Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
SAKIT


__ADS_3

waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 tapi masih belum ada tanda-tanda ilham akan menjemput anak-anaknya di rumah dira. dirapun menuju ruang tengah untuk menemui mama dan ayahnya.


"ma, kok tumben ya jam segini kak ilham belum jemput anak-anak? " tanya dira pada mamanya.


"iya ya biasanya sudah dari jam 4 dia disini, apa mungkin ilham masih banyak kerjaan ya Dikantornya?, hmmmhh kalau sampai jam 7 dia belum datang kita antarkan saja dir kasian anak-anak" jawab mama lia sembari Celingukan ke teras depan kemudian menutup pintu karena adzan maghrib akan segera berkumandang.


"kenapa tidak coba hubungi nomer ilham saja ma?" tanya pak kurniawan pada istrinya.


"nanti saja mas, sudah adzan maghrib sebaiknya kita sholat dulu setelah itu mama hubungi ilham" pak kurniawan mengiyakan ucapan istrinya. keluarga pak kurniawanpun melaksanakan sholat maghrib berjama'ah di musholla, serli dan Rafa juga ikut serta karena dira selalu mengajarkannya.


selesai sholat maghrib dira menyiapkan barang-barang milik serli dan rafa untuk dibawa pulang nanti. saat dira berjalan menuju dapur untuk mengambil minum terdengar suara ketukan dari arah pintu, iapun segera membukanya.


dira terkejut mendapati ilham yang terduduk lemas diteras depan rumah dira sembari memegangi kepalanya, wajahnya pucat, ilham demam!.


"astaghfirullah kak ilham kenapa? kok pucet? " dira mencoba untuk menyentuh kening ilham " ya Allah kak,...kakak demam ayo kita masuk kedalam saja" ilham hanya mengangguk, akhirnya dira memanggil orangtuanya.


"ma.... mama,, ayah, bantuin dira" dira memanggil orang tuanya karena ia sendiri tidak akan kuat menopang tubuh ilham yang lumayan berat menurut dira. pak kurniawan dan mama lia segera berlari menghampiri arah suara.


"ya Allah ilham! kamu gapapa nak?! " tanya mama lia khawatir setelah melihat keadaan ilham yang sangat lemas


"sudah ma jangan tanya sekarang, ayo kita bawa dulu ke dalam biar ilham bisa berbaring kasian disini dia kedinginan" jawab pak kurniawan pada istrinya, merekapun membopong tubuh ilham ke ruang tamu dan membaringkannya disofa. dengan sigap dira mengambil kompres agar demamnya turun.


"ayah,, ayah kenapa bunda? ayah sakit? " tanya serli sedih melihat keadaan ayahnya yang lemas seperti itu.


"gapapa kok sayang ayah serli cuma butuh istirahat, nanti pasti sembuh setelah dikompres" ucap dira memenangkan serli agar tidak sedih melihat ilham.


"dira, ini coba kamu kasih ke ilham siapa tahu nanti dia enakan setelah minum ini" mama lia memberikan jahe hangat agar tubuh ilham terasa lebih baik. dengan telaten dira menyuapi sedikit demi sedikit minuman tersebut kepada ilham.


"kak ilham kenapa gak telpon dira atau Rini buat jemput kakak kekantor kalau kakak lagi gak enak badan? kok pulang sendirian sih bahaya loh kak" tanya dira pada ilham yang sepertinya sudah mendingan.

__ADS_1


"aku gak mau ngerepotin kalian, jadi aku coba tahan untuk sampai kesini menjemput anak-anak" jawab ilham sedikit menggigil.


"apasih kak sama sekali gak ngerepotin, yasudah aku kabarin rini sama bu nining takut mereka khawatir sama kakak karena gak biasanya jam segini belum pulang" dira mencoba menghubungi rini untuk memberitahu keadaan ilham dan meminta rini merapikan kamar ilham karena dira yang akan mengantarkan ilham pulang.


" apa gak sebaiknya kamu nginep disini saja ilham? tante khawatir sama keadaan kamu" mama lia mencoba menyentuh kening ilham yang ternyata demamnya masih belum turun.


"gapapa tante, kasian ibu sama Rini pasti khawatir" ilham mencoba untuk duduk namun saat akan bangun kepalanya seakan berputar dan iapun meringis kesakitan.


