
sore harinya ilham sudah pulang ke kediaman pak kurniawan, ia bertemu dengan mertuanya yang sedang asyik berbincang-bincang diteras depan sambil minum teh.
"Assalamu'alaikum ma, ayah" ucap ilham sambil menyalami keduanya
"waalaikum salam ilham, baru pulang nak?" tanya mama lia
"iya ma, kalau begitu ilham kekamar dulu mau Bersih-bersih"
"oh iya ilham, jangan lupa bangunkan istrimu sepertinya dia belum bangun sejak tadi" sambung pak kurniawan. ilham mengangguk dan segera menuju kamarnya. benar saja istrinya itu sedang tidur mungkin kelelahan karena ulahnya semalam dan harus pulang pagi-pagi sekali demi tanggung jawab mereka.
"kasian dira.. gara-gara aku ajak begadang dia baru bisa istirahat sekarang. pasti capek banget" ucap ilham sambil menatap kearah tempat tidur.
Sebelum membangunkan dira, ilham kekamar mandi membersihkan diri karena dirasa lengket oleh keringat seharian.
selesai mandi, ilham memakai kaos oblong dan celana pendek. ia menjahili dira dengan terus memainkan hidung dira dan menciumnya tanpa henti.
"hmmm.. mas aku ngantuk" suara khas bangun tidur yang sangat candu ditelinga ilham.
"aku tau yang kamu lagi capek, tapi gak baik juga tidur jam segini. ini udah sore sayang"
"5 menit lagi mas, susah banget nih buka matanya" ucapan dira membuat ilham terkekeh.
"apa butuh bantuan untuk membuka mata?"
"aku serius mas, rasanya gak pengen buka mata" dira terus berbicara namun enggan membuka mata.
"Baiklah 5 menit lagi aku akan membangunkanmu dan tidak ada tawar menawar" dira menggeser tubuhnya dan memeluk tubuh ilham. ilham mengelus rambut dira perlahan
"mas.. apa kamu tidak ingin bertanya sesuatu padaku?"
"tidak.. tidurlah sayang waktumu tidak lama"
"bukankah tadi siang kamu bilang, aku berhutang penjelasan padamu?"
"ah ya.. kamu berhutang penjelasan padaku sayang, apa kamu mencintaiku sebelum kita bertunangan?" dira tersenyum mendengar pertanyaan ilham.
"Bahkan sebelum kamu berpisah secara hukum dengan mba shela?"
"Benarkah? kenapa aku tidak tau tentang hal itu?"
"Karena kamu sibuk mengejar cinta seseorang yang tidak bisa kamu gapai, kamu lupa siapa yang mencintaimu begitu tulus. kamu seakan tutup mata akan hal itu."
__ADS_1
"Apakah mama dan ayah tau akan hal ini? aku jadi tidak enak pada mereka karena telah mempermainkan hati anak perempuannya yang sangat manja ini" dira menggeleng.
"Tidak ada yang tau perasaanku ini, aku sengaja memendamnya sendirian karena untuk berceritapun rasanya aku malu sudah mencintai seseorang yang tidak mungkin mencintaiku juga. ketika bertemu denganmu aku hanya bisa berbicara dalam hati " maaf kak, aku mencintaimu" hanya itu "
"maafkan aku sayang, mungkin Tuhan mendengar doamu dan menggerakkan hatiku untuk Mencoba membuka hati untukmu"
"apa kamu menyesal sudah menikah denganku mas?"
"Tidak, sama sekali tidak ada rasa penyesalan karena telah memilihmu untuk menjadi pendamping hidupku sayang. aku beruntung mendapatkan wanita yang sangat tulus mencintaiku dan juga tulus menerima segala kekurangan dan kelebihanku. maaf sudah terlambat menyadari ketulusanmu sayang" Ilham memeluk erat dira.
"Terima kasih telah memilihku mas. hmmhh baiklah sekarang aku harus bangun karena sebentar lagi mau maghrib. aku mau mandi dulu mas" Dira menyingkap selimutnya dan turun dari ranjang. namun ia terkejut saat ilham menarik tangannya dan terduduk kembali di pinggiran ranjang
"ayo mandi bareng sayang"
"No! kamu sudah mandi mas kenapa mau mandi lagi, kamu pasti punya niat terselubung"
"apakah kamu mau menjadi dukun setelah menjadi istri seorang polisi bernama novan ilham firmansyah?"
"hahaha kamu ada-ada saja mas. sudah ah aku mau mandi, kamu mending kekamar anak-anak temani mereka mas"
"hmmmhh baiklah sayang aku akan kekamar anak-anak"
.
.
