
Sesampainya dirumah bu nining, Dira mengantarkan serli dan Rafa menuju kekamar mereka. karena sepertinya mereka masih enggan melepaskan Dira begitu saja
" Habis ini serli sama Rafa cuci muka, cuci kaki sama sikat gigi ya sayang terus bobo deh. bunda pulang dulu, sampai ketemu besok"
"Bunda gak nunggu ayah datang? nanti serli siapa yang nemenin disini? "
"sayang,, kan ada tante Rini sama oma. serli bisa minta ditemenin atau bunda bilang ke tante Rini aja biar nanti langsung naik kesini?"
"sudah serli,, nanti minta temenin ke tante atau oma saja, kasian bunda pasti capek mau istirahat besokkan kita bisa ketemu lagi" Rafa ikut membujuk serli yang masih enggan membiarkan Dira pulang, serli masih saja memeluk lengan Dira
"Gapapa kan sayang bunda pulang dulu?" ucap Dira sambil mengelus rambut serli. perlahan serli melepaskan tangannya dari lengan Dira
" iya bunda, serli mau peluk dulu" kemudian serli dan Rafa memeluk Dira bersamaan.
" ingat pesan bunda ya.. bunda pulang dulu love you anak-anak bunda " ucap Dira sambil mengelus pipi dan mencium pucuk kepala serli dan Rafa.
Dirumah Dira...
saat hendak masuk kedalam rumah, seseorang memanggil nama mama lia karena mama lialah yang terakhir keluar dari dalam mobil.
"Tante!" mama liapun menoleh
"loh ilham?!"
"iya tante, ilham mau jemput serli"
"anak-anak kamu sudah pulang ilham"
"anak-anak? maksudnya Rafa juga habis dari sini?"
ilham memang tidak diberitahu tentang acara ini karena pastinya dia sibuk dengan pekerjaannya.
"iya.. tadi siang tante sama om jemput Rafa kerumah kamu, kita lagi ngerayain ulang tahunnya Dira, jadi daripada nanti Rafa cuma dapet cerita dari serli mending dijemput aja. bu nining sama Rini juga ikut kok tadi"
"jadi ulang tahun Dira hari ini, aku kasih kado apa ya? besok aja deh" ilham berbicara sendiri
"Mmm kalau begitu ilham pamit ya tante kasian anak-anak pasti sudah nungguin"
"iya hati-hati nak" ilham mencium telapak tangan mama lia dengan takdzim kemudian Ilham pergi meninggalkan rumah mama lia karena sebentar lagi Maghrib.
__ADS_1
Sesampainya Dirumah, Ilham disambut oleh Bu Nining yang saat itu sedang menyiram tanaman disamping rumah.
"assalamu'alaikum Bu" sambil mencium tangan Ibunya
"waalaikumsalam, sana bersih-bersih dulu Ilham, habis itu temui anak-anak kamu, mereka daritadi nanyain kapan kamu pulang"
"Baik Bu, kalau begitu Ilham keatas dulu" iapun melangkah menuju kamarnya dan membersihkan diri dari keringat yang sudah menempel ditubuhnya. selesai bersih-bersih iapun menemui anaknya.
"Serli,, Rafa.. kenapa wajahnya ditekuk semua? ada apa sayang? "
" Kenapa tadi Ayah gak dateng di ulang tahun Bunda? Ayah juga gak bilang kalau hari ini ulang tahun bunda" Serli melipat kedua tangannya didepan dada
"Ayah kan gak tau kalau Bunda Dira ulang tahunnya hari ini, hehe jangan marah dong anak-anak Ayah nanti Ayah main sama siapa kalau Serli sama Rafa kayak gini" Ilham pura-pura memasang wajah melasnya.
"kalau Ayah mau Serli sama Kakak Rafa gak marah sama Ayah, besok Ayah harus beli kado buat Bunda"
"Gimana kalau malam ini saja kita pergi beli kado buat Bunda? Besok tinggal kasih deh ke Bunda"
" No Ayah! , kita harus ajak Bunda biar Bunda bisa tiup lilin seperti tadi siang, ayo yah" jika tidak dituruti maka mereka akan memusuhi Ilham saat itu juga, akhirnya ia meminta bantuan Robi untuk menyiapkan semuanya karena hanya Robi yang mengerti selera wanita seperti Dira.
"yasudah sekarang kita sholat habis itu kita siap-siap jemput Bunda"
"Ayah sudah meminta bantuan Om Robi untuk membeli kado dan hadiah buat Bunda"
"makasih Ayah, kita sayang banget sama Ayah" keduanya memeluk Ilham karena sudah menuruti kemauan mereka.
sekarang Waktu sudah menunjukkan jam 19.30, mereka sudah siap untuk menjemput Dira tanpa menghubungi Dira terlebih dahulu.
