Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Parfum bikin candu


__ADS_3

jarak antara rumah shela dan dira membutuhkan waktu sekitar 40 menit. sesampainya dirumah dira, ilham mengetuk pintu pelan takut mengganggu orang-orang yang sudah istirahat didalam rumah tersebut.


tok.. tok.. tok..


" assalamu'alaikum tante lia... dira." namun masih belum ada tanda-tanda manusia yang ingin membuka pintu tersebut. dan ketukan ketiga kalinya barulah tante lia terbangun dan segera membukakan pintu untuk ilham


"ilham.. mau jemput Rafa ya? sepertinya Rafa sudah tidur, kamu bisa langsung menuju kamar dira, tadi dira juga sudah berpesan sama tante kalau kamu datang langsung masuk saja" ucap tante lia sembari membuka pintu kamar dira.


"memangnya gak ganggu dira ya tante?" ilham merasa tidak enak jika langsung masuk begitu saja sedangkan si empunya sedang terlelap.


" gapapa ilham, dira itu kalau sudah tidur kaya kebo gak bakalan bangun meskipun ada gempa sekalipun "


dengan hati-hati ilham mendekati kasur dan berniat menggendong Rafa tanpa harus membangunkan dira maupun rafa. namun pada saat akan mengangkat Rafa, ilham tidak sengaja menyenggol dira, dira terbangun dan membelalakkan matanya. seperti mimpi, wajahnya begitu dekat dengan wajah ilham, ia juga bisa merasakan aroma tubuh ilham. parfum itu yang membuatnya candu dan susah melupakan ilham.


"hmmm parfum ini kok gak asing ya? " dira membuka matanya setelah menyadari bahwa itu parfum yang biasa dipakai ilham.


"astagah! ini beneran gue bisa sedeket ini sama kak ilham?yaa...ini yang bikin gue makin kelepek-klepek sama si pak duda ini, jantung... tolong yaa lu jangan bikin gue malu"


"kak! maaf aku gak tau kalau kakak sudah datang, aku ketiduran" dira mencoba untuk menutupi bunyi detak jantungnya saat ini, dan mencoba bangkit dari tidurnya agar ilham tidak kesusahan untuk menggendong Rafa.


"hhssttt" ilham menutup mulut dira dengan satu jarinya dan menggelengkan kepalanua, agar dira tidak bersuara karena akan membangunkan Rafa.


"apa nih, apa nih.. aduh kenapa pake kayak begitu sih kak ilham, bikin jantung gue gejedar gejedur lagi kan" dira mencoba untuk tidak gugup dan menuruti perkataan ilham.


"makasih ya.. kakak pulang dulu, jangan lupa kunci pintu kamar kamu dan kembalilah tidur tidak usah mengantar ke depan, sudah ada tante lia disana" ilham berbisik pada dira. dira hanya tersenyum mendapat bisikan itu dari ilham. iapun segera mengunci kamarnya, ingin teriak tapi ia tahan takut mamanya mengira terjadi sesuatu.


"ini gila sih! bener-bener gila! berasa dibisikin sama suami, sumpah gue pengen teriaaakk, huuuffttt tahan dira tahan.. lo lagi di rumah" dira tidak bisa menahan gejolak hatinya saat ini.


ia tidak bisa tidur lagi saking bahagianya diperlakukan seromantis itu oleh ilham. dira mencoba untuk merubah posisi tidurnya dan memejamkan mata namun tetap saja rasa kantuk itu tidak juga datang, hingga ia frustasi dan menuju dapur untuk mengambil minum siapa tahu dengan dia minum, dia bisa kembali tertidur karena besok ia harus bekerja.


10 menit, 20 menit dan 30 menit kemudian barulah dira bisa tertidur kembali.


keesokan harinya..

__ADS_1


bunyi alarm memekik tajam ditelinga dira namun ia masih enggan untuk beranjak dari tempat tidurnya, hingga handphone itupun berbunyi lagi pertanda ada sebuah panggilan.


"hmmm...iya halooo" dira mengangkat teleponnya malas dan dengan mata yang masih terpejam.


"assalamualaikum, Dira.. kakak minta tolong boleh?" jawab ilham membuat dira seketika sadar.


" i_iya waalaikum salam. boleh kak, kenapa? apa terjadi sesuatu sama anak-anak? " dira terperanjat


"hhh enggak kok hari ini aku harus berangkat pagi-pagi sekali ke kantor karena ada deadline, jadi aku minta tolong sama kamu untuk menjemput anak-anak ke rumah bisa kan? nanti aku siapkan kebutuhan mereka, aku juga sudah bilang sama ibu kalo anak-anak akan dijemput kamu" terang ilham pada dira


" ooo iya kak beres, sekalian nanti aku mau ketemu rini, udah lama gak ketemu itu anak. oiya btw rafa gimana kak? apa gapapa aku bawa kesekolah?"


