
Waktu menunjukkan tepat pukul 10.30 yang artinya Dira harus bersiap untuk pulang karena hari ini dia akan diantar oleh kakak pertamanya. Siapalagi kalau bukan aris, aris memang sudah biasa setiap hari menjemput istrinya disekolah tersebut berhubung sekarang juga ada Dira sang adik akhirnya aris memutuskan untuk mengantar Dira pulang terlebih dahulu.
Sesampainya didepan rumah utama
"Kakak gak mampir dulu?"
"Enggak dir, salam ya sama mama kak aris langsung pulang soalnya zein kakak titipkan dirumah mertua kakak, gak enak kalo kelamaan"
"Oh yaudah kak gak papa nanti Dira bilangin ke mama, Hati-hati dijalan ya kak"
"Iya kakak pulang ya Dira, assalamu'alaikum" Sambung devi
"Waalaikum salam kak" Jawab Dira sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
Dira melangkahkan kakinya menuju kamarnya, Tiba-tiba saja bayangan ilham muncul lagi di ingatan Dira hingga membuat Dira hampir menabrak pintu kamar yang belum dibuka.
"Aisshh apa-apaan sih Dira, inget dia itu sekarang udah bahagia sama istri dan kedua anaknya, heeyy sampai kapan kamu memikirkan sugar daddy itu" Gumam Dira sambil menepuk keningnya sedikit keras. Tidak sampai disitu saja jiwa kepo Dira akan polisi ganteng itu semakin tidak bisa ditebak,dira mencoba mencari nama ilham disemua sosmed hingga iya menemukan satu akun yang memakai nama ilham dimana foto profil akun tersebut terdapat foto ilham dengan keluarga kecilnya membuat Dira membelalakkan matanya.
"Kenapa sakit banget sih hati aku, Tuhan ada apa dengan hati aku ini setiap ingat kak ilham rasanya seneng banget, tapi pas liat ini kenapa nyeri-nyeri sedep" Rasanya Dira ingin berteriak.
Siapa sangka Dira ternyata bisa jatuh hati pada seseorang yang sekalipun tidak pernah akrab dengannya bahkan lelaki tersebut sudah mempunyai keluarga dan sepertinya mereka sangat bahagia. hanya saja Dira selalu memperhatikan wajah lelaki itu hingga tumbuhlah perasaan yang siapapun akan merasa bahwa Dira itu punya kelainan. Dira juga tidak pernah menceritakan hal ini pada siapapun, cukup dia dan Tuhan yang tau karena akan sangat malu kalau ada orang lain yang tau dengan cerita konyol Dira.
"ayolah Dira, kamu lihat wajah anak-anak itu, mereka tersenyum bahagia, lihat juga Dira kak ilham lebih bahagia dengan keluarga nya, ada apa denganmu, Dira? jangan pernah berfikir untuk masuk bahkan merusak senyum mereka" Dira semakin tidak terkontrol dan menangis layaknya seorang wanita yang ditinggalkan oleh pasangannya.
"Siang ma, kok mama gak istirahat? " Tanya Dira sambil memeluk sang mama dari belakang
"Masih belum ngantuk nak, Oiya gimana hari pertama kerja? Sukses? Anak-anak nya pada nakal gak? " Oceh mama lia
__ADS_1
"Mama tuh kalo nanya satu-satu dong, alhamdulillah mah semuanya baik terutama anak-anak nya, mereka mau menerima Dira sebagai guru baru mereka, yaa namanya anak-anak kan biasanya susah berinteraksi dengan orang baru ma"
"Mama juga Kepikiran itu sayang, tapi amankan? "
"Aman ma" Dira mengecup pipi mamanya dan tidur di pangkuan sang mama, ingin rasanya Dira menceritakan semua yang ada dalam pikirannya tapi terlalu memalukan jika ia menceritakan pada mamanya. karena mama lia sangat mengenal ilham dengan baik bahkan dulu saat ilham melamar istrinya, mama lia dan pak kurniawanlah yang mengantarkan dan meminta langsung pada orangtua dari istrinya ilham.
lelah batin Dira tapi dia hanya bisa memupuk semua keinginannya menjadi istri dari seorang polisi yang bernama ilham.
"setelah 8 tahun kenapa kamu muncul lagi dalam pikiranku ini kak, kenapa sih harus ada perasaan ini, susah payah aku membuangnya, kenapa sekarang kembali lagi, perasaan apasii" Dira membatin, seraya menahan segala kegundahan hatinya.
ya, 8 tahun Dira dan ilham tidak pernah bertemu karena ilham pindah ke rumah istrinya dan bekerja di kantor polisi yang tak jauh dari rumah mereka. waktu 8 tahun mampu membuat seorang Dira melupakan ilham, Dira juga sempat menjalin hubungan dengan seorang laki-laki selama 2 tahun hingga akhirnya kandas karena orang ketiga. disitulah Dira sadar bahwa hadirnya orang ketiga itu tidak dibenarkan dalam sebuah hubungan, apalagi hubungan yang sudah jelas resmi.
"ma, Dira ke kamar ya, Dira sudah ngantuk"
__ADS_1
"iya sayang mama juga mau tidur bentar lagi, yaudah gih"
Dira melangkah gontai menuju kamarnya, sesungguhnya Dira tidak mengantuk hanya saja semakin dia berada di dekat mamanya semakin dia ingin menangis.