Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Sepertinya..


__ADS_3

Siang harinya Rini datang bersama Serli, mereka membawakan makan siang untuk Dira dan Bu Nining.


"Assalamu'alaikum siang semuanya... " teriak Rini dari pintu kamar Rafa


"Waalaikum salam, eh Rini Sini duduk dulu pasti kamu capek ya haha"


"Ck apaan sih dir, masa cuma jemput serli kesekolah aja capek."


"Emang kamu gak kerja hari ini?"


"Kerja sih tapi aku udah minta izin pulang lebih awal, karena kemarin-kemarin tuh aku lembur mulu. capek pengen istirahat dari dunia kerja haha takut cepet kaya ntar"


ya, semenjak Dira menikah dengan ilham, panggilan Rini pada Dira bukan lagi lo dan gue. bukan atas permintaan Dira ataupun ilham. murni dari hati Rini karena mau sedekat apapun hubungan mereka dulu, kini Dira tetaplah kakak iparnya sopan santun itu penting.


"Serli sini sayang, mau makan apa mau langsung bobo?"


"Boleh main HP gak bunda?"


"Boleh, tapi... "


"Hanya satu jam" Potong serli


"Good girl, sambil lalu bunda suapin ya sayang. habis itu bobo ya nak"


"iya bunda" dengan telaten Dira menyuapi serli yang sedang fokus melihat pada ponsel yang ada ditangannya. Sedangkan Rini menyuapi Rafa.


Tok


tok


tok


merekapun menoleh kearah pintu


"assalamu'alaikum siang semuanya"


"Waalaikum salam, siang juga ma"


"waalaikum salam siang tante"


"Bu Nining sudah pulang ya, duh jadi gak ketemu deh" ucap mama lia sambil memasang muka cemberut.


"Ibu kan udah dari pagi disini ma, kasian beliau juga harus istirahat. lagian mama lama sih kesininya" sahut Dira


"mama nungguin ayah kamu sayang, eh giliran udah mau berangkat dia gak bisa. katanya ada kerjaan mendadak yaudah mama berangkat sendirian kesini. Oh iya ini mama bawain baju ganti buat kalian dan juga bawa makanan. Serli mau bobo ditemani oma gak hari ini? "


"Mau oma" jawab Serli


"Rini, Dira kalian jangan lupa makan ntar ikutan sakit loh. itu mama yang masak khusus untuk kalian"


"Iya tante habis ini Rini makan setelah Rafa tidur "


"mama gapapa nemenin Serli?"


"Gapapa dong, jarang-jarang mama temenin cucu mama ini" ucap mama lia sambil mencolek hidung serli membuat serli terkekeh karena geli.


Dira membuka satu persatu rantang yang dibawa oleh mamanya, saat membuka rantang terakhir tiba-tiba perutnya mual dan Dira segera berlari kekamar mandi untuk menumpahkan isi perutnya disana. Rini dan mama lia terkejut melihat Dira lari sambil menutup mulutnyapun mengikuti Dira.


"Dira, kenapa sayang? apa makanan mama sebau itu?" ucap mama lia sambil memijat tengkuk Dira.


"Dira gak tau ma, tiba-tiba saja perutku mual. mungkin maghku kambuh karena seharian ini Dira hanya makan roti"

__ADS_1


"Duh kamu ini, udah tau punya magh malah gak makan nasi. yasudah habis ini kamu makan dan minum obat ya"


Mama lia segera menyajikan makanan ke piring untuk diberikan kepada Dira, namun saat akan memberikan piring tersebut Dira lagi-lagi merasakan mual. Dira berlari kekamar mandi dan disusul oleh mama lia


"Sepertinya bukan karena magh" ucap mama lia sambil menahan senyum dan terus memijat tengkuk Dira


"Maksud mama?"


"Hanya sepertinya, apakah tamu bulananmu sudah datang?" Dira mendengar pertanyaan mamanya langsung membulatkan matanya. Benar saja, setelah menikah hanya sewaktu resepsi saja tamu bulanannya datang. Dira masih mengingat kapan seharusnya tamu bulanannya datang.


"Oh my god! Aku sudah telat 2 minggu ma" tubuhnya menegang.


" Nanti mama belikan testpack dan besok pagi kamu cek, semoga apa yang ada dipikiran mama menjadi kenyataan " ucap mama lia sambil memeluk Dira.


"ahh tidak mungkin ma, masak secepat itu sih "


" Bisa dong, waktu pertama kali kamu melakukannya dengan ilham bukannya kamu dalam masa subur? ingat?"


"I-iya sepertinya"


"tidak usah khawatir Dira, kamu hamil karena ada suami bukan hamil diluar nikah juga. ngomong-ngomong apa kamu tidak menginginkan sesuatu untuk dimakan?"