" asal jangan kecapean aja sih dia, sama jangan dikasi jajan sembarangan "


"yaelah kak ilham emang aku gitu ya? perasaan selama aku jaga mereka, aku selalu masakin mereka bukan dikasi jajan instan"


"hahaha iya iya aku becanda dira, yasudah kira-kira nanti kamu jam berapa kesini?"


"hmmm.. sekarang masih jam 6 pagi, paling nanti sekitar jam setengah 7 aku berangkat kesana kak" ia melirik jam di HP nya


"iya waalaikum salam"


"ayah dari anak-anakku" gumam dira. ia senyum-senyum sendiri sudah seperti orang yang hilang akal hanya karena mendapat telepon pagi-pagi buta dari ilham. kemudian dira menuju kamar mandi sambil joget-joget.


15 menit kemudian dira sudah selesai dengan ritual paginya dan menuju ke meja makan, disana sudah ada pak kurniawan dan mama lia, mereka menunggu dira sejak tadi.


"pagi ma, pagi ayah" sapa dira kepada orang tuanya


"pagi sayang, mau berangkat bareng ayah?" tanya pak kurniawan kepada putri semata wayangnya.


"enggak yah, aku harus jemput serli sama Rafa soalnya kak ilham berangkat pagi banget kekantornya. barusan dia nelepon dira" jawab dira sambil mengunyah roti selai buatan mama lia.


"terus Rafa mau kamu bawa ke sekolah? gapapa memangnya? " tanya mama lia

__ADS_1


"gapapa ma, asal jangan dikasi jajan sembarangan kata kak ilham. dia pikir selama ini aku ngasi jajan sembarangan apa, ngeselin banget itu manusia"


"hahaha kalo sekiranya kamu repot bawa Rafa, gapapa sama mama aja rafanya, mama hari ini gak kemana-mana juga"


"hmmm.. aku tanya anaknya dulu deh ma, aku udah selesai makannya, aku berangkat dulu ya ma, ayah. assalamu'alaikum" dira mencium takdzim tangan kedua orangtuanya dan berangkat menggunakan taksi online yang sudah ia pesan.


sesampainya dirumah ilham..


dira yang sudah disambut oleh bu nining dan juga anak-anak ilham.


"assalamu'alaikum bu nining, gimana kabarnya sehat?" dira menyalami bu nining


"waalaikum salam, alhamdulillah nak sehat. kamu kok jarang kesini sih akhir-akhir ini, ibu jadi kangen sama ketawa kamu apalagi sama masakan kamu"


"ah ibu bisa aja masa kangennya sama ketawa dira sih, Rini mana bu? kok belum keliatan" dira menanyakan keberadaan rini yang saat itu belum terlihat bergabung didepan rumah ilham.


"rini masih mandi, oiya maaf ya ilham ngerepotin kamu terus. selalu nitipin anak-anak ke kamu habisnya mereka gak mau kalo sama omanya ini apalagi sama Rini katanya Rafa, Rini gak asik gak mau di ajak main"


"haha rini emang gitu bu kalo sama anak kecil suka jengkel katanya, gapapa bu aku seneng banget bisa sama mereka saat mereka butuh kasih sayang. aku ikhlas ngerawat mereka bu, lagian dira kalo sepulang dari kerja, dira gak ada kegiatan lagi. sekalian belajar menjadi ibu yang baik untuk anak-anak dira kelak.


"mereka ini ya kalo disini selalu cerita tentang kamu, katanya kamu gak pernah marah gak pernah nolak ajakan mereka, jadi mereka nyaman ada didekat kamu, dir"


pembicaraan mereka terhenti setelah mendengar suara di bariton


" eh dira,, udah lama disini?"


"mandi kembang lu? lama amat, bentar lagi gue berangkat nih padahal aku masi mau kangen-kangenan sama kamu udah lama gak ketemu" dira langsung memeluk sahabatnya itu.


"hehe sorry, besok kan weekend gimana kalo kita jalan? udah lama kan gak kulineran" tawar Rini agar dira tidak sedih


"waawww tawaran yang sangat luar biasa itu nona, baiklah aku mau. jemput ya hahaa"


"lu Terima beres aja, besok gue cuss kerumah lu tapi lu udah kudu cantik jangan pas gue nyampe elu masi kayak orang kesurupan, rambut acak-acakan, iler dimana-mana"

__ADS_1


" hahaha ok ok yang penting lu kabarin mau jemput gue jam berapa, yaudah gue berangkat deh udah siang nih ntar gue telat lagi. bu nining, dira pamit ya kapan-kapan dira pasti main kok kesini. ayo sayang salim dulu sama oma sama tante rini juga" serli dan Rafa pun menuruti perintah dira kemudian mereka berangkat kesekolah. tak lupa dira menghubungi mamanya untuk memberitahukan bahwa Rafa mau dia bawa kesekolah saja.


__ADS_2