Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Rencana jadi penguntit


__ADS_3

seorang perempuan tengah berjalan menuju sofa di sebuah apartemen, lebam diwajahnya masih sangat terlihat. Ia sepertinya tengah menunggu kedatangan seseorang, raut wajahnya seperti sedang ketakutan.


beberapa kali Mitha mencoba menghubungi Ibunya yang sampai detik itu belum juga datang. ya Mitha saat ini tinggal di apartemen pemberian Ibunya sebagai hadiah ulang tahunnya dulu namun Mitha hanya menggunakannya sesekali untuk sekedar beristirahat ataupun hanya untuk mengecek keadaan apartemen tersebut.


Bunyi bel membuyarkan lamunannya, Mitha segera membuka pintu dengan semangat, namun saat ia membukanya tak ada satupun orang disana. ia hanya melihat selembar kertas kemudian Mitha mengambilnya.


" CABUT LAPORANMU ATAU AKU AKAN MENGHABISIMU DAN JUGA KELUARGAMU"


begitulah isi di dalam kertas tersebut, Mitha langsung menutup pintunya karena takut. ia bingung harus menghubungi siapa karena sejak tadi ponsel sang Ibu tidak aktif.


"Mama kemana sih! ya Tuhan aku harus gimana. oh iya mungkin Pak ilham bisa membantuku"


Mithapun menghubungi ilham, dan didering ketiga ilham akhirnya mengangkat panggilan darinya.


"Ya selamat malam"


"Selamat malam Pak ilham, maaf mengganggu waktu Anda, sa_saya bingung ha_harus menghubungi siapa"


"Ini dengan siapa?"


"Ah ya maaf saya lupa, Saya Mitha Pak korban KDRT dari Reyhan ardana. Pak sa_Saya minta tolong. saya takut Pak, sa_saya"


"bicaranya pelan-pelan saja biar saya paham"


"Hufftt maaf Pak saya gugup sekali, tadi saya mendapatkan ancaman lewat sebuah kertas yang ditinggalkan didepan pintu apartemen saya pak. Sepertinya mereka tau kalau saya ada di apartemen ini. apa bapak bisa datang kesini untuk memastikannya?"


"Oh baiklah jangan khawatir saya akan mengirim seseorang kesana"


"Baik Pak Terima kasih banyak, kalau nanti anak buah bapak sudah sampai tolong hubungi saya jangan tekan bel karena saya masih takut"


tanpa menjawab pertanyaan Mitha, ilhampun mengakhiri panggilannya.


...****************...


Dirumah Bu Nining


"Siapa mas?"


"Itu korban KDRT yang aku tangani tadi pagi sepertinya dia sedang mendapat ancaman dari orang suruhan pelaku"


"kok bisa? bukannya si pelaku itu sudah di penjara?"


" mungkin sebelum si pelaku ini kita bawa ke kantor polisi dia sudah merencanakan sesuatu, kita kan gak tau sayang"


"iya juga sih. terus kamu gak berusaha melindungi dia gitu mas?"


"memangnya boleh aku samperin dia ke apartemennya? kamu gak papa gitu aku nginep di apartemen sama wanita yang belum aku kenal?"

__ADS_1


"ya asal jangan tidur berdua lah dan sama satu lagi, kamu jangan sendirian kesananya harus bawa temen"


" dan daripada aku tidur disana mending dikamar pelukin istri aku ini" jawab ilham sambil memeluk erat tubuh Dira.


"Penasaran sih aku sama orangnya, kek apa sih wajah lelaki yang beraninya kasar sama perempuan?"


"hm... dia kayaknya seumuran kamu deh sayang, kalau gak salah namanya Reyhan"


Dira membulatkan matanya saat mendengar nama Reyhan disebut


"Reyhan??!nama lengkapnya Reyhan ardana bukan?"


"Kok bisa tau?"


"Mm.. du_dulu aku pernah pacaran sama dia, hanya beberapa hari karena dia posesif banget sama aku, apa-apa gak boleh jadi aku males. pokoknya dia toxic banget lah. emang dia udah nikah mas?"


"apa?!"


"Ish mas, gak usah teriak-teriak gitu lah aku belum budeg" kata dira sambil menutup telinganya.


"maaf sayang aku kaget aja kalau kamu pernah pacaran sama dia, tapi kamu gak di apa-apain kan sama dia?"


"Menurut kamu kalau aku d apa-apain.." belum juga dira menyelesaikan ucapannya, ilham sudah lebih dulu memotong pembicaraan dira.


"Ah ya kamu benar juga, sepertinya dia memang punya kelainan sayang. ya dia baru menikah beberapa bulan yang lalu dan mungkin istrinya ini akan menggugat cerai si Reyhan"


"sudah dulu ngobrolnya ayo kita makan malam" potong Bu Nining


Merekapun makan dengan penuh khidmat, tidak ada pembicaraan apa-apa dimeja makan.


saat Dira dan Bu Nining merapikan meja makan, terdengar langkah kaki menuju dapur.