"sudah jangan bangun dulu ilham, tante sama om akan ikut anterin kamu pulang, kasian anak-anak pasti khawatir juga liat keadaan kamu seperti ini"


"ayo kita berangkat sekarang saja, sebentar lagi malam kasian ilham nanti tambah masuk angin. biar ayah yang nyetir" pak kurniawan, dira dan mama lia membantu ilham berdiri dan menuntunnya kemobil, merekapun berangkat menuju kediaman ilham.


sesampainya dirumah ilham, mereka disambut oleh bu nining dan Rini.


"rin, kamu kuat gak angkat Rafa? sepertinya dia tertidur. tolong ya.." ucap dira pada sahabatnya itu.


"tante.. serli juga ngantuk tapi serli mau ditemenin sama bunda dira mau minum susu juga" serli yang sejak tadi diam ternyata karena mengantuk, pantas saja biasanya dia yang paling cerewet.


"apa gak mau sama tante saja sayang? bunda dira lagi ngurusin ayah, ayah kan lagi sakit" Rini mencoba memberi pengertian kepada serli, namun sepertinya anak ini belum mengerti masalah orang dewasa.


"gak mau.. maunya bunda dira" serli yang sebentar lagi akan menangis karena kemauannya tidak dituruti, akhirnya dengan terpaksa rini memanggil dira yang masih mengompres ilham.


"emmm dira, serli katanya mau tidur ditemenin kamu tadi udah aku bujuk tapi dianya gak mau" rini tak enak hati harus memanggil dira yang masih sibuk mengurusi ilham


" sudah sayang, sana temani serli biar mama yang kompres ilham" ucap mama lia yang sudah seperti ibu kandung ilham.


"bu lia gapapa biar saya saja yang kompres ilham, ibu silahkan makan dulu dibawah sama pak kurniawan sudah saya siapkan makan malam" mama lia menoleh ke asal suara


"ya ampun bu nining kok repot-repot sih, ilham sudah saya anggap seperti anak saya sendiri" mama lia tak enak hati, niat mau mengantarkan ilham karena ilham sakit malah merepotkan tuan rumahnya.

__ADS_1


" gak repot bu, kitakan sudah seperti keluarga dari dulu meskipun kita tidak punya silsilah keluarga tapi saya sangat berterima kasih pada bu lia karena mau menganggap ilham seperti anak sendiri. mari bu lia saya antarkan kebawah"


"ehh gak usah bu nining nanti siapa yang jaga ilham kalo bu nining ikut turun, oiya rini mana ya? biar rini saja yang menemani kita makan malam dibawah" tak lama kemudian rini muncul dan akhirnya mama lia dan pak kurniawan turun untuk menghargai bu nining yang sudah memasak segitu banyaknya menu malam ini.


dimeja makan


"Rini kok jarang main kerumah tante sih sekarang? " tanya mama lia pada Rini. sedangkan pak kurniawan fokus menyantap makanan yang ada dimeja makan.


"hehe iya tante, Rini sibuk kerja tapi niatnya besok mau kesana kok mau jemput Dira, sudah lama kita gak jalan bareng jadi kangen." jawab Rini


" oh ya? waaahh bagus dong kalo gitu, bawa Rafa sama serli juga ya rin biar mereka gak kepikiran ayahnya terus"


"iya tante, dira juga bilang begitu kemarin mau bawa anak-anak biar kegiatan mereka tidak hanya belajar dirumah terus"


" hmmm ada yang makan tapi gak ngajak-ngajak nih" ketiganya pun menoleh ke asal suara. dira berjalan menuruni tangga.


"bu nining takut makanannya habis kalau kamu ikut makan dira" canda pak kurniawan membuat Rini dan mama lia tertawa melihat ekspresi wajah dira


"ih ayah jahat banget gak mungkin lah bu nining ngomong begitu" balas dira sambil mencomot ayam goreng didepan pak kurniawan. merekapun larut dalam pembicaraan, terdengar suara tawa dan dentingan sendok dimeja makan.


setelah sekitar 1 jam dirumah bu nining, pak kurniawan mohon undur diri.


"makasih ya bu nining makanannya enak banget sampai kita lupa kalau ibu juga belum makan" mama lia merasa tidak enak karena sudah merepotkan bu nining malam ini.


"gapapa bu lia, saya sudah biasa makannya nanti agak malaman sedikit hihihi"


"oh iya bu untuk mobilnya ilham biar besok dira yang mengantarkan kesini. kalau begitu saya kami pamit ya bu. assalamu'alaikum"


"iya bu lia maaf merepotkan. waalaikumsalam" jawab Rini dan bu nining. merekapun

__ADS_1


__ADS_2