
"Ayah... serli... bangun ini sudah siang!" Rafa melompat ketempat tidur untuk membangunkan ayah dan adiknya dan tentu saja itu membuat ilham terbangun dari tidurnya.
"Rafa gak boleh gitu sayang, kasian ayah masih sakit. kak ilham maaf aku langsung masuk tanpa ijin sama kakak" ucap dira dari kejauhan, ia tidak berani mendekat ke arah kasur lantaran dia takut ilham risih padanya.
"gapapa dira, tadi aku sudah bangun tapi kepalaku masih pusing jadi aku tidur lagi" sakit di kepala ilham semakin menjadi karena ia dibangunkan oleh Rafa yang tiba-tiba melompat kearahnya.
" kakak sudah sarapan? sudah minum obat?" ilham hanya menggeleng karena jangankan makan melihat makanan saja dia sudah pusing rasanya hanya ingin tidur.
"bunda... " serli terbangun dan langsung memeluk dira. sedangkan Rafa hanya tiduran disamping ilham yang sejak tadi memegangi kepalanya yang masih pusing
"sayang.. tunggu disini ya, bunda mau ambil sarapan buat ayah. apa serli juga mau sarapan? kakak Rafa tadi sudah sarapan loh" serli mengangguk dan dira segera membawa nampan berisi bubur yang tadi dibawa oleh bu nining, ia berniat mengganti dengan bubur yang baru.
"bu.. maaf buburnya sudah dingin, apa masih ada yang hangat untuk kak ilham? , sama itu dira juga mau nyiapin sarapannya serli bu" dira mendekati bu nining yang sejak tadi memasak untuk dira dan Rini
"oh iya ada dira, maaf ya ngerepotin. nanti makan dulu aja baru jalan-jalan ya nak, biar ibu ada temennya" pinta bu nining. karena merasa tidak enak jika menolak dirapun mengiyakan permintaan bu nining
"yasudah iya bu, dira akan makan disini nemenin ibu. dira mau nyuapin serli dulu ya bu, sekalian nanti mau bantu mereka beres-beres". dira meninggalkan bu nining dan menaiki tangga dengan pelan.
" makanan sudah siap... ayo serli duduk dulu biar bunda suapi ya sayang. emmm kak ilham bisa makan sendirikah?? atau aku panggilkan ibu untuk menyuapi kakak?"
"aku boleh minta tolong disuapi sama kamu aja gak? soalnya untuk dudukpun rasanya pusing" jawaban ilham mampu membuat jantung berdetak lebih kencang dari biasanya. "kalau kamu keberatan yasudah gapapa dira".
" emm... i_iya kak, dira bantu suapi kakak. jadi kakak gak usah duduk, ini untuk serli.. aa sayang? dan yang ini buat kak ilham" dengan telaten dira menyuapi serli dan ilham secara bergantian. bahagia? tentu saja dira sangat bahagia saat ini, ini adalah momen pertama kali dia merawat pujaan hatinya tanpa harus banyak drama.
"entah jodohku itu kamu atau bukan kak, yang jelas saat ini aku sangat bahagia. bahagia bisa ikut andil merawat kamu dan juga anak-anak kamu. jika suatu saat kita tidak berjodoh, aku harap kamu mendapatkan istri yang perhatian terhadap mu dan memberikan cinta juga kasih sayangnya pada kalian bertiga" gumam dira dalam hati.
setelah semua makanan habis tak tersisa, dira meminta ijin kepada ilham untuk mengajak anak-anaknya keluar.
"ini kak obatnya diminum dulu, habis itu istirahatlah. oh iya kak, aku minta ijin bawa anak-anak jalan-jalan keluar sama Rini. biar kakak bisa istirahat full tanpa diganggu anak-anak"
" apa tidak merepotkan kalo kamu bawa anak-anak?"
__ADS_1
"ya ampun enggaklah kak, udah biasa juga kan aku bawa mereka"
"kalo gitu yasudah gapapa, sebentar" ilham meraih dompetnya dan memberikan sebuah kartu ATM kepada dira. " ini buat jajan mereka".
"apa sih kak gak usah, toh mereka gak pernah minta aneh-aneh sama aku. aku cuma jalan-jalan aja gak belanja ke mall, paling cuma makan" dira tidak mengambil kartu ATM itu.
