Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
H-2 jam


__ADS_3

waktu berjalan begitu cepat, kini hari yang ditunggu telah tiba. didalam kamar pengantin Dira tampak gelisah, entah gugup entah bagaimana hanya author yang tau🤣.


"woww mba Dira cantik banget ternyata setelah dipoles seperti ini, belum di make up saja mba Dira cantik" ucap sang perias pada Dira


"ini kan berkat keterampilan tangan kakak, btw makasih ya kak sudah bikin aku secantik ini. mama emang gak salah pilih"


Hatinya gelisah sejak tadi entah apa yang sedang terjadi padanya. iapun meraih telepon diatas meja


"Sayang, kamu udah berangkat apa belum?" namun tidak ada jawaban dari ilham membuat Dira semakin khawatir


.


Flashback On..


H-2 Jam..


keluarga ilham tengah bersiap-siap untuk berangkat ke kediaman Dira untuk melaksanakan akad nikah, namun diluar sepertinya terjadi kegaduhan. ilhampun menuju asal suara


"ada apa ini?"


"Ini kak mantan istri kamu, disaat seperti ini bisa-bisanya dia memaksa Serli untuk ikut dengan dia. Serlikan baru kemarin pulang dari rumah perempuan ini" ucap Rini sambil memegang tangan Serli.


"Shela, apa kamu memang suka mencari keributan? apa belum puas kamu mempermalukan diri didepan orang-orang banyak seperti ini?"


"Kenapa mas? apa kamu takut pernikahanmu ini tidak dihadiri oleh anakmu? aku kesini hanya ingin mengajak Serli liburan bersamaku, untuk kebahagiaan dia juga"


"ini bukan saat yang tepat untuk pergi berlibur Shela! Aku tau kamu sengaja melakukan ini semua karena kamu tidak rela anak-anak sebentar lagi akan menjadi anak-anak Dira juga, Sudahlah percuma ngomong sama orang seperti kamu! "


"Kamu memang tidak pernah memikirkan kebahagiaan anak-anak mas, kamu hanya mengikuti egomu sendiri. aku tidak rela perusak itu menjadi Ibu sambung Serli" Shela mendekat kearah Rini untuk mengambil paksa Serli dari tangan Rini.


"Keterlaluan!"


Plak!!


semua orang yang ada disana terkejut saat melihat Bu Nining yang sejak tadi diam tiba-tiba menghampiri Shela dan menamparnya. tentu saja membuat pipi kanan Shela merah seketika, nafasnya memburu.


"Saya selama ini sabar menghadapi kamu Shela, tapi kali ini kamu benar-benar sudah keterlaluan. Bapak-bapak saya minta tolong, tolong seret wanita ini!! saya sudah muak melihatnya! Tidak usah takut bapak-bapak ini perintah saya sebagai tuan rumah dan saya juga minta maaf kepada semua tamu undangan atas kejadian tadi, mari kita berangkat ke rumah mempelai wanita karena kita sudah ditunggu sejak tadi"


"Aku akan balas semuanya, kalian tunggu saja! " ucap Shela yang sudah diseret oleh beberapa bapak-bapak


"*Dia tidak malu ya membuat keributan"


"Ibu macam apa dia, bisanya cuma memaksa anak-anak"


"Pantes saja pak ilham tidak betah hidup bersama dengan dia, kelakuannya aja seperti itu*" begitulah kira-kira ucapan para tetangga yang ada disana.

__ADS_1


Flashback Off..


Kini rombongan mempelai pria sudah memasuki halaman rumah pak kurniawan. ilham digandeng oleh Bu Nining dan Rini untuk duduk di tempat yang telah disediakan untuk melaksanakan akad nikah.


"Bagaimana Pak apa bisa dimulai akad nikahnya? " tanya pak penghulu pada pak kurniawan


"oh silahkan pak"


"bagaimanapun nak ilham apa sudah siap?"


"InsyaAllah saya siap pak penghulu" jawab.


"Bismillahirrahmanirrahim.. Saya nikahkan dan kawinkan engkau ananda Novan Ilham Firmansyah bin Adi Firmansyah dengan anak saya yang bernama Dira syakira Kurniawan Binti Kurniawan dengan mas kawin uang sebesar 25 Juta dan seperangkat alat sholat dibayar tunai"


"Saya Terima nikah dan kawinnya Dira syakira kurniawan binti Kurniawan dengan mas kawin tersebut tunai! "


"Bagaimana saksi? Sah?"


"SAH!!!!"


Alhamdulillah....hanya dengan satu tarikan nafas ilham melafalkannya begitu tegas. lantunan doa kembali dilanjutkan setelah kata alhamdulillah didengar. Wajah tegang itu kini sudah berubah menjadi wajah yang sangat bahagia meskipun ini adalah pernikahannya yang kedua tapi ketegangan itu ternyata masih ada. Hari ini mereka resmi menjadi pasangan suami istri.


Dira yang sejak tadi berada dikamarnya sudah dijemput oleh Ibu Nining dan mama lia, Dira digandeng menuju tempat akad nikah yang tadi sudah dilaksanakan dengan lancar. Ilham terpesona melihat kecantikan Dira, saat memasangkan cincin pada jari dirapun ilham tidak berkedip seperti disihir oleh kecantikan istrinya yang saat ini ada dihadapannya. Dira tersipu malu saat Ilham hanya tersenyum melihatnya


"Kamu cantik sekali hari ini sayang, Terima kasih sudah mau menerima segala kekurangan aku, istriku" ucap Ilham kemudian mengecup pucuk kepala Dira, sontak membuat orang-orang yang hadir bertepuk tangan.


