Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Kembali berulah


__ADS_3

" Mas tunggu!!! " ucapnya sambil memegang tangan ilham.


" Ada apa sayang?"


"it... itu.. bukannya Tante Retno?"


Ilham mencoba mengenali seseorang yang berada di halaman sekolah menggunakan kacamata hitam dengan kipas ditangan.


pernah serumah beberapa tahun tidak mungkin ilham melupakan seseorang tersebut.


" kamu benar sayang, itu mama Retno. ngapain dia disini!"


"Mas aku takut, kenapa dia bisa kesini?"


"Bunda..." Sepertinya sang anak juga merasakan takut yang sama seperti Dira rasakan


"it's ok sayang. Itu oma Retno gak mungkin kan dia jahatin Sherly" ucapnya sambil memeluk sherly, Dira mencoba untuk memberi pengertian pada sang anak.


"Kalian Tunggu disini jangan keluar sebelum aku yang jemput kalian kesini, aku yang akan temui wanita gila itu"


ilham bergegas dari dalam mobil untuk menemui Retno yang tampak begitu angkuh itu.


" Apa yang anda lakukan disini?" Retno menoleh ke asal suara


"Hahh akhirnya kamu datang juga, Kenapa lama sekali sih"


"Ada urusan apa anda menunggu saya? rasanya saya tidak pernah ada hutang budi pada anda, nyonya"


"aku cuma kangen aja sama cucuku memangnya gak boleh? mana sherly? gak usah kamu sembunyikan dia"


"Saya ayahnya, jadi terserah saya mau sembunyikan dia atau tidak, lebih baik anda pergi dari sini"


" waawww apa hakmu mengusirku dari sini? ini kan sekolah siapa aja boleh disini apalagi aku ini neneknya sherly, dia murid disini bukan"


" anda hanya akan membuat keributan disini, jadi lebih baik pergi dari sini atau saya akan panggilkan satpam untuk mengusir anda secara Tidak hormat"


"Satpam mana yang berani sama aku? mana dia, PANGGIL SATPAM ITU!!!" Retno mulai meninggikan suaranya hingga semua mata tertuju pada mereka berdua.


"Anda tidak usah berteriak disini, disini bukan hutan"


"Kenapa? kamu takut? takut orang² disini semuanya tau? Biar!!! biar mereka semua tau kalau kamu adalah orang yang sangat tidak sopan kepada orang tua yang sudah melahirkan ibu dari anakmu itu! LIHAT!!!HEY KALIAN SEMUA LIHAT!!! laki² ini seorang polisi tapi dia sama sekali tidak punya sopan santun!!!"


ilham tidak menyangka Retno akan berteriak seperti itu, hingga membuat semua mata tertuju pada mereka.


Devi yang saat itu baru sampai disekolah juga tertegun melihat ilham dan perempuan yang tak dikenal tengah jadi pusat perhatian, ia bergegas menghampiri ilham.


" Ada apa ini? Ada apa ilham?" tanya Devi sang kakak ipar


" wanita ini jahat mbak, jadi tolong usir dia dari sini. saya tidak mau anak saya jadi korbannya lagi. kalau saya yang mengusirnya dia malah balik menantang"


"Ibu ada keperluan apa disini?"


"heh saya ini hanya ingin bertemu dengan cucu saya, tapi cucu saya disembunyikan sama laki-laki ini"


" lalu kenapa harus ribut disini?, ini sekolah Bu kalau ibu mau bertemu dengan cucu ibu, izin dulu sama orang tuanya bukan malah menganggu aktivitas disekolah ini. lihat, Anak-anak didik saya ketakutan karena dari tadi ibu teriak-teriak"


"Oh jadi kamu saudaranya pelakor itu, IYA?!"


" RETNO!!!! MASIH BERANI MENAMPAKKAN WAJAH TIDAK TAU DIRIMU ITU DISINI!!! "


suara lantang Rama mengagetkan semua orang, mereka menoleh ke asal suara.


"Papa Rama?!"

