
ilham melajukan mobilnya menuju rumah dira dengan penuh emosi, dadanya bergemuruh. ia tidak habis pikir dengan ucapan shela tentang Rafa.
"ya Tuhan.. wanita macam apa yang aku nikahi selama ini? apa dia tidak ada rasa kasihan sedikit saja pada darah dagingnya sendiri" tak terasa air matanya jatuh, menyesal? yaa ilham sangat menyesal karena pernah mencintai shela dengan sepenuh hati.
dirumah dira
tok.. tok.. tok..
"ilham, kamu kenapa nak? kok mukamu kusut sekali, ada apa? kamu bisa ceritakan semuanya sama tante" ucap mama lia sambil mengelus pundak ilham.
"shela sudah menggugat cerai aku, tante. dengan syarat dia meminta harta gono gini dan waktu untuk bersama serli, hanya serli sedangkan Rafa... " suaranya tercekat dan mulai menangis.
"sudahlah nak.. suatu saat shela pasti menyesal dengan perbuatannya sendiri, tante yang akan menyayangi Rafa dan serli seperti cucu tante sendiri. mereka tidak akan kekurangan suatu apapun" mama lia memeluk ilham.
didalam ruang tamu ternyata ada dira yang sedikit menguping pembicaraan mamanya dan ilham. ia begitu sedih mendengar curahan hati ilham seakan ia juga merasakan bagaimana sakitnya. dira mengusap air matanya dan kembali kekamar menemui Rafa dan serli.
"apapun yang terjadi nanti, bunda akan tetap menyayangi kalian. entah bunda akan menjadi bunda kalian yang sesungguhnya atau hanya seperti ini saja. tidak masalah kalaupun ibu kandung kalian tidak menginginkan kalian" dira mengecup kening keduanya secara bergantian. kemudian dira keluar untuk mencairkan suasana haru diteras depan.
"eh kak ilham sudah datang? udah lama kak disini?"
"enggak kok, baru nyampe. Anak-anak sudah tidur, dir?"
__ADS_1
terlihat jelas wajah sendu ilham, dira memperhatikan mata sembab ilham.
"iya kak, mereka tidur daritadi. apa kakak akan membawa mereka pulang? tapi kasian mereka nyenyak banget tidurnya" dira seakan tidak rela kalau ilham membawa anak-anaknya pulang malam itu.
"biarkan mereka menginap disini saja, ilham. besok kamu bisa membawa mereka, kasian Rafa takut masuk angin nanti sakitnya gak sembuh-sembuh" ucap mama lia memberi pengertian pada ilham.
ilham mendesah pelan
"hmmmhh....yasudah kalau begitu aku titip anak-anak ya dira, tante. aku pamit" jawab ilham sambil menyalami mama lia. dan menuju mobilnya. mama lia dan dira memperhatikan ilham hingga hilang dari pandangan.
"kasihan sekali ilham, setelah 10 tahun rumah tangganya hancur seperti ini"
" huss ngomong apa kamu dira, semua itu sudah takdir. mungkin mereka tidak berjodoh meskipun 10 tahun menjalani biduk rumah tangga" mama lia menepuk pelan pundak dira
" bukannya beruntung dapat suami perhatian kayak kak ilham, malah kayak begitu kelakuan kak shela, miris. cantik sih tapi sayang mata duitan mana gak peduli sama anaknya. ada ya perempuan seperti itu"
"sebenarnya dulu mama juga tidak setuju ilham menikah dengan shela, mama kurang srek aja liat muka shela waktu itu. tapi mama gak bisa apa-apa karena itu sudah pilihan ilham ternyata sekarang kejadian.. yasudah mau bagaimana lagi"
merekapun masuk ke kamar masing-masing. karena waktu sudah hampir tengah malam.
"bunda, serli mau susu" serli memang masih minum susu meskipun umurnya sudah hampir 4 tahun.
__ADS_1
"serli mau susu? sebentar ya bunda bikin dulu, serli tiduran lagi ya sayang" kemudian dira keluar untuk membuatkan susu untuk serli.
dira mengajarkan serli untuk meminum susu menggunakan gelas bukan lagi menggunakan botol susu, selain karena usia serli yang hampir 4 tahun, dira juga ingin serli tumbuh menjadi anak yang mandiri. setelah membuatkan susu untuk serli, dira masuk ke kamarnya.
"ini sayang susunya" dira memberikan gelas berisi susu itu pada serli
"bunda, kenapa pakai gelas? serli maunya pake botol" serli sedikit cemberut
"serli... dengarkan bunda ya sayang, serli mau jadi anak yang kuat dan mandirikan? jadi sekarang serli harus belajar minum susu pakai gelas, gak boleh pake botol lagi. mau ya?" bujuk dira
"tapi bunda, kata ayah gapapa pake botol biar gak tumpah kena baju, nanti bajunya kotor. kasian ayah harus cuci baju serli terus" jawaban serli yang begitu polos.
"ooo jadi karena bajunya takut kotor, sini sayang biar bunda ajarkan serli minum susu tanpa harus takut baju serli kotor" serlipun mendekat kearah dira, sedikit demi sedikit dira menuangkan susu pada mulut serli.
"gimana sayang, gak Tumpahkan susunya? gak kena bajukan? " dira mencoba memberi pengertian pada serli
"iya bunda, susunya gak tumpah" wajahnya yang tadi kusut sekarang sudah kembali tersenyum.
"nanti kalau serli mau minum susu lagi bunda bantu kok sayang, sekarang bobo lagi ya sudah malam. besok ayah jemput kalian. sini biar bunda peluk.
dira tidur ditengah-tengah serli dan Rafa. Rafa selalu memeluk dira saat sedang tidur begitupun juga serli, mereka sudah nyaman dengan kehadiran dira dalam hidup mereka tanpa mereka sadari sedikit demi sedikit mereka melupakan ibu kandung yang sudah melahirkan mereka.
__ADS_1