
Tepat pada pukul 10.00 Dira dan serli keluar dari kelas, Sebelum pulang Dira ke ruang guru terlebih dahulu untuk absensi. tak lama kemudian Dira menghampiri Devi yang sejak tadi menunggunya dihalaman sekolah.
"Yuk kak" ucap Dira sambil memasang seatbelt.
"Ok" jawab Devi.
30 menit kemudian mereka sampai dirumah mama lia..
"Assalamu'alaikum mama.." teriak Devi dari pintu
"waalaikumsalam eh menantu mama, kok tumben kesininya sendirian sayang? Aris sama Zein gak ikut?" tanya mama lia sambil memeluk menantu tertuanya itu. tak lupa Dira dan serli juga ikut bersalaman pada mama lia.
" Ma, Dira kekamar dulu ya mau bersih-bersih" ucap Dira.
"oh iya sayang. Devi gimana-gimana? kenapa mereka berdua tidak ikut?"
"Mas Aris kerja ma, kalau Zein diakan sekolah ma jadi jam segini belum pulang. Devi kesini cuma kangen aja sama mama, oh iya ini kue kesukaan mama" Devi memberikan kue lapis legit kesukaan sang mertua.
"Woww mama benar-benar suka sama kue ini, terakhir Dira membelikan ini sebelum dia menikah"
mereka berdua bercakap-cakap sambil tertawa lepas, entah itu bercerita tentang aktifitas sehari-hari mereka atau sekedar membahas tentang sinetron yang saat ini tengah Booming.
dikantor Ilham..
Ilham sedang berkutat dengan pekerjaannya saat ini, Karena ia tak ingin lembur.
"Pak Ilham, sudah waktunya istirahat kok masih didepan komputer?" tanya Adrian teman sekantornya
"oh Iya ini sebentar lagi beres Pak nanggung" jawab ilham
"saya mau keluar cari makanan, mungkin pak ilham mau nitip sesuatu?"
"saya titip kopi saja pak, kebetulan saya dibawakan bekal oleh istri saya"
"ciee yang punya istri baru, sekarang dibawain bekal dong mau dong punya istri seperti itu pak, nyarinya dimana ya?"
"Minta sama Allah pak, pasti dikasih kok yang penting gimana caranya kita memantaskan diri aja dulu"
"Mohon maaf nih pak sebelumnya, saya bahagia sekali lihat pak ilham yang sekarang lebih fresh aja daripada yang dulu-dulu. dulu saya sampai takut mau nyapa pak ilham"
"masak sih pak? saya semenakutkan itukah dulu?"
__ADS_1
"iya Pak, sepertinya yang sekarang membawa aura positif pada pak ilham haha yasudah pak saya berangkat dulu"
"Ok siap pak Adrian"
dirumah Dira..
Setelah ia membersihkan diri, Dira menidurkan serli dan Rafa terlebih dahulu sebelum ia ikut bergabung dengan mama dan kakak iparnya diluar. setelah 15 menit dikamar anak-anak ia pun keluar dan bergabung dengan mama dan iparnya itu.
"Hay sayang anak-anak sudah tidur?" tanya mama lia pada Dira
"iya ma, maaf ya kak Devi aku tinggal lama"
"gapapa Dira, kakak salut sama kamu bisa mengurus mereka dengan sangat tulus meskipun mereka tidak lahir dari rahim kamu" ucap Devi
"kakak bisa aja, mereka menyayangiku jadi akupun harus menyayangi mereka"
"saking sayangnya sama mereka sampe ayahnya juga ikutan hahaha"
"Mama juga gak nyangka kalau Dira bakalan menikah sama Ilham loh Devi, soalnya Dira gak ada bilang apa-apa sama mama kalau dia deket sama Ilham, mama taunya mereka dekat hanya karena anak-anak Ilham yang selalu ngintilin Dira"
"Ih mama gimana Dira mau cerita sama mama, sorenya kak ilham bilang mau serius sama Dira, Dira kira masih lama yang mau ketemu sama mama dan ayah. eh gataunya besoknya dia kesini ngelamar, mama kan tau sendiri waktu itu Dira udah siap-siap mau tidur"
"Mas ilham cuma ngirim pesan kalau aku harus istirahat yang cukup udah itu aja, random banget emang dia"
"Eh Dira Ngomong-ngomong kalian udah..??" Devi menautkan kedua jarinya
"eh iya mama juga penasaran, pasti udah kan dira?" Dira yang mengerti maksud mama dan iparnya hanya bisa tersenyum kikuk
"Haa itu belum ma"
"lah kok belum sih Dira, emangnya kamu gak mau ngasi mama sama ayah cucu? masih nunggu apa sih sayang?" mama lia tampak kecewa dengan jawaban Dira.
