
Setengah berlari, ilham langsung menggendong Rafa yang masih tidur, begitupun dengan mama lia.
"Bawa ke kamar Dira saja ilham, disana lebih nyaman dan deket juga sama dapur" Ilham mengangguk kemudian masuk ke kamar Dira.
"Tante, maaf ya.. Aku sudah menghubungi shella tapi dia bilang sedang sibuk, biasalah tante dia memang selalu seperti itu saat anak-anaknya sedang sakit. Entah sibuk dengan apa"
"Sudahlah ilham.. Tante juga tidak keberatan, suatu saat istrimu itu akan menyesali perbuatannya ini, kamu harus sabar nak.. Yasudah sana berangkat nanti kamu terlambat" Kemudian ilham mencium telapak tangan mama lia dan berangkat menuju kantornya, ada perasaan lega karena tidak semua orang bisa sebaik mama lia dan keluarganya.
Saat Mama lia memasak bubur didapur, ia mendengar suara rintihan dari kamar Dira
"Ayah... Ayah..." Mama lia pun berlari saat mendengar suara Serli
"Ada apa sayang? Oma disini nak, ayah lagi kerja. Serli kenapa? Mana yang sakit sayang Bilang sama oma" Ucap mama lia sambil memeluk serli, tubuh serli ternyata panas, serli kembali demam. Mama lia segera mengambil kompresan untuk serli.
"Serli.. Makan dulu ya nak, oma suapin biar Serli cepet sembuh hm? " Bujuk mama lia
"Mau ayah, oma huaa ayaahh mana? " Tangis Serli pecah saat mencari ayahnya yang sejak tadi hilang.
"Ayah kerja sayang, Serli disini sama oma, ada kakak Rafa juga tuh" Mama lia berusaha menenangkan Serli yang rewel membuat Rafa terbangun
"Serlikan sudah janji sama ayah, serli akan jadi anak yang baik, kenapa serli nangis? Kakak rafa disini juga sama serli, kita gak boleh nyusahin ayah" Seketika tangis serli berhenti mendengar ucapan Rafa dan membalas pelukan mama lia.
"Oma, serli mau susu" Mama lia tersenyum
"mau susu? gimana kalau serli makan bubur dulu? habis itu minum obat, baru deh nanti minum susu tapi susunya habis serli bobo"
"obatnya pait oma? " tanya serli
"enggak dong sayang, oma jamin kalau obatnya gak akan pahit, gimana?" mama lia menunggu persetujuan serli untuk makan terlebih dahulu karena sejak pagi serli belum mengisi perutnya sama sekali. serli pun mengiyakan bujukan mama lia.
"ok anak pintar,Tunggu disini ya.. Oma ambilin bubur dulu buat kalian. kakak Rafa juga harus makan ya nak." Rafa mengangguk.
Saat sedang mengambil bubur, Dira datang dan menghampiri mama lia
"Assalamu'alaikum mama" Sambil mencium punggung tangan mamanya
__ADS_1
"Waalaikum salam, loh udah pulang kok cepet? "
"Inikan hari jumat mama, jadi cepet pulangnya, ngomong-ngomong tumben mama bikin bubur, buat siapa? " Tanya Dira penasaran.
"Oh ini buat rafa sama serli" Jawab mama lia sambil melanjutkan kegiatannya didapur
"Rafa sama Serli? Maksud mama, anak kak ilham? Ada disini? Kenapa, kok tumben?" Cerocos Dira
"ilham nitipin anaknya disini, Dira. Mereka lagi sakit, daripada mama gak ada kegiatan kan mending mama ngerawat mereka" Ucap mama lia sambil mempersiapkan bubur untuk Rafa dan Serli
" Bukan gitu ma, kan mereka masih punya ibu, kemana coba ibunya gak ngurusin mereka" Dira mencoba memancing mama lia agar sedikit bercerita tentang shella.
"Huuss kamu mancing mama ya? Padahal kamu sudah tau dari Rini, yakan?" Mama lia mengulum bibirnya melihat ekspresi Dira yang setengah terkejut.
