Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Kasus


__ADS_3

Seminggu kemudian..


di pagi hari Ilham terbangun seperti biasa ia akan meraba bantal disebelahnya namun ternyata kosong, ilhampun bangun dan bergegas ke kamar mandi.


setelah melakukan ritual dikamar mandi, dia bersiap memakai seragam yang sudah disiapkan oleh istrinya kemudian keluar untuk sarapan pagi.


"Pagi mas" sambut Dira


"Pagi sayang, ayah dan mama kok belum gabung?"


"Ayah sama mama sudah berangkat mas, ada kerjaan diluar kota"


"oh ya? berangkatnya kapan? kok aku gak tau"


"Baru aja berangkat, oh ya mas aku hari ini bawa mobil sendiri aja ya? biar kamu gak bolak balik nganterin akunya"


"Gak boleh! kamu kan lagi hamil sayang aku gak mau sesuatu terjadi sama kamu dan anak kita"


"kok gak boleh sih, kan aku bareng Rafa dan Serli juga mereka bakalan jagain aku kok. ya kan anak-anak?" Rafa dan Serli mengangguk bersamaan.


"tetep aja mereka masih kecil sayang, Aku gakpapa antar jemput kalian walaupun aku harus bolak balik"


"Yaudah deh terserah kamu aja. Aku nanti pulang ke rumah Ibu aja ya mas, udah lama aku gak ke sana"


"apa mau nginep disana? kalau iya Ibu pasti senang"


"Boleh? biar aku gak kesepian disini kalau kamu lagi lembur"


"Bolehlah, yaudah habiskan dulu makannya setelah itu kita berangkat"


"Emm.. aku udah kenyang, Aku beres-beres pakaian kita dulu ya gak telatkan?"


"enggak sayang, yaudah sana"


Dirapun melangkah kekamar anak-anak untuk menyiapkan beberapa pakaian yang akan dipakai nanti baru setelah itu ia akan menyiapkan pakaian ilham dan juga dirinya selama menginap dirumah Bu Nining. Setelah dirasa cukup Dira membawanya keluar.


ilham yang melihat Dira tengah kerepotan membawa barang-barang merekapun segera menghampiri Dira dan membantu memasukkannya kedalam mobil.


"Kita ke kerumah Ibu sepulang sekolahkan sayang?"


"Iya mas, apa gak papa barang-barangnya disimpan dimobil kamu dulu?"


"ya sayang"


saat ilham hendak masuk kedalam mobil tiba-tiba ponselnya berdering.

__ADS_1


"septian?" ilham mengerutkan dahinya lalu mengangkatnya. "Pagi Septian, ada apa?"


"Pagi ilham, kita baru saja mendapat laporan. seperti biasa kasus baru bro"


"Baiklah, Aku masih mengantarkan istri dan anak-anak ku kesekolah dulu."


"Siap, aku tunggu" ilham memasukkan ponselnya kedalam saku celana setelah itu masuk kedalam mobil.


"apa terjadi sesuatu?"


"Biasalah sayang, kalau dikantor itu pasti ada sesuatu yang terjadi. namanya juga kantor polisi"


"Haha iya juga ya" Dira terkekeh.


merekapun sampai dihalaman sekolah, seperti biasa sebelum turun mereka akan melakukan ritual baru setelahnya ilham berangkat ke kantor.


15 menit kemudian ilham sampai dikantor dan segera masuk keruangannya dimana disana sudah ada Septian yang sejak tadi menunggunya.


"Pagi bro, ini berkas laporan yang masuk subuh tadi" ilham menerima berkas tersebut dan membacanya.


"KDRT, hahh kasus ini tidak pernah ada habisnya. Apa korban sudah melakukan visum?"


"belum, sebentar lagi pelapor akan datang untuk melakukan visum"


setelah melakukan visum, sang pengacara menyerahkan bukti tambahan pada ilham.


