Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Pembuat keributan


__ADS_3

2 minggu berlalu kini ilham dan dira sedang sibuk mempersiapkan acara pernikahan mereka yang artinya kurang 2 minggu lagi. berbeda dengan pasangan pada umumnya dira dan ilham memutuskan untuk tidak mengadakan pesta mewah seperti impian semua orang, namun keinginan itu ditolak mentah-mentah oleh mama lia karena dira merupakan anak bungsu perempuan satu-satunya dikeluarga kurniawan. mau tidak mau keduanyapun mengiyakan permintaan mamanya agar tidak ada rasa kecewa dihati sang mama.


Hari ini dira dan ilham akan pergi ke butik untuk fitting ditemani oleh mama lia karena butik tersebut merupakan langganan dari keluarga kurniawan sejak dulu.


"Ini nih yang dira gak suka" ucap dira


"sayang gak boleh gitu, kita harus menuruti permintaan mama" ilham mencoba memberi pengertian pada dira


"tapi sayang,, mama itu ribet banget deh. yang ini kurang panjanglah yang ini kurang mewahlah capek tau gonta-ganti gaun dari tadi" dira mengomel. ilham yang gemas melihat dira tengah mengomel sejak tadipun langsung meraup wajah dira dan mengecup bibirnya.


"bibir ini daritadi gak berenti ngomel apa gak capek sayang?" ucap ilham sambil mengusap pelan bibir dira.


"sayang ih! untung gak ada orang" dira mencubit perut ilham sambil celingak celinguk takut ada orang yang melihat kelakuan mereka, ilham hanya tertawa melihat ekspresi dira.


"ayo kita keluar sepertinya gaun ini akan mama sukai jadi kamu gak perlu ganti lagi dan berhentilah mengomel sayang" ilham menarik tangan dira keluar dari kamar ganti dibutik tersebut. Keduanyapun menemui mama lia di ruang tunggu, benar saja kata ilham mama lia sampai tidak bisa berkedip melihat dira menggunakan gaun tersebut.


"oh sayang ini benar-benar pas untuk kamu, aku ambil ini jeng kalau tidak dibungkus hari ini bisa-bisa gaun ini diambil orang dan aku tidak rela kalau sampai itu terjadi" ucap mama lia sambil mengitari tubuh dira dan ilham.


"Gaun itu terlihat cantik karena memang anak mama cantik luar dan dalam, ma" ucap ilham sambil mengedipkan sebelah matanya kearah dira, ia sedikit menggombali Dira agar tidak cemberut lagi


"Selera anda memang tidak perlu diragukan lagi jeng, dari dulu sampai sekarang anda memilih gaun-gaun premium di butik kami. Mari dira, tante bantu membukakan gaunnya" ajak Resti sang pemilik butik pada dira. Setelah dari butik mereka akan pergi ke restoran sepertinya cacing-cacing diperut mereka suka mendemo untuk diberi makan.


"Ilham, Dira sepertinya mama tidak bisa ikut kalian mama ada urusan dan kalian pergilah"


"Ilham yang akan mengantar mama dulu pulang"


"oh tidak usah ham, mama akan dijemput ayah nanti. kita mau pergi bersama, nah itu dia ayah sudah datang" Mobil daihatsu Terrios itu berhenti didepan mereka.


"Ilham, Dira. maaf ayah tidak bisa berlama-lama karena sudah ditunggu klien, ayah dan mama pergi ya kalian hati-hati" ucap Pak Kurniawan dari dalam mobil


"Iya yah, ayah juga hati-hati" jawab ilham pada Mertuanya, mobil itupun melesat membelah kota B.


sedangkan ilham dan Dira menuju restoran untuk memanjakan perut mereka.


di restoran..


"sayang, Anak-anak sudah makan belum ya? kasian banget mereka sering kita tinggal akhir-akhir ini" ucap Dira sedih mengingat anak-anak ilham yang beberapa hari ini sering ditinggalkan oleh mereka untuk mengurus persiapan pernikahan mereka.

__ADS_1


"Bundanya sudah kangen anak-anak rupanya, pasti mereka sudah makan sayang disana kan ada Ibu dan Rini yang mengurus mereka"


"Habis ini kita jemput mereka ya sayang, kita ajak mereka jalan-jalan di mall seperti biasa pasti mereka seneng"


"iya.. iya tapi jangan sampai malam karena kan aku kerja sayang" Dira mengangguk paham, ia juga tidak ingin ilham terus-terusan ijin hanya untuk sekedar menemaninya belanja.


setelah menghabiskan makanan mereka, mereka segera pulang menjemput Serli dan Rafa.


.


.


