
Hari ini ilham mengerjakan semua tugasnya dengan cepat karena ia tidak mau jika harus membatalkan perjanjiannya dengan sang istri pagi tadi.
"Masih jam segini tumben banget kerjaan lu udah selesai" tanya septian sambil melirik pergelangan tangannya
"Gue ada janji sama istri gue, bisa ngambek kalo dibatalin"
"Haha tipe-tipe suami takut istri. oiya gue cuma mau bilang lu harus hati-hati sama mitha kayaknya itu perempuan ada hati sama lu"
"maksudnya?"
"kemarin waktu lu ninggalin gue ama mitha direstoran, dia diem-diem ngikutin lu dan nguping pastinya"
"Terus?"
"Gue sih sempet ngasi tau dia supaya dia gak berharap lebih ama lu, yaa seperti sadar diri gitulah tapi kayaknya dia bodo amat sama ucapan gue"
"wah ini gak bisa dibiarin, gimana ntar pas gue jalan ama bini gue, dia malah sengaja ngedeketin gue. bisa perang Dunia gue"
"gue heran juga sama Mitha, diakan baru pisah sama suaminya kenapa bisa secepat itu jatuh cinta sama suami orang lagi, Ngeri!" septian bergidik
"menurut lu gue harus gimana?" tanya ilham pada septian
"emmm... lu cerita aja sama Dira"
"Gila lu!"
"Lah kalau gak gitu yang ada ntar beneran perang kalau kejadian, dan kalau misal lu cerita sama Dira pasti Dira jaga-jaga dan gak bakalan kepancing"
"Tumben otak lu pinter, tapi pasti ntar Dira posesif sama gue"
"Hadeehh lu udah nikah 2 kali tapi otaknya masih gak bisa mikir kalau masalah beginian. ya gapapa lah Diposesifin istri ini bukan sama si Mitha, tapi kayaknya Dira gak bakalan gitu deh kayaknya ya jangan salah paham lu"
"Lu gak tau aja kemarin dia sempet ngambek sama gue, gara-garanya waktu gue jemput mereka gue sempet terpana tuh sama kecantikan Dira. eh dia malah bilang gue lagi mikirin cewek lain, udah dijelasin tapi tetep aja ngambek"
"Oh ya? hahahaha kasian amat lu"
"Dia gitu semenjak hamil, dulu-dulu gak pernah kaya gitu malah gue kira dia gak ada rasa apa-apa ama gue saking cueknya. tapi ngambeknya dia gak pernah lama karena katanya si dede bayi protes kalau marahan ama gue. ck udah ah kok malah jadi curhat, gue pulang duluan kasian Dira pasti udah nungguin dirumah" jawab ilham sambil membereskan barang-barang diatas meja kerjanya.
"ok bro, Hati-hati dijalan"
ilhampun bergegas menuju mobil. sambil menyetir ia menghubungi dira agar dira bersiap-siap.
Sesampainya didepan rumah, ilham melihat dira tengah berdiri didepan gerbang rumah. ilham lagi-lagi terpana melihat kecantikan dira namun dengan segera menyadarkan dirinya agar tidak terjadi kesalah pahaman seperti kemarin.
ilham segera turun dari mobil dan menyapa sambil lalu membukakan pintu untuk istri Dira
"Selamat sore mas, gapapa kan?" tanya dira sambil mencium punggung tangan suaminya
"sore sayang, gapapa dia yang minta kan?" jawab ilham dengan mengelus lembut perut sang istri. dira hanya menganggukkan kepalanya.
mereka hanya berkeliling mengitari taman tersebut menggunakan mobil tanpa berniat turun meskipun hanya sekedar duduk dibangku taman. lebih tepatnya ilham tidak mengizinkan dira untuk turun dan duduk ditengah keramaian, ia khawatir.
__ADS_1
"kenapa gak boleh turun sih mas?"
"Lebih aman kamu disini sayang, kalau kamu kesana aku takut terjadi sesuatu sama kamu sama dia. pliss ya kali ini aja sayang"
"hemmhh Ok aku nurut tapi ada syaratnya"
"astaghfirullah syarat apa?" tanya ilham dengan nada pelan
"Tuh" dira menunjuk abang-abang yang sedang sibuk melayani para anak kecil
"Mau eskrim?" dira mengangguk "Tapi kata dokter.."
"gapapa mas asal jangan banyak-banyak ayolah mas pliss yaya mau ya. aku bosen kalo dimobil terus, aku pengen makan eskrim itu. kamu mau anak kamu ileran gara-gara gak dibelikan eskrim sama kamu?"
"Haaahhh iya iya tapi disini ya jangan kemana-mana"
"Iyaa.. makasih sayang"
ilham turun dan menghampiri penjual eskrim tersebut, dengan sabar ilham menunggu giliran meskipun sebenarnya dia sedikit canggung karena masih menggunakan seragam lengkap hingga membuat beberapa anak kecil takut dibuatnya.
