
2 Hari kemudian Dira dan ilham pulang kerumah mama lia karena orang tua Dira juga sudah datang dari luar kota.
saat hendak menuju kamar mandi untuk berwudhu Tiba-tiba perut Dira terasa seperti sedang diaduk. iapun memuntahkan isi perutnya kedalam toilet.
Uweekk..
Uweekk..
ilham yang mendengar suara Dira lagi muntahpun berlari kekamar mandi dan memijit tengkuk Dira.
"Sayang, kamu gapapa? " tanya Ilham
"Gapapa mas, tadi tiba-tiba perutku mual"
"sekarang apa masih mual?"
"Udah enggak mas"
"Yaudah ayo kesana aku bantu ya" ilham memapah Dira menuju kasur kemudian memberikan satu gelas air pada Dira "Minum dulu sayang"
Dira meneguk habis air tersebut dan menaruh gelas kosong itu di atas nakas samping tempat tidur. ilham yang sejak tadi berdiri perlahan berlutut, ia mendekatkan wajahnya pada perut Dira.
"Jangan nakal ya nak, kasian Bunda" ucapnya sambil mengelus perut istrinya itu dan Dira mengelus rambut ilham. ia sangat terharu melihat interaksi suaminya dengan bayi dikandungannya.
"mas aku belum sholat subuh, aku kekamar mandi lagi ya"
" tapi udah mendingankan?" Dira mengangguk.
15 menit kemudian
Dira dan ilham masih enggan untuk keluar kamar, kebiasaan dira setelah sholat subuh hanya ingin bermanja-manja dengan suaminya. ya, kebiasaan itu mulai ada sejak Dira hamil dan masih berlangsung sampai detik ini.
"mmm... mas, nanti pulang kantor beliin aku chicken wings yang dideket kantormu itu loh mas"
"Emang kamu pernah beli?"
"Hu'um pernah sama anak-anak, beliin ya pliss"
"Iya nanti aku beliin, tapi ada syaratnya"
"Beliin chicken wings aja pake syarat, perhitungan banget sama anak sendiri. dede nanti belinya sama bunda aja ya, ayah pelit" ucap dira sambil berusaha menjauh dari ilham
"Dih ngadu, dengerin dulu makanya" ilham kembali menarik tubuh dira kedalam dekapannya "Syaratnya cuma satu, Ayah minta ini sama bunda" ilham mengusap bibir dira dengan ibu jarinya.
Dira tersipu malu saat ilham mengatakan syarat yang ia maksud tadi. namun didetik berikutnya Dira menyerang ilham lebih dulu, memberikan kecupan lembut namun saat dira hendak melepaskan pangutannya ilham malah menahannya dan memperdalam ciuman mereka.
__ADS_1
"Mmhh... Aku gak bisa nafas tau mas" Dira mendorong dada ilham karena ia sudah kehabisan oksigen.
"Maaf sayang" ilham kembali mendekatkan wajahnya
"Mau apalagi? udah ah nanti kamu telat" ucap Dira sambil menutup bibirnya dengan punggung tangannya.
" ck masa segitu aja sih sayang?"
"karena aku gak mau tanggung jawab kalau sampai adik kecilmu itu bangun mas. Kamu masih inget kata dokter kan?"
"Iya iya inget, tapi pelan-pelan juga bisa sayang"
"aku gak mau, jangan sekarang ya plis mas"
" kalau nanti malam boleh?" ilham menaik turunkan alisnya secara bersamaan.
"yaudah Iya, tapi gak janji. udah sana kamu mandi dulu, aku mau nyiapin bekal buat kamu sama anak-anak juga"
"Kamu bawa juga dong sayang, inget kamu sekarang gak sendirian"
"Iya.. iya mas, aku kesana dulu ya"
"Eh sayang, tapikan kamu juga belum mandi, apa mau mandi bareng?"
"Haha iya aku mandi sayang, nanti gantian kan? yaudah bye sayang"
saat Dira hendak melangkah keluar tiba-tiba saja perutnya kram.
"Auww... shhh...iya sayang maaf ya,, Bunda gak akan gitu lagi kok sama ayah. anak ayah banget sih kamu nak, bunda marah Dikit aja kamu juga ikutan marah" ucapnya sambil mengelus perutnya yang masih rata.
"Bunda... " Teriak Rafa dari luar pintu
"Ya kak?"
"Kata oma, makanannya udah siap apa bunda masih lama?"
Dira membukakan pintu untuk Rafa.
"Hehe Bunda masih belum mandi kak, masih ada ayah disana. Ayo kita kesana dulu bunda mau nyiapin bekal sekaligus nunggu ayah selesai mandi"
"Pagi Dira" sapa pak kurniawan
"Pagi yah, oiya kalau ayah mau sarapan lebih dulu gapapa takut ayah banyak kerjaan dikantor"
"gapapa dir, ayah nunggu kamu dan ilham aja"
__ADS_1
"Loh Dira, kamu belum siap-siap?" tanya mama lia
"Haha emm itu ma,, anu.. mama masak apa?"
" oh ini sup ayam ceker, tadi malam ayah kamu minta dibuatin ini" mama lia mengangkat mangkok hingga baunya tercium oleh Dira.
Uweekk...
uweekk...
"ish baunya gak enak, ma_maaf aku kekamar mandi dulu ma"
"Oh astaga, ternyata anakmu juga tidak suka dengan ini ya sayang. maaf ya"
Dira sudah berlari kekamar mandi disamping ruang makan, ia kembali menumpahkan isi perutnya.
mama lia segera menyusul Dira kekamar mandi setelah meletakkan sup ayam ceker dimeja makan.
"ya ampun Dira, maafin mama ya mama pikir kamu gak akan mual " ucap mama lia sambil memijat tengkuk Dira
"Gapapa ma, lagian tadi kalau saja Dira gak tanya mungkin gak bakalan gini. bukankah ini wajar untuk Ibu hamil? mengalami morning sickness" jawab Dira sambil membasuh bibirnya.
"udah?" Dira mengangguk. merekapun kembali ke meja makan.
"Loh darimana sayang?" tanya ilham yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Oh ini tadi Dira habis muntah, gara-gara mama sih"
"Ma,, jangan gitu ah. kan tadi Dira udah bilang ini biasa untuk Ibu hamil. gapapa mas, kamu udah selesai? kalau gitu aku mandi dulu ya kalian duluan aja sarapannya"
"Baiklah, nanti mama siapkan bekal aja buat kamu. nasi goreng gak mual kan?"
" tadi aku udah siapin bekal ma"
"iya buat anak-anak aja kan? buat kamunya belum"
"ya deh terserah mama aja" dirapun melenggang masuk kekamarnya.
30 menit berlalu dira menyelesaikan ritualnya didalam kamar, iapun keluar.
"Apa lama?"
"Iya bunda lama, kita capek nunggu bunda daritadi" jawab Rafa
"haha maaf ya sayang, yaudah yuk mas berangkat"
__ADS_1