Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Rindu


__ADS_3

menjelang maghrib Ilham tiba dirumah sakit dan segera masuk ke ruangan Rafa dirawat.


"Assalamu'alaikum" ucapnya sambil menyembulkan kepalanya.


Dira yang sejak tadi duduk disamping rafapun terkejut mendengar suara laki-laki yang sejak tadi ia rindukan, iapun Berdiri dan menghambur ke pelukan Ilham.


"waalaikum salam, mas. Nunggu jam 5 sore itu kok rasanya lama banget ya mas"


ilham tersenyum mendengar penuturan Dira.


"tumben, biasanya juga gitu kan? apa terjadi sesuatu hari ini?" Dira menggeleng dalam pelukan ilham. "Lalu?" lanjutnya


"aku cuma kangen aja mas, apa kamu juga akan bertanya kenapa aku kangen? kalaupun iya rasanya aku gak usah jawab karena pasti kamu sudah tau"


"Hmm baiklah sayang terserah padamu saja. apa aku sudah boleh menghampiri Rafa?"


"Ah iya maaf mas hehe, silahkan" ucap Dira sambil melepas belitan tangannya di tubuh ilham. ilham berjalan ke arah ranjang tempat Rafa berbaring.


"kakak, apa ada yang sakit ? atau kakak menginginkan sesuatu?"


"Enggak yah, Hari ini Rafa udah sehat dan Rafa pengen pulang disini bosen tiduran terus ayah"


"Sabar sayang, kalau sampai besok Rafa sehat pasti dokter ngijinin Rafa pulang. jadi makannya harus banyak dan minum obat tepat waktu, apa bisa berjanji sama ayah?" Rafa mengangguk dengan semangat.


"Ayah..." Teriakan Serli berhasil membuat mereka bertiga menoleh ke belakang.


"Oh Haii putri cantik ayah, darimana nak?"


" Serli ikut tante Rini sama oma lia beli makanan buat nanti makan malam. apa ayah mau tidur disini malam ini?"


"maaf sayang, karena ayah harus balik ke kantor. besok pagi ayah akan kesini lagi jemput kalian. gapapakan?"


"hm.. gapapa ayah, kata bunda ayah kan kerja nyari uang buat jajan aku sama kakak rafa juga"


"Anak pintar.. sudah maghrib yuk kita sholat dulu, bunda mau berjamaah?" ilham melirik kearah dira. Dira tampak berfikir


"Sudah sana dir, biar rafa mama yang jagain. kamu juga rin, sana ikut berjamaah sama ilham nanti gantian sama tante" ucap mama lia. Rini mengangguk dan kemudian berjalan ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.

__ADS_1


.


.


Setelah menunaikan ibadah sholat maghrib, Ilham menghampiri Rafa untuk bercengkrama walaupun hanya sebentar setidaknya sudah mengobati rasa rindu sang anak.


"cepat sembuh ya kak, setelah itu ayah mohon jangan sakit-sakit lagi, ayah gak tega liat kakak pake ini" ilham mengangkat tangan Rafa yang masih menggunakan infus.


"Ayah, apa Rafa boleh sekolah seperti Serli? Rafa pengen punya teman yah. Rafa janji kalau Rafa mulai merasakan sesuatu ditubuh Rafa, Rafa akan bilang sama ayah sama Bunda. pliss yah"


"Nanti ayah bicarakan dulu sama Bunda ya nak. sekarang Rafa harus fokus sama kesembuhan Rafa dulu. Apa masih mau duduk?" tawar ilham


"Rafa mau tiduran aja yah, temenin Rafa sampe tidur ya yah gapapakan? "


"Baiklah jagoan, ayah akan temani Rafa sampai tidur. selamat malam nak" ucapnya sambil mencium kening Rafa.


Dira sedaritadi hanya bisa menyaksikan pemandangan indah didepannya tanpa berniat mengganggu. namun pada saat Rafa mulai terlelap ia berjalan dengan pelan kemudian memeluk tubuh ilham dari belakang.


