Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Liburan


__ADS_3

Satu bulan berlalu..


Hari-hari Dira dan Ilhampun berjalan seperti biasa, ilham masih mencoba untuk membuka hati untuk Dira. Memang butuh waktu yang tidak sebentar untuk melupakan seseorang yang kita sukai.


karena hari ini weekend, ilham mengajak anak-anaknya pergi ke kebun binatang karena sudah lama sekali mereka tidak liburan semenjak pindah dari rumah shela.


"Ayah.. tapi ayah ngajak bunda juga kan?!" ucap Rafa penasaran karena sejak tadi ia tidak melihat keberadaan Dira.


"hm.. kalau enggak gimana nak?" ilham mencoba mengerjai anak-anaknya.


"ya sudah Serli mau turun, gak mau ikut ke kebun binatang kalau Bunda gak diajak" sambung Serli sambil cemberut


"kok gitu sih sayang? iya,, iya ayah sudah telepon Bunda kalian tadi malam, jadi sekarang kita pergi jemput Bunda dulu, ok! let's go" kemudian ilham melajukan mobilnya menuju rumah Dira.


"yeeyyy makasih ayah" ilham tersenyum melihat semangat mereka kala menyebut nama Dira.


"sesayang itu mereka sama Dira, gak salah sih aku mencoba buka hati untuk Dira. Semoga kali ini aku jatuh cinta pada orang yang tepat, apapun itu yang penting bisa menerima keadaanku, anak-anakku dan juga keluargaku yang lain"


Dirumah Dira...


mama lia dan pak kurniawan keheranan karena sejak tadi Dira mondar-mandir didepan mereka. entah apa yang ia lakukan


" Dira,, kamu udah kayak setrikaan aja mondar-mandir dari tadi, nyari apa sih?" tanya mama lia pada Dira.


"mama liat sepatu kets aku gak? duh Dira lupa lagi naronya" sambil terus mencari sepatu kesayangannya. namun tidak ada jawaban dari mamanya itu


"yang inikan? mama yang nyimpen di lemari dekat tangga, habis nyuci itu tarok yang bener makanya"


"ahh mama kenapa gak bilang daritadi sih liat nih Dira sampe keringetan nyari sepatu ini, luntur deh make up Dira"


" memangnya kamu tadi nanya sama mama? enggakkan? coba tanya dulu ke mama baru deh nyari kalo mama bilang gak tau, nih lap dulu keringetnya pasti bentar lagi ilham datang" mama lia berusaha menahan tawa kala Dira cemberut dan tak lama setelah itu terdengar suara mobil memasuki pekarangan rumah mereka. ilham turun untuk meminta ijin kepada orang tua Dira untuk membawa Dira berlibur.


"Tante, Om. Ilham ijin ya bawa Dira liburan hehe meskipun gak jauh"


"Iya bawa aja Ilham yang penting nanti pulangnya gak ada yang kurang satupun" ucap Pak Kurniawan sambil menepuk pelan bahu Ilham.


"Rafa, Serli ayo turun dulu sayang, pamit dulu sama oma dan opa biar diijinin bawa Bunda" mendengar perkataan ilham serli dan Rafa berlari kearah Mama Lia dan Pak Kurniawan.


"oma.. opa, Serli ijin ya bawa Bunda liburan bareng kita ya, nanti Serli bawa oleh-oleh buat Oma sama Opa" ucap Serli sambil memegang tangan mama lia dan pak Kurniawan bergantian.

__ADS_1


"lucu banget siii mereka.. duh ini pasti habis diajarin bapaknya" batin Dira


"waahh Opa mau sekali oleh-oleh dari Serli, janji ya pulang bawa sesuatu buat oma dan Opa, oiya satu lagi nanti Bunda Diranya dibalikin lagi kerumah oma dan Opa ok?"


"iya Opa tenang saja Rafa bakal jagain Bunda kok, biar gak ada yang genit sama Bunda"


" harus dong sayang, anak cowok harus bisa jagain bundanya. ya sudah nanti kena macet loh dijalan kalo terlalu siang berangkatnya. Hati-hati cucu-cucu oma dan Opa"


"iya Opa assalamu'alaikum" ucap Serli dan Rafa berbarengan


"ayah.. mama... Dira berangkat dulu ya assalamu'alaikum"


"Hati-hati sayang, hati-hati ilham titip Dira..waalaikumsalam".


sesampainya dikebun binatang...


mereka sangat menikmati liburan kali ini terlihat dari wajah Serli dan Rafa yang selalu tertawa lepas saat memberi makanan pada hewan-hewan yang ada disana. ilham sangat bersyukur atas nikmat Tuhan yang selalu memberikannya kekuatan dalam menghadapi cobaan demi cobaan yang datang silih berganti.


