
setelah sekian lama menunggu keputusan pengadilan yang tak pernah menemukan titik terang karena kuranya alasan beserta bukti, akhirnya shela memutuskan untuk menggugat cerai ilham. ia merasa sudah tidak bisa menggapai ilham lagi setelah masalah demi masalah terus bermunculan dalam rumah tangga mereka, berniat untuk mempertahankan demi dirinya sendiri dengan menggunakan anak-anak sudah tidak bisa merubah keputusan ilham dan hanya membuat shela semakin tersiksa.ia pun menurunkan egonya sendiri.
shela menghubungi ilham
"mas ilham, aku ingin bicara sama kamu, bisa kita ketemu? tidak usah membawa anak-anak, aku ingin bicara empat mata sama kamu" shela mengirimkan pesan kepada ilham.
ilham yang mendapatkan pesan tersebut hanya mengerutkan dahinya, ia tidak mengerti kenapa Tiba-tiba shela ingin menemuinya tanpa membawa anak-anak. ia pun membalas pesan shela
" baiklah, dimana? malam ini aku ada waktu"
" temui aku d cafe break time, dekat sekolah serli"
"ok"
ilham yang saat itu sedang berada di kantornya pamit untuk pulang lebih awal karena ia harus memberi pengertian kepada anak-anaknya bahwasanya nanti dia akan pulang agak terlambat dari biasanya
sesampainya dirumah Dira, ia langsung masuk dan mencari keberadaan serli dan Rafa
"assalamu'alaikum" sembari mengetuk pintu
"waalaikum salam, eh kak ilham tumben jam segini sudah jemput anak-anak" Ucap dira sambil melirik jam dilengannya.
"iya dira, sebenarnya aku cuma mau ketemu anak-anak sebentar aja"
"oh iya sebentar aku panggil dulu ya kak, masuk dulu kak" dira mempersilahkan ilham untuk duduk
tanpa menunggu lama anak-anak ilhampun datang ke ruang tamu
__ADS_1
"ayah..." ucap serli sambil mencium ayahnya
"kak Rafa mana sayang?" tanya ilham karena Rafa masih belum terlihat
" kakak Rafa masih dikamar bunda, yah.. sepertinya kak Rafa sakit lagi" jawab serli sambil menunjuk kamar dira, seketika ilham berdiri dan sedikit berlari kekamar dira.
"Dira.. Rafa sakit lagi?"
"iya kak demam lagi, tadi pagi gak gini masih sehat-sehat aja, kak ilham gak bawa obat Rafa?"
ilham yang panik langsung lari menuju mobilnya untuk mengambil obat Rafa, ia selalu siap obat-obatan Rafa karena penyakit Rafa yang sering kambuh.
"ini obatnya, sebenarnya aku kesini cuma mau bilang sama anak-anak kalau nanti aku akan pulang terlambat karena ada keperluan sebentar. tapi aku khawatir sama keadaan Rafa" ucap ilham dengan wajah khawatirnya.
"sudah tidak apa-apa kak, kak ilham pergi aja biar aku yang jaga Rafa disini, jangan khawatir. lagian meskipun kak ilham tidak punya keperluan apa iya mau merawat Rafa sendirian dirumah kak ilham? kak ilham gak percaya dong sama aku" jawab dira
"ihh kak ilham apa-apaan sih ngomongnya gitu amat, kita kan keluarga masak ngerepotin, lagian mereka sudah aku anggap anak sendiri"
"kalau begitu aku berangkat sekarang aja biar pulangnya tidak terlalu malam, aku mau ketemu sama ibu mereka kayanya ada yang mau dia bicarakan" kata ilham sedikit berbisik kepada dira, dira hanya mengangguk.
di cafe break time..
shela sudah dihubungi oleh ilham agar tidak berlama-lama diluar selain karena Rafa sakit, ia juga tidak ingin melihat wajah istrinya terlalu lama. shelapun menunggu kedatangan ilham sambil memesan makanan
beberapa menit kemudian ilham datang
"ada apa?" tanya ilham sedikit cuek
__ADS_1
"duduk dulu lah mas, atau aku pesankan makanan kesukaan kamu?" shela mencoba mencairkan suasana.
