
dua minggu setelah dira dinyatakan lulus dari universitas di kota B akhirnya dira memutuskan untuk mencari pekerjaan sesuai bidangnya semasa kuliah, dira mengambil jurusan PGTK karena dia sangat menyukai anak-anak semenjak ia kecil. dira melihat-lihat brosur yang diberikan oleh kak aris untuk memudahkan dira mencari pekerjaan karena kak aris juga seorang guru jadi sedikit banyak mempunyai koneksi yang cukup untuk memasukkan adik bungsunya ke sekolah Bertaraf nasional agar dira bisa mengajar dengan gaji yang lumayan banyak, menurut aris.
hari ini adalah hari minggu, dimana biasanya aris akan mengunjungi rumah utama untuk berkumpul seraya memeriksa keadaan kedua orangtuanya dan juga adik bungsunya dira. karena semalam dira juga meminta bantuan aris untuk mencarikan dira pekerjaan sesuai bidang yang dira kuasai.
sesampainya dirumah utama
"assalamu'alaikum" teriak aris dari pintu depan
"waalaikum salam, eh kak aris" jawab dira seraya mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan sang kakak
"kok sendirian? kak Devi sama ponakanku kok gak dibawa juga sih kak? " lanjut dira seraya mencari keberadaan kakak ipar dan keponakan pertamanya yang bernama zein.
"zein semalam demam dira, tadi kakak habis dari dokter anak bawa zein periksa, oh iya ini kakak ada beberapa brosur kamu liat-liat dulu aja sapa tau ada yang cocok"
dira hanya manggut-manggut sambil melihat isi brosur itu satu persatu.
"kak, ada gak sih yang Deket-deket sama tempat kakak ngajar? biar dira bisa sekalian numpang dianterin pulang gitu loh kak hehe" ucap dira pada aris
"ada sih dir, tapi gak mau ah masak iya kakak jadi sopir kamu" ledek kak aris membuat dira menatap kakaknya tajam.
"hahaha aduh salah ngomong" jawab aris seraya menutup mulutnya.
__ADS_1
"kakaaaak kok gitu sih, yaudah kalo gitu dira gak mau nyari pekerjaan di brosur ini lagi! " sambil melempar brosur yang diberikan aris ke meja didepan mereka
"hahaha dira.. dira.. dulu kamu gak semanja ini, bahkan waktu kuliah kamu itu sangat mandiri, kenapa setelah lulus bisa manja coba? ahhh ini pasti gara-gara kak dimas yang selalu manjain kamu" kata dimas seraya melipat kedua tangannya didada
"itu beda lagi tauk, dulu aku memang maunya tuh kuliah sambil bekerja, karena biar nanti pas lulus dira punya pengalaman kerja dan memang dira nolak kalo setiap kali ayah ngasi uang saku karena dira juga masih punya, kak. biar uangnya ayah tabung untuk kebutuhan di masa depan" aris hanya beroh riya mendengar penjelasan dira
"kita kan gak tau kedepannya bakalan gimana, manusia itu tidak selamanya diatas kak, kadang dibawah." lanjut dira.
"hmm kakak udah mulai diceramahin sama dira nih ceritanya, iya iya dira bawel. yaudah kakak ngalah aja, gimana kalo kamu kerjanya di kantor papa mertua kakak, disana kan ada mbak Devi juga jadi kamu bisa tanya-tanya jugak kan? "
"oh iya kan kak Devi juga mengajar ya kok aku gak kepikiran sampe kesana" jawab dira antusias
"heeyy kak aris ini ya suka gak bener kalo ngomong, emang aku sama kak Devi itu musuhan sampe gak mau satu kantor? enggaklah, aku mau banget malah kak,,, yeeyy kerja sama kak ipar" dan di jawab senyuman oleh aris melihat sang adik sangat bahagia dengan tawarannya, dirapun sangat bersemangat ketika ia tau akan bekerja di kantor yang sama dengan Devi kakak iparnya.
"eh tapi kakak belum ngabarin kak Devi kalo kamu mau kerja disana" dira yang mendengar itupun mendengus kesal karena dalam satu kurun waktu emosinya di permainkan oleh sang kakak
"hiihhh kakak ini sama menyebalkannya dengan kak dimas" seraya memukul bahu aris, aris hanya tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesal adiknya dia berhasil mengerjai dira
"hahaha iya iya maaf kakak hanya bercanda dira, ini tuh sudah kakak bicarakan dengan Devi terlebih dahulu" kata aris sambil menahan tawa. "dan kak Devimu itu sangat setuju dengan pendapat kakak untuk memasukkan kamu si adek yang paling manja ini ke kantor papanya Devi" sambil memencet hidung dira.
"kakaaakkk sakit tauk" sambil memegangi hidungnya yang sakit
__ADS_1
"heeyy si anak mandiri yang sudah berubah jadi manja.. "
keduanya menoleh mencari asal suara yang ternyata adalah suara dimas si anak nomer 2😂.
"masuk rumah bukannya salam malah ngeledek" ucap dira malas
"assalamu'alaikum adiknya kak dimas" dimas setengah berbisik ditelinga dira
" waalaikum salam kak dimas yang menyebalkan" sambil menjewer telinga dimas pelan
"auuww" rengek dimas "oiya kak aris udah lama? " sambil mencium takdzim tangan sang kakak.
"lumayan, habis ngerjain anak manja ini jugak tadi haha"
mereka berduapun tertawa melihat ekspresi muka adiknya yang tiba-tiba saja berubah jadi beruang kutub (dingin).
" oiya aku sampe lupa ayah sama mama pergi kemana sih dir, kok dari tadi gak datang-datang" tanya aris
" katanya sih mau kerumahnya om salman liat dede bayi, anaknya om salman yang cewek baru aja melahirkan"
"ooouuwww".
__ADS_1