berlari memeluk Dira.
"apa-apaan kamu shela! apa kamu sudah gila!" dada ilham mulai naik turun melihat perlakuan shela pada Serli.
"sayang, dengerin Bunda ya.. Serli mau ya sama Bunda shela" serli menggelengkan kepalanya. "gapapa sayang Bunda shela gak bakalan nyakitin serli kok, Bunda janji besok Bunda jemput kesana sama ayah ya nak? Serli kan mau jadi anak yang baik, nurut sama ayah, sama Bunda yakan?" Dira mencoba memberi pengertian pada Serli, perlahan tangis serlipun mereda saat mendengar penjelasan Dira.
"Bunda janji ya besok mau jemput Serlinya sama ayah, jangan lama-lama bun"
"iya sayang, yakan ayah? kita jemput Serli besok setelah ayah pulang kerjakan?" Dira sedikit menyenggol lengan ilham yang sedari tadi melamun karena ia tidak rela jika Serli dibawa pergi oleh shela namun ia harus tetap menepati janjinya pada shela. perlahan ia pun mulai luluh dan mensejajarkan tubuhnya dengan Serli.
" sayang.. kemarin kan Serli juga udah janji sama ayah, serli gak akan seperti ini lagi kalau sudah waktunya pergi kerumah Bunda shela, ingat gak?" Serli menganggukkan kepalanya. "jadi sekarang Serli harus ikut Bunda shela dulu besok ayah sama Bunda dira akan jemput Serli kesana"
"kenapa dijemput besok? apa-apaan kalian ini! " shela tidak Terima dengan keputusan Dira dan ilham karena waktunya bersama sang anak hanya sehari.
"kalau kamu gak mau yasudah, mending gak usah sekalian! ini belum weekend kasian kalau serli tidak masuk sekolah terlalu lama" shela hanya memutar bola Matanya malas.
"Bunda.. Rafa tau kenapa Bunda gak pernah ngajak Rafa kerumah Bunda tapi Rafa gapapa kok asal Bunda jangan paksa-paksa Serli seperti itu, nanti Serli sakit. Bunda gapapa benci sama Rafa asal jangan sakiti Serli" Dira dan ilham tidak menyangka bahwa Rafa akan sedewasa itu menyikapi sikap shela yang sudah sangat keterlaluan. tak terasa air mata Dirapun terjatuh kala mendengar penuturan Rafa saat itu. berbeda dengan shela yang seakan tuli.
"sudah!! sudah!! anak kecil jangan ikut campur masalah orang dewasa dan lagi kalian gak usah banyak drama, kalian gak capek ngedrama mulu? ayo Serli kita pergi sekarang, Bunda sakit mata kalau terus-terusan melihat si pelakor ini" pernyataan shela hampir saja membuat kesabaran ilham habis namun Dira menahan tangan ilham agar tak membuat keributan dan membiarkan shela pergi membawa Serli.
"kak.. " Dira menggelengkan kepalanya "lebih baik kita pulang saja, kasian Rafa pasti capek gak baik juga kalau Rafa pulang terlalu larut" merekapun pergi meninggalkan restoran tersebut.
" maaf atas kejadian tadi Dira tidak seharusnya kamu ikut terseret dalam masalah kami, ntah kenapa shela selalu menganggap kamu sebagai perusak hubunganku dengannya, padahal dulu kita tidak pernah berkomunikasi bahkan saat kita bertemupun setelah aku pergi dari rumah shela" ilham mencoba mencairkan suasana di dalam mobilnya.
"gapapa kak, toh aku juga gak merasa merusak rumah tangga kakak sama mbak Shela. kak ilham gak tau ya kalo Dira itu kuat banget melebihi wonder Woman hehehe jadi kakak gak usah ngerasa gak enak sama Dira. oiya gimana kalau kita antarkan Rafa ke rumah kakak aja dulu, kasian dia sepertinya capek banget" ucap Dira sambil mengelus rambut Rafa yang saat itu tertidur dipangkuan Dira.
__ADS_1
saat membuka pintu rumah, ternyata di ruang tamu sudah ada Bu Nining menunggu kedatangan ilham.
"loh Serli mana? bukannya tadi Serli juga ikut?"
"Serli dibawa Shela Bu, tadi kita bertemu di restoran Shela membuat keributan disana jadi daripada dia menggila dan bikin malu lebih baik aku mengijinkan Serli dibawa oleh Shela meskipun sebenarnya Serli gak mau"
"mau Shela itu apa sih bisanya cuma bikin masalah!" ucap Bu Nining kesal.
