
Di bandara..
Gerry yang sudah lebih dulu sampai bersama Rama, kini mereka tengah menunggu kedatangan ilham. 10 menit kemudian mereka melihat mobil ilham diparkiran, Gerry segera menghampiri ilham.
"Pak ilham, saya yang tadi menghubungi bapak"
"Oh iya, apa kita bisa masuk sekarang. aku khawatir pada anakku"
"ilham.. " Ilham yang mendengar namanya dipanggilpun menoleh. ya suara itu suara mantan mertuanya. Rama
"papa? kapan Papa datang? kenapa tidak mengabariku?"
"maafkan papa, ilham. sebenarnya papa sudah dari kemarin disini. ah sudahlah nanti saja ceritanya ayo kita masuk mencari shela dan serli" mereka bergegas masuk kedalam bandara. mereka tampak mencari keberadaan shela dan serli diruang tunggu.
"Pa, itu Serli!" ilham berlari kearah serli yang tengah duduk bersama shela.
"Shela!" Shela terkejut melihat kedatangan ilham bersama papanya.
"mas ilham? papa? kenapa kalian disini?"
"Kenapa kamu bilang?! kamu sadar apa yang kamu lakuin sekarang? kamu lupa sama ucapan kamu 2 hari yang lalu? " aku sendiri mas yang akan mengantarkan serli kerumah kalian" mengantarkan kemana? sampai harus menggunakan pesawat" emosi ilham mulai meledak-ledak. sedangkan Rama masih diam membiarkan ilham berbicara pada Shela, karena ia sadar anaknya itu memang sudah sangat keterlaluan.
Seperti biasa Shela akan berdrama didepan papanya, ia mulai menitikkan air mata buayanya.
"Apa aku gak berhak membawa anakku liburan? aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan Serli, mas"
"Kenapa harus berbohong Shela?!! ini alasanku tidak pernah mengijinkan Serli kerumahmu, kalau bukan karena Dira yang selalu membujukku untuk tidak egois mungkin aku tidak akan pernah mempertemukan kamu dengan Serli"
"Sabar Pak ilham lebih baik kita bawa nona Shela dan Serli pulang, kita lanjutkan dirumah saja" Gerry mencoba menenangkan ilham, karena banyak pasang mata yang melihat kearah mereka.
"Shela setelah ini kamu ikut bersama papa, papa sudah tidak bisa diam saja melihat kelakuan kamu ini. mamamu itu tidak mendidikmu dengan baik" ucap Rama. Shela tidak berkata apa-apa ia hanya bisa menuruti omongan papanya. merekapun pergi ke apartemen Rama.
30 menit kemudian mereka sampai di apartemen Rama.
"Pa, maaf aku tidak ingin berlama-lama disini. aku mau membawa Serli pulang"
"Baiklah.. papa juga tidak bisa menahan kamu disini, biar papa yang bicara dengan Shela. Papa minta maaf atas perbuatan Shela"
"Iya pa, Terima kasih atas bantuannya kalau bukan karena gerry yang mengabariku tentang keberadaan Serli mungkin aku akan kebingungan mencarinya"
"papa tidak usah minta maaf sama mas ilham, dia yang harusnya minta maaf sama papa dan juga aku. dia sengaja memisahkan aku dengan anak-anak karena pelakor itu. wanita murahan seperti Dia memang bisanya merusak rumah tangga orang dan menghasut! dia ingin aku dibenci oleh anak-anak ku sendiri, dia juga ingin menguasai mas ilham agar tidak sering berkomunikasi denganku, padahal diantara aku dan mas ilham masih ada anak-anak yang butuh kasih sayang dari kami berdua"
__ADS_1
Plak!!!
Rama yang sudah tidak bisa menahan emosi hingga akhirnya ia menampar pipi kiri Shela dan membuat Shela terperanjat
"Papa!"
"Anak-anakmu sama sekali tidak membutuhkan Ibu seperti kamu Shela! Ibu macam apa kamu? terlalu kasar memperlakukan anak-anak, bisamu hanya belanja barang-barang yang tidak berguna!"
"Papa kenapa selalu membela mas ilham?! aku anakmu pa! "
"Papa tau betul kalau kamu anak papa, tapi papa tidak pernah mengajarkan kamu merendahkan orang lain seperti itu. ini yang kamu dapat kalau kamu menuruti ucapan mamamu itu. ilham, kalau kamu mau pulang silahkan. maaf papa sedikit emosi tadi"
"Baik pa, aku permisi. serli salim dulu sayang sama opa dan juga bunda"
"No ayah, Serli mau salim sama opa saja"
"Sayang, tidak boleh seperti itu. Serli masih ingat ucapan bunda dira kan?"
"Serli harus nurut sama ayah dan bunda ya sayang" ucapan dira yang selalu terngiang-ngiang ditelinga serli, kemudian serli menyalami Shela dan juga Rama.
didalam lift ilham mengecek ponselnya yang sejak tadi tidak ia lirik sama sekali.
"Astaghfirullah! Sayang ayo cepat, kakak Rafa masuk rumah sakit" ilham setengah berlari sambil menggandeng tangan Serli menuju mobil.
1 jam kemudian ilham sampai dirumah sakit tempat Rafa dirawat.
