Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Gagal bercocok tanam


__ADS_3

Ballroom hotel dipenuhi oleh undangan, rekan kerja Ilham, sahabat dan keluargapun berkumpul. wali murid beserta anaknya semua ikut hadir untuk memberi selamat dan doa pada mempelai berdua.


senyum kedua mempelai tak pernah pudar apalagi melihat kedua orang tua mereka yang juga tampak bahagia dengan pernikahan ini.


"Sayang, aku tidak akan merubah senyumanmu ini dengan air mata kesedihan, air matamu akan mengalir hanya saat sedang kamu merasakan kebahagiaan. aku tidak berjanji tapi aku akan berusaha semampuku" Ucap ilham sambil mengelus pipi Dira.


"Aku juga akan berusaha untuk tetap disampingmu apapun yang terjadi karena aku percaya pada suamiku. auuwww ssstt" Dira meringis sambil memegang perutnya.


"Kenapa sayang?" ilham mulai panik melihat Dira yang sedang kesakitan


"perutku tiba-tiba sakit"


"sepertinya tamu bulananku datang, sshh kenapa harus sekarang sih kan masih banyak tamu" Batin Dira.


"mas, aku boleh minta tolong?"


"tentu sayang, minta tolong apa?" Dira mendekat kearah ilham dan berbisik


" sepertinya aku harus kekamar mandi mas, tamu bulananku datang dan aku butuh p*mbalut" Ilham mendelik saat mendengar penuturan dira.


"yaahh gagal bercocok tanam malam ini" meskipun sedikit kecewa namun ilham tidak bisa menyalahkan Dira hanya karena masalah sepele seperti ini.


"Biar aku minta tolong belikan sama Rini sayang, kamu tunggu dikamar mandi saja"


"mas gak mau nganterin aku kekamar mandi" ucap Dira sambil menenteng gaun pengantinnya.


"Oh iya kamu kan gak bisa jalan sambil nenteng bajumu ini, yasudah ayo sayang" ilham menuntun Dira akan tidak terjatuh saat menuruni tangga pelaminan.


"Loh mau kemana kalian? Tamu-tamu belum pulang loh" ucap mama lia yang sedari tadi memperhatikan Dira dan ilham


"ma, dira lagi datang bulan dan harus pake pembalut kalo enggak nanti meleber kemana-mana" jawab Dira sambil terus berjalan menuju kamar mandi.


"Oh yasudah tunggu dikamar mandi biar mama yang cariin pembalut"


"Ilham sudah meminta tolong sama Rini ma" tak lama kemudian Rini datang membawa pesanan ilham dan memberikannya pada Dira.

__ADS_1


"Hahaha kayaknya bakalan ada yang puasa selama seminggu nih" Rini meledek karena melihat wajah kusut ilham.


"Bisa-bisanya kamu ngetawain kakak, apa kamu gak mau cepet-cepet punya ponakan lagi"


"ck itu sih maunya kakak, karena dapat daun muda jadi pengen cepet-cepet unboxing, yaudah deh aku kesana nanti kalau selesai cepatlah kembali karena tamu-tamu akan segera pulang" ilham mengangguk.


Dira keluar dari kamar mandi setelah melakukan ritualnya didalam sana. merekapun kembali ke tempat acara, masih banyak tamu-tamu yang belum pulang sebab menunggu kedua pengantin itu. Meskipun sakit diperut Dira masih terasa, ia harus bisa menahannya sampai acara selesai sesekali ilham mengelus perut Dira agar sakitnya sedikit berkurang.


senyum keduanyapun tak pernah pudar saat tamu-tamu mengucapkan selamat dan doa untuk mereka berdua.


tepat pukul 23.00 akhirnya mereka beristirahat


"huffttt akhirnya acaranya selesai juga" melihat ayahnya sedang duduk dikejauhan, Serli menghampiri ilham


"Ayah.. ayah capek ya? Serli pijitin ya" ucap serli sambil memijit pelan lengan ayahnya


" Terima kasih princessnya ayah, kakak Rafa mana sayang?"


"kakak lagi sama tante Rini yah" Dira menghampiri ayah dan anak yang sedang asyik berbincang.