"sudah Bu gapapa, besok ilham akan jemput Serli kesana karena hari ini bukan weekend. kalau begitu ilham antarkan Dira dulu Bu, kasian takut dicariin sama om dan tante karena ini sudah lewat dari jam 10" Dirapun menuruni tangga dan berpamitan pada Bu Nining.
"Bu Nining, Dira pulang dulu ya Bu. assalamu'alaikum"
"waalaikum salam Dira. hati-hati dijalan ilham"
di tempat lain...
setelah mendapatkan Serli bukannya pulang, Shela malah asik mengobrol dengan teman-temannya tanpa memikirkan Serli yang terlihat sudah mengantuk sejak tadi.
"duuhh bentar dong Serli bundakan baru bertemu sama teman-teman Bunda"
"kalo Bunda mau ketemu sama teman-teman Bunda, kenapa Bunda gak biarin Serli pulang sama ayah aja"
"kamu tuh ribet banget sih, tinggal duduk diem maen HP apa susahnya sih. Bunda itu cuma gak mau kamu tertular virus pelakor dari perempuan itu"
"apa itu pelakor?"
"anak kecil gak akan ngerti, intinya perempuan itu perebut! dia gak baik suka ngerebut milik orang"
"tapi Bunda Dira gak gitu, dia baik sama Serli dan kakak Rafa, Bunda gak boleh gitu"
"huuhh terserah lah" shela jengah mendengar perkataan Serli yang selalu membela Dira.
"Bunda, serli mau telepon ayah. serli bosan" serli memberikan HP tersebut pada shela agar ia bisa menelepon sang ayah. kemudian Shela menelepon ilham. tak lama kemudian ilham mengangkat teleponnya yang sejak tadi berdering.
__ADS_1
"hmmm ada apa?"
"ayah... "
"Serli? kenapa belum tidur sayang, ini sudah sangat larut" kemudian ilham mengalihkan teleponnya ke video call.
"Bunda masih belum pulang ayah, serli bosan, serli juga ngantuk tapi bunda gak mau pulang" terlihat jelas mata serli mulai berkaca-kaca.
"keterlaluan!!, tega-teganya dia membiarkan serli seperti itu, tunggu nak ayah akan menjemputmu malam ini juga!"ilham mengeratkan rahangnya.
"Mmm.. coba kasi teleponnya sama bunda, ayah mau ngomong sebentar" serli memberikan telepon tersebut pada shela
"kamu masih belum mau pulang?"
"hmm aku baru aja ketemu temen-temen aku, kenapa?"
"ohh tidak aku cuma mau bilang, jaga serli baik-baik. ya sudah aku mau tidur dulu, aku titip serli"
"dia kan anakku pasti dong aku jaga gak usah khawatir" tanpa menaruh curiga Shela menutup sambungan telepon tersebut dan kembali berbincang dengan temannya.
habis sudah kesabaran ilham malam ini, iapun segera memasang jaket dan mengambil kunci mobil tanpa berpamitan kepada Bu Nining karena mungkin saja sudah tidur sejak tadi. mobil ilham membelah jalanan, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. marah? tentu saja ia sangat marah kepada Shela, beberapa kali Shela seperti sedang ingin mempermainkan emosi ilham.
sesampainya direstoran..
"ehem.. " ilham yang sudah berdiri di belakang Shela mencoba mengalihkan perhatian mereka yang sejak tadi asyik mengobrol.
"mm_mas?! k_kok kamu disini?! k_kenapa? " ucap Shela terbata-bata karena melihat mata ilham yang mengerikan.
"tidak usah banyak tanya! aku kesini mau jemput Serli, sudah cukup kamu bermain-main dengan aku hari ini, sama sekali tidak lucu Shela! mulai detik ini juga kalau bukan Serli yang meminta untuk pergi kerumah kamu, jangan harap aku akan mengantarkan Serli kerumahmu, paham!" Shela membulatkan matanya, ia tidak percaya ilham akan semarah itu padanya. semua pengunjung menatap kearah mereka
"ayo sayang kita pulang, maaf ayah tadi ninggalin kamu disini seharusnya kamu ikut pulang bersama ayah dan juga bunda Dira" ilham membawa Serli kedalam gendongannya.
"mas tunggu!! kamu gak bisa bawa Serli gitu aja mas, aku ibunya. maaaass.!!! aaahhhh!!! kurang ajar! " Shela mencoba memanggil ilham, berharap ilham akan mendengarkannya kali ini, namun ilham sudah menulikan pendengarannya dan tetap berlalu meninggalkan Shela. teman-temannya pun ikut meninggalkan Shela sendirian.
__ADS_1