Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Reyhan ardana


__ADS_3

Dira mengingat dulu dia sering curhat dengan bisma ataupun rio mengenai hubungannya dengan Reyhan. Bisma dan rio sering kali memberitahu Dira jika Reyhan bukanlah laki-laki yang baik untuk Dira, tapi memang Dira yang keras kepala dan tidak mau mendengar pendapat kedua sahabat laki-laki nya itu, dira sangat yakin Reyhan akan berubah seiring berjalannya waktu. Bisma tidak pernah patah semangat untuk memaksa Dira untuk segera mengakhiri hubungannya dengan Reyhan, Bisma merasa kasihan pada Dira hubungan mereka saja masih berjalan 2 minggu tapi sudah mampu membuat berat badan Dira turun drastis, ia terlihat lebih kurus dari sebelum kenal dengan Reyhan. dari situlah seorang bisma mulai menyukai kepribadian Dira yang penyayang juga mudah memaafkan. Bisma adalah kakak tingkat Dira sewaktu kuliah dia lebih memilih menjadi barista dicafe milik sahabatnya, Rio. Karena bisma adalah orang kepercayaan Rio bahkan bisma yang membantu rio saat dalam keadaan terpuruk. Bisma bukanlah orang yang tidak mampu, orang tuanya sudah mewanti-wanti bisma untuk meneruskan perusahaan keluarga yang sangat terkenal di kota B tetapi Bisma selalu menolak karena Bisma takut Dira semakin tidak menyukainya, Dira pernah bercerita pada Bisma bahwa dia sangat tidak suka mempunyai pasangan dari keluarga terpandang. Traumanya masih menyelimuti hati Dira, dipandang rendah bahkan dicaci oleh orang yang mempunyai segalanya.


flashback on..


Dua tahun lalu..


Reyhan ardana seorang pria yang berperawakan tinggi, berkulit putih dan terkenal sebagai playboy dimasa SMA, julukan playboy pun masih melekat hingga ia masuk kuliah. Reyhan. Dia laki-laki kaya yang sombong juga angkuh, orangtuanya mempunyai banyak perusahaan yang bisa dibilang sangat sukses dikota B.


Suatu ketika ia dan teman-temannya sedang mengobrol di sebuah kantin kampus, Reyhan melihat sekilas wajah polos yang selalu tersenyum ketika bertemu dengan seseorang, disaat seperti itulah seorang Reyhan terobsesi untuk mendapatkan gadis tersebut untuk dijadikan kekasih.


"Kenapa lo rey? Kesambet? " Tanya adam penasaran


"Gapapa" Jawab rey dengan senyum gak jelasnya


"Gue tau nih, pasti lo lagi liatin Dira anak PGTK itukan? Ternyata bukan cuma gue yang suka sama kepribadian itu anak, seorang playboy cap kadal kek lo juga suka" Ucap adam pada Reyhan masih setia dengan wajahnya yang sumringah


"Oh jadi namanya Dira, nama yang cantik secantik orangnya, gue harus bisa dapetin cewek itu"


"Jangan macem-macem deh rey, kasian tuh cewek gak ada salah apa-apa sama lo, kalo cuma mau maen-maen mending tuh mantan gue cocok banget sama lo" Adam berusaha mencegah niat buruk Reyhan pada Dira


"Hahaha ogah gue ama bekas lo, gue mau maen-maen kek, mau apa kan terserah gue, urusan lo apa, dam? Lo cukup liat gue yang bentar lagi jadi pacar cewek itu" Reyhan menarik sudut bibirnya.Kemudian Reyhan menghampiri tempat duduk Dira yang tak jauh dari mereka


"Hai, boleh duduk disini?" Tanya Reyhan pada Dira


"Oh silahkan, saya bisa cari tempat duduk yang lain kalo masnya mau duduk disini" Jawab Dira yang merasa terganggu oleh kehadiran Reyhan