Dirumah pak kurniawan...
anak-anak yang sudah tidak sabar segera turun dari mobil tanpa menunggu sang Ayah.
"oma.. opa... Bunda mana?" tanya Rafa pada pak kurniawan dan mama lia
"ucapkan salam dulu dong sayang" ucap Ilham yang sudah berada dibelakang Serli dan Rafa.
"uppss iya lupa, maaf ya oma opa. assalamu'alaikum oma opa apa Bunda ada didalam?" kemudian Rafa mencium tangan mama lia dan Pak kurniawan bergantian, begitupun Ilham. kedua orang tua Dira hanya tersenyum melihat tingkah lucu Serli dan Rafa.
"wohooo pada mau kemana ini kok sudah rapi dan wangi lagi" tanya pak kurniawan pada kedua anak Ilham
__ADS_1
"opa, kita mau ajak Bunda keluar boleh tidak? Serli mau kasih kejutan sama Bunda. boleh ya? boleh ya?"
"Waww kejutan? boleh banget dong sayang, sudah sana masuk panggil Bunda kalian takutnya Bunda kalian itu sudah tidur" ucap mama lia pada Rafa dan Serli. kemudian keduanyapun masuk ke kamar Dira dan benar saja Dira sudah bersiap-siap untuk tidur.
"loh sayang? kok kalian disini, sama siapa?" Dira terkejut melihat kehadiran kedua anak itu.
"Bunda jangan tidur dulu ayo ikut Serli makan diluar sama kakak Rafa dan Ayah juga, ayo Bunda ganti baju" Dira menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"aduhh kalian ini, yasudah kalian tunggu diluar ya Bunda ganti baju sebentar" mau tidak mau Dira harus menuruti permintaan kedua anak Ilham meskipun sebenarnya dia sedikit mengantuk.
15 menit kemudian Dira sudah rapi dengan dress selutut namun tetap terlihat elegan.
"baru kali ini Dira menggunakan dress seperti itu, kok dia keliatan imut banget ya,, aiishhh apa-apaan sih aku ini". ilham berusaha untuk terlihat biasa saja
"kak... ayo kita berangkat kok malah ngelamun sih" ucap Dira menepuk pelan bahu Ilham
"oh i_iya ayo, om tante aku pinjam Dira sebentar"
"iya hati-hati nak" merekapun berangkat menuju tempat yang sudah di reservasi oleh Robi. sesampainya disana, berbagai macam suguhan yang ada dimeja membuat Dira terpesona.
"i_ini apa? kenapa banyak banget kak, siapa yang akan menghabiskannya nanti"
"duduklah, jangan khawatirkan ini. ayo kita makan sebelum semuanya dingin" merekapun memakannya dengan lahap. saat Dira tengah fokus menyantap makanannya, Ilham mengambil kue yang sudah ia pesan dikasir kemudian menaruhnya didepan Dira. Dira membelalakkan mata bulatnya, ia tidak percaya dengan apa yang Ilham lakukan saat ini.
"what?!? dia ngasi gue kue ulang tahun? pake senyam senyum lagi, tuhan.. plis jangan bikin gue berharap sama ini duda, gue tersiksa banget sama perasaan ini"
"kamu kenapa Dira? ayo ditiup lilinnya dong, kasian anak-anak sudah nungguin daritadi" ucap Ilham menyadarkan Dira dari lamunannya.
"iya bunda ayo ditiup. SELAMAT ULANG TAHUN BUNDA DIRA, WE LOVE YOU" ucap Rafa dan Serli sembari memeluk Dira. Hari ini Dira diselimuti berjuta kebahagiaan dari keluarganya, keluarga Ilham dan juga sahabat-sahabat yang sudah peduli padanya hingga saat ini.
" Dira ini ada hadiah dari anak-anak buat kamu" ucap ilham sambil memberikan beberapa kado yang terbungkus rapi pada Dira.
" apa ini kak?"
"buka aja" Dirapun membuka satu persatu kado tersebut. kado pertama berisi sebuah dress berwarna dusty pink, cocok untuk Dira yang notabenenya sangat feminine. kado berikutnya berisi sebuah tas berwarna putih yang juga cocok jika dipakai dengan dress tadi. dan untuk kado terakhir berisi sebuah flower box bertuliskan nama Dira. Dira sangat terharu melihat isi jadi tersebut
"Bunda suka?" tanya serli pada Dira.
"iya sayang Bunda suuuka banget sama kado kalian, Terima kasih anak-anak Bunda" Dira memeluk serli dan Rafa bergantian.
__ADS_1
"ohh jadi ini yang katanya sakit" terdengar suara perempuan dibelakang Dira yang berhasil merusak suasana haru saat itu.