"Kok mama tau sih, ih mama gak seru deh. Yaudah sini biar Dira bantu, kan gak mungkin mama nyuapin mereka berdua. Kita bagi tugas" ucap dira sambil menggoda mamanya
" Kamu Ganti baju dulu sana"
"Yaudah Dira ke kamar dulu ya ma ganti baju" Sambil berjalan menuju ke kamarnya
"Oh yaudah ma sekalian, sini biar Dira yang bawa nampannya" Mama lia membantu Dira membuka pintu kamar Dira
"Hai anak-anak, gimana keadaan kalian? kalian masih ingatkan sama tante? " Dira mengedipkan sebelah matanya pada rafa sedangkan serli masih setengah tidur. Dira menempelkan telapak tangannya pada kening Serli, demamnya masih belum turun.
"Rafa inget tante, tante Dira kan yang waktu itu ketemu dimall" Jawab rafa. dira tidak menyangka, Rafa yang kemarin dia temui dimall sangat cuek tapi sekarang sudah seperti anak yang akrab dengan temannya
"Ehem pinter sekali, sekarang rafa makan dulu ya biar cepet sembuh rafa "
"Dira, mama lupa. tadi Serli minta susu mama beli dulu ya.. gpp kan kamu nyuapin mereka berdua? " tanya mama lia
"yaudah ma gpp, Hati-hati ya"
mama lia langsung bergegas menuju mini market membeli susu serli
"Ayaahh.. Ayah.. " Rintih Serli
__ADS_1
Serli kembali mencari ayahnya dengan mata yang masih terpejam, Melihat Serli seperti itu Dira langsung menghampiri serli dan memeluk tubuh serli yang masih demam agar lebih tenang
"Serli.. Ini tante Dira. ayah lagi kerja sayang, jadi serli disini sama tante dulu yaaa tante janji bakalan nemenin serli sampe ayah pulang."
"tante Dira?" perlahan serli membuka matanya dan menatap dira
"ya sayang? ini tante dira, anaknya oma lia. serli masih ingat sama tante? kita pernah ketemu dimall loh"
"tante, kenapa tante mau ngerawat serli? serli kan nakal, bunda aja gak mau ngerawat serli dan kakak Rafa" mata serli mulai berkaca-kaca
"kenapa tidak? serli dan kakak Rafa anak baik, kata siapa yang nakal, sayang? tante tidak akan marah kalaupun kalian nakal karena kalian masih anak-anak" Dira mengelus kedua pipi serli mencoba memberi pengertian.
"terima kasih tante Dira, serli sayang sama tante Dira" serli memeluk Dira dengan erat dan disusul oleh Rafa.
"sstt... ssstt.. cup.. cup.. cup.. sudah jangan nangis lagi ya! sayang-sayangnya tante gak boleh cengeng, gimana kalau sekarang kita makan dulu biar cepet sehat, habis itu bobo"
dengan telaten Dira menyuapi Rafa dan serli. Dira tidak menyangka akan merawat anak-anak ilham karena selama ini mereka jarang bertemu.
"yang diarepin bapaknya, eh yang kecantol dua anaknya hihi mana lucu banget ini anak. Mereka baik gini kenapa yaa ibunya kek gitu, apa iya dia gak inget waktu ngelahirin mereka? tega banget sih" batin Dira
"sudah makan, waktunya minum obat. hmm ini obat penurun panas, berarti yang ini punya serli waaww rasa strawberry" Dira membaca aturan pakainya terlebih dahulu kemudian memberikannya pada serli.
"sayang ayo aaaa.. " Serli membuka mulut sambil memejamkan matanya.
"gak paitkan?" Dira memastikan
"enggak tante, ini enak" Dira tersenyum mendengar jawaban serli
"sekarang kakak Rafa, ini akan sedikit pait gpp kan, kak?"
"iya tante, Rafa kan sudah besar gpp pait, kan sebentar" Dira menuangkan obatnya ke sendok sesuai aturan dan memberikannya pada Rafa.
"sudah minum obat, tidur dulu yaa anak-anak. ayo tante temenin"
"tante disini, Serli mau tidur sambil peluk tante" serli menepuk-nepuk bantal sebelahnya. Dira berdiri kemudian tidur di tengah-tengah serli dan Rafa. mereka bertiga pun tidur dengan nyaman.
__ADS_1