"Hai sayang, apa Serli belum mengantuk? ini sudah larut malam nak"


"oh sayang maafkan Bunda nak, Bunda pastikan setelah ini akan selalu menemani anak Bunda ini" ucap Dira sambil mengelus rambut Serli


"berarti sekarang kita boleh tidur bareng Bunda dan ayah dong?" suara itu membuat Dira, Serli dan juga ilham menoleh keasal suara.


"Mau tidur sama ayah dan bunda?" ilham yang kaget namun ia belum rela jika malam pertamanya harus ada mereka dikamar pengantin.


"Mas biarkan saja, apa kamu gak kasian liat mereka?"


"tapi sayang?" Dira mendekat dan berbisik


"Kita juga tidak bisa ngapa-ngapain aku lagi dapet mas, daripada kamu diem-diem aja mending mereka ikut kekamar kita supaya kamu lebih bersemangat" Dira sudah tidak bisa menahan tawanya saat melihat ekspresi ilham yang seperti bunga layu


"hmm kamu benar juga sayang, sapa tau kalau ada mereka aku bisa semangat lagi walaupun sebenarnya bukan itu mauku. Baiklah malam ini kalian berdua tidur sama ayah dan Bunda"

__ADS_1


"yeeyyy makasih ayah... makasih Bunda.. " jawab mereka kegirangan.


keesokan paginya...


meskipun dira dan ilham mengambil cuti bukan berarti serli juga harus cuti juga, mereka berdua mengantarkan serli ke sekolah untuk pertama kalinya sebagai pasangan suami istri. tentu saja banyak yang iri dengan keromantisan mereka.


"Waahh pengantin baru kok udah keluar rumah?" tanya devi sang kakak ipar


"Ya ampun kak aku punya anak yang lagi sekolah loh, masa iya aku suruh anakku jalan kaki kesekolah" Jawab Dira


" oh iya kakak lupa selain dapet duren kamu juga dapet 2 bonus"


"ishhh kak Devi ada-ada aja, aku titip serli ya kak nanti aku jemput dia dan tolong jangan biarkan siapapun membawanya"


" benar kata Dira, kak. aku minta tolong jangan ijinkan siapapun membawanya tanpa memberitahu aku terlebih dahulu " sambung ilham, karena ia takut shela akan menjemput serli dengan paksa seperti yang Sudah-sudah.


"Kalian tenang saja, toh sekarang serli sudah menjadi keponakanku. jadi tidak akan ada orang yang berani menyentuhnya sedikitpun"


"Terima kasih kak, kalau begitu kami pamit dulu. kasian Rafa sendirian dihotel"


"loh kalian ajak anak-anak nginep di hotel juga?"


"ya mau gimana lagi kak, malam pertamaku tidak seperti pengantin baru yang lain pada umumnya"


"mas... jangan diteruskan kamu lupa disini masih ada serli" Dira menyenggol perut ilham


"Oh jadi kalian gagal bercocok tanam hahahaha sabar ya ilham..." Devi tertawa melihat ekpresi ilham yang merengut.


" kak Devi jangan gitu dong kasian suamiku jadi kembali tidak bersemangat " ucap Dira sambil mengulum senyum, Devi terpaksa menghentikan tawanya.


" Karena sebentar lagi kelas dimulai, aku akan bawa serli ke kelasnya ya Dira, ilham" pamit Devi pada Dira dan ilham


"iya kak makasih ya maaf ngerepotin"


"ngerepotin apa sih Dira, serli anteng kok anaknya. serli pamit dulu sama ayah dan bunda sayang"

__ADS_1


"Ayah.. bunda.. serli sekolah dulu ya, Hati-hati dijalan" ucap serli sambil bersalaman dan mencium pipi kedua orangtuanya itu.


" jangan nakal ya nak, belajar yang rajin nanti ayah dan bunda jemput kesini ok" serlipun mengangguk mendengar ucapan ilham. setelah serli meninggalkan mereka, merekapun pulang ke hotel karena mereka sudah meninggalkan Rafa terlalu lama.


__ADS_2