
"APA!! MITHA?" Teriak Dira diseberang sana.
"Haiishh sayang gak usah teriak gitu dong, emang dirumah gak ada orang?"
"ah iya sorry, ada kok mas. kalo Anak-anak udah tidur tadi"
"Nanti mama kira kamu kenapa teriak-teriak gitu, oh iya sayang tadi Papa Rama telepon dia kira yang nganterin anak-anak tuh kita, dia udah seneng banget loh. Tapi aku udah jelasin sama papa yaa meskipun dengan raut wajah kecewa dia mau bayarin tiket Pulang pergi dan juga segala sesuatu yang akan dibutuhkan sama Rini dan Roby selama disana"
"hmm Aku jadi gak tega mas dengernya tapi mau gimana lagi, Kapan-kapan kita kesana ya mas meskipun cuma sebentar"
"Iya yang penting kita masih sama-sama sehat, yasudah kamu istirahat Gih nanti malam kan kita mau ketemu tante evelyn kan?"
"He'em, urusanmu disitu udah selesai emangnya kok udah mau tutup telepon aja?"
"liat tuh Septian udah keluar bawa pesananku sayang, aku mau balik kekantor" ucap ilham sambil terus mengarahkan kamera ponselnya kearah Septian.
"Oh ok deh. Semangat kerjanya ayah, selamat makan dan ingat pulangnya jangan telat" Dira sengaja berbicara seperti bayi membuat ilham gemas.
sementara Septian sudah membuka pintu mobil kemudian duduk di samping kemudi dengan membawa plastik berisi makanan mereka
"Yaudah aku tutup ya, assalamu'alaikum"
"Waalaikum salam"
"Bu bos tau aja kalo suaminya tadi lagi ada disituasi genting hahaha" ucap Septian sembari menutup pintu mobil
"Gue yang telepon Dira karena bosen nunggu lu"
"Untung lu cepet balik kesini tadi Mitha sempet nyapa gue dan pastinya nanyain lu"
"haaahh mau sampe kapan gue kucing-kucingan sama itu cewek ya, capek gini terus"
"Sampe dia dapet gebetan baru tapi kayaknya masih gak mungkin haha yaudahlah yang penting hari ini lolos. untuk hari-hari berikutnya kita pikirkan lagi"
tanpa terasa mereka sudah sampai diparkiran kantor, ilham memarkirkan mobilnya sementara septian sudah lebih dulu masuk membawa makanan yang Tadi sudah dipesan.
...****************...
sore hari dirumah Pak Kurniawan, Dira sedang bersantai dihalaman belakang bersama anak-anak dan juga kedua orangtuanya.
"Dira, kita sudah lama tidak mengunjungi nenek ya. gimana kalo sebelum anak-anak berangkat keluar negeri kita berkunjung dulu kerumah nenek?" ucap mama lia
"Kapan ma?"
__ADS_1
"Anak-anak berangkat minggu ini kan ya? gimana kalau dihari jumatnya kita kesana lagian kalau hari jumat biasanya ilham pulang cepat"
"Aku tanya mas ilham dulu ma, tapi Dira yakin dia bakalan setuju sih"
"Ma, Tehnya ayah mana?" Tanya pak kurniawan yang baru saja bergabung dengan Dira dan mama lia.
"Oh iya sebentar yah"
Sementara mama lia membuatkan teh, pak kurniawan menghampiri putri bungsunya.
"Sayang, apakah kamu bahagia dengan rumah tanggamu ini?"
"Kenapa yah? apa ayah pernah melihat Dira sedang murung atau nangis?"
"Tidak, ayah hanya memastikan anak ayah bahagia. ayah hanya takut karena perbedaan usia kalian, kalian akan lebih banyak berdebat karena beda pendapat"
"Untuk masalah itu.. Dira pasrahkan semuanya sama mas ilham, dia yang lebih tau mana yang baik dan mana yang tidak"
mama lia datang membawa 3 gelas teh hangat untuk mereka bertiga.
"Ini teh untuk kita"
"Waahh makasih ma" ucap Dira dan Pak kurniawan hampir bersamaan
"Lagi ngomongin apa sih, kayaknya serius banget"
"ihh ayah,, sebenarnya sih iya masih suka manja tapi mas ilham gak pernah ngeluh malah katanya dia suka. Dira kadang egois juga, tapi mas ilham banyak ngalahnya"
"Tuhkan pasti kemarin kamu lagi berantem ya sama ilham? jangan gitu Nak dosa loh"
"kalo lagi marahan jangan lama-lama sayang, kasian ilham kemaren wajahnya sampe ditekuk gitu"
"Hehe kalian tau ya?? "
"dira.. dira.. Ya jelas ayah tau wong ilham lewat didepan Ayah sama mama kemarin. Lain kali jangan gitu ah, gak mudah loh jadi ilham, tanggung jawabnya banyak. ya kamu ya anak-anak, pulang kerja harusnya disambut dengan senyuman malah Dicuekin. udah bagus ilham mau nyari kamu sampe dia gak pulang dulu loh habis kerja"
"Dira salah ya yah, ma?"
"Gak tau tuh haha. Ayah tidak mau mencampuri urusan kalian berdua, ayah cuma mau bilang kalo ada masalah mending bicarakan dulu baik-baik jangan mengedepankan emos, jangan main kabur-kaburan belum tentu yang kita lihat itu benar adanya"
"Iya yah makasih nasehatnya Dira janji gak bakalan gitu lagi"
"Jangan janji sama ayah, Berjanjilah pada diri kamu sendiri, Nak" Ucap Pak kurniawan sambil mengelus rambut putrinya.
__ADS_1
"Bunda..." Teriak Serli
"Ya sayang?!"
"Ayah kapan pulangnya? Serli pengen es krim"
" Mmm.." Dira melirik jam dilengannya "Sebentar lagi pasti pulang, Bunda telepon ayah dulu ya. Ayah, mama, Dira kekamar dulu ya mau telepon mas ilham" kedua orangtua Dira mengangguk.
Sesampainya di kamar Dira langsung menghubungi suaminya.
tuuutt...
tuuttt..
"Halo assalamu'alaikum mas"
"Ya sayang?"
"Kamu masih lama pulangnya?"
"ini aku lagi beres-beres habis itu pulang, kenapa? kangen ya?"
"Ishh enggak itu.. Ee.. Serli minta dibelikan eskrim"
"yang ditempat biasa itukan?"
"He'em ngerepotin nggak?"
"nggaklah sayang, Serli aja? Rafa? kamu? gak mau pesan sesuatu?"
"engg..kayaknya aku enggak, Kalo kakak beliin aja takutnya nanti dia juga pengen. Cepet pulang ya hehe"
"Tinggal bilang kangen aja gengsi tadi katanya enggak kangen tapi sekarang malah disuruh cepet pulang"
"Iya iya aku kangen, Cepet pulang sayang"
"Sepertinya nanti malam kita harus ketemu tante evelyn"
"Mau ngapain?"
"Kamu lupa? harusnya minggu ini kamu periksa kandungan sayang"
"Astaga iya aku lupa mas, tapi kan harus buat janji dulu sama tante evelyn"
__ADS_1
"kamu tenang aja, aku udah buat janji kok. yaudah aku pulang dulu dah sayang"
"hmm hati-hati dijalan mas" dirapun menutup teleponnya.