"tidak usah, aku sudah makan tadi dirumah. apa yang ingin kamu bicarakan? bicaralah.. aku tidak bisa lama-lama disini karena Rafa sakit" tetap dengan nada cueknya
"apa? rafa sakit? kenapa kamu gak ngasi tau aku sih mas"
"buat apa? toh kamu juga gak pernah peduli sama Rafa selama ini, sudahlah.. kamu mau bicara apa sebenarnya? " ilham sedikit kesal dengan shela karena sedari tadi shela tidak langsung menyampaikan niatnya bertemu ilham, seperti sengaja mengulur waktu.
"aku akan menggugat cerai kamu mas, kamu gak bisakan menceraikan aku? karena taruhannya adalah profesimu. jadi aku memutuskan biar aku saja yang menggugat cerai kamu supaya kamu bisa cepat lepas dari aku"
"oh baguslah kalau kamu mau menggugat cerai aku, jadi aku tidak pusing memikirkan bagaimana nasib pernikahan ini, siapkan saja semua berkas-berkasmu besok akan aku ambil kerumahmu dan menyerahkannya ke pengadilan" ucap ilham
"tumben banget shela bisa sebijak ini, apa ada sesuatu yang dia sembunyikan? sepertinya dia memang hanya mengincar harta, harusnya dari dulu aku sudah menyadari itu" gumam ilham.
" ok, tapi kamu jangan lupa untuk memberikan aku harta gono gini" dengan tidak malunya shela mengatakan bahwa ia hanya menginginkan harta gono gini.
"sudah kuduga kalau kamu akan memintanya, tenang saja sudah aku persiapkan semuanya tapi untuk anak-anak akan tetap bersamaku karena serli akan aku masukan ke sekolah dimana gurunya adalah dira, orang yang merawat anakku selayaknya anak dia sendiri, jadi kamu juga harus mengurus surat pindah untuk serli disekolah ini" sambil menunjuk sekolah yang ada disamping mereka
"oohh silahkan sayang, tapi ingat jangan pernah lupa bahwa aku adalah ibunya, dia juga harus bersamaku di akhir pekan supaya anakku tidak lupa dengan wajah ibu yang sudah mengandung dan melahirkannya" ucap shela sambil mendekati wajah ilham dan tentu saja tidak membuat ilham gugup ataupun ragu.
"aku tidak sejahat itu, melupakan mantan istriku yang rela mengandung anak-anakku selama sembilan bulan, aku sendiri yang akan mengantarkan mereka kepadamu" jawab ilham seraya menjauhi shela
" upss bukan mereka, hanya serli dan untuk Rafa aku tidak butuh dia" shela membuang muka, entah kenapa dia sangat membenci Rafa padahal Rafa adalah anak kandungnya.
tanpa basa basi ilhampun berdiri dan meninggalkan shela yang masih duduk di cafe tersebut tanpa berpamitan. dia tidak habis pikir kalau shela begitu membenci Rafa hingga tidak menginginkan kehadiran Rafa.
"brengsek!!!. sudah ku buat hidupnya mudah dia malah tidak tau berterima kasih, dia pikir dia siapa sih? tapi aku yakin dia pasti sudah punya wanita lain diluar sana. ahh terserah lah yang penting aku dapat apa yang aku mau tanpa harus merawat anak-anaknya, aku bisa pedicure manicure tanpa beban sama mama, pasti mama seneng banget denger kabar ini" shela berbicara sendiri hingga membuat para pengunjung cafe melirik kearahnya.
__ADS_1
"aku gak gila ya!! dasar manusia aneh!!" shela membentak salah satu pengunjung di cafe tersebut, Orang-orang yang melihatnya pun hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan shela.