Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Amanah Tuhan


__ADS_3

"yakin nih?"


"ooo mau rahasia-rahasiaan nih ya" ilham kembali mendekat ke arah Dira, ia bersiap menangkap tubuh Dira dan akan menggelitikinya.


"eh mau apa?"


"mau... "


Hap! Ilham benar-benar mengungkung tubuh Dira dan mulai menggelitinya


"hahaha iya iya ampun mas, udah dong geli tauk"


"jadi mau ngasi tau sekarang apa mau mas gelitikin dulu?"


"iya aku kasi tau sekarang tapi lepasin dulu akunya"


"Gak mau nanti kamu kabur"


"enggak sayang, beneran aku gak bakalan kabur. kalo. gak dilepasin gimana caranya aku ngambil hadiah buat kamu coba?" ucap Dira dengan memasang wajah memelas, akhirnya ilham mengalah dan melepaskan Dira.


Dira berjalan menuju lemari tempat ia menyimpan tasnya tadi kemudian mengambil sebuah amplop dan memberikannya pada ilham


"ini hadiahnya, jangan lupa baca bismillah"


"Ini apa sayang?"


"dibuka aja mas, kan daritadi kamu penasaran sama hadiahnya" perlahan ilham membuka amplop tersebut. selembar kertas dan beberapa foto hasil USG dan yang terakhir adalah testpack. ilham membuka dan membaca isi kertas tersebut.


beberapa detik kemudian wajahnya berubah.


"Sayang? kamu?" ilham menatap wajah Dira. dirapun mengangguk.


"Beneran? Alhamdulillah" ucapnya sambil memeluk tubuh Dira dan menghujani wajah Dira dengan ciuman.

__ADS_1


"Kamu masih sebahagia itu mas mau punya anak lagi?"


"Aku selalu bahagia ketika mendengar istriku hamil, Apalagi itu kamu. Ini anak pertama kita sayang, sejak kapan kamu tau kalau lagi hamil sayang?"


"Sejak tadi pagi, sebelum kamu datang ke rumah sakit aku dipaksa periksa ke dokter kandungan sama mama, awalnya aku gak yakin kalau lagi hamil soalnya gak ada tanda apa-apa sejauh ini. eh ternyata beneran hamil udah 2 minggu aja haha"


"Kok aku gak ditungguin kalau mau periksa si dedek"


"sengaja, kan aku mau ngasi surprise. sebenarnya pengen tau aja sih kamu bahagia apa enggak dengar berita ini"


ilham masih saja gemas dengan istrinya itu, ia mengeratkan pelukannya pada Dira.


"Aku ngerti apa yang kamu rasain sekarang. anak itu titipan ketika kita sudah mendapatkan titipan tersebut kita harus menjaga dan menyayanginya, aku sangat bersyukur karena Allah masih mempercayai aku untuk kembali menjadi orang tua"


"sayang kamu tau? dari tadi malem aku pengen banget dipeluk kaya gini sama kamu, kata mama itu namanya ngidam"


"ya gapapa dong sayang, kita kan suami istri. lagian kamu pengen dipeluk suami kamukan? bukan suami orang lain jadi ya fine fine aja"


"Haha iya juga ya, mm.. berarti aku harus puasa dong"


"Puasa? kenapa harus puasa?"


"Maksudnya puasa itu sayang" ucap ilham sambil menautkan jarinya


"Hahaha sabar ya ayah.. kata dokter evelyn kita harus tahan dulu sampe dedenya kuat" jawab Dira sambil mengelus pipi ilham.


"hhh.. baiklah sepertinya aku akan berusaha keras untuk menahannya meskipun sulit. Apa kamu menginginkan sesuatu sayang?"


"saat ini Bunda hanya ingin begini ayah" Dira menelungkupkan wajahnya di dada ilham.


"Baiklah.."


saat mereka tengah menikmati kebersamaan didalam kamar, Serli berteriak diluar kamar mereka

__ADS_1


"Bunda....ayah... " teriak serli didepan pintu


"Hhh... baru aja enak-enakan berdua udah ada pengganggu" keluh ilham


"huss gitu-gitu dia anak kamu tauk"


"bunda... ayah... " Lagi-lagi Serli berteriak


"Ya sayang sebentar" jawab dira "Mas lepasin dulu bentar, kasian dia nungguin" dengan terpaksa ilham melepaskan pelukannya.


dira bergegas menuju pintu dan membukanya lebar, tampak wajah imut sang putri kesayangan dengan sedikit cemberut


"Bunda lama"


"Tadi bunda lagi dikamar mandi sayang hehehehe"


Serlipun segera masuk dan melompat ke arah tempat tidur dimana disitu ada sang ayah yang pastinya tengah berpura-pura tidur.


"Ayah... aku mau dipukpuk" rengek serli sambil menggoyang lengan ilham.


"Adek mau tidur siang sama ayah dan bunda?" Tanya ilham


"He'em boleh?"


"Boleh dong sayang" sebelum ilham menjawab, dira sudah lebih dulu menjawabnya "apa kakak sudah tidur juga?" tanya dira lagi.


"iya tadi pas serli kesini kakak Rafa udah tidur nyenyak"


"Ok kalau begitu sebelum tidur kita harus?"


"Baca doa sebelum tidur" jawab serli antusias


"Pintar sekali anak Bunda dan Ayah" ucap Dira kemudian mengecup pipi gembul Serli. Mereka bertiga tidur berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2