"Ini tambahan bukti yang diberikan oleh klien saya pak"


"Baiklah dengan beberapa bukti ini maka status terlapor akan segera menjadi tersangka. saya akan membuatkan surat penangkapan Terhadap saudara Reyhan Ardana dan untuk ibu Mitha selama proses pemeriksaan tersangka, akan kami rujuk ke bagian unit perempuan dan anak atau jika keluarga ingin membawa Ibu Mitha ke rumah sakit yang menurut keluarga aman, bisa juga silahkan" ucap ilham kepada Bayu pengacara Mitha


"Baik Pak akan saya sampaikan pada keluarga Ibu Mitha, Kalau begitu saya permisi dulu pak"


"Oh iya silahkan pak Bayu"


Ilham kembali keruangannya untuk membuat surat penangkapan pada Reyhan. kemudian menyerahkan surat tersebut kepada bawahannya.


...****************...


di tempat lain tampak seseorang tengah bersembunyi didalam kamarnya. ya dialah Reyhan Ardana, setelah memukuli istri yang baru beberapa bulan ia nikahi hanya karena kesalahan sepele.


"lu bakal mati kalau sampai berani lapor polisi Mitha!" Reyhan berbicara sendiri sambil meremat rambutnya frustasi.


ting tong...


Bunyi Bel berhasil membuat Reyhan semakin ketakutan ia enggan membukanya. bunyi Bel ketiga tetap saja tidak dihiraukan oleh Reyhan. setelah dirasa tak terdengar Bunyi Bel, Reyhan membuka pintu.

__ADS_1


betapa terkejutnya Reyhan saat melihat 2 polisi yang masih setia berdiri didepan pintu rumahnya.


"Selamat siang Pak Reyhan, Anda harus ikut kami kekantor polisi atas tuduhan KDRT"


"Saya tidak melakukannya Pak, wanita itu berbohong"


"anda bisa menjelaskannya di kantor, Mari Pak"


bukannya langsung ikut, Reyhan malah memikirkan bagaimana caranya dia bisa lari tanpa harus Ikut kekantor polisi.


"Sebaiknya anda tidak punya pikiran untuk kabur lagi Pak, jika anda kabur maka anda akan menjadi buronan dan masa tahanan anda akan sangat lama" dengan sigap polisi tersebut meraih tangan Reyhan dan membawanya dengan paksa.


"saya tidak bersalah pak, lepaskan saya"


"Anda berhak diam!" Bentak salah satu polisi tersebut.


20 menit kemudian, mobil yang membawa Reyhan sampai dikantor polisi.


diruang interogasi..


"Selamat siang saudara Reyhan Ardana, saya mohon kerja samanya agar interogasi ini berjalan dengan lancar. Sebelum itu anda saya berikan waktu untuk menunjuk seorang pengacara untuk datang kesini hari ini juga"


ilham memberikan sebuah ponsel pada Reyhan, agar Reyhan bisa menghubungi pengacara yang akan disewanya.


"Bagaimana? apa anda sudah menghubunginya?" tanya ilham pada Reyhan


"Sudah pak, Tapi salah saya apa?"


"Jadi anda belum tau kesalahan anda? Baiklah akan saya jelaskan. Apakah anda mempunyai seorang istri?" Reyhan mengangguk


"Apa anda tau dimana keberadaan istri anda sekarang?" Reyhan menggelengkan kepalanya.


"suami macam apa anda ini, menikahi anak gadis orang tapi tidak bisa menjaganya. istri anda yang bernama Mitha Oktaviana semalam datang kesini untuk melaporkan suaminya atas dugaan KDRT"


"Dia hanya mengarang cerita pak, saya tidak pernah melakukan apapun padanya. saya sangat menyayanginya pak"


"baiklah kalau begitu kita tunggu pengacaramu datang dulu baru setelah itu kita lanjutkan, Silahkan anda berfantasi dulu disini saya masih ada keperluan" ilham melangkah keluar ruangan meninggalkan reyhan sendiri.


Dipintu keluar ilham berpapasan dengan Septian iapun meminta tolong untuk mengawasi reyhan di ruang interogasi.


"Septian, tolong awasi dia dulu. aku akan pergi sebentar menjemput anak dan istriku tidak akan lama"


"Santai saja bro lama juga tidak apa-apa, ini juga tugasku bukan?"


"Terima kasih Septian" Septian hanya mengacungkan jempolnya.

__ADS_1


__ADS_2