Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Rumah Sakit


__ADS_3

POV AUTHOR


Hari itu juga semuanya kembali ke Bandung dengan membawa serta kakek dan nenek.


Rumah sakit..


dengan langkah tergesa-gesa ilham menghampiri receptionist dan bertanya


"apa dokter Anggara hari ini ada praktek, mbak?" tanyanya


" oh iya Pak, sebentar lagi dokter Anggara sampai"


"Baiklah Terima kasih"


setelah selesai dari receptionist, ilham mengambil kursi roda dan menuju mobil yang mereka tumpangi tadi.


" eh kak ilham, sepertinya kalau semuanya disini tidak enak sama yang lain, kita juga bawa anak² kecil jadi lebih baik aku sama kak Aris pulang duluan tidak apa-apa kan? nanti malam InsyaAllah aku kesini"


"iya gapapa dim, maaf liburan kalian jadi terganggu"


" terganggu gimana maksudmu, kita kemarin sudah sempat menikmati liburan dirumah kakek. sakit itu gak ada yang tau toh Rafa juga keluarga kita bukan, dia anakmu yang juga anak dira, adik kami" Sambung aris.


"Mungkin Ayah, kakek dan nenek pulang dulu aja untuk istirahat, nanti malam kan bisa kesini atau besok" ucap mama lia


"mama kan juga capek, gapapa mama ikut pulang sama ayah juga sekalian Dira titip sherly sepertinya dia capek"


" apa kamu gapapa sayang disini sendirian?"


Mendengar pertanyaan tersebut Dira hanya menganggukkan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu mama akan ikut pulang, kalau ada apa-apa segera hubungi mama sayang"


" iya ma, pasti"


Semuanya pun pulang meninggalkan Dira dan ilham dirumah sakit.


20 menit kemudian dokter Anggara datang..


" Selamat pagi Pak ilham, Bu Dira"


"Pagi dok"


" maaf saya sedikit terlambat, boleh saya periksa dulu"


"oh iya silahkan dok"


dokterpun memeriksa keadaan Rafa. " Semuanya normal, Tapi sepertinya ini hanya terlalu banyak pikiran saja, Pak"


"Maksud dokter?"


" apa beberapa hari ini Rafa mengeluhkan sesuatu? misal dia ingin kmana. "


" tidak dok, Rafa tidak pernah meminta apapun selama beberapa hari ini"


" baiklah sebentar. Halo Rafa, apa dokter boleh bertanya sesuatu?" Rafa menganggukkan kepalanya


" Rafa boleh bercerita sama dokter kalau ada sesuatu yang Rafa inginkan" Rafa menoleh kearah ilham dan Dira.


" apa Rafa takut kalau ayah mendengarnya? atau bunda? Ah sebentar, Bapak dan Ibu boleh tunggu diluar sebentar?”


Dira dan ilhampun keluar.


" Ayah dan bunda tidak akan mendengar cerita Rafa, sekarang Rafa boleh bercerita dengan dokter, Rafa sedang memikirkan apa, boy?"


"kemarin ayah bilang, kalau Rafa sama sherly harus pergi ke rumah bunda Shela tapi Rafa gak mau dokter, nanti bunda Shela gak ngebolehin Rafa sama sherly pulang kesini lagi, Rafa takut"


" oohh begitu, Rafa bisa kok bilang sama ayah kalau Rafa gak mau pergi"

__ADS_1


" Ayah bilang, kalau bunda Shela itu udah gak jahat lagi tapi Rafa masih takut dokter, Rafa udah bilang sama bunda Dira kalau Rafa mau pergi asal ayah sama bunda ikut sama-sama kita "


" Ayah memaksamu untuk tetap pergi?" Rafa menggeleng " lalu kenapa?"


