
Seminggu berlalu...
semenjak menikah banyak sekali perubahan dalam kehidupan Dira, mulai dari masak, menyiapkan bekal, menyiapkan keperluan anak-anak dan juga keperluan suaminya sebelum berangkat kerja. ia jalani dengan ikhlas, capek? pasti capek tapi kalau semuanya dijalani dengan ikhlas rasa capek itu hilang.
Hari ini ia akan mulai mengajar setelah cuti selama seminggu, setelah melaksanakan sholat subuh Dira yang biasanya akan tidur kembali saat ini ia bangun dan memasak. mereka masih tinggal dirumah mama lia, namun bukan berarti selamanya mereka disana Ilham dan Dira sudah membicarakan tentang bagaimana selanjutnya apakah mereka akan tinggal dirumah Dira atau dirumah ilham. tentu tidak dengan keduanya, mereka lebih memilih mempunyai rumah sendiri untuk keluarga kecil mereka namun mereka butuh waktu untuk membicarakannya kepada orangtua mereka.
Selesai memasak Dira pergi kekamar anak-anak untuk membangunkan mereka.
"Sayang-sayang bunda ayo bangun nak, kita siap-siap habis itu sarapan dan pergi sekolah. kakak Rafa juga harus homeschooling hari ini sayang, yuk bangun yuk" keduanya hanya menggeliat, masih enggan membuka mata.
"kalau tidak bangun, nanti bunda kelitikin yaa.. hayoo" lanjut Dira kemudian ia menggelitiki keduanya tentu saja mereka langsung bangun dan tertawa
"hahaha ampun bunda.. geli"
"hmmhh kalian mulai tidak nurut sama bunda, bunda sedih loh" dira pura-pura sedih membuat Rafa dan serli segera bangun dan memeluk Dira
"Maaf bunda, besok-besok kita tidak begitu lagi" ucap Rafa kemudian mencium pipi Dira
"Janji?" mereka mengangguk. "Ok kalau begitu sekarang mandi, apa perlu bantuan Bunda, sayang?"
"No bunda kita sudah besar"
"Ok kalau begitu Bunda akan menyiapkan pakaian kalian saja.
jangan lama-lama ya sayang, Bunda tunggu dimeja makan" Rafa beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, sedangkan Dira masih menyiapkan keperluan mereka.
keperluan anak-anak sudah ia siapkan, sekarang tinggal membangunkan suaminya yang nampak masih setia bergelung didalam selimut.
__ADS_1
"mas bangun, kamu kerja kan hari ini?" Ilham perlahan membuka matanya dan menarik tubuh Dira kedalam pelukannya
"sebentar sayang aku mau gini dulu"
"bangun sayang nanti kamu telat, kamu kan harus nganterin aku dulu kesekolah"
"morning kiss sayang" Dira tersenyum dan segera mencium pipi Ilham.
"Bukan disitu sayang" Ilham menunjuk bibirnya, tapi Dira tak kunjung memberikan morning kiss untuk Ilham. Ilham langsung meraih tengkuk Dira dan me lu mat bibir Dira sedikit kasar.
"ck, sayang aku gak bisa nafas" ucap Dira sambil memukul lengan ilham
"maaf-maaf sayang ini terlalu candu" Ilham yang melihat Dira tengah cemberut pun langsung duduk dan memeluk Dira.
"Udah sana mandi mas, nanti keduluan anak-anak kasian mereka nungguin" Ilham mengangguk dan segera beranjak ke kamar mandi. Dira membereskan kamar tidur mereka sebelum akhirnya menyiapkan baju kerja Ilham.
"makasih sayang" ucap ilham
"makasih untuk?"
"untuk semuanya, kamu sudah mau direpotkan olehku dan anak-anakku" mendengar jawaban ilham, Dira membalikkwn tubuhnya
"Mas, kamu kan suamiku, mereka juga anak-anakku. aku tidak merasa direpotkan oleh kalian, tidak perlu berterima kasih karena aku juga masih belajar menjadi istri dan Ibu yang baik untuk kalian" Dira menangkup wajah ilham dan mencium bibirnya sekilas, merekapun tersenyum. "Sudah mas sana ganti baju, aku tunggu dimeja makan" Dira keluar dari kamarnya.
"Pagi ayah.. pagi ma.. pagi anak-anak" ucap Dira saat tiba dimeja makan
"Suamimu mana dir kok kamu keluar sendirian?" tanya mama lia
__ADS_1
"Lagi siap-siap ma bentar lagi juga gabung. sini sayang piringnya biar bunda isi, Serli mau yang mana?"
"mau sop Bunda" setelah menata beberapa lauk beserta sayuran dalam piring serli, Dira memberikan piring itu pada serli.
"ini sayang, kakak mau yang mana?" tanya dira pada Rafa
"Ayam goreng aja bunda, nasinya dikit" Rafa memang tidak pernah makan banyak karena menurutnya kalau terlalu kenyang ia akan mengantuk saat homeschooling nanti.
ilham sudah rapi dengan seragamnya, ia berjalan menuju meja makan dan menyapa semua orang yang ada disana. kemudian Dira juga melayani suaminya itu.
selesai sarapan pagi, Dira, serli dan juga ilham berangkat.
"Mas nanti gak usah jemput aku sama serli ya, karena kak Devi katanya mau kesini ketemu mama mungkin lagi kangen jadi aku sekalian ikut kak Devi aja"
"Iya sayang gapapa, jaga diri ya. Serli jagain Bunda ya nak"
"siap ayah" merekapun sampai dihalaman sekolah serli, seperti sudah paham tentang kebiasaan orangtuanya yang akan melakukan ritual sebelum berangkat kerja, Serli turun lebih dulu.
"Anak itu ternyata sudah mengerti sikon" ucap ilham
"Pasti kamu yang ngajarin ya mas?" tuduh Dira pada ilham
"eittss aku gak pernah ngajarin loh sayang, sudahlah gapapa jadikan kita gak kelamaan melakukan ritual kita, sini" ilham memeluk tubuh Dira kemudian mencium kening, pipi dan terakhir bibirnya. tak lupa Dira juga melakukan hal yang sama pada Ilham.
"selamat bekerja suamiku, jangan nakal ya hehe"
"Selamat bekerja juga istriku, jaga anak kita. jangan lupa makan kalau lagi istirahat, aku berangkat dulu"
__ADS_1
"iya hati-hati sayang, dah" keduanya tersenyum dan ilham melajukan mobilnya menuju kantor.