Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Bantuan Rini


__ADS_3

Setelah makan malam dan menemani anak-anak mengerjakan PR, Dira kembali kekamarnya.


"Mas, kok belum tidur?" tanyanya pada ilham


"Nungguin kamu"


"kan bisa tidur duluan kalo udah ngantuk, kamu pasti capek udah seharian kerja sorenya nyariin aku hehe"


"enggaklah sayang, kalo masalah kerjaan sih udah biasa yang gak biasa itu nyariin kamu. aku belum tau dimana tempat yang paling sering kamu datengin, jadi aku agak sedikit kecewa aja sama diri aku sendiri"


Dira merasa terharu mendengar penuturan ilham, Baru mau 2 bulan menikah mereka memang belum tau kebiasaan mereka masing-masing. apa yang disuka dan tidak, mereka terlalu fokus pada anak-anak.


"apa kita terlalu fokus pada anak-anak sampai lupa sama diri kita mas? aku juga belum sepenuhnya tau apa yang kamu suka dan gak kamu suka" ucap Dira sambil mengelus pipi suaminya.


"Hmm sepertinya begitu, kita harus banyak-banyak menghabiskan waktu berdua"


"Bertiga sama ini" jawab Dira sambil menunjuk perutnya. "Oh iya kamu udah hubungi Rini, mas?"


"Astaga aku lupa sayang, harusnya aku tadi telepon Rini kita gak bisa minta bantuan Rini dadakan karena dia juga harus prepare"


"udah malem mas, besok aja takutnya Rini udah tidur"


"Belum, nih masih online anaknya" ilham menunjukkan ponselnya pada Dira dan benar saja Rini masih aktif.


sesegera mungkin ilham menghubungi Rini malam itu juga.


"Rin belum tidur?"


Dira memberi kode pada ilham agar menghidupkan loudspeaker karena ia juga ingin mendengar jawaban Rini.


"kalo aku udah tidur gak mungkin angkat telepon dari kakak dong, gimana sii" jawab Rini diseberang sana.


"Mm.. kakak boleh minta tolong gak?"


"boleh asal masuk akal, jangan sampe kakak minta beliin sesuatu yang aku sendiri gak tau dimana tempatnya"


"hahha ya enggaklah, malah kamu bakalan seneng banget kalo tau"


"oh ya? apatuh? buruan!"


"emm.. jadi gini kemarin shella menghubungi Dira katanya dia mau nikah bulan depan, dia juga minta anak-anak hadir kesana"


"haahhh masalah si nenek lampir males banget dengernya. yaudah tinggal kakak antar aja Rafa sama Serli masalahnya dimana? rumahnya deket ini"


"Dia ikut papanya keluar negeri, waktu Rafa masuk rumah sakit waktu itu"

__ADS_1


"hah!! terus-terus?"


"karena acaranya diluar negeri kayaknya kakak sama Dira gak bisa nganterin mereka kesana Rin, jadi ceritanya kakak mau minta tolong sama kamu, temenin mereka kesana ya. kakak yang bakalan tanggung semuanya kamu tinggal Terima jadi aja"


"Tapi kak, aku sama si nenek lampir itu kan.. "


"Shella, Rin. Dia udah berubah kok, semenjak dia bareng papanya" sambung Dira mencoba memberi pengertian pada Rini.


"ah iya itu maksudnya. aku sama dia kan gak akur dari dulu, Dir "


"Makanya nanti nyampe sana kamu coba pendekatan sama dia haha, kamu gak bakalan sendirian kok"


"iya kamu nanti sama Roby kesananya, Rin." kata ilham


"Lah!! kenapa bareng dia sih kak gak ada yang lain ya? lagian kenapa gak kakak aja sama Dira?"


"heeyy kamu lupa ya kalo kakak iparmu ini lagi hamil gak boleh naik pesawat apalagi waktu tempuhnya 7-8 jam itu gak mungkin banget Rin. kakak juga gak bisa ambil cuti selama 2 minggu"


"Ah iya juga aku lupa kalo Dira lagi hamil, lagian shella ada-ada aja pake minta anak-anak hadir kesana segala lagi mana jauh banget. yaudah deh aku coba bilang ke ibu, tapi kakak harus tinggal disini selama aku disana ya kasian Ibu"


" heehh ngomongnya ngawur gitu-gitu dia Ibunya anak-anak. iya nanti kita tinggal disana sama Ibu, biar ibu gak sendirian. Yaudah gitu aja nanti gimana-gimananya kabarin ya"


"Makasih ya Rin, udah mau bantuin kita maaf banget ngerepotin kamu"


"Sebenernya aku seneng dir karena kan aku bisa sekalian liburan, toh nanti kak ilham yang keluar duit hahahaha"


"Heehh kalian ini, Rin kamu lupa kalo kakak..."