" Rafa kasian sama ayah kalau Rafa selalu bilang tidak mau, Rafa pengen jadi anak yang baik tapi Rafa gak bisa, dokter "


"kalau mau jadi anak baik, Rafa gak boleh cengeng, gak boleh sakit seperti hari ini, anak laki-laki itu harus kuat boy. nanti dokter bantu bicara sama ayahmu okey setelah ini suster akan memasangkan infus, apa Rafa takut" Rafa mengangguk


"tidak akan sakit boy, apa Rafa mau sembuh?" Rafa kembali mengangguk. " kalau begitu harus tahan sakit dan semangat untuk sembuh, sebentar dokter akan panggilka bundamu biar bisa menemani Rafa disini"


"Makasih dokter"


sesampainya didepan pintu, dokter mengajak ilham untuk berbicara empat mata, sedangkan Dira dipersilahkan untuk masuk.


dokterpun menyampaikan segala sesuatu yang Rafa sampaikan tadi.


" haahh saya sudah menduganya dok" ucap Ilham


" memangnya Shela sekarang dimana pak? kok Rafa harus kesana tanpa bapak dan Ibu?"


" dia sudah pindah ke luar negeri setelah kami resmi bercerai beberapa bulan yang lalu, dia tinggal bersama papanya dan dia akan menikah dalam waktu dekat, dia juga berharap anak-anak ada disana selama beberapa minggu"


" tapi anak-anak tidak mau, begitu bukan? haaahh saya sangat mengerti perasaan anak-anak bapak, karena saya dulu pernah mengalaminya"


" oh ya? maaf saya tidak bermaksud untuk.. "


"Tidak masalah Pak, saya sudah tidak ada masalah dengan itu. Baiklah kalau begitu saya lanjut dulu Pak ilham, semoga Rafa lekas pulih"


" Terima kasih dokter "


setelah berbicara dengan dokter, ilham kembali masuk ke kamar Rafa, dimana Dira dan Rafa sedang berpelukan diatas tempat tidur. Dira meminta ilham untuk hati-hati saat akan menutup pintu karena saat itu Rafa sudah terlelap, ilhampun menurutinya dan duduk disofa kamar tersebut.


beberapa saat kemudian Dira turun dari ranjang dan menghampiri ilham yang sedang berbaring.


"Mas, kamu pasti capek banget ya" ucapnya sambil mengelus lengan suaminya itu.


"hm enggak sayang, kenapa?"


" mana bisa begitu sayang, yang harusnya istirahat itu kamu karena kamu lagi hamil"


" aku bersyukur sekali anak kita ini gak rewel mas, sepertinya dia tau kalau ayah bundanya lagi sibuk ngurusin kakak Rafa "


mendengar penuturan Dira, ilham bangun dan duduk kemudian mengelus perlahan perut Dira.


" Terima kasih nak sudah pengertian sama ayah dan bunda" ia juga mengecup perut Dira. " oh iya sayang, nanti aku piket malam, aku suruh Rini kesini ya biar nemenin kamu"


" ngomong-ngomong kamu udah hubungi ibu, mas?"


" astaghfirullah, aku lupa sayang"


" KEBIASAAN IBU DILUPAIN TERUS KALAU RAFA LAGI SAKIT!!!"


Dira dan ilham menoleh ke sumber suara


"IBU!!?" Ucap mereka berbarengan


" Apa? kaget liat ibu ada disini?"


" aaa ahahaha ibu kok bisa tau kalo Rafa disini?" tanya ilham rada canggung karena belum sempat memberitahu sang Ibu tentang keadaan anaknya.


" kebiasaanmu dari dulu memang begitu, ngasi taunya pas udah mau pulang. Ibu suka gemes pengen cubit suami kamu ini, Dira "


" cubit aja, Bu. dia kalo gak diingetin pasti lupa terus "


" kok kamu gitu sih sayang bukannya belain aku"


"hallah sudah, sudah gak usah cari pembelaan. jadi gimana kata dokter?"