"gapapa dir, anggap aja kakak lagi traktir kalian, karena kalian mau ngejagain serli dan Rafa"
"pokoknya gak mau, kalo kakak maksa dira gak mau jagain mereka lagi loh ya" ucap dira setengah mengancam, karena dia benar-benar ikhlas menjaga kedua buah hati ilham.
"baru sekarang aku kenal cewek yang di kasih beginian malah nolak, padahal kalo dipikir-pikir dia masih kecil tetapi pikiran dan sikapnya sangat dewasa"
"baiklah kalau begitu makasih banyak ya dira" dira mengangguk dan menutupi tubuh ilham dengan selimut. manis sekali perlakuannya
"sekarang kakak istirahat, aku berangkat sekarang karena anak-anak sudah pasti tidak sabar menunggu dibawah. aku pamit ya kak assalamu'alaikum" ucap dira sambil menutup pintu kamar dira.
didalam kamar tersebut ilham masih tercengang dengan perlakuan dira saat ini, rasanya sedikit berbeda dari biasanya.
tuuuutt...
"kamu bisa kerumah gak hari ini?.. ok aku tunggu ya, langsung masuk saja kekamar" iapun langsung menutup teleponnya
sekitar 30 menit kemudian muncullah seseorang dibalik pintu
"akhirnya datang juga, kok lama sih rumah kamu sudah pindah?" ucap ilham pada orang tersebut.
"ayolah kak, saat kamu telepon tadi aku baru saja bangun tidur. ya mandi dulu lah biar keren"
"yaudah duduk rob, mau minum atau mau makan sesuatu?" ya itu adalah robi, sepupu + orang yang selalu menjadi tempat ilham berkeluh kesah
"minum aja deh kak, eh btw kakak sakit? kok kayaknya pucet amat tuh muka"
__ADS_1
"iya nih dari tadi malam makanya aku suruh kamu kesini karena aku mau bangun aja susah"
"hmm yasudah tidak usah bangun, mau ngomong apa nih?"
"gimana ya mulainya" kemudian ilham menceritakan semuanya, mulai dari curhatan serli hingga perhatian kecil dira yang menurutnya Sudah sedikit memikat hatinya hari ini. meskipun dia sendiri belum yakin dengan keputusannya setidaknya dia sudah menceritakan semuanya kepada robi, karena hanya robi orang kepercayaan ilham selama ini. sejak ia bersama shelapun robi yang selalu menjadi tempat sandaran ternyamannya.
"mm.. aku rasa jangan terburu-buru mengungkapkannya pada dira kak, aku takut itu bukan rasa sayang tapi hanya obsesi saja. anggap saja baru kemarin kakak nyatain cinta ke bella eh sekarang udah mau nyatain lagi ke dira kasian anak orang lu mainin"
" enggaklah, makanya aku butuh orang yang bisa diajak bicara biar aku gak salah jalan lagi"
" coba tahan selama 2 bulan, kalau rasa itu masih sama seperti sekarang baru deh kamu ungkapin ke orangnya. aku akan dukung keputusan kak ilham "
"2 bulan apa gak kelamaan?"
" masa sebulan sih? itu terlalu singkat tauk"
"hmm gitu ya terus?"
"terus setelah 2 bulan, kakak bilang ke orangnya kalau kakak itu mau mencoba pendekatan. dan selama 2 bulan itu kakak liat ada yang berubah apa tidak dari seorang dira, oiya satu lagi selama itu kakak harus yakin kalau bella itu sudah hilang dari hati kakak"
"kamu setuju kalau aku sama dira?"
"kenapa tidak? aku lihat-lihat dia baik kok, apa kakak gak bisa lihat setulus apa dia ke anak-anak kakak?"
"aku sudah melihatnya, makanya aku ceritakan ini ke kamu. gimana sih" ilham sedikit memukul paha robi
" eits sabar bro, sepertinya kakak ini mengalami yang namanya masa puber yang kedua hahaha, sukanya sama yang masih muda-muda"
"hahaha iya juga ya mereka yang aku suka masih gadis semua"
"kalah deh aku sama duda anak 2, bisa deket sama cewek-cewek cantik. apa perlu aku deketin janda aja kalau begitu"
__ADS_1
"kenapa enggak? merekakan gak salah jadi janda, toh itu sudah takdir hahahaha" merekapun hanyut dalam pembicaraan yang bukan hanya membahas itu-itu saja. hingga ilham melupakan ucapan dira yang menyuruhnya istirahat tapi malah keasyikan mengobrol.