"Apa kakak sudah tidur?" ucap Dira


"Hmm baru aja tidur" jawab ilham sambil berusaha melepas belitan tangan Dira dan berniat untuk membalikkan tubuhnya agar bisa menatap wajah sang istri.


"Ada apa? sepertinya hari ini kamu manja sekali tidak seperti biasanya padahal aku belum ada sehari dikantor"


"Entahlah.. aku juga bingung kenapa aku begini, sehari bagaikan setahun sayang haha. apa kamu akan kembali kekantor? rasanya aku tidak rela melepaskanmu"


"Astaga sayang, Aku hanya kekantor untuk bekerja dan itupun hanya sehari. besok pagi juga aku pulang" ucap ilham yang kini sudah membalikkan tubuhnya dan meraup wajah imut sang istri. entah kenapa hari ini dia begitu menggemaskan. sedangkan tangan Dira masih setia merangkul perut suaminya.


"kalau begitu boleh aku minta sesuatu sekarang?"


"Boleh.. memangnya mau minta apa hm?"


"Aku laper mas, aku pengen disuapin sama kamu"


"Hanya itu? Kenapa sekarang kelakuan kamu makin mirip dengan Serli sayang? apa Jangan-jangan karena kamu terlalu sering menemani Serli sampai-sampai kamu ketularan? hahaha"


"ish bukan gitu tauk, udah aahh kamu mau nyuapin aku apa enggak? bentar lagi kamu harus berangkat loh "

__ADS_1


"Dira daritadi gak mau makan kak, katanya mual liat bekal yang dibawa tante lia" sambung Rini yang baru saja datang.


"Oh ya? kamu sakit sayang?" tanya ilham pada Dira namun Dira hanya menggeleng. " yasudah ayo makan aku suapin ya" Dira mengangguk.


Di ujung ruangan sana Rini dan mama lia tampak berbisik-bisik.


"Tante ngerasa aneh gak sih sama Dira hari ini?"


"Iya Rin, masak sama masakan tante dia gak mau padahal kan itu makanan favoritnya. kayak orang lagi ngidamkan dia?"


"Tante becanda ya, kok bisa tanyanya ke aku haha aku kan belum nikah tan mana tau begituan"


"oh iya tante lupa, ini sih tanda-tanda orang lagi hamil Rin. mual-mual, manja sama suami terus dia minta suaminya ke rumah sakit lagi karena dia kangen. Haaahh semoga saja"


" Kalau beneran hamil, Ibu harus dikasi tau nih pasti seneng banget. ya meskipun udah ada 2 cucu tapi kan yang ini beda Ibu"


"Ya jangan sekarang dong Rin kitakan belum tau positif atau negatif, besok pagi Dira harus tante paksa pake alat ini" mama lia mengeluarkan testpack dari dalam tasnya dan menunjukkannya pada Rini.


"iya iya tante, Kenapa menunggu besok itu lama sekali rasanya ya tan haha"


"Bener Rin tante juga merasa begitu"


.


.


Serli sejak tadi hanya diam fokus mengerjakan tugas sekolahnya. setelah selesai ia menghampiri ayah dan bunda nya yang sedang saling menyuapi.


"Bunda, Serli laper "


"Oh ya? sini sayang makan sama bunda dan ayah juga. PR nya sudah?" Serli mengangguk.


makan malampun selesai, Dira membersihkan alat-alat yang barusan mereka gunakan di wastafel.


"Sayang aku balik ke kantor ya" ucap ilham sambil mencium kening dan bibir Dira sekilas. "Ma, Rini, Aku balik kekantor ya. titip Anak-anak dan bundanya juga"


"Iya hati-hati ilham"

__ADS_1


"Hati-hati kak"


ilhampun berlalu. ada sedikit rasa tidak rela saat dirinya akan pergi meninggalkan anak dan istrinya di ruangan sana namun ini juga kewajibannya sebagai abdi negara harus disiplin untuk menjadi contoh yang baik bagi semua orang.


__ADS_2