__ADS_1


" Semuanya udah normal tinggal pemulihan aja, dan kalau bisa jangan membebani pikiran Rafa "


" kan kamu yang ngasi beban itu, anak gak mau pergi kok malah dipaksa"


" kan ibu tau alasan ilham paksa anak-anak untuk tetap pergi"


" lain kali kalo ada permintaan macam itu dari mereka, bilang saja kalian gak berani paksa anak-anak apalagi Rafa yang memang paling gak bisa paksa"


" Mas ilham udah bicara kok Bu sama papa Rama" sambung Dira


" untung si Rama itu baik beda sama mantan istrinya itu"


" sudah Bu jangan bahas itu lagi kasian Dira "


" aku gapapa mas" balasnya seraya tersenyum.


" Sebaiknya kalian berdua istirahat saja cari hotel terdekat atau pulang kerumah. biar ibu yang disini nanti sama rini "


" tapi Rafa hanya mau sama Dira, Bu. kalo yang dia lihat hanya ilham atau Ibu dia pasti murung " ucap ilham


" Ah kamu benar juga, tuhkan d tinggal sebentar saja sama Dira, Rafa langsung murung apalagi 2 minggu. bisa kambuh berkali-kali cucu ibu ini"


" Biar Dira istirahat disini aja Bu, supaya nanti kalau Rafa bangun terus liat Dira masih disini dia gak murung"


" yaudah sini sayang, Biar aku yang ngobrol sama Ibu" kata ilham.


Dira kemudian merebahkan tubuhnya disofa dan mulai memejamkan matanya sedangkan ilham duduk di sofa sebelahnya lagi bersama sang Ibu.


ilham dan ibunya membicarakan semua hal mulai dari mereka yang tengah liburan dirumah nenek Dira hingga penyebab Rafa sakit. tak terasa waktu sudah menjelang malam, lebih tepatnya jam 7 malam namun Dira masih setia dialam bawah sadarnya.


"Assalamu'alaikum"


ilham dan ibunya menoleh ke asal suara


" Mama, nenek. silahkan masuk" ucap ilham


" Loh, Dira tidur dari kapan ilham?"


" dari tadi sore Ma, ilham gak tega bangunin Dira kayaknya dia capek banget tapi ilham juga harus pergi karena hari ini ilham piket, ma"


" biar mama bangunin, nanti kamu bawa dia pulang supaya bisa istirahat di rumah, Rafa biar mama, nenek dan juga ibumu yang jaga, ya kan Bu nining?"


" Iya Benar kata mamamu, ilham. ibu gak masalah kalau nginep disini gak usah khawatir "


" Baiklah, aku harus bicara dulu sama Rafa "


ilham menghampiri Rafa yang tengah murung sejak tadi.


"Kak.. ada apa?"


Rafa hanya menggeleng " Ayah bawa bunda pulang gapapakan?"


mendengar penuturan ilham, Rafa mendongak " terus Rafa sendirian?"


" Ada oma-oma Rafa disini, Rafa gak kasian lihat bunda tidur disana, di tempat sempit itu pasti tidurnya gak enak nanti bangun-bangun badannya sakit semua, kasian dedek bayi juga"


Rafa menoleh kearah Dira yang baru saja bangun dari tidurnya. melihat wajah Dira yang kusut iapun iba.


"gapapa yah, Rafa disini sama oma lia dan yang lain. tapi besok bunda kesini kan?"


" pasti sayang, besok bunda akan bawa sherly juga. apa kamu tidak kasian sama adikmu itu?"


" iya yah, besok bawakan Rafa susu pisang boleh?"


" Rafa mau susu pisang?" Rafa mengangguk


" nanti ayah tanya sama dokter dulu ya"

__ADS_1


" yaaahhhh kenapa harus tanya dokter? kan Rafa lagi sakit jadi boleh minta apa saja dong"


"eeiitttss tidak semudah itu sayang, ada beberapa makanan yang belum boleh dimakan sampai kamu sembuh"


__ADS_2