"Kenapa pindah? Aku cuma mau kenalan sama kamu, bolehkan? Masak gak boleh sih kan kita satu kampus sekalian nambah temen" Ucap Reyhan basa basi "sial jual mahal banget sih nih cewek, lo liat aja gak lama lagi lo bakalan sujud-sujud sama gue" Batin Reyhan licik


"Oh iya kenalin, aku Reyhan" Reyhan mengulurkan tangannya kepada Dira


"Dira" Membalas uluran tangan Reyhan. Reyhan belum mau melepaskan tangan Dira hingga membuat Dira terusik dan seketika ilfeel dengan kelakuan Reyhan


"Maaf, tangan saya sakit boleh dilepas enggak" Keluh Dira pada Reyhan, namun Reyhan tidak bergeming tetapi semakin menekan tangan Dira


"Auuww lepasin! Kamu gila ya! Bisa-bisa tanganku patah nih" Dira meringis kesakitan karena ulah Reyhan


"Oh sakit ya, maaf aku gak sengaja Dira "


"Udahlah... aku mau pergi bentar lagi ada kelas, aku duluan permisi"ucap Dira ketus.


Setiap hari Reyhan selalu mengganggu Dira, entah itu di kantin, di perpustakaan ataupun dijalan. Awalnya Dira ilfeel tapi lama kelamaan Dira merasa kasihan pada Reyhan yang sering kali menunggunya didepan kelas hanya untuk bertemu dengannya hingga membuat Dira ingin membuka hati untuk reyhan dan akhirnya mereka pun meresmikan hubungan mereka (pacaran nih ceritanya). Satu minggu berlalu sifat Reyhan masih lembut dan selalu mengajak Dira makan bareng, pulang bareng bahkan mereka sering menghabiskan waktu bersama meski hanya jalan-jalan menggunakan motor tanpa tujuan tertentu. Hingga masuk minggu kedua mereka jadian, Reyhan mulai posesif bahkan sering membentak Dira ketika ia tidak meladeni Reyhan yang selalu ingin ditelepon tapi tidak membuat Dira sadar kalau itu, Dira selalu memaklumi nya meskipun ia terkadang merasa sakit hati pada Reyhan. Ia masih terus mencoba bertahan dengan hubungan yang mulai toxic.


Suatu hari Dira berkumpul diruang keluarga, seprti biasa dia akan meletakkan handphone nya Diatas meja ataupun didalam laci, dia lupa kalau Reyhan terlalu posesif padanya. Menjelang tengah malam Dira mencoba membuka hpnya dan benar saja banyak sekali pesan dan panggilan suara masuk, Dira membelalakkan matanya ketika melihat isi pesan dari Reyhan


✉️ honey kok tlp ku tidak diangkat?


✉️honey... ooo honey

__ADS_1


✉️😌 angkatlah...sebegitu tidak pentingkah aku?


✉️😡😡😡😡


✉️hey Dira kenapa kamu susah sekali mengangkat telepon ku? Apa kamu sudah bosan dengan HP bututmu itu?


✉️ oh ok sekali lagi kamu tidak mengangkat telepon jangan harap besok kamu bisa melihat HP mu itu lagi


✉️ Dira! Perempuan sialan! Angkat j*l***


Dan masih banyak lagi pesan yang ditulis oleh Reyhan, umpatan bahkan hinaan ia tuliskan didalam pesannya itu. Dira hanya bisa menangis kenapa dia bisa begitu bodoh menerima ungkapan cinta dari seorang Reyhan yang over protective, sedangkan Reyhan sama sekali tidak pernah menghargai Dira sebagai kekasihnya.dira baru mengingat nasehat Bisma dan rio bahwa memang benar reyhan bukanlah sosok yang mudah berubah demi seseorang, dan juga kasar.


Dira akhirnya muak dengan kelakuan Reyhan, hingga Dira memutuskan untuk mengakhiri hubungan konyolnya itu.


Keesokan paginya..