__ADS_1


"Iya ilham, maaf papa tidak memberi kabar kalau papa akan datang. maaf Bu atas kelakuan mantan istri saya dia memang sedikit tidak waras akhir-akhir ini"


"APA APAAN KAMU MAS! AKU MASIH WARAS!! BERANINYA KALIAN BILANG AKU GILA! AKU CUMA MAU BERTEMU SAMA CUCUKU!!!"


" swan, gerry bawa pergi wanita gila ini. Jangan sampai lepas."


"Baik bos"


"Aku tidak mau!! lepaskan tangan kotor kalian itu, aku tidak sudi dipegang-pegang sama kalian"


karena terus berontak, swan dan gerry berusaha membawa dengan sedikit menyeret Retno kedalam mobil mereka dan melakban mulutnya agar tidak berisik. sedangkan Rama masih di halaman sekolah bersama ilham dan Devi.


" bapak ibu sekalian mohon maaf atas kegaduhan yang sempat terjadi barusan, wanita tadi adalah pasien rumah sakit jiwa jadi mohon dimaklumi "


"Tadi katanya mantan istri, sekarang malah bilang pasien rumah sakit jiwa, yang benar yang mana pak?"


"Oh pantes saja daritadi teriak-teriak ternyata dia gila"


"Iya dia memang mantan istri saya, tapi sepertinya saya tidak perlu menjelaskan satu persatau kepada bapak dan ibu sekalian, sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya bapak ibu wali murid atas kejadian tadi"


" Saya berharap Ibu tadi mempunyai Iktikad baik untuk meminta maaf kepada adik saya, Pak. berani-beraninya dia mengatakan hal yang tidak baik didepan murid-murid dan para wali murid tentang adik ipar saya"


"Baik Bu Devi akan saya usahakan tapi saya tidak janji karena saya sudah bertahun-tahun bersama dengan wanita itu, dia sangat keras kepala dan maunya sendiri"


"Baik kalau begitu saya pamit undur diri, pak Rama, ilham mana sherly sama Dira?"


"mereka masih di mobil mbak, nanti saya jemput karena tadi sherly tidak mau turun karena ada mama Retno"


"Oh baiklah, Saya tunggu di kantor saja, permisi"


Devi pergi meninggalkan ilham dan Rama.


"Pa Terima kasih, papa datang di waktu yang tepat kalau tidak aah ilham tidak tau harus berkata apa"


"Papa memang selalu memantau gerak gerik wanita gila itu, jadi rencana apapun yang dia buat papa pasti tau"


" baru kemarin papa sampai, tapi papa istirahat dulu mungkin faktor umur juga sudah mulai capek perjalanan jauh"


"tunggu sebentar pa, ilham mau jemput sherly dan Dira"


ilham menjemput dira dan sherly ke mobil dan membawa mereka bertemu Rama.


" Hai cucu opa yang cantik"


"halo opa"


"Oh manis sekali kau sayang. Rafa dimana? "


"Rafa masih dirumah sakit pa"


" Astaghfirullah maafkan papa, ilham."


"Ah tidak apa-apa pa, Rafa sudah sembuh jadi kemungkinan kalau nggak hari ini ya besok bisa dibawa pulang"


"Kamu tenang aja masalah Retno biar papa yang urus, tidak usah takut papa usahakan dia berada jauh dari kalian"


"Apa yang akan papa lakukan?"


"entahlah kalau dia masih seperti itu terpaksa papa bawa dia pergi bersama papa, dan mengirimnya k rumah sakit jiwa. terlalu bahaya kalau tetap disini"


"Tapi mama Retno tidak gila, pa"


" hahh Sebaiknya jangan panggil dia mama, dia terlalu jahat pada kalian semua. Mau bagaimana lagi, papa terpaksa melakukan itu kalau dia tidak mau berubah. "

__ADS_1


saat ilham dan Rama masih mengobrol, bel masukpun berbunyi dira dan sherly berpamitan pada keduanya


" Mmm mas, Om, kita masuk dulu ya"


"Oh iya maaf dira, Om sampai lupa kalau kalian harus masuk. cucu opa yang cantik belajar yang rajin ya nanti opa kasih Hadiah kalau sekolahnya rajin"


"Makasih opa, opa harus jenguk kakak Rafa ya habis ini. bilang sama kakak Rafa kalah sherly sekolah dulu nanti kesananya sama bunda"


"Oh ya ampun ternyata dia bawel juga haha iya sayang nanti opa sampein ke kakak Rafa, ok. dah sayang"


keduanya pun masuk meninggalkan dua orang laki-laki yang beda generasi tersebut.


tak lama setelah itu, ilham dan Rama pergi kerumah sakit tempat Rafa dirawat.


