
ilham sudah berada disekolah 10 menit sebelum kelas usai, ia menunggu kedatangan anak dan istrinya dengan sabar.
tampak dari kejauhan Serli berlari kearah mobilnya, iapun turun untuk menyambut Mereka.
"Ayah... "
"Hai sayang gimana sekolahnya hari ini?"
"Nih yah aku tadi gambar ini" Serli menunjukkan hasil karyanya kepada sang ayah.
"Kok cuma ada 4? Dede bayi nanti nangis loh kalau gak digambar juga"
"Dede bayi?" Ya, Serli maupun Rafa belum mereka beritahu tentang kehamilan Dira.
"Ayo kita pulang dulu, pasti oma seneng kita kesana, kita lanjutkan ceritanya nanti sambil jalan ya" potong Dira. mereka pun masuk ke mobil.
"Bunda mau punya dede bayi yah, beneran?" tanya Rafa
"hu'um kalian akan menjadi kakak sebentar lagi. kalian senang? " Tanya ilham
"Yeeeyyy, dedenya cowok apa cewek yah?" tanya Serli
"Ayah belum tau karena dedenya masi kecil, jadi kalian harus jagain bunda kalau ayah lagi kerja. boleh?"
"boleh dong ayah. Bunda kalau butuh sesuatu bilang sama kita ya"
"Iya sayang, makasih kakak" Dira terlalu gemas dengan tingkah mereka.
"Sayang, sepertinya aku nanti gak bisa lama-lama. karena masih ada kerjaan"
"iya gapapa mas, jadi kamu lembur dong sekarang?"
"Gak tau sayang do'ain aja semoga enggak"
merekapun sampai dirumah Bu Nining.
"Assalamu'alaikum Ibu" ucap Dira
"Waalaikum salam menantu Ibu, duh lama gak kesini kok agak berisi ya haha"
"Iya Bu isi penerus ilham selanjutnya" jawab ilham.
"Waahh kamu hamil? kok Ibu baru dikasi tau sih"
"bukan tidak mau ngasih tau Bu, hanya saja kami harus memastikan dulu dia benar-benar ada Bu, takut terjadi sesuatu nanti kasian kalian udah senang malah kecewa" jawab Dira
"sayang barang-barangnya udah aku keluarin semua. oiya Bu ilham titip anak dan istri ilham disini ya mereka katanya mau menginap disini. ilham masih ada kerjaan jadi gak bisa lama-lama" teriak ilham dari arah mobil
"Makasih mas"
"Tunggu sebentar ilham, Ibu mau bawain kamu bekal makan siang tadi Ibu masak lebih"
"Tapi.." Dira memberi kode pada ilham agar tidak melanjutkan kata-katanya lagi
sebenarnya Dira sudah membawakan bekal untuk ilham namun melihat Ibu mertuanya yang begitu antusias Dira merasa kasihan jika ilham menolak pemberian ibunya
"Tapi sayang, nanti aku gimana makannya" bisik ilham
"gapapa mas, kan temenmu banyak kasian Ibu udah seneng gitu masak kamu tega nolak pemberian Ibu"
"Ya ya" ilhampun mengalah.
__ADS_1
"Nah ini makanan kesukaan kamu il. habisin ya"
"kalau begitu ilham berangkat dulu Bu" ilham menyalami Ibunya dan mengecup pipi sang ibu
"iya hati-hati nak"
"Sayang aku berangkat ya" kemudian ilham mengecup puncak kepala Dira.
"Hati-hati mas".
...****************...
" Bagaimana tian? apa ada perkembangan?"
"Tadi saya sudah berbicara langsung dengan pengacaranya, katanya kejadian tidak disengaja"
"hah tidak sengaja tapi terus-terusan. lalu bagaimana dengan Mitha? apa dia akan melanjutkan laporannya" ilham mengangkat sebelah bibirnya.
"Iya mereka tetap akan melanjutkannya karenakan bukan hanya sekali"
"Bagus, saya suka tindakan mereka. kita serahkan pada yang lain, ayo ikut saya"
"Kemana? "
"lu mau makan gak? haha ini sudah siang sudah waktunya istirahat" bisik ilham pada Septian
"Ada-ada aja lu, suasana genting kayak gini bisa-bisanya lu ngajak gue makan" ucap septian sambil menepuk pundak ilham
"Biarkan mereka yang melanjutkan lagian kita juga sudah melakukan tugas kita kan?"
