
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Edward keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang hanya menutupi perut hingga lututnya, sementara dadanya di biarkan telanjang.
Ning Syaqila makin menundukkan pandangannya,tidak berani menatap sang suami walaupun sudah halal.
"Bisa tolong ambilkan baju ganti ku di mobil." ucap Edward.
"Bisa mas." jawab Ning Syaqila,dia segera mengubah panggilannya karena sekarang Edward merupakan suaminya.
"Ini Kuncinya." Edward memberikan kunci mobilnya pada Ning Syaqila.
Ning Syaqila menerima nya setelah itu langsung keluar dari kamarnya, sementara Edward duduk di pinggir ranjang memainkan ponselnya sambil menunggu Istrinya mengambil baju gantinya.
Beberapa menit kemudian Ning Syaqila kembali dengan membawa baju ganti untuk suaminya.
"Ini mas bajunya." Ning Syaqila menyodorkan baju ganti untuk suami nya.
Edward tidak langsung menerima bajunya, dia memperhatikan Istri nya yang menunduk sedari tadi, dia menarik baju yang di berikan Ning Syaqila dengan kencang sehingga membuat Ning Syaqila ikut tertarik kedepan.
Tubuh Ning Syaqila menabrak dada Edward, segera Ning Syaqila berdiri namun Edward menarik kembali sehingga Ning Syaqila duduk di pangkuan nya.
Edward dan Ning Syaqila saling pandang, bibir Edward semakin mendekat dan 'Cup,,'
Edward menci*m bibir Ning Syaqila dengan pelan,tubuh Ning Syaqila rasanya panas dingin, ini pengalaman pertamanya, di ci*um seorang pria.
Karena tak kunjung membuka mulutnya Edward menggigit kecil bibir Ning Syaqila, saat sudah membuka mulutnya langsung saja lid*h Edward mengabsen isi mulut Ning Syaqila.
Edward melepaskan ciumannya , wajah Ning Syaqila sudah se merah tomat, dia menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami.
Senyum tipis tercetak di wajah Edward, dia berbisik pelan di telinga Ning Syaqila membuat pipi Ning Syaqila makin memerah.
"Masih kurang." bisik Edward.
Ning Syaqila hendak berdiri namun pinggangnya ditahan Edward, Ning Syaqila makin menunduk dia sangat malu untuk melihat suaminya.
Ning Syaqila kembali berdiri kemudian berlari menuju ke kamar mandi, Edward tersenyum tipis melihatnya,dia langsung memakai pakaian yang di berikan istrinya.
Ning Syaqila menutup pintu kamar mandi , memegang bibirnya yang baru saja di ci*um oleh suaminya.
Lebih dari tiga puluh menit Ning Syaqila berada di kamar mandi, namun tidak kunjung keluar, Edward rebahan di ranjang sambil melirik pintu kamar ,apa yang istrinya itu lakukan di kamar mandi.
Ning Syaqila sudah merasa kedinginan namun untuk keluar dia tidak memiliki keberanian, dia lupa membawa baju ganti, jadilah dari tadi dia berdiam diri dalam kamar mandi, mau keluar malu sementara bajunya yang tadi sudah basah.
Mencoba mengintip di celah pintu, dimana keberadaan suami barunya itu, setelah merasa aman dia keluar.
Edward terperangah melihat penampakan di depannya tadi dia mengangkat telpon di balkon kamar Ning Syaqila terhalang tirai ,mungkin Ning Syaqila tidak melihatnya.
Perlahan dia mendekat ke arah Ning Syaqila yang sedang memilih pakaian dalam lemari, kaki jenjangnya yang putih bersih tidak ada noda sedikitpun, rambutnya yang di liliti handuk menampakkan lehernya, membuat hasrat ke lelakiannya terbangun seketika.
"Khemm,,,,"Edward ber dehem di belakang Ning Syaqila, membuat Ning Syaqila menjatuhkan baju yang tadi dia pegang.
Ning Syaqila mengambil pakaiannya kembali hendak berlari ke arah kamar mandi namun segera di tarik Edward.
__ADS_1
"Mau kemana hm,,?" Ning Syaqila dapat merasakan hembusan nafas Edward pada lehernya.
"Mass,,,," ucap Ning Syaqila pelan.