"Assalamu'alaikum.. maaf hari ini Rini pulangnya telat. eh ada kakak ipar" Rini menyalami Bu Nining dan juga Dira.


"Lembur ya rin?" tanya Dira pada Rini


"Iya nih, emang beberapa hari ini aku lembur terus tapi kayaknya mulai besok udah agak renggang. kak ilham mana kakak ipar?"


"Dia udah kekamar tadi ada yang telepon soalnya"


"Kalau gitu aku kekamar dulu ya mau bersih-bersih udah lengket semua nih" Dira mengangguk dan melanjutkan mencuci piring.


Setelah urusan cuci mencuci didapur, Dira berjalan menuju kamar anak-anak untuk mengecek apakah mereka sudah mengerjakan tugas sekolah mereka atau belum.


"Sayangnya Bunda.. bunda boleh masuk?" tanya Dira didepan pintu


"Ya bunda boleh" Rafa segera bangkit dan menuntun tangan Dira, sepertinya Rafa akan menjadi kakak yang posesif kali ini.

__ADS_1


" sudah mengerjakan PR sayang?" tanya Dira.


"punya Serli sebentar lagi beres bunda"


"Oh ya? waahhh pintar sekali anak Bunda, kalau punya kakak apa belum selesai? perlu bantuan Bunda sayang?"


"Sudah daritadi Bunda, punya Rafa PR nya gak sulit jadi Rafa bisa kerjainnya sendiri" Jawab rafa sambil memperlihatkan tugasnya pada Dira.


"Aku sudah...nih bun tolong dilihat ya"


"Good job sayang, ini sudah benar. sekarang bukunya dirapikan dulu, masukan semuanya kedalam tas supaya besok tidak ketinggalan"


Rafa dan Serli menurut saja, setelah mereka merapikan semuanya, Rafa dan Serli bersiap untuk tidur. sedangkan Dira keluar menuju kamarnya.


saat Dira masuk kedalam kamarnya, tampak ilham sedang duduk bersandar diranjang sambil memainkan ponselnya.


"Mas kamu belum tidur?" tanya Dira.


"mana bisa tidur kalau guling hidupku belum datang" ucap ilham sambil meletakkan ponselnya diatas nakas.


" ada-ada aja kamu mas, tadi siapa yang telepon?"


"Oh itu Septian, dia lagi ada di apartemennya Mitha untuk mengecek keadaan disana"


"Kalau menurut aku, mending Mitha jangan tinggal disana deh mas soalnya disana udah gak aman juga buat dia"


"mithalebih memilih tinggal disana, dan itu sudah bukan hak kita sebagai aparat untuk memintanya pindah begitu saja sayang"


"iya juga sih yaudahlah gak usah bahas kerjaan ditempat tidur"


"Kan kamu yang mulai, daripada kita nanti jadi ribut mending kita tidur aja. eh bentar sayang"


"Apalagi mas?"


"Pijitin bentar dong sayang, rasanya akhir-akhir ini punggungku rasanya mau patah"


"hmmhh yaudah sini" Ilham menelungkupkan tubuhnya agar Dira bisa leluasa memijat punggung ilham. "Makanya kalau kerja jangan terlalu semangat juga mas tubuh kamu juga perlu istirahat" ucap Dira sambil memijat punggung ilham pelan


"Biar cepet pulang juga sayang pengen ketemu kamu dan anak-anak. emmhh enak banget ternyata kalau dimanjain sama istri, coba tiap hari setiap pulang dari kantor dipijitin gini pasti aku tambah betah di rumah"


"Oooh jadi selama ini gak betah dirumah? gitu? jadi mending lembur aja di kantor?"


"Hehe gak gitu sayang, kalau ditanya betah ya betah lah kan dirumah sendiri. tapi kalau ada plus-plusnya kaya ini betahnya jadi makin-makin gitu loh sayang"


"Oh kirain. tadinya aku udah ada rencana ngintilin kamu ke kantor takutnya ternyata disana ada yang suka pijitin kamu makanya betah ngelembur terus"


"Haiishh pikiranmu jelek sekali sayang, aku mana berani kaya gitu. kalaupun ada lebih enak dipijit langsung pake tangan istri aku ini daripada orang lain. udah sayang kasian kamu pasti cape kan? baby juga pasti udah tidur jadi kamu jangan banyak gerak"

__ADS_1


"Yakin udah? bentar amat mas"


"Iya udah, besok-besok lagi sekarang kita tidur. besok kita kerja" ucap ilham sambil menarik Dira kedalam pelukannya.


__ADS_2