"mm... gak tau ma, aku takut mual kalo ketemu makanan. aku kok kayaknya kangen sama mas ilham ya ma"


"Mungkin bawaan bayi hahaha"


"ish mama, kan belum tau Dira beneran hamil apa enggak. jangan terlalu berharap ma nanti mama kecewa kalau tau hasilnya negatif"


saat mereka sedang asyik berbincang, Dokter dan perawat datang untuk memeriksa keadaan Rafa.


" permisi Bu saya mau mengecek keadaan Rafa "


"oh iya dokter silahkan"


"bagaimana keadaan anak saya dok?"


"semuanya normal Bu, kalau sampai besok keadaannya masih seperti ini bisa dibawa pulang"


"Benarkah dok? wahh sayang dengar kata dokter, kalau Rafa rajin minum obat besok kita bisa pulang" ucap Dira sambil memeluk Rafa.


"Kalau begitu saya pamit undur diri Bu, mari"


"iya dokter Terima kasih banyak"


"Bunda... ayah mana?" tanya Rafa pada Dira


"Ayah kerja nak, kenapa? kangen ya?" Rafa mengangguk. "Kalau begitu kita telepon ayah ya, semoga ayah tidak sibuk"


Dira menghubungi ilham..


"Ya sayang" ucap ilham diseberang sana


"Mas anakmu sepertinya lagi kangen sama kamu" kemudian dira memberikan ponselnya pada Rafa


"Ayah, kapan ayah kesini? kata dokter Rafa besok boleh pulang"


"Oh ya? kalau begitu besok ayah yang jemput kalian kesana, hari ini ayah lembur sayang maaf ya"


"Ayah jangan lupa makan, biar gak sakit kayak Rafa ya"


"Iya nak makasih sudah perhatian sama ayah, Ayah nanti makan kok. Oh iya Serli mana?"

__ADS_1


"Serli masih tidur Ayah, tadi dijemput tante Rini terus dianter deh kesini. gapapa kok kalo ayah gak kesini, disini ada tante Rini sama oma lia juga jadi bunda gak sendirian jagain Rafa"


"hmm.. baiklah nak, Rafa sudah makan?"


"Sudah ayah tadi suapin sama tante Rini"


"Sudah minum obat?" Rafa menjawab dengan anggukan "boleh ayah bicara sama bunda?" kemudian Rafa memberikan ponselnya pada Dira


"ya mas?" ilham hanya senyam-senyum ketika Dira bertanya. "ish malah senyum, apa sudah makan?"


"Sudah sayang, daritadi aku gak fokus karena mikirin kamu"


"gombal! Sebenernya aku kangen, pengen nelpon takut ganggu"


"kenapa bisa gitu? kamu gak pernah ganggu kok sayang"


"masak?"


" iya dong "


"kamu gak ada niatan kesini sebentar aja mas"


"kangen banget ya? tumben" Dira mengangguk-anggukan kepalanya.


" Anakmu juga kangen loh sama kamu, sapa tau nanti dia tambah sehat kalo kamu kesini"


"hmm.. baiklah nanti sebelum maghrib aku kesitu tapi aku harus balik lagi gak papa kan?"


" iya gapapa mas, Aku tunggu disini ya"


"Ya sudah aku tutup dulu ya sayang, tolong jangan bosan jagain anak-anak"


"ish mas enggaklah masak aku bosan jagain mereka sih. yaudah kerja lagi gih biar cepet kesini"


"iya.. assalamu'alaikum sayang"


"waalaikumsalam mas"


tak lama kemudian Serli terbangun dari tidurnya


"Hai sayang, sudah bangun?" Serli menghampiri Dira dan memeluknya.


sejak tadi mama lia dan Rini belum juga datang, mereka tengah mencari makanan untuk Dira dan juga untuk mereka.


15 menit kemudian mereka pun datang dengan membawa beberapa kantong plastik ditangan mereka masing-masing.


"Hai cucu-cucu oma, lihat nih oma bawa apa?"


"Apa oma? kok banyak?" tanya Serli


"Ini makanan untuk kita semua, Kayaknya enak-enak jadi oma beli semuanya hehe"


" Tapi beneran enak kok tante, tadi Rini sempat nyobain satu" sambung Rini sambil memakan cemilan yang tadi ia bawa.


"Oh ya? pantesan aja tadi ngantri ya rin, Dira kamu mau ini?" tanya mama lia sambil menunjukkan gorengan pada Dira.


Dira pelan-pelan mengambil gorengan tersebut karena ia takut masih mual saat akan mencobanya.


"Ini enak ma"


"gak mual lagi?" Dira menggeleng "Yasudah ini habiskan, mumpung gak mual haha"

__ADS_1


Merekapun menikmati beberapa makanan yang sudah mereka beli tadi hingga habis.


__ADS_2