"Hm,,,"
"Aku mau pakai baju dulu,,"
Tidak mendengarkan ucapan Ning Syaqila Edward mengec*p leher Ning Syaqila menggigit kecil memberikan sensasi yang berbeda meninggalkan banyak jejak merah ke unguan dia sana.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Queena menyusui baby Zio sementara baby Zia masih enteng dalam gendongan Abinya, baby Zia akan tenang jika bersama Abinya namun akan rewel jika di gendong orang lain.
Baby Zia sangat menyukai saat Abinya membacakan sholawat nabi, dia akan menatap Abinya yang bersholawat dengan tenang.
"Jadi anak Sholehah ya nak,,, " Memang mulai dari dalam kandungan Baby twins selalu di perdengarkan sholawat nabi, dan orang mengaji Al-Qur'an.
"Eekk,,," Suara baby Zia, dia sepertinya akan menangis segera saja Gus Alzam membacakan sholawat nabi sambil menimang nya.
طلع البدر علينا
من ثنيات الوداع
وجب الشكر علينا
دعى لله داع
أيها المبعوث فينا
جئت بالأمر المطاع
مرحبان يا خير داع
سَاقَهُ الَلَّهُ تَعَالَى رَحْمَةََ لِلْعَالَمِين
فَعَلَى البَرِّ شُعَاعٌ وَعَلَى البَحْرِ شُعَاع
طلع البدر علينا
من ثنيات الوداع
وجب الشكر علينا
دعى لله داع
أيها المبعوث فينا
جئت بالأمر المطاع
طلع البدر علينا
من ثنيات الوداع
__ADS_1
وجب الشكر علينا
دعى لله داع
Queena tersenyum hangat, dia merasa sangat beruntung memiliki suami yang mampu membimbingnya menuju Jannah nya,di tambah baby twins melengkapi kehidupan mereka.
"Baby Zia sudah tidur by?" tanya Queena.
"Belum Humaira,, seperti nya belum ngantuk, masih mau di gendong Abi ya nak?"
"Baby Zia sangat lengket ya by sama kamu" ujar Queena.
"Dari dalam kandungan sepertinya memang baby Zia deh yang tidak mau jauh jauh dari kamu by." lanjut Queena.
"Hahaha,,, tidak apa apa sayang, ber arti Baby Zia sangat menyayangi Abinya." jawab Gus Alzam.
Perlahan Queena menidurkan Baby Zio di boxnya, memang baby Zio pembawaannya lebih tenang dari pada Baby Zia, dia tidak mudah menangis, berbeda dengan baby Zia yang sangat rewel.
"Apa sebaiknya kita mempekerjakan Babysiter Humaira, untuk membantu kamu saat aku sedang bekerja." ucap Gus Alzam.
"Tidak usah lah by," tolak Queena,dia ingin mengasuh anaknya dengan tangannya sendiri.
"Bagaimana kalau mereka rewel sayang, aku tidak ingin kamu kelelahan."
"Kan ada Umi dan Maira by,,"
"Baiklah,, tapi aku akan mempekerjakan dua asisten rumah tangga untuk membereskan rumah ya."
"Terserah gimana baiknya saja by."
"By,, aku mau berhenti bekerja saja, aku ingin fokus mengurus baby twins saja." ucap Queena, dia sudah memikirkan matang matang hal ini, dia tidak ingin anaknya besar dengan pengasuh.
"Kamu sudah memikirkan semuanya kan Humaira?" tanya Gus Alzam.
"Iya by,, semuanya sudah aku bicarakan dengan Daddy, dan Daddy mendukungnya."
"Jadi semuanya kamu yang urus ya,," lanjut Queena.
Gus Alzam tersenyum, walau pasti setelah ini dirinya akan semakin sibuk. Namun, dia bangga pada Istrinya karena lebih mengutamakan Keluarganya dari pada pekerjaan.
Gus Alzam meletakkan dengan pelan Baby Zia dalam box nya, supaya tidak terbangun dan kembali menangis.
Setelah baby twins tertidur Gus Alzam mendekati Queena kemudian me5eluk sambil mencium puncak kepalanya Queena.
"Terimakasih Humaira,, kamu telah memberikan aku kebahagiaan yang begitu besar." ucap Gus Alzam.
_
_
_
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️