Dira meminta Rini untuk menemaninya menemui Reyhan, karena jujur Dira sangat takut Reyhan berbuat yang tidak-tidak padanya mengingat sifat Reyhan yang mudah marah meskipun hanya masalah kecil.


"Dira, kamu yang tenang kita hadapi si buaya Reyhan itu, jangan takut. Ada aku bersama mu, apa perlu aku telepon kak bisma dan kak Rio? " Dira menatap sahabatnya sedikit takut kemudian menganggukkan kepalanya menyetujui saran Rini.


"Aa.aaku takut Rin" Jawab Dira gugup


"Tunggu sebentar ya aku telepon kak bisma dulu"


Rini mencari kontak bisma dan hanya butuh 3 detik bisma sudah mengangkat telepon nya


"Ada Rin? "


"Hmm ok ok bentar ya Rin"


5 menit kemudian Rio dan bisma menghampiri Dira dan Rini.


"Ada apa? " Selidik Rio, melihat Dira seperti orang yang sedang ketakutan. Akhirnya Rini menceritakan masalah Dira dan Reyhan, Rio dan bisma mengangguk tanda mengerti apa yang diceritakan dan di alami oleh Dira.


"Dira gak papa,hadapin aja tuh Reyhan kamu gak usah takut, dia gak bakalan mukul kamu. Kita akan menjagamu disana, gak mungkin dong kita nunggunya disini ntar Reyhan mengira kita mau keroyokin dia lagi" Canda Rio, agar suasana tidak tegang dan agar Dira bisa rileks


"Sekarang kamu hubungi Reyhan, suruh dia kesini menemui kamu dan ingat Dira jangan kamu kasih HP kamu pada sibrengsek itu" Tambah bisma sambil mengacak lembut rambut Dira, mata Dira berkaca-kaca dia terharu melihat respon bisma dan rio yang terlihat begitu peduli pada Dira layaknya seorang kakak laki-laki yang ingin melindungi adiknya.


Dira menghubungi Reyhan


"Halo rey, kamu ada waktu gak? "


"Haha rupanya kamu sudah tidak sabar ingin melihat hp sialanmu itu ku hancurkan ya, baiklah dimana kamu sekarang? "


"Aku dibelakang cafe, ah ya kandang coffee, baiklah aku tunggu" Seraya mematikan panggilannya. Sebenarnya Dira sangat gugup jika harus menghadapi Reyhan yang ternyata masih marah karena masalah tadi malam.


"Hufftt tenang Dira tenang, ingat disana ada kak bisma dan rio yang akan menolongmu jika terjadi sesuatu" Dira berusaha menetralkan nafasnya sambil melirik ke arah ketiga sahabatnya dan mereka merespon dengan anggukan agar Dira bisa lebih kuat. Disana tampak Rini mengepalkan tangannya ke atas tanda semangat untuk Dira, Dirapun tersenyum.

__ADS_1


15 menit kemudian orang yang ditunggu akhirnya datang.


"Mana HP kamu! "


"Buat apa? Aku kesini bukan mau membahas HP aku, aku mau hubungan konyol ini berakhir" Tegas Dira


"Apa kamu bilang? Mengakhiri hubungan ini? Tidak, aku tidak mau, setelah membuat kesalahan kamu mau lari begitu saja? Tidak semudah itu" Reyhan menyeringai licik.


"Kenapa tidak? Aku berhak mengakhirinya, karena semenjak kita memulai hubungan ini aku sama sekali tidak bahagia, Teman-temanku menjauhiku karena lebih mementingkan orang sepertimu" Dira menunjuk dada Reyhan dengan keras, dia sudah tidak bisa mengontrol emosinya lagi.


"Ya bagus dong itu artinya kamu memang menyayangiku" Reyhan menyombongkan dirinya


"Dan sayangnya aku sudah tidak mempunyai perasaan itu lagi, aku sudah membuangnya jauh setelah melihat kamu memaki-maki aku lewat pesan yang kamu kirim untukku tadi malam" Dira mengatur nafasnya, karena rasanya sangat sesak ketika mengingat pesan Reyhan.