"Iya iya kak aku gak lupa, aku janji gak bakalan boros aku cuma becanda"


Dira terdiam, dia baru ingat kalau ilham sempat tidak punya apa-apa saat bersama shella. Jangankan nabung, gaji ilham selama ini hanya dihabiskan oleh shella karena yang memegang kartu ATM ilham adalah shella. ilham hanya memegang uang kalau dia dapat tips dan itu tidak seberapa.


"Yaudah ya kakak tutup teleponnya, salam sama ibu Rin" ilhampun mengakhiri panggilannya. "Sayang kamu kenapa? kok tiba-tiba diem?"


"gapapa mas, tidur yuk aku ngantuk"


"Hey tunggu dulu sayang, kamu kenapa?"


"Gapapa mas beneran"


Karena dira tak ingin ilham merasa sedih ataupun merasa tidak enak pada dira, iapun menarik tengkuk ilham dan Menciumnya dengan rakus.


"Sayang jangan mancing ya.. aku udah beberapa hari ini udah nahan loh"


"Hahaha iya iya yaudah makanya yuk tidur aja jangan tanya-tanya mulu sayang"

__ADS_1


"udah mau 2 bulan, masa dede bayinya gak kangen dijengukin sama ayahnya sih"


"Itu sih maumu mas, kita konsultasi aja ya minggu depan"


"hmm iya deh"


ilhampun memeluk dira dari belakang kemudian keduanya memejamkan mata mereka dan dengkuran halus terdengar pertanda mereka sudah mengarungi lautan mimpi masing-masing.


...****************...


"sayang, mau kemana?"


" aku kecewa sama kamu mas"


"Loh? kenapa? tunggu dulu sayang jangan pergi"


"Kenapa? kamu tanya kenapa? sini kamu Mitha, ulangi kata-katamu tadi didepan laki-laki ini, Cepat! "


"A_aku Hamil mas" ucap Mitha


"Hubungannya sama aku apa kalau kamu hamil?"


"Ini anak kamu, apa kamu lupa kejadian malam itu?"


"bicara apa kamu ini! sayang dengerin aku, aku gak pernah tidur sama wanita ini. kamu tau sendirikan aku selalu pulang tepat waktu kecuali aku lembur"


"bisa saja lemburmu itu hanya alasan untuk menemui wanita ini mas, tega kamu! Aku bahkan belum melahirkan dan kamu sudah berani menghamili wanita lain" ucap dira sambil terus menangis.


"Mitha! kamu jangan mengada-ngada! cepat katakan sejujur-jujurnya"


namun bukannya Mitha menjelaskan yang sebenarnya terjadi, malah Mitha menyeret tangan Dira ke tengah jalan.


"Mitha! lepaskan Dira kamu gila ya!"


"Iya aku gila karena kamu mas, aku cinta sama kamu tapi kamu tidak pernah melihat aku bahkan sedetikpun hanya karena wanita ini. apa istimewanya dia?. Daripada aku melihatmu bahagia bersama wanita ini lebih baik aku membunuhnya biar kita impas hahaha, Sama-sama tidak bisa memilikimu!"


"Enggak Mitha ini gak bener!! tolong lepaskan Dira, aku mohon dia sedang hamil"


"Aku gak peduli! bagus dong kalau dia hamil haha kamu akan kehilangan dua-duanya karena kamu sudah menyia-nyiakan aku"


"Apa maumu Mitha! Bukankah sejak awal aku hanya menganggap mu sebagai teman dan gak lebih"


"Justru karena kamu hanya menganggapku teman hati aku makin sakit apalagi melihat kamu bersama dengan wanita ini!" Mitha mencekek leher Dira hingga Dira terbatuk dan nafasnya tersengal-sengal.


emosi Mithapun membara, ia menarik kasar tangan Dira kemudian mendorong Dira hingga kepalanya terbentur aspal, dari arah depan Sebuah truk melaju dengan kecepatan tinggi dan..

__ADS_1


"DIRAAAAAA!!!!!"


__ADS_2