"MasyaAllah istriku ternyata secantik ini, kenapa aku tidak menyadari ini dari dulu. Dia istri yang penurut, sholehah, bahkan dia tidak pernah marah ketika ada yang merendahkannya. Terima kasih ya Allah Engkau telah menghadirkan bidadari cantik ini didalam hidupku"
"yah Rafa udah ngajinya" namun ilham tetap saja melamun, sampai akhirnya dira melirik kearah ilham yang masih memandangnya.
"mas.. halo.. mas" dira melambai-lambaikan tangannya didepan wajah ilham. didetik berikutnya ilham tersadar dari lamunannya.
"Astaghfirullah! iya sayang?"
"Ayah kenapa?" tanya serli
"ayah gapapa kok nak, ayo teruskan"
"Ayah, Rafa ngajinya udah selesai"
"Iyakah? maaf sayang, sepertinya ayah kurang fokus. kalau begitu ayah kekamar dulu ya kalian kedepan TV ditemani oma dan opa karena ayah mau pinjam bunda sebentar"
__ADS_1
"iya yah" serli dan Rafa segera meninggalkan keduanya.
"Mas kamu ngelamunin apa sih?" ucap dira sambil melipat mukenah yang baru saja ia pakai
" Ngelamunin bidadari cantik yang ada didepan mas sekarang ini"
"Ck gombal! Aku mau bantuin mama masak dulu mas, habis itu kita makan malam bersama"
"Aku butuh vitamin C sayang, kita kekamar sebentar ya pliss" Dira yang mengerti maksud ilham segera mengikuti langkah ilham menuju kamar mereka. mereka berpapasan dengan mama lia
"Ma, dira kekamar dulu ya. mas ilham katanya lagi pusing minta dipijitin"
"Kamu sakit ilham? apa perlu mama panggilkan dokter?"
"Tidak usah ma, hanya pusing sedikit nanti habis dipijitin dira pasti sembuh kok" mama lia hanya beroh ria mendengar jawaban ilham.
Ilham menutup dan mengunci pintu kamar mereka, dira menatap heran suaminya itu.
"Kok dikunci sih mas?" Ilham tak mengindahkan pertanyaan dira, ia langsung menyambar bibir Dira. Dira yang tadinya sedang berdiri langsung terjatuh keatas ranjang.
"mmphh.." Dira terkejut mendapat serangan mendadak dari ilham, ia memukul dada ilham untuk menghentikan ciuman mereka. Tangan ilham yang baru saja menyingkap baju dira segera berhenti karena mendapat pukulan yang lumayan keras.
"Hah.. hah.. aku gak bisa nafas mas, kamu mau aku jadi janda? ini lagi tangannya nakal banget, masih jam berapa coba"
"Maaf sayang.. bibirmu terlalu candu" ucap ilham cengengesan sambil mengusap bibir dira yang sedikit basah karena ulahnya.
"Aku kira kamu ngajakin kekamar karena kamu lagi pusing beneran ternyata modus" ucap dira sambil merapikan bajunya yang sedikit kusut.
"Aku kan sudah bilang tadi kalau aku butuh vitamin C sayang, jangan marah ya pliss"
"Hanya vitamin C, lalu kenapa tangannya juga minta vitamin. udah ah aku mau bantuin mama mas, kamu istirahatlah dulu disini nanti kalau sudah beres urusan dapur aku akan memanggilmu" ilham mengangguk, kemudian Dira mengusap dada bidang ilham. dira keluar dari kamarnya dan menuju dapur, disana mama lia sedang memasak untuk makan malam mereka.
ilham masih diposisi yang tadi, masih terlentang menatap langit-langit kamar dira. tangannya bertumpu diatas kepala, sekarang ia benar-benar pusing karena harus menahan hasratnya. ilham masih heran dengan kelakuannya sendiri, dulu ia tidak pernah semesum ini tapi kenapa saat ia memperistri dira jiwa mudanya seakan terpanggil😂
30 menit kemudian dira masuk kekamarnya untuk memanggil ilham makan malam. tapi sepertinya ilham tertidur, ia tidak tega membangunkannya. saat ia akan kembali ke ruang makan tangannya tertahan, ternyata ilham tidak tidur.
"Mas kamu gak tidur? aku kira kamu ketiduran jadi aku berniat kembali ke ruang makan"
"enggak sayang, aku mana bisa tidur tanpa memeluk guling hidupku ini" ilham mengelus tangan Dira.
"Kalau begitu ayo kita keluar, mama, ayah dan anak-anak sudah menunggumu" ilham mengekor dibelakang Dira.
__ADS_1
tidak ada percakapan yang berarti selain saling sapa yang sudah menjadi kebiasaan mereka saat bertemu dimeja makan, mereka makan dengan khidmat hanya dentingan sendok yang terdengar.