"Tuhan... Terima kasih sudah menghadirkan sosok wanita yang dengan tulus menyayangi Anak-anak hamba tanpa harus membanding-bandingkan keduanya. semoga aku bisa meluluhkan hatinya sebagaimana ia bisa meluluhkan hati anak-anak hamba dengan kesabarannya yang luar biasa"


"cantik.." tanpa sadar kata itu keluar dari mulut ilham


"emm enggak, itu kudanya cantik sangat terawat"


"kuda?" Dira mengedarkan pandangannya, karena saat ini mereka tengah memberikan makan pada seekor kanguru bukan kuda.


"I_itu tadi ada kuda lewat cantik banget dir, kamu sih telat nolehnya sekarang udah gak ada kudanya" ilham mencoba mencari cara agar Dira berhenti mencari kuda yang ia maksud. anak-anak masih asyik bermain dengan kanguru tanpa merasa terganggu dengan obrolan Dira dan ilham.


"emm... Dira, kakak boleh tanya sesuatu gak?" mungkin ini waktu yang tepat untuk memberitahukan kepada Dira bahwa dirinya ingin memulai pendekatan dengan Dira.


"boleh, tanya aja kak"


"kamu gak lagi deket sama siapa-siapa ya?" Dira hanya menggeleng. "yakin?"


"iya yakin kak, kenapa? kok tiba-tiba nanya kaya gitu?"


" enggak, soalnya kamu sering nemenin anak-anak dan aku gak pernah liat kamu kencan sama seseorang"


"males aja kak, kenal, jadian lalu putus, mau sampe kapan kaya gitu mending sendirian aja seperti ini. mau kemana-mana gak ada yang larang"

__ADS_1


"emang kamu punya tipe yang kaya gimana sih kalo punya pasangan, pasangan yang seumur hidup loh ya" ilham makin penasaran sama jawaban Dira.


"emm.. gimana ya? bertanggung jawab, gak posesif, Terima apa adanya Dira dan yang pasti sayang sama Dira sama keluarga Dira juga. udah itu aja"


"kakak boleh minta satu hal gak sama kamu?"


"apa kak? minta jagain anak-anak? boleh banget hehe"


"bukan cuma anak-anak"


"terus?"


"tolong jaga perasaan kakak!" Dira masih tercengang mendengar perkataan ilham, bingung? jelas dia sangat bingung, perasaan yang seperti apa yang harus dia jaga.


"tunggu! Dira gak ngerti, bisa dijelaskan tidak?"


"nanti aku jelaskan, sekarang kita antar anak-anak pulang dulu ya. ok anak-anak karena liburannya sudah selesai Mari kita pulang kalian pasti sudah capekkan main sama binatang-binatang"


sebelum pulang ke rumah, Ilham mengajak anak-anaknya untuk makan terlebih dahulu karena pasti mereka sudah sangat lapar karena sejak tadi mereka tidak bisa diam. Dira terlihat diam sejak ilham mengatakan untuk menjaga perasaannya.


"ehem.. Dira boleh aku minta tolong?"


"eh iya kak? loh udah nyampe? astaghfirullah maaf aku gak tau kak, kakak mau minta tolong apa?"


"sssttt kakak minta tolong gendong Serli keatas, aku yang akan bawa Rafa. bisa kan?" Dira hanya mengangguk. kemudian mereka membawa Serli dan Rafa yang tengah tertidur tanpa terganggu sedikitpun. setelah menaruh anak-anak di kamar mereka Dira dan ilhampun turun, mereka bertemu Rini diruang tamu.


"Rin, kakak titip anak-anak dulu ya, kakak mau nganterin Dira pulang kasian dia pasti capek pengen istirahat" ucap ilham pada Rini.


"iya kak, makasih dir.. take care" Rini memeluk Dira.


bukannya langsung menuju rumah Dira, ilham malah menghentikan mobilnya di sebuah taman. akan tetapi mereka tidak turun dari mobil.


"kok kita berhenti disini kak?" tanya Dira heran


"iya sengaja, karena daritadi kamu banyak diam pasti masih bingung kan sama perkataan aku tadi"


"eh polisi sekarang bisa menjelma jadi dukun ya? hahaha" Dira mencoba untuk ngelawak.


"gugup ya? ngomong-ngomong gimana sama yang tadi kakak bilang? bisa enggak jaga perasaan kakak?"

__ADS_1


"hufftt.. jaga perasaan kaya gimana sih maksud kak ilham?"


__ADS_2