
*******
Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak percaya itu. (Ali bin Abi Thalib)
********
Happy reading guys 😘😘😘
Uncle Edward
_
Entah kerasukan setan apa Ella pagi pagi sudah mengacau di Mansion Tuan Fredy, dia bertamu tapi tidak tahu waktu.
"Morning semua,, yuhu,,,, Princess Ella datang bertamu." Teriak nya, semua pelayan mansion yang sudah tahu kebiasaan Ella hanya menggelengkan kepalanya.
"Bik katanya disini ada Om Edward ya,,?" tanya Ella pada salah satu pelayan.
"Iya Nona."jawab pelayan itu sopan.
"Oh my Good,, gak sia sia pagi pagi buta gue kesini ternyata ada Om Duren,,,, " tingkah Ella memang benar benar naudzubillah,,, tidak bisa melihat cowok tampan sedikit pasti langsung ijo matanya.
Uncle Edward adalah seorang duda tanpa anak, dia adalah adik bungsu Tuan Fredy,
Usianya masih tiga puluh tujuh tahun, kata Ella masih anget angetnya.
"Om Edward yuhu,,,, mu sugar Daddy!" teriak Ella.
Mendengar suara ribut ribut penghuni mansion segera turun.
"Heh,,, tarzan ngapain pagi pagi buta lo mengacau di rumah orang ha?" tanya Malvin ketus.
Yang ditanya malah bengong dengan mata berbinar, dia tidak berkedip sama sekali, memandang Uncle Edward seperti kucing kelaparan.
"Ya ampun my sugar Daddy,," heboh Ella.
"Astaghfirullah Ella," ucap Malvin.
"Nape sih lo bang gangguin orang lagi senang aja." ketus Ella pada Malvin.
"Eh My sugar Daddy,," Ella bergelayut di lengan Uncle Edward seperti monyet.
Sementara Uncle Edward hanya menggelengkan kepalanya, dia sudah hafal dengan tingkah sahabat ponakannya ini, sejak dia menduda dia selalu memanggil dirinya Sugar Daddy, bahkan kadang dengan terang terangan menggodanya.
"Ell bisa tidak sehari saja kamu bersikap normal?" tanya Malvin dia sudah jengah dengan tingkah sahabat Adiknya ini.
"Haha,,, tidak bisa bang ini sudah bawaan dari lahir lagian lo itu bang dari tadi nyambung mulu, apa jangan jangan lo itu suka sama gue? iya dan lo cemburu ." jawab Ella.
"Astaghfirullah Ell ogah gue suka sama cewek modelan kayak lo!" balas Malvin.
"Lepas Ell Om mau mandi " Uncle Edward melepaskan tangan Ella di tangannya, bukannya lepas, tapi Ella malah makin menempel.
__ADS_1
"Atau kamu mau ikut Om mandi?" Ella langsung berbinar mendengar pertanyaan Uncle Edward.
"Ayo Om,,!" ajak Ella antusias.
"Astaghfirullah Ella,,, sepertinya lo itu emang perlu di ruqyah ya,,," Malvin langsung menarik tangan Ella dari lengan Uncle Edward.
"Apaan sih Bang kan tadi Om Edward yang nawarin jadi kalau ada rezeki tidak mungkin lah gue tolak, itu rejeki nomplok namanya."
"Rejeki nomplok pala lo peang."
Tuan Fredy yang sedari tadi hanya menonton mereka jadi teringat akan putrinya, biasanya dia akan bertengkar dengan Ella jika Ella mendekati Uncle nya.
"Ella kamu masih kerja di perusahaan Alzam?" tanya Tuan Fredy.
"Iya Uncle."
"Emang Queena mempekerjakan lo sebagai apa?" tanya Malvin.
"Sekertaris nya Gus Alzam"
"Emang lo bisa kerja Ell?"
"Ya bisa lah orang kerjaan gue cuma gangguin si jal*ng sama si mulut lemes kok"
jawab Ella.
"Uncle ke atas dulu ya mau siap siap pergi ke kantor."
Tuan Fredy berjalan menuju ke kamarnya di ikuti Malvin di belakangnya,Ella yang hanya sendirian akhirnya memutuskan untuk pergi kamarnya, memang di mansion Queena dia memiliki kamar sendiri.