"Yaudah lah hayuk, lu pasti bawa bekal lebih nih"
mereka makan siang didalam mobil ilham, karena bekal yang dibawakan dira belum ia keluarkan dari sana.
selesai makan siang, ilham dan septian kembali pada pekerjaan mereka masing-masing.
.
.
Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 Satu persatu teman sekantor ilham pamit pulang lebih dulu, sedangkan ilham masih berkutat dengan pekerjaannya.
"Pak ilham belum selesai?" tanya Sony sang komandan
"Sebentar lagi komandan"
"Pak ilham ini kalau sudah bekerja memang suka lupa waktu saya sangat menyukai kinerja bapak selama ini"
"Jangan terlalu memuji saya komandan, saya hanya mengerjakan apa yang seharusnya"
"Baiklah kalau begitu saya duluan Pak"
"Siap komandan" ucapnya sambil hormat.
tepat pada pukul 16.20 ilham sudah membereskan pekerjaannya itu, iapun bersiap untuk pulang.
Tak lupa ilham berhenti di sebuah toko untuk membeli dessert kesukaan ibunya.
15 menit kemudian ilham sudah sampai dihalaman rumah Hu Nining, ia memasukkan mobilnya kedalam garasi.
"Sore mas, sudah pulang?" ucap Dira yang sudah menunggunya didepan pintu.
__ADS_1
" Iya sayang. gimana baby hari ini? apa dia nakal?"
"kadang kram gitu kata Ibu harus banyak istirahat"
"Jangan-jangan kamu tadi mengerjakan sesuatu ya?"
"Iya hanya sedikit kok, yaudah yuk masuk. aku siapkan air hangat dulu untuk kamu mandi"
ilham merengkuh pundak istrinya dan berjalan beriringan menuju kamar mereka. Anak-anak yang melihat kedatangan ayah mereka pun berlarian untuk bersalaman dengan sang ayah.
"kalian sudah mandi?" tanya ilham pada anaknya
"Sudah yah, tadi aku mandinya sendiri loh" jawab Serli
"Oh ya? sudah tidak perlu bantuan bunda lagi?" Serli mengangguk.
"Harus gitu dong kan mau jadi kakak, yasudah sama oma dulu ya. ayah mau mandi"
"Kok ayah bawa bunda, emangnya ayah gak bisa mandi sendiri?" tanya serli dengan polosnya
Bu Nining yang mendengar pertanyaan Serlipun terkekeh.
"Bunda mau nyiapin baju untuk ayah dek, jadi Harus ikut keatas. oiya bentar lagi adzan kalian harus ambil wudhu setelah itu kita sholat maghrib berjamaah" ucap Bu Nining berusaha untuk mengalihkan perhatian Serli dan Rafa. dan membawa mereka ke kamar mandi untuk berwudhu.
Setelah melaksanakan sholat berjamaah, mereka berkumpul di ruang keluarga. Saat dira hendak berdiri ilham menahannya.
"Mau kemana sayang?"
"Mau bantuin Ibu masak mas"
"Enggak, gak boleh. kamu gak boleh kecapean sayang"
"Tapi mas kasian Ibu masaknya sendirian loh"
"Sudah gapapa Dira, Ibu malah senang bisa masakin kalian" jawab Bu Nining dari arah dapur.
"Tuhkan Ibu gapapa"
Dira sedikit cemberut karena tidak diperbolehkan membantu Bu Nining memasak, sedangkan dia sangat ingin memasak waktu itu.
saat mereka tengah tenggelam dalam lamunan masing-masing, ponsel ilham berdering. tertera nomor asing dilayar ponselnya.
"kok cuma diliatin mas, gak diangkat aja? siapa tau penting" kemudian ilham mengangkatnya.
"ya halo selamat malam?"
...
"ini dengan siapa?"
...
"bicaranya pelan-pelan saja agar saya paham"
...
"Oh baiklah jangan khawatir saya akan mengirim seseorang kesana"
...
ilham mengakhiri panggilannya dan melakukan panggilan lain.
__ADS_1