Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Moodnya bumil


__ADS_3

"Pagi komandan" sapa ilham pada sang komandan


"Pagi Pak ilham, semangat sekali pagi ini jangan-jangan tadi malam dapet jatah lebih hahaha"


"komandan bisa saja, saya lagi puasa Pak karena istri saya lagi hamil muda"


"wah benarkah? Selamat atas kehamilan istri anda Pak Ilham saya ikut senang mendengarnya"


"Terima kasih komandan, kalau begitu saya permisi keruangan saya dulu ndan"


"oh ya silahkan Pak"


ilham melangkahkan kakinya menuju ruangannya. ia seperti merasakan ada keanehan diruangan itu.


"mm... sepertinya ada sesuatu yang kurang di ruangan ini, tapi apa ya?"


"pasti karena aku belum dateng hahaha" jawab Septian


"oh ya lu benar banget Septian, karena biasanya lu datang lebih dulu hahaha. tumben, ada apa daritadi gua perhatiin kayaknya lagi seneng" tanya ilham


"gua lagi ngedeketin cewek nih dan rencananya nanti malam gua mau lamar dia tapi bingung mau pake konsep apa"


"Hallaahh ngelamar cewek aja pake bingung mau pake konsep apa, emang kamu udah kenal lama sama dia?"


"hmm... baru beberapa hari sih"


"nekat juga ini anak hahaha, yaudahlah lanjut nanti aja kita kerjakan ini dulu" ucap ilham sambil mengangkat beberapa lembar kertas ditangannya.


"Oiya ilham, kemarin Mitha minta ketemu sama lu"


"ngapain? kayaknya urusannya sama kita udah selesai ini"


"mungkin pengen bilang makasih aja atas bantuan lu selama ini sama dia"


"banyakan juga lu yang bantu"


"udahlah temuin aja bentar, daripada ntar gua yang diteror"


"ok tapi lu juga harus ikut, kalau sendirian gua ogah! ntar yang ada istri gua salah paham"


"siap! nanti aja pas jam istirahat habis lu jemput keluarga cemara lu hahaha"


.


Jam istirahat


seperti biasa ilham sudah sampai disekolah sebelum jam pelajaran berakhir, ia menunggu anak dan istrinya selesai sambil meminum kopi yang tadi sudah ia beli di mini market.


10 menit kemudian belpun berbunyi pertanda bahwa jam pelajaran telah usai. dikejauhan sana terlihat Dira sedang menggandeng tangan kedua anaknya sambil tersenyum.


"Astaga ternyata istri gue cantiknya ngalahin bidadari, kenapa gue baru sadar sekarang ya" ilham menatap kagum kearah luar jendela mobilnya hingga ia lupa membukakan pintu untuk anak dan juga istri mudanya itu.


tok


tok

__ADS_1


suara ketukan dikaca mobil membuyarkan lamunan ilham, dan refleks ilhampun membukanya.


"Mas kamu tidur ya? daritadi aku ketok jendelanya gak Dibuka-buka"


"Maaf sayang tadi aku sedikit ngelamun hehe"


"Ngelamun? mikirin siapa? pasti cewek lain ya?"


"haaaihh bukan sayang, aku tadi lagi liatin kamu dari sini sampe gak sadar kalo kamu udah nyampe mobil hehe"


"Bohong! "


"loh kok gak percaya sih? beneran sayang" ilham mencoba membujuk Dira yang sepertinya sudah mulai badmood


"ck udah ah aku mau pulang"


"sayang jangan ngambek dong" namun Dira hanya diam saja.


ilhampun mulai menjalankan mobilnya menuju rumah mereka. di perjalanan tidak ada yang berani berbicara termasuk Rafa dan Serli, sepertinya mereka sudah mulai mengerti keadaan orang tua mereka.


sesampainya di halaman rumah, Dira langsung membuka pintu mobil yang biasanya dibukakan oleh ilham membuat ilham tercengang. namun Dira tak lupa membukakan pintu untuk anak-anaknya.


"Anak-anak nanti langsung kekamar ganti baju, cuci kaki habis itu istirahat ya sayang"


Lagi-lagi Dira tidak memperdulikan ilham, ia masuk lebih dulu tanpa berpamitan pada ilham. ilham yang mengerti dengan mood istrinya itu hanya mengelus dada.


"Sabar ilham, biasa bumil moodnya suka berubah-ubah untung sayang" ucapnya pada diri sendiri.


ilham kembali melajukan mobilnya menuju tempat yang sudah Septian tentukan untuk memenuhi permintaan Mitha.


.


.