"Suruh siapa tidak meresponku begitulah akibatnya, kamu itu pacarku jadi aku bebas melakukan apapun yang aku mau termasuk membuang hpmu yang tidak berguna itu! " Reyhan mendekati Dira, Tiba-tiba saja Reyhan menarik rambut Dira, ketiga orang diseberang sana terkejut melihat Reyhan bisa sekasar itu pada Dira. Rini, bisma dan rio pun menghampiri dira


"Lepaskan tangan kotormu itu dari sana brengsek! " Teriak rio pada Reyhan. Begitupun bisma, bisma sudah menarik kerah baju Reyhan siap menghajar tapi tangannya dicegah oleh Dira


"Jangan kak, jangan jadi jahat seperti dia" Pinta Dira pada bisma


"Hoowah ternyata kamu datang kesini membawa para brengsek ini, kenapa? Kamu takut menghadapiku sendirian?" Reyhan menarik sudut bibirnya


"Diam kau brengsek!" Bisma yang sudah muak melihat respon Reyhan yang seperti tanpa dosa akhirnya mendaratkan pukulan pada pipi Reyhan. Reyhan terjungkal karena mendapat serangan mendadak dari bisma.


"Sudah kak bisma, kak rio ayo tinggalkan dia, ayo Rin" Ajak Dira karena ia tak mau melihat perkelahian antara Reyhan dan kedua sahabatnya


"Oiya jangan lupa kita mulai sekarang sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi Reyhan, jangan menggangguku mulai detik ini!"


"Kalian semua brengsek!!! " Teriak Reyhan frustasi "awas saja kamu Dira, tidak segampang itu kamu bisa lepas dari seorang Reyhan, kamu tunggu saja tanggal mainnya, akan ku beri pelajaran kalian semua karena sudah ikut campur dalam urusanku" Reyhan setengah berlari menuju motor yang dia parkir didepan cafe rio.


"Dira, kamu gak papakan? Apa ada yang luka? " Tanya rio khawatir.


"Aku gapapa kak rio, makasih kalian sudah bersedia membantuku" Dira menangis mengingat kejadian tadi


"Dira... Sudah kamu gak usah mikirin Reyhan lagi, kamu sekarang sudah bebas dari brengsek itu, sering-seringlah kesini nanti kakak hibur" Ucap bisma sambil menepuk pelan punggung Dira


"Yee itu mah maunya kak bisma, ada udang dibalik batu tuh dir" Rini mencoba mencairkan suasana agar Dira tidak mengingat kejadian tadi.


"Dira udah gapapa kok kak bisma, Dira sekarang lega bisa lepas dari orang gila seperti Reyhan" Dira mencoba untuk menguatkan diri "makasih juga kak rio, kalo gak ada kalian aku gak tau lagi harus gimana, kalian selalu menasehati Dira supaya menjauhi Reyhan tapi dira tidak pernah mengindahkan nasehat-nasehat kalian"


"Kita hanya bisa mengingatkanmu saja Dira, selebihnya itu terserah bagaimana kamu menanggapi cerita kami. Kakak anter pulang ya gak baik nyetir motor dalam keadaan seperti ini"


"Tapi kak tadikan aku kesini bareng sama rini, terus rini siapa yang nganterin?


"Gimana kalo kalian bareng aku aja, nanti motor Dira biar temen kakak yang anterin ke rumah dira, gimana? "


"Waahh boleh juga tuh kak" Timpal rini

__ADS_1


Akhirnya Dira dan Rini diantar pulang oleh Rio tak lupa Bisma juga ikut mengantarkan adik kesayangan mereka (Bisma ngarep jadi orang spesial bukan jadi kakaknya Dira tuh 🤭)


Flashback of


__ADS_2