Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Melamar


__ADS_3

Malam yang ditunggupun tiba, terlihat Bu Nining dan Rini sedang bersiap-siap tak lupa sikecil Rafa dan Serli pun sibuk memilih baju yang akan ia pakai menuju rumah Dira.


"sayang, kitakan cuma kerumah bunda kenapa bajunya diberantakin semua?"


"kan katanya ayah mau ngelamar bunda, jadi Rafa sama Serli harus tampil rapi dong ayah" ucap Rafa pada ayahnya.


" iyaa ayah tau, tapi kan kasian tante Rini nanti ngerapihinnya gimana? sudah pakai yang itu saja ya nak, nanti keburu malam bunda diranya bobo kan gak lucu" merekapun menuruti ucapan ilham dan menuju lantai bawah karena sedari tadi sudah ditunggu oleh Bu Nining dan Rini.


dalam perjalanan menuju rumah Dira tidak ada yang memulai pembicaraan, entah mereka semua gugup atau bagaimana hanya mereka yang tau perasaan masing-masing.


mobil Fortuner berwarna putih itupun memasuki halaman rumah Dira, dan satu persatu dari mereka turun tentu saja membuat pak kurniawan dan mama lia terkejut dengan kedatangan ilham membawa keluarganya.


"assalamu'alaikum tante, om" ucap ilham sambil menyalami pak kurniawan dan mama lia bergantian.


"waalaikum salam, mari masuk dulu" jawab pak kurniawan seraya mempersilahkan tamunya masuk kedalam rumah.


" ada apa kok tumben sekali bu Nining dan Rini ikut bertamu kesini, sepertinya ada hal yang serius. aku takut loh bu"


"ahh tidak ada apa-apa Bu Lia, biar ilham saja yang menjelaskan" semuanya menoleh kearah ilham, kemudian ia menarik nafas dan mulai menjelaskan maksud kedatangannya membawa keluarga.


"Sebelumnya ilham minta maaf sama om dan tante karena kedatangan kami mendadak tidak memberitahu om dan tante terlebih dahulu, sebenarnya maksud kami datang kesini untuk melamar putri om dan tante yang bernama Dira" pernyataan ilhampun sontak membuat pak kurniawan dan mama lia terkejut karena Dira tidak pernah menyinggung masalah ini sejak tadi.


"tu_tunggu melamar Dira!? kok Dira gak ada ngomong apa-apa ya sama tante ataupun sama om"


"iya tante ilham memang tidak mengabari Dira sebelumnya kalau malam ini ilham dan keluarga akan datang melamarnya"


"Sebaiknya mama panggilkan Dira dulu, biar dia juga tau kalau calonnya sudah datang" mama liapun beranjak menuju kamar Dira.


tok

__ADS_1


tok


tok


"Dira, buka pintunya sayang mama mau bicara" tak lama kemudian Dira muncul dibalik pintu dengan hanya menggunakan setelan piyama dan rambut yang acak-acakan


"ya ma kenapa?"


"haduuhh kok penampilan kamu malah kaya gitu sih Dira, sini ikut mama" mama lia menarik tangan Dira untuk masuk kekamarnya lagi "Diluar ada ilham sama keluarganya, katanya mau lamar kamu terus kenapa sejak tadi kamu gak ngasi tau mama atau ayah kamu kan kita bisa mempersiapkan hidangan yang layak" mama lia mengomel sambil mendandani anaknya yang sejak tadi penampilannya acak adut.


"mama bilang apa? kak ilham kesini sama keluarganya juga? astaga! pantesan tadi siang dia bilang kalau aku harus banyak istirahat. ma, Dira beneran gak tau kalau kak ilham serius sama perkataannya aku kira masih lama dia yang mau kesini"


"sekarang mama mau tanya, sejak kapan kalian jadian?"


"Baru kemaren ma"


"oh berarti ilham benar-benar serius sama kamu, yasudah ayo kita keluar. eh sebentar apa ya yang kurang?" mama lia melihat sekali lagi penampilan anaknya ini "oh lipstik, masak gak mau pake ini kan bibirnya gak fresh. ok sudah yuk keluar"


"nanti juga kamu tau jawaban ayah sama mama, udah yuk ah kasian mereka menunggu lama" Dira dan mama lia keluar dari kamar Dira, semua mata tertuju pada Dira malam itu yang tampak sangat menawan. bagaimana tidak, Dira memakai dress kado ulang tahun yang diberikan ilham waktu itu.


"MasyaAllah cantik banget calon istri aku" Ilham mematung melihat penampilan Dira.


"waahh Bunda cantik banget" ucap Serli dan Rafa sambil menutup mulut mereka saat melihat Dira.


"ehem! Dira ayo duduk sayang" pak kurniawan mencoba mencairkan suasana. "Jadi bagaimana ilham?"


" Dira syakila kurniawan, maukah kamu menjadi pendamping hidup aku?" ilham to the point melamar Dira didepan orangtua mereka. Dira yang sedari tadi menunduk langsung mengangkat kepalanya lantaran kaget mendengar pernyataan ilham yang tanpa aba-aba.


"hey dira, gimana? jawab dong sayang" bisik mama lia sambil menyenggol lengan anaknya itu. seketika Dira pun mengangguk dan berkata

__ADS_1


"Iya aku mau" mereka semua yang ada disana langsung membuang nafas lega ketika Dira menjawab pertanyaan ilham "Tapi tunggu! memangnya kalian semua setuju sama hubungan aku dan kak ilham?"


" kalau kami tidak setuju sudah jelas kalian akan tetap berhubungan secara diam-diam kan? toh kami tidak punya alasan untuk menolak hubungan kalian ini, yakan Bu Nining?" jawab pak kurniawan.


"iya pak betul sekali yang terpenting bagi kami itu kalian bisa bahagia sama pilihan kalian sendiri. kami sebagai orang tua hanya bisa mendoakan nak"


"Jadi kapan kalian akan menikah?"


"astaghfirullah ayah! kok buru-buru sih?" dira menoleh kearah ayahnya


"loh memangnya kalian mau menunggu apa lagi?"


"kalau ilham sih terserah Dira aja, kalau Dira siap ilham insyaallah lebih siap"


"tuh ilham aja siap, umur kamu udah pas banget buat nikah Dira. kalau ayah kasih saran sih sebulan lagi aja gimana? sebulan itu lumayan lama loh dir" benar kata ayahnya, apalagi yang mau ditunggu toh lambat laun dia akan menikah.


"hmm baiklah Dira ikut keputusan ayah"


"tapi kamu tidak merasa dipaksa kan sayang?" ucap mama lia


"enggak ma, Dira sudah memantapkan hati untuk menikah dengan si pak duda ini jadi mau kapanpun itu dira siap" jawab Dira sambil tersenyum dan menatap netra ilham dengan tulus.


Serli dan Rafa menghampiri Dira


"Bunda, makasih ya sudah mau jadi bunda benerannya kita" ucap Rafa


"Iya makasih ya bunda, Serli sayang banget sama bunda" ucap serli sambil memeluk Dira.


"kembali kasih anak-anak Bunda" jawab Dira.

__ADS_1


mama lia mempersilahkan tamunya untuk makan malam bersama sebelumnya ia sudah memesan via gofood karena semua serba dadakan dan belum ada persiapan apa-apa. sesekali terdengar suara canda tawa dimeja makan. benar-benar hari bahagia bagi dua keluarga ini. selesai acara ramah tamah keluarga ilham pamit undur diri dari rumah pak kurniawan karena hari sudah semakin malam.


__ADS_2