Dirumah sakit Rafa sudah mulai ceria kembali seperti semula tak ada wajah cemberut karena ditinggalkan oleh dira sepertinya Rafa mulai mengerti keadaan.


"Assalamu'alaikum" Ucap ilham saat masuk kedalam kamar Rafa.


"Waalaikum salam, waahh Rafa lihat siapa yang datang sayang Ada Opa Rama, Ayo salim dulu"


Rafa menurut saja apa yang dikatakan oleh Bu nining.


"Rafa, gimana keadaanmu nak?" tidak dapat dipungkiri, Rafa sepertinya masih takut. ia takut Rama kesana hanya untuk menjemput paksa Rafa.


"Jangan takut Rafa, opa kesini cuma mau lihat keadaan Rafa bukan mau jemput Rafa sayang" Ucap mama lia pada Rafa


"apa yang dikatakan oma benar sayang" sambung ilham


"Bener opa?"


"iya, nak. Opa kesini cuma mau lihat keadaan Rafa, karena katanya Rafa lagi sakit jadi opa langsung terbang kesini cuma buat Rafa bukan mau menjemput Rafa"


"Opa gak marah sama Rafa?"


" kenapa opa harus marah? Rafa tidak berbuat salah bukan? Opa marah sama diri opa sendiri karena gara-gara opa, Rafa jadi sakit seperti ini"


Mendengar jawaban Rama, Rafa tiba-tiba saja memeluk rama seraya berkata.


"Rafa gak mau kemana-mana kalo gak ada bunda, opa. kasian bunda sama adek bayi gak ada yang jagain. bilang juga sama bunda shella, Maafin Rafa"


"Bunda shella pasti sudah memaafkan Rafa, sekarang Rafa fokus sama kesembuhan Rafa, ok" Rafa mengangguk. "Oiya tadi adikmu titip salam ke opa, katanya dia mau sekolah dulu baru nanti dia kesini. opa disini tidak apa-apa?" Rafa kembali mengangguk


"Ibu, Mama dan nenek boleh pulang dulu untuk istirahat. biar Rafa sama aku dan papa Rama yang jagain. tadi ayah sama kakek juga lagi diperjalanan menuju kesini" ucap ilham pada para orangtua yang sudah menjaga Rafa semalaman.


" iya ilham nanti mama, nenek dan ibumu akan pulang dulu"


"Astaga ilham lupa, tadi dira membuatkan kalian sarapan tapi ketinggalan di mobil, ilham ambil dulu ya nanti kalo dia sampai tau makanannya gak nyampe bakalan marah besar haha"


" belum punya cucu udah pikun." Sarkas bu nining.


"Pak Rama sudah lama di Indonesia?"


" Baru kemarin saya sampai Bu nining.Tadinya hanya ada urusan kantor tapi tadi disekolah Retno membuat masalah jadi sekalian saya jemput dia"


"Maksudnya mamanya shella, pak?"


"Iya Bu, dia berulah didepan orang banyak tapi tenang saja saya akan bawa dia keluar negeri demi keamanan cucu-cucu saya disini"


"Ya ampun ternyata setelah di tinggalkan suami dan anaknya dia makin menjadi-jadi ya Pak" Sambung Mama lia.


"untung saja saya menyuruh anak buah saya untuk selalu memantau dia dari jauh, dia terlalu terobsesi sama anak-anak shella karena dia sudah saya stop uang belanjanya sejak shella pindah ke luar negeri"


"Untuk apa juga kasih dia uang belanja pak, toh dia sudah bukan istri bapak" kata Bu nining

__ADS_1


" Bu nining benar, awalnya saya kasihan saja sama Retno tapi makin kesini dia makin nekat dan hanya memikirkan dirinya sendiri, jadi yasudah"


tok.. tok.. tok..


__ADS_2