"Dira!!! Aku gak nyangka banget kamu bakalan Nikah secepat ini" Teriak Bella sambil berlari dan memeluk tubuh Dira.


"Ya ampun Bella, pelan-pelan kali entar gue jatuh maen pelak-peluk aja lu"


"Hehehe sorry Dira, btw selamat ya semoga jodoh dunia akhirat dan semoga cepet dapet momongan jangan ditunda-tunda, Nanti lu juga harus dateng pas gue nikah! Ok! "


"Tenang aja asal ada undangan nyampe kerumah gue, gue bakalan dateng" Ilham hanya memperhatikan obrolan mereka berdua tanpa berniat untuk menyela sedikitpun.


"Gue pulang dulu ya dir, see you nanti malem" Dira hanya mengangguk mengiyakan.


"Kak, kok kamu diem aja? gak mau bernostalgia sama Bella?" tanya Dira pada ilham


"Enggak ah nanti gak boleh unboxing gara-gara cemburu"


"siapa yang cemburu? enggak aku gak cemburu karena kakak sudah mengucapkan janji suci didepan keluarga kita tadi pagi jadi aku percaya kalau kakak gak bakalan berpaling dari aku"


"sayang sekarang aku ini suami kamu loh, kok manggil kakak sih, Akukan nikahnya sama kamu bukan sama mba mu yang" jawaban Ilham membuat Dira ingin tertawa terbahak-bahak namun ia tahan karena masih banyak tamu disana


" Jadi maunya dipanggil apa sayang?"

__ADS_1


"Sayang juga gapapa tapi kalau kamu malu manggil sayang didepan banyak orang kamu bisa panggil Mas aja"


"Gitu ya? soalnya udah kebiasaan manggil kakak dari dulu yaudah deh aku coba panggil mas"


Tamu undangan yang hadir di acara akad nikah sudah mulai pergi meninggalkan kediaman pak kurniawan, Kini saatnya mereka beristirahat untuk acara resepsi nanti Malam. apalagi ilham yang sejak tadi malam tidak bisa tidur nyenyak karena gugup dan ditambah kejadian tadi pagi kerusuhan yang di perbuat oleh shela dirumahnya. ilham masuk kekamar Dira dan perlahan merebahkan tubuhnya yang lelah sedangkan Dira mengganti pakaiannya dikamar mandi sambil membersihkan sisa make up. Setelah selesai bersih-bersih Dira keluar dan melihat ilham tengah berbaring sambil memejamkan mata.


"Sayang, kamu gak mau Bersih-bersih dulu?" ilham yang tadi memejamkan mata perlahan ia membuka matanya setelah merasakan kehadiran Dira disampingnya. bukannya menjawab pertanyaan Dira ia malah beralih tidur dipangkuan Dira dengan wajah yang menghadap ke perut Dira.


"Bentar lagi sayang, Aku capek banget" Dira mengelus rambut Ilham


" Bersih-bersih dulu sayang, habis itu kita istirahat. persiapkan tenaga untuk acara resepsi nanti malam" Ilhampun menuruti perkataan Dira dan melangkah pergi kekamar mandi.


Dira keluar untuk mengecek keberadaan anak-anaknya yang ternyata sedang asyik bermain diluar masih menggunakan pakaian tadi.


"Serli, Rafa.. Ayo bersih-bersih dulu sayang habis itu tidur biar gak ngantuk nanti malem"


"Iya Bunda" ucap mereka bersamaan


"Bunda nanti malam kita tidurnya berempat ya, Serli kangen banget sama Bunda" Dira hanya tersenyum mendengar celotehan mereka sebab ia juga bingung harus menjawab apa karena jika Dira mengiyakan permintaan anak-anaknya, ia takut Ilham kecewa.


"Yang penting kalian harus nurut perkataan ayah dan bunda pasti ayah sama bunda kabulkan permintaan kalian" jawab Dira sekenanya "Tidur dikamar Tamu dulu ya sayang, gapapa kan? soalnya dikamar bunda, ayah lagi istirahat kasian nanti ayah keganggu"


"tapi temenin serli bobo ya bunda"


"Iya sayang" Dirapun menemani anak-anak untuk bersih-bersih dan beristirahat. Setelah keduanya tertidur Dira kembali kekamarnya.


"anak-anak sudah tidur sayang?" Dira hanya mengangguk


"anak-anak nanti malem mau tidur bareng kita, mas" lanjutnya


"Kamu iyain permintaan mereka?"


"Belum sih, tapi memangnya kenapa kalau mereka tidur bareng kita?"


"kalau untuk nanti malem jangan deh sayang, mending lain hari aja, nanti gimana nasib aku sayang"


"Kan tinggal tidur apa susahnya sayang"


" pokoknya gak boleh, nanti aku titip mereka sama Ibu dan Rini "


"yasudah kamu aja yang ngomong sama anak-anak, aku gak tega liat mereka kecewa"


"hmm ayo kita istirahat" Ilham menarik Dira kedalam pelukannya. "jangan tegang dong sayang, tenang aja aku mintanya nanti malem kok, sekarang cuma pengen tidur sambil pelukan kaya gini"


"i_iya mas" merekapun tertidur.

__ADS_1


__ADS_2