Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Orang yang salah


__ADS_3

"Halo Shela, kamu dimana?" ucap Rama di seberang sana


"Shela lagi diluar sama Serli pa, kenapa?"


"ini sudah malam, kenapa kamu belum pulang kasian Serli"


" Shela baru aja nyampe mall pa kenapa malah disuruh pulang sih"


"Papa tidak mau tau, kamu harus pulang kalau tidak mau Papa akan berhenti untuk mentransfer uang jajanmu"


"Ah papa selalu begitu, ini masih jam 22.00 dan Serli masih menikmati kebebasannya kali ini"


"Teruslah seperti itu Shela! jangan harap Papa akan menghubungi kamu lagi dan juga Jangan hubungi papa"


"kenapa papa bisa semarah itu? , aahhh ini tidak bisa dibiarkan! gimana nanti kalau papa tidak memberikan aku uang jajan beneran.. tidak, tidak!" batin shela


"Iya pa iya Shela pulang sekarang tapi tambahin uang jajan Shela ya pa, karena cucu papa ini semakin besar dan semakin banyak mau kalau bersamaku"


"kau tenang saja Shela, demi cucu papa itu papa rela mengeluarkan semua yang papa miliki.. papa tutup dulu. nanti papa telepon lagi, awas saja kalau kamu masih belum sampai dirumah"


"Hm Shela tutup dulu, bye pa miss you" Shela benar-benar mendengarkan ucapan papanya dan segera meninggalkan mall saat itu juga.


...****************...


Ditempat lain tepatnya di sebuah ruangan tampak kedua insan sedang bercumbu, terdengar suara decapan saling bertukar saliva.


ilham membuka kancing baju dira satu persatu tanpa melepas Pangutan mereka.


"mmhh.. "


ilham menindih tubuh dira, bibir lelaki itu meraup bibir ranum sang istri yang selalu membuatnya candu, menj*lat dan menyesapnya penuh gairah. tangannya mulai mencari kenyamanan pada kedua gundukan itu. ia meremas dua gundukan kencang yang sudah tak terbungkus itu.

__ADS_1


"Ahh.. " satu d*sahan lolos dari bibir dira semakin membuat ilham bersemangat.


tatapan dira mengisyaratkan untuk meminta lebih pada ilham. hawa tubuh keduanya terasa panas, lengan kekar ilham mengelus lembut perut ramping istrinya, semakin turun kebawah hingga menyelinap masuk di antara paha dira.


Dira menggeliat akan ulah jari ilham yang saat ini menyentuh kl*t*r*snya.


"Sayang.. aku tidak suka jika jarimu disitu" mendengar permintaan dira, ilham menarik sudut bibirnya dan menghentikan tangannya kemudian menggantikannya dengan miliknya yang mulai ia gesekan pada milik dira


"apa kamu lebih menyukai ini sayang?"


"Hmmhh sayang jangan menyiksaku seperti ini, a-aku sudah tidak tahan.. " dengan perlahan ilham mengarahkan miliknya kedalam milik dira, dengan satu hentakan ilham sudah berhasil memasuki goa itu.


"Aaahh.. " D*sah dira yang sudah tak bisa ia tahan lagi.


dira meremas rambut ilham, wanita itu dibuat tak karuan. setiap hentakan yang dilakukan suaminya, kenikmatan itu ia rasakan.


"Aaakhhh!!" erang keduanya saat sama-sama sampai pada kl*maks.


" tidurlah sayang...aku tidak akan memintamu untuk begadang lagi malam ini" ucap ilham sambil menutup tubuh keduanya dengan selimut. ilham memeluk tubuh dira. Dira memejamkan matanya, ia merasakan kenyamanan saat memeluk tubuh suaminya.


...****************...


dikediaman Shela, ia memarkirkan mobilnya digarasi sedangkan serli sudah tertidur sejak tadi karena tak mungkin jika Shela menggendong serli kekamarnya akhirnya ia membangunkan serli.


"Serli.. kita sudah sampai ayo turun, bunda tidak mungkin menggendongmu" ucap Shela sambil menggoyang bahu serli sedikit kasar. Serli yang merasa tidurnya terusikpun terbangun, ingin sekali ia menangis namun serli tau kalau bundanya tidak akan segan-segan memarahinya jika ia menangis. dengan sedikit malas serli berjalan menuju kamar tidur Begitupun Shela.


ponsel Shela berdering, siapa lagi yang menghubunginya kalau bukan Rama sang papa.


"Iya pa, Shela sudah dirumah. kenapa papa akhir-akhir ini posesif sama shela?"


"apakah tidak boleh? atau kamu sudah bosan dengan uang papa?"

__ADS_1


"Ah tidak tidak, bukan begitu maksud Shela pa, ah sudahlah lupakan saja. oiya pa aku ingin mengajak serli liburan"


"lalu?"


"Masa begitu saja papa tidak mengerti, aku ingin meminta uang sama papa, papa kan tau sendiri aku tidak bekerja semenjak pisah sama mas ilham"


"Apa dipikiranmu hanya uang Shela? apa tidak pernah memikirkan keadaan papa sedikit saja?"


"Papa bicara apa sih pa, tentu Shela memikirkan keadaan papa. atau begini saja, aku akan mengajak serli ke tempat papa sekalian liburan"


"tidak! jangan kesini Shela, papa yang akan menghampiri cucu papa ke Indonesia. ilham juga tidak akan mengijinkan serli kemana-mana karena dia sekolah apa kamu tidak berpikir kesana?"


"Ck jelas papa akan membela mas ilham, kenapa aku bodoh sekali sih, aku harus bilang sama mama untuk merahasiakan kepergianku dengan serli kepada papa" .batin Shela


"ah tentu pa, baiklah Shela tunggu kedatangan papa di Indonesia. aku ngantuk pa, bye pa good night"


"hmm night too sayang"


setelah menelpon Shela, Rama menghubungi gerry untuk melihat isi ponsel mereka.


"bagaimana ger? apa kamu menemukan informasi di ponsel retno?"


" kalau saya lihat dari ponsel nyonya Retno, non Shela akan berangkat besok malam bos"


" baik, tolong carikan tiket untukku malam ini juga. Shela benar-benar nekat dia harus diberi pelajaran "


"siap bos"


"Oh satu lagi ger, sebelum Shela berangkat ke bandara kamu hubungi ilham"


"Baik bos, akan saya hubungi pak ilham satu jam sebelum keberangkatan non Shela"

__ADS_1


__ADS_2