
Dalam perjalanan pulang..
"Bunda, tadi kenapa bunda tidak ada dikelas?"
"tadi ada tamu yang harus bunda temui sayang, maaf ya nak" jawab dira sambil mengelus pipi gembul serli.
"Bunda ayo kita ke kantor ayah tapi jangan kasih tau ayah karena ini kejutan"
"kalau kejutan berarti kita harus membawakan sesuatu untuk ayah, Kira-kira apa ya sayang?"
"Ayah lebih suka masakan bunda"
"tapi kalau harus masak akan membutuhkan waktu yang lama sayang, gimana kalau kita beli chicken wings karena ayah juga sangat menyukainya"
"ok bunda, Serli dan kakak Rafa juga suka chicken wings"
"hmm ok sayang kita beli sekalian untuk serli dan kakak Rafa" dira membelokkan mobilnya ke sebuah mall, karena disana tempat langganan ilham.
sesudah membeli yang mereka butuhkan, dira melajukan mobilnya kekantor ilham. dan tak lama kemudian mereka sampai, dira menggandeng tangan serli dan juga membawa makanan kesukaan ilham.
"Assalamu'alaikum"
"waalaikum salam" jawab teman kantor dira, mereka semua melihat kearah dira dan serli.
"maaf menganggu pak, saya mau bertanya apakah Mas ilham ada?" tanya dira pada teman-teman ilham.
"Oh istrinya pak Ilham ya, ada Bu. silahkan duduk dulu saya panggilkan"
"Terima kasih pak" dira dan serli menunggu kedatangan ilham.
__ADS_1
"Loh dira? cari ilham ya? kenapa gak langsung keruangannya saja?" tanya septian teman ilham.
"saya tunggu disini saja pak, takut menganggu kalau langsung masuk keruangan mas ilham"
"jangan panggil pak lah dira, saya belum berkeluarga haha panggil kakak saja kalau kamu sungkan memanggil nama saya"
"hehe apa itu sopan pak eh maksudnya kak septian?"
"saya yang mengijinkanmu memanggil kakak, sopan-sopan saja karena saya juga teman dekat ilham bukan bapaknya ilham hahaha"
"Jangan menggombali istriku septian, dia milikku" Ucap ilham dari kejauhan
"aku hanya menyapanya bro tenang saja tidak usah cemburu, dulu dia juga pernah mengirimkan pesan padaku menanyakan keberadaanmu"
"Bener yang?" ilham menoleh kearah dira
"jadi? Apa kamu sudah jatuh cinta padaku sebelum aku berniat untuk lebih dekat denganmu? iya yang? beneran??" wajah ilham tampak berbinar.
"Sebaiknya aku pergi dari sini, daripada aku iri melihat kemesraan kalian berdua. Oh ya Serli apa mau ikut dengan om?" Serli menggelengkan kepalanya karena ia memang susah dekat dengan orang yang tidak dikenal.
"Makanya cepatlah menikah septian, biar kamu tau gimana rasanya diperhatikan setiap hari oleh orang yang kamu sayangi" Septian memutar bola matanya, ia jengah mendengar perkataan ilham.
"Serli memang susah dekat dengan orang baru kak, jadi maklum kalau dia seperti itu" jawab dira.
"Aku hanya takut ham, takut tidak bisa menjadi suami yang baik untuk istriku kelak"
"Tidak usah takut bro, serahkan semuanya pada yang diatas yang penting kamu usaha"
"Hmm.. kamu benar, tapi masalahnya sekarang aku belum menemukan seseorang yang cocok untuk ku peristri, jadi aku akan menikmati kesendirianku dulu, aku pergi." ucap septian sambil menepuk bahu ilham. kemudian dia meninggalkan ilham dan dira disana.
__ADS_1
"sayang kamu ada hutang penjelasan sama aku"
"ck nanti saja mas di rumah, sekarang kamu makan dulu ini aku chicken wings. dan kamu tau? ini ide dari anak kita" ucap dira sambil melirik kearah serli
"Oh ya? serli ingat kesukaan ayah?"
"hmm... serli ingat yah, ayah suka sekali dengan chicken wings"
ilham sangat tersentuh mendengar serli mengingat makanan kesukaannya, padahal dia masih berumur 5 tahun. sedangkan terakhir kali ilham mengajak serli ke resto langganannya itu sudah lama sekali.
ilham makan siang ditemani oleh istri dan anaknya, sesekali dira mengelap bibir ilham yang belepotan. ia merasakan kebahagiaan yang amat sangat mempunyai istri seperti dira. kenapa dia tidak langsung mendekati dira sejak awal, kenapa dia malah mendekati bella yang jelas-jelas tidak pernah mempunyai perasaan apa-apa kepadanya.
"Terima kasih sayang sudah membawakan ini untukku"
"Berterima kasihlah pada anakmu yang cantik ini mas, dia yang sangat perhatian padamu dan aku hanya mengikuti kemauannya" ucap dira sambil mengelus rambut Serli
"Ayah, Bunda. weekend nanti Apa serli boleh kerumah Bunda shela?" ilham terkejut mendengar permintaan serli
"Tentu sayang, pasti bunda shela senang mendengar kabar ini" ucap dira sangat tenang.
"sayang kenapa kamu menyetujuinya?" bisik ilham pada dira.
"kenapa tidak mas? mba shela ibunya, apa kamu mau terus-terusan melihat mba shela marah bahkan mencaci maki kita karena selalu melarang Anak-anak bertemu dengannya? Aku gak mau mereka melupakan ibu kandung mereka, aku juga tidak mau dianggap Ibu tiri yang kejam" mendengar jawaban dira, ilham hanya bisa diam tanpa berkata apa-apa, sebenarnya ia tidak rela membiarkan serli tinggal dengan shela tapi benar juga kata dira mungkin saja orang-orang diluar sana menganggap dira sebagai ibu tiri yang kejam.
"Makasih ayah makasih Bunda, Serli janji akan nurut sama bunda Shela"
"good girl, mas kita pulang dulu ya. jangan telat pulang, aku dan anak-anak menunggumu" dira berdiri dan menyalami ilham diikuti oleh Serli.
"Hati-hati dijalan sayang, Jangan ngebut" ilham mencium pucuk kepala dira dan serli. dira dan serlipun meninggalkan kantor ilham dan menuju rumah mereka.
__ADS_1