"Begini nasibnya jadi orang cantik terlalu banyak yang suka jadi bingung harus pilih yang mana."
Ella bicara sendiri sambil tiduran di ranjang.
*******
Gus Alzam bingung dengan istrinya dari tadi dia tidak mau lepas dari dirinya, bahkan pagi pagi dia sudah nangis kejer gara gara pas membuka matanya Gus Alzam tidak ada disampingnya.
Sekarang Queena masih saja memeluk Gus Alzam, padahal sebentar lagi sudah jam delapan, bahkan saat Gus Alzam mandi Queena juga ikut.
"Humaira,,, emang sekarang kamu gak mau ke kantor hm,,,?" tanya Gus Alzam.
"Aku mau sama kamu aja."
"Mau ikut ke kantor aku saja ?" tawaran Gus Alzam.
"Tidak aku malas melihat wajah si jal*ng."
Gus Alzam menghembuskan nafasnya, dia bingung sebentar lagi dia ada meeting.
"Humaira,,, aku pergi meeting sebentar setelah itu langsung pulang ya,," bujuk Gus Alzam.
Queena tampak berpikir " Baiklah aku tunggu kamu disini ya by cepetan."
"Iya Humaira,,,"
__ADS_1
Setelah Gus Alzam berangkat ke kator, Queena masih duduk di teras depan 'Seperti nya akan seru jika dia membuat kekacauan,' otak licik Queena kembali bekerja.
Queena tersenyum licik, sudah lama rasanya dia tidak mengerjai si perawan tua, kasihan takut dia kangen.
Berjalan dengan santai menuju ke area asrama putri sekarang semua murid lagi berada di dalam kelasnya ,karena ini jam-nya pelajaran.
Queena berjalan menuju ke kamar Lulu, karena dia butuh bantuannya, setelah sampai ternyata Lulu ada jam kuliah pagi hari ini.
Dengan terpaksa dia harus melakukan sendiri, dia melihat Ustadzah Zahra sedang menghukum murid yang terlambat, entah ada urusan penting apa Ustadzah Zahra berjalan cepat menuju ke gudang sekolah, Queena terus mengikutinya dari belakang, suasananya mendukung sekali untuk Queena melakukan rencananya.
Saat tiba di gudang Ustadzah Zahra masuk kedalam tanpa rasa curiga, Queena mengeluarkan sekotak tikus dan melepaskan di gudang entah dia dapat dari mana dan langsung menutup pintu gudang lalu menguncinya dari luar.
"Mampus lo ! "
Queena tertawa karena rencananya berhasil, Dia berjalan menuju ke dapur Asrama meminta pada salah satu juru masak khusus santri untuk membuatkan bumbu rujak.
"Assalamu'alaikum,,," ucap Queena.
"Waalaikum salam,," jawab semua orang di dapur.
"Eh Ning Queena,,"
"Iya,, tolong buatkan saya bumbu rujak ya,," pinta Queena.
"Baik Ning,,"
Mereka dengan cekatan membuatkan Queena bumbu rujak, Queena memperhatikan mereka , Queena sudah kapok membuat bumbu rujak sendiri.
"Ini Ning sudah selesai bumbunya , coba dulu kalau ada yang kurang biar kita tambahin."
Queena mencoba bumbunya " Hm,,, sudah pas kok, makasih ya,,"
"Eh,,, cobeknya aku bawa dulu ya,,, nanti aku kembalikan." lanjut Queena.
Queena berjalan menuju pohon mangga yang semalam dia panjat.
"Masyaallah,,, benar benar menggoda."
Queena memanjat pohon mangga itu mencari tempat yang nyaman untuknya nge rujak, setelah menemukan tempat yang nyaman Queena memetik satu buah mangga dan menggigitnya kemudian mencucol kan pada bumbu rujak yang dia bawa.
"Ya Allah enak sekali,," ucap Queena.
"Pokoknya pohon Mangga ini adalah tempat favorit ku." ucap Queena sendiri.
Queena terus memakan buah mangga nya dengan lahap.
"Astaghfirullah Humaira,,,"
_
_
_
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