"bukan gak mau ngasi ma, waktu nikah Dirakan baru kedatangan tamu bulanan dan sekarang usia pernikahan Dira baru seminggu"
" eh bentar dek, seminggu..." Devi tampak berfikir. "Itu berarti sekarang tamu bulananmu udah selesai dong" lanjut Devi
"Wahh berarti malam Ini bakalan terjadi gempa lokal Devi, kalian harus nginap dihotel gak boleh dirumah nanti digangguin sama anak-anak"
"Ishh mama mana bisa aku ninggalin anak-anak, kasian ma"
"duh gapapa Dira, bilang aja kalian ada kerjaan diluar selama 2 hari"
__ADS_1
"tapi mas ilham kerja ma"
"Mama yakin dia bakalan ijin lagi, secara ini yang dia tunggu. ayo Dira telepon suamimu sekarang" Devi hanya tertawa melihat kelakuan mama mertua dan adik iparnya
"ma, sudah kasian Dira nanti tertekan + takut hahahaha"
"tauk nih mama, padahalkan Dira yang bakalan... "
"apa? bakalan apa dir?" Tiba-tiba semuanya kaget mendengar suara dari pintu
"huffftt ayah memang the best, datang diwaktu yang tepat. lop sekebon ayah" Dira seperti mendapat angin segar setelah melihat kedatangan ayahnya
"ahh ini yah sidira masak udah seminggu gak ngasi jatah suami sekalipun" Dira yang mendengar penuturan mamanya langsung tercengang.
"mama!" Dira menatap sinis mamanya
"emang iya Dira? kenapa sayang?"
"gini nih kalo gak dengerin dari awal, harus ngulang lagi cerita yang udah tamat" jawab Dira malas.
"gapapa yah, Dira lagi halangan aja kok selama seminggu ini bukan dia sengaja tidak memberikan hak pada suaminya" Devi berusaha mencairkan suasana yang sempat tegang.
"oh kirain kalian ada masalah, yasudah kan tunggu tamumu pergi toh habis itu lanjutkan hahaha"
"makanya itu yah, mama suruh dia telepon ilham sekarang ajak dia ke hotel tapi Dira diem aja daritadi" ucap mama lia
"Yaudah sih ma, biarin mereka yang cari jalan keluar sendiri. mama ini kayak gak pernah muda aja"
"kan biar cepet hamil yah, biar kita cepet dapet cucu dari Dira"
"mama sabar aja, gak mungkin mereka menunda untuk punya anak lagian mama bisa sambil lalu mengurus serli dan Rafa, sekarangkan mereka cucu mama juga"
"kalau itu gak usah diingetin lagi yah, beda dong ngerawat bayi sama ngerawat anak yang udah besar"
"oohh jadi mama mau ngerawat pas bayi doang" tanya Dira pada mama lia
"ada iya dan enggaknya, iyanya karena kalau bayi gak bakalan berontak palingan kalo nangis kasi susu diem deh, enggaknya mau dia sudah anak-anak atau bayi mereka tetap cucuku yang harus aku sayangi" jawab mama lia. Dira merasa sangat ambigu dengan penjelasan mamanya tapi yasudahlah dia sudah capek kalau harus berdebat lagi dengan mamanya.
"Mmm... ma, ayah, Dira udah sore nih Devi pamit pulang dulu ya, takut dicariin sama zein" Devi beranjak dari tempat duduk dan berpamitan pada kedua mertuanya dan juga Dira.
setelah mengantarkan Devi kedepan, Dira masuk kekamar dan mengecek ponselnya yang sedari tadi ditinggalkan. ternyata banyak sekali pesan masuk dari suaminya, iapun membalas satu persatu pesan tersebut hingga ia terlelap.
__ADS_1