"Ayah, bunda, kita mau kemana?" tanya Serli penasaran


"kita jalan-jalan sambil belanja di mall sayang, kamu sukakan?" jawab Dira


"yeyyy makasih Bunda" sambil mengecup pipi Dira


" Ayah enggak dikiss juga nih?" Serli nyengir kuda kemudian mengecup pipi ilham.


"ayah, apa hari ini Rafa boleh makan es krim?" tanya Rafa dengan polosnya.


" gapapa sayang, lagian Rafa kan gak tiap hari makan es krim. Kamu gak kasian liat wajah dia sedih kaya gitu tiap kali kamu melarangnya makan es krim?" kali ini Ilham mengalah daripada harus mendapat omelan dari Dira. " Yasudah boleh"


"Makasih ayah, makasih bunda" Rafa sangat bahagia mendengar jawaban kedua orangtuanya itu.


saat mereka puas berbelanja si kecil Serli tampak tidak semangat


"kenapa sayang?" tanya Dira melihat wajah Serli yang kurang semangat


"Bunda, Serli capek Serli laper" jawaban Serli seketika membuat Dira ingin tertawa namun ia hanya bisa menahannya takut Serli tersinggung


"Serli laper? yaudah kita makan habis ini ya, kita tunggu ayah sama kakak Rafa dulu" Serlipun mengangguk. tak lama setelah itu, ilham dan Rafa keluar dari toko tersebut dan bergabung dengan Serli juga Dira.


"Kak, kita ke restoran dulu sepertinya sibungsu sudah lapar"


"Rafa juga laper Bunda, ayok yah kita makan dulu" Rafa menarik tangan ilham, begitupun Serli yang masih setia menggandeng tangan Dira.

__ADS_1


saat hendak memasuki restoran, kaki mereka terhenti setelah merasakan tangannya ditahan oleh seseorang.


"tunggu!" Dira berbalik dan terkejut melihat seseorang yang sudah berada di depannya


"mba shela?! " Serli yang melihat keberadaan shela langsung bersembunyi dibalik tubuh ilham


"Mau apa kamu kesini?! " tanya ilham


"Heyy.. ini tempat umum kali emangnya kalian doang yang boleh kesini. tadinya aku cuma mau belanja, tapi kebetulan lihat anak-anak jadi aku ingin membawa Serli sekarang"


"Apa kamu lupa sama ucapanku waktu itu? aku tidak akan mengantarkan anak-anak kerumah kamu kecuali mereka sendiri yang meminta!"


"tapi kamu sudah berjanji mas sama aku, akan membagi waktu mereka denganku"


"itu sebelum kamu berulah, shela!"


melihat situasi yang semakin memanas akhirnya Dira mencoba untuk menengahi mereka.


"Cukup mba! apa mba gak bisa bersabar menunggu mereka datang dengan sendirinya sama mba? kita sudah berusaha memberi mereka pengertian tapi tetap saja mereka tidak mau, apa boleh buat"


"Itu juga karena kamu menghasut mereka, j****g"


mendengar Dira direndahkan oleh shela, ilhampun geram.


"Jaga bicaramu shela!" Dira menghentikan langkah ilham yang akan menghampiri shela


"Sayang Jangan! jangan menghancurkan martabat kamu hanya karena kamu melakukan kekerasan pada wanita"


"waahhh ada kemajuan ternyata pelakor kecil ini, dibayar berapa kamu sekali melayani mas ilham" melihat ada keributan security menghampiri mereka


"kebetulan bapak disini, tolong usir wanita ini dia sudah menganggu ketenangan keluarga saya" ucap ilham karena sudah lelah meladeni omong kosong shela


"Baik Pak, tolong Ibu jangan membuat keributan disini. Mari! " ucap security sambil menarik lengan shela


"Brengsek! heh security bodoh! mereka itu mengambil anak-anak aku jadi aku berhak atas mereka, lepasin! " namun security itu tidak mendengarkan kilah shela, mereka dengan terpaksa menyeret shela.


"Ayah maafin Serli ya, kapan-kapan Serli bakalan mau kerumah Bunda shela, Bunda seperti itu pasti gara-gara Serli" matanya mengembun

__ADS_1


"Serli gak salah sayang, kalau Serli gak nyaman disana gapapa jangan dipaksa nak" ilham mengelus kepala Serli untuk menenangkannya. "Sebaiknya kita cari restoran lain saja, ayo sayang" lanjut ilham dan segera meninggalkan mall saat itu juga.


"shela selalu saja membuat keributan, apa aku harus pergi dari kota ini agar dia tidak menganggu anak-anak lagi? tapi apa Dira mau? dia anak perempuan terakhir pasti keluarganya tidak mengijinkan. ahh sudahlah aku harus meminta pendapat ayah kurniawan sama mama lia tentang ini" Batin ilham


__ADS_2