"Om polisi kenapa disini? kita gak nakal om jangan ditangkep"
"Haiihh om kesini bukan mau menangkap kalian, om mau beli eskrim"
"Om polisi suka eskrim juga? kan om sudah besar" tanya anak itu
"Iya masak suka makan eskrim sih" sambung anak kecil yang lainnya.
"Ini untuk anak om katanya dia pengen makan eskrim"
"dia sedang bersama bundanya, kasian juga kalau bundanya ditinggal sendirian kan" jawab ilham yang mulai kesal dengan rentetan pertanyaan yang diutarakan oleh anak kecil tersebut.
"Ini pak eskrimnya"
"Oh iya Terima kasih bang ini uangnya dan kembaliannya ambil aja. ok anak-anak om duluan ya, ingat jangan banyak-banyak makan eskrim nanti sakit"
"Terima kasih juga pak, semoga Allah membalas kebaikan bapak" ilham hanya tersenyum.
"iya om polisi"
Setelah mendapatkan pesanan istrinya, ilham berjalan menuju mobil.
"Sayang, ini eskrimnya"
"mas kok gak masuk?"
"Aku kebelet pipis tunggu disini ya, janji gak bakalan lama kok"
"hmm baiklah"
sementara dira menikmati eskrim yang dibelikan oleh suaminya, disana ilham tengah masuk kedalam toilet. setelah urusannya selesai didalam sana niat hati mau kembali ke mobil, tanpa sengaja ia melihat seseorang yang ia kenali.
__ADS_1
"Bella? ngapain dia disana sendirian?" batin ilham.
tanpa ragu ia melangkah menghampiri Bella yang tengah duduk seorang diri dibangku taman.
"Bella?"
Bella menoleh ke asal suara sambil mengusap sudut matanya yang basah.
"Kak ilham? kok ada disini?"
"Ah iya tadi habis dari toilet. kamu ngapain disini sendirian? kamu habis nangis kok matanya sembab"
tanpa menjawab pertanyaan ilham, Bella menghambur kedalam pelukan ilham sambil menangis. ilham yang bingung tanpa ia sadari tangannya mulai mengusap rambut Bella.
"Cerita aja bel, ada apa??"
"Aku batal nikah kak, padahal persiapannya sudah mendekati 100% tapi tiba-tiba saja keluarga kevin membatalkannya. katanya karena aku gak mau tinggal bersama orangtua kevin padahal aku dan kevin sudah pernah membicarakan hal ini dan dia bilang gapapa. tapi.." Bella kembali menangis sambil terus mempererat pelukannya pada ilham
" kenapa bisa begitu? apa mungkin kevin belum membicarakan hal itu pada orangtuanya?"
rasanya ingin sekali ilham menjauhkan tubuh Bella namun ia tidak tega melihat Bella menangis seperti itu.
"aku juga gak tau kak, aku harus gimana sekarang"
"mungkin kevin masih butuh waktu, kamu sabar aja bel"
"Tapi kak.. pernikahan aku dan kevin kurang dua minggu lagi, aku harus bilang apa sama orang-orang. aku sudah sebar undangan juga, aku malu kalau sampai ada orang yang tau masalah ini. mau aku taruh mana wajah orangtuaku kak"
"Bella dengar,, kamu harus tenang supaya kamu bisa berpikir jernih jangan seperti ini kasian om dan tante. biar kakak yang bicara sama kevin, bisa-bisanya dia hanya diam melihat keadaan ini! sudah, sudah jangan nangis" ilham menepuk-nepuk punggung Bella agar lebih tenang.
Tanpa mereka sadari, sedari tadi wanita cantik di belakang mereka tengah menahan sesak didadanya melihat mereka berpelukan, air matanya mengalir deras. ia tak bisa menahan rasa cemburu itu, dirapun menghampiri ilham dengan penuh emosi.
"MAS ILHAM!!! APA-APAAN INI MAS!!" Teriak Dira
"Di_Dira?!?" ilham yang melihat dira tengah emosipun langsung berdiri melepaskan belitan tangan Bella. "Sayang, kamu salah paham aku.."
"shhh aww..." Dira meringis kesakitan, ia terus memegangi perutnya.
"sayang kamu gapapa?" ilham mencoba meraih tangan dira namun Dira menepisnya.
" jangan sentuh aku! aku kecewa sama kamu mas!" Dira berlari meninggalkan ilham dan Bella yang masih syok dengan kehadiran Dira.
"Kak! kejar Dira.. dia salah paham cepet"
"Ah iya.. kamu gapapa kan aku tinggal?"
"Udah jangan peduliin aku kak, sana kejar Dira!"
ilham berlari mengejar Dira namun terlambat dira sudah naik kedalam taksi, ilham segera berlari menuju mobil yang tadi ia parkir.
"Astaghfirullah.. Kenapa aku malah melupakan Dira. haahhh apa yang aku lakukan!!!" .ucap ilham dalam hati.
__ADS_1
ia meremas rambutnya frustasi saat taksi yang ia kejar hilang entah kemana.
"****!! kemana lagi tuh taksi! Dira ayolah sayang angkat" ucapnya sambil terus menghubungi ponsel Dira. namun tak ada jawaban.