"Tadi pulangnya lebih awal jadi gua sedikit terlambat jemput mereka"


"oh ok"


"oiya Mitha ada perlu apa minta bertemu?" ucap ilham to the point


"emm.. aku kira tadi bapak bakalan dateng sendirian gak taunya Bawa temen bapak"


"Oh itu harus karena saya tidak mau istri saya salah paham kalau sampai dia tau saya menemui kamu sendirian ditempat ini jadi untuk jaga-jaga saya ajak Pak Septian juga"


"Hmm.. saya cuma mau berterima kasih sama bapak karena sudah banyak membantu saya beberapa hari ini"


"Oh jadi cuma itu yang mau kamu sampaikan kenapa tidak titip pesan sama Pak Septian aja toh dia juga banyak membantu kamu. saya hanya memantau dari jauh"


"Rasanya kurang sopan aja Pak kalau hanya titip pesan sama Pak Septian"


"ck ganteng-ganteng judes amat, baru kali ini gue ditolak sama cowok. haahhh harga diri gue berasa di injek-injek sekarang. kita lihat saja nanti, kamu yang bakalan bertekuk lutut dihadapan gue" mitha membatin.


Setelah menunggu beberapa menit makanan yang tadi mereka pesan akhirnya datang.


saat akan menyantap makanannya, Septian seperti melihat Dira di restoran itu iapun membelalakkan matanya dan berusaha menendang kaki ilham dari bawah meja untuk memberitahu keberadaan Dira pada ilham.

__ADS_1


"Ck apa sih Septian nendang-nendang" ilham mengerutkan dahinya saat Septian memberi kode padanya


sesaat kemudian ilham menoleh, ia tak kalah terkejutnya saat melihat keberadaan Dira.


"Mati gue! mana Dira masih ngambek, kalau dia tau gue disini terus dia lihat Mitha bisa tambah kacau. haahhh kenapa gue berasa lagi jalan sama selingkuhan ya" pikiran ilham berkecamuk.


"Mm... maaf saya sudah selesai, saya permisi ke toilet dulu permisi"


ilham berdiri kemudian berjalan untuk mencari keberadaan istrinya.


"pasti Dira lagi ada diruko itu, diakan tadi pagi pesan chicken wings"


dan benar saja Dira tengah duduk sendiri sambil menunggu pesanannya datang. ilhampun bernafas lega saat menemukan keberadaan istrinya itu.


"Sayang, kamu kok sendirian kesini?" ucap ilham sambil menarik kursi dan duduk berhadapan dengan dira. "Hey sayang dosa tau kalau gak jawab pertanyaan suami".


sebenarnya Dira diam bukan karena masih marah pada ilham, dia hanya kaget melihat ilham yang juga berada disana.


" Aku laper pengen makan chicken wings! " jawabnya dengan singkat


"Kenapa gak bilang, kan bisa sama aku kesininya" ilham mencoba meraih tangan Dira namun ditepis oleh Dira.


"ck jangan pegang-pegang aku lagi marah sama kamu"


"Udah dong marahnya, kan tadi aku udah jawab kenapa aku ngelamun dan aku udah jujur loh sayang. aku temenin ya makannya"


jujur saja sebenarnya Dira ingin sekali ditemani oleh ilham namun ia sadar kalau suaminya itu harus kembali kekantor.


saat hendak menolak permintaan ilham, Tiba-tiba saja perutnya kram.


"shh auwww.."


"Kenapa sayang!?" ucap ilham dengan nada panik.


"anak kamu nih suka gitu kalau aku marah sama kamu, makanya aku gak pernah betah lama-lama marahan sama kamu karena dia berontak terus" jawab dira sambil terus mengelus perutnya.


ilham mengulum senyumnya, sepertinya hari ini keberuntungan sedang memihak padanya.


"Good job nak, ini baru anak ayah"


"Hmm gitu aja bangga"


"Eits gak boleh gitu sayang, nanti dia berontak lagi hahaha"


"Seneng ya dibelain anaknya"


"Yaudah habisin dulu makannya sayang, nanti aku anter pulang mau ya" ucap ilham sembari mengelus rambut Dira. Dira hanya mengangguk sambil menikmati pesanannya.


Ilham menatap kagum pada istrinya itu meskipun tadi mereka sempat perang Dingin ternyata Dira sudah mulai memberikan perhatian kecilnya pada sang suami.


"Mas kalau kamu masih ada kerjaan gapapa aku pulangnya bisa naik taksi, kasian kalau kamu harus bolak balik"


ilham tersenyum dan menggenggam tangan Dira, kemudian mengecupnya.


"Aku sudah meminta ijin terlambat hari ini sayang, Aku takut kalian kenapa-kenapa dijalan"

__ADS_1


dikejauhan sana tampak seseorang sedang melihat kearah ilham dan Dira dengan tangan yang mengepal.


"Kurang ajar! dia ninggalin gue sama bawahannya hanya demi menemui perempuan itu, Cantikan juga gue kemana-mana" ucap Mitha dengan percaya diri.


__ADS_2