"Sayang"
"Mas, daritadi aku menghubungimu tapi kamu tidak menjawab. kamu dari mana aja sih. loh Serli sayang kamu disini nak?" ucap dira
"Maaf sayang, aku gak liat ponselku sama sekali, tadi aku lagi khawatir sama Serli"
"Kamu juga gak bilang ke aku mau pergi kemana, aku khawatir"
"Tadi Aku dari bandara jemput Serli sayang, ternyata Shela mau membawanya keluar negeri. dia benar-benar keterlaluan. kalau saja papa Rama tidak menghubungiku mungkin kita tidak akan pernah bertemu dengan Serli lagi"
"Apa?! mba Shela mau membawa Serli keluar negeri?! Astaghfirullah aku kira dia sudah berubah mas. ya Allah sayang kamu gak pa-pa nak?"
"Serli gapapa Bunda, ayah maafin Serli ya. Serli gak mau kerumah Bunda Shela lagi, Serli mau disini aja sama ayah, kakak Rafa dan juga bunda"
"ya Allah nak, pantas saja perasaan Bunda gak enak dari kemarin. ternyata ini, Sini sayang Bunda mau peluk Serli" kemudian Dira memeluk Serli, air matanya jatuh seketika. ia merasa bersalah pada ilham karena sudah meminta ilham untuk tidak egois lagi, tapi malah seperti ini jadinya.
__ADS_1
"Sudah sayang jangan nangis. Sekarang Serli istirahat dulu ya sama Bunda. biar ayah yang jagain Kakak Rafa"
"Mas kamu gak kerja?"
"Tidak sayang, aku sudah meminta izin untuk tidak masuk hari ini, mungkin besok aku akan lembur. Istirahat ya kamu jangan terlalu capek nanti kamu juga ikut sakit" Dira mengangguk dan mengajak Serli istirahat disofa yang bisa muat untuk mereka tidur sambil berpelukan.
...****************...
Sedangkan diperjalanan dari bandara, Rama dan Shela masih saling diam. tak ada yang memulai pembicaraan saat itu hingga mereka sampai di apartemen Rama. namun Shela tidak ikut turun karena ia masih marah pada papanya itu.
"Apakah harus papa seret kamu agar kamu mau turun?"
"Papa kenapa kasar sama shela? dulu papa tidak pernah sekasar ini. papa yang aku kenal orang yang sangat lembut penuh kasih sayang"
"Turunlah, kita lanjutkan di dalam. tidak enak kalau kita ribut disini Shela"
dengan terpaksa Shela turun dan mengikuti langkah papanya. Gerry masih setia berjalan di belakang mereka.
"Duduk!" Shela menurut
"Kenapa papa tidak membantu Shela membawa Serli pergi dari sini? kenapa malah papa membela mereka, aku juga punya hak atas Serli pa"
"Kamu pikir papa bodoh selama ini? Awal-awal kamu berpisah dengan ilham, papa kira itu memang karena ilham sudah bosan dengan kamu. tapi ternyata seperti ini kelakuan kamu Shela, kamu mau mencari laki-laki yang seperti apalagi?"
"Memangnya apa yang Shela lakukan pa? mas ilham menceraikan aku karena digoda oleh wanita itu pa!"
"kamu masih belum menyadari kesalahan kamu? tidak usah menyalahkan orang lain! baiklah akan papa jelaskan dimana letak kesalahanmu selama ini. yang pertama, Kamu tidak pernah mau merawat anak kamu, kamu hanya pergi berfoya-foya dan nongkrong tidak jelas dengan teman-teman kamu. kedua, kamu terlalu menuruti omongan mamamu yang hanya bisa menjerumuskan kamu, mamamu itu hanya memanfaatkan kamu. dia memintamu menghubungi papa agar mengirimkan uang dengan jumlah yang cukup banyak, apa papa pernah tidak mengirimkannya? tentu kamu tau itu. ketiga, kamu tidak pernah mau diajak menemui ibu mertuamu, banyak sekali alasanmu untuk menghindari ajakan ilham untuk menemui ibunya. kamu lupa? kalau anak laki-laki itu adalah milik ibunya meskipun dia telah menikah dan wanita adalah milik suaminya dimana ia harus selalu menuruti kemauan suaminya dan itu tidak ada didiri kamu! dan yang terakhir tadi, kamu sudah merusak kepercayaan ilham terhadap kamu. ide bodohmu itu merusak segalanya shela!" Shela hanya menangis tersedu-sedu mendengar kemarahan papanya, sedikit demi sedikit ia meresapi perkataan papanya.
"Pa.. Shela minta maaf, Terima kasih sudah mau memberitahu semua kesalahan Shela. Shela menyesal pa. maafkan Shela" ucap Shela sambil menangis dalam pelukan papanya.
"Papa tidak suka anak papa menjadi wanita jahat, sekarang papa hanya ingin kamu ikut dengan papa"
"Tapi pa.. "
"keputusan papa sudah bulat Shela, ikutlah dengan papa. Papa akan mengajarkanmu menjadi wanita yang baik. Papa juga akan mengenalkanmu pada dunia perbisnisan, Mulailah semuanya dari 0 jangan merusak kebahagiaan orang lain dan satu lagi minta maaflah pada keluarga ilham. oiya apa ini masih sakit sayang? maafkan papa" ucap Rama sambil mengelus pipi Shela yang sempat ia tampar begitu keras.
"ini masih sakit, tapi tidak seberapa daripada sakit hati papa pada Shela, maafkan Shela pa. Pa...Shela takut mereka tidak memaafkan Shela pa, papa tahu sendiri kan bagaimana sikap mas ilham tadi?"
"Papa akan memberi pengertian pada ilham, papa juga akan menemani kamu menemui mereka. sekarang istirahatlah ini sudah larut malam. Besok pagi kita kerumah ilham kemudian sorenya kita segera berangkat ke negara S, tempat tinggal papa"
Kemudian mereka berjalan menuju kamar mereka masing-masing untuk istirahat.
__ADS_1