
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
"Dasar anak durhaka lo."
"Anak durhaka?" bingung Arvin.
"Iya Queena ini anak durhaka,bersikap tidak sopan pada ibunya." jawab Ella membuat semua orang bingung.
"Ibu pala lo peang." ketus Queena,dia sudah dapat menebak omongan ngelantur sahabatnya itu.
"Kamu tidak boleh berkata seperti itu nak pada Mommy mu ini." Ella memasang wajah melasnya.
"Walaupun Mommy ini hanya Mommy sambung mu tapi bisakah kamu sedikit saja meng hargai Mommy mu ini nak." Ella semakin mendramatis keadaan dengan air mata palsu nya.
Queena memutar bola matanya malas, punya sahabat satu kok modelannya kayak begini.
"Ampun,,, Mommy jangan kutuk aku jadi batu." Queena mengikuti drama Ella,memang sahabat somplak mereka berdua.
Edward rasanya ingin membuang Queena dan Ella ke penangkaran buaya,kalau sudah kumat mereka berdua memang gila.
"Sudah sudah drama kalian lanjutkan lagi nanti sekarang diam dan makan." perintah Edward.
"Baiklah My sugar Daddy." jawab Ella.
Mereka makan dengan tenang, hanya suara detingan garpu dan sendok yang terdengar.
Selesai makan semua keluarga berkumpul di ruang keluarga ndalem, Queena duduk dengan Ella, selonjoran di karpet berbulu, memangku se toples kripik kentang.
"Sebagai Mommy harusnya lo itu mengalah Ell." Ucap Queena merebut toples di pangkuan Ella.
"Harus nya lo dong sebagai anak yang mengalah pada Mommy lo." balas Ella
tidak mau kalah.
"Mana ada,, dimana mana itu yang harusnya mengalah itu Mommy nya."
Ella dan Quenna saling merebut toples keripik kentang, mereka seperti anak kecil saja.
"Awas lo dasar Ibunya bawang merah." ucap Queena.
"Dasar Malin Kundang,"
"Hahaha,,,," Queena dan Ella tertawa.
"Dasar gila !" ucap Arvin.
"Hahahaha,,," Queena dan Ella makin tertawa.
"Sad boy,," ucap Ella.
"Kalian berdua menikah saja lah cocok kok." Queena melihat Ella dan Arvin bergantian.
"Maaf nak Mommy tetap setia pada Daddy mu."
"Setelah gagal mendapatkan my sugar Daddy maka gue akan mengejar Uncle Fredy." Ella berkata sambil menaik turunkan alisnya.
"Lo mau berhenti mengejar Gus Azka Ell?" tanya Maira.
"Aku sudah menyerah mengejar my sweet Duda, sekarang aku akan mengejar Uncle Fredy saja." Ella berkata sambil menatap Gus Azka yang duduk di sebelah Gus Alzam.
"Lo sama Pedro saja lah Ell, dia pasti mau kok."
__ADS_1
"Lo mau jadikan gue santapan Pedro Queen?"
"Mohon maaf semuanya, saya pamit pulang." ucap Edward.
"Tidak menginap disini dulu nak?" Umi Maryam berkata sambil melirik Ning Syaqila.
"Maaf Umi, besok pagi saya ada meeting pagi."
Ning Syaqila bingung harus bagaimana, dia berdiri mengikuti langkah suaminya, sampai di dalam kamar terlihat Edward yang mengambil ponselnya.
"Saya mau pulang sekarang." Edward berkata dengan datar hendak membuka pintu namun suara Ning Syaqila menghentikannya.
"Boleh aku ikut Mas?" Ning Syaqila bertanya sambil menunduk memilin ujung hijab lebar yang di pakainya.
Walau terasa malu, namun memang sudah seharusnya seorang istri mengikuti kemanapun suamianya pergi.
"Hm,,," Edward berdehem kemudian berbalik duduk di tepi ranjang , menunggu istrinya yang sedang membuka lemarinya.
"Bawa seperlunya saja." Ucapan Edward menghentikan pergerakan Ning Syaqila yang sedang mengambil koper.
Ning Syaqila membawa tiga pasang baju saja,dia mengambil dengan terburu buru takut membuat suaminya menunggu ter lalu lama.
Setelah melihat Ning Syaqila sudah selesai, Edward berjalan meninggalkan kamar Ning Syaqila, berpamitan pada keluarga Ning Syaqila.
"Abi Umi ,Kami pamit ya,," mencium tangan Abi Reyhan dan Umi Maryam.
"Hati hati nak,,Umi titip Syaqila ya nak." Umi Maryam meneteskan air matanya, putri bungsunya akan meninggalkan nya untuk ikut suaminya pergi.
"Pasti Umi." jawab Edward mantap.
"Syaqila ingat pesan Umi ya,," Umi Maryam Memeluk erat putrinya mereka berdua sama sama menangis.
"Aku titip Syaqila Uncle ." Gus Alzam Memeluk Edward, paman dari Istrinya namun sekarang sudah menjadi adik iparnya.
"Uncle,,,,!" Ucap Queena pelan.
"Hiks,,,hiks,," Queena menangis Memeluk Uncle nya.
"Maafkan Queena Uncle,selama ini selalu merepotkan Uncle, maaf selama ini Queena tidak mau berbagi kasih sayang Uncle pada orang lain sehingga Uncle lama menduda."
"Princess nya Uncle jangan nangis dong, sudah punya anak tapi masih menangis tidak malu apa."
"Princess Uncle tidak pernah merasa di repot kan sama sekali kok, Uncle tidak lama menduda bukan karena Princess,tapi belum ada saja yang cocok buat Uncle."
"Sekarang Queena gak apa apa kok berbagi kasih sayang Uncle, Queena rela kalau Uncle akan lebih menyayangi Syaqila dari pada Queena." Edward mencium puncak kepala Queena.
"Sampai kapanpun Kasih sayang Uncle tidak akan pernah berkurang buat Princess."
"Tapi,, nanti kan akan punya anak sendiri, pasti Uncle tidak akan sayang lagi pada Queena hiks,,,"
"Hei,,, dengar Princess walau nanti Uncle punya anak, princess tetap Putri sulung Uncle, tidak sedikitpun kasih sayang Uncle berkurang."
"Hiks,,, beneran?"
"Iya Princess."
Queena berpindah memeluk Syaqila,"Aku titip Uncle ya Qil,kalau dia nakal kamu gigit saja dia,jangan biarkan Uncle bekerja terus."
"Jaga diri baik baik ya dek, patuhilah suami mu." Gus Alzam memeluk Ning Syaqila,begitu juga dengan Gus Azka.
Setelah Edward dan Ning Syaqila pergi, mereka pamit ke kamar masing masing, Ella dan Arvin juga pamit pulang.
"Gak mau nginap lo Ell" ucap Queena.
__ADS_1
"Boleh asal di kamar my sweet Duda." jawab Ella.
"Katanya tadi lo mau berhenti ngejar Gus Azka mengapa sekarang lo malah mau menginap di kamar Gus Azka, plin plan lo." Arvin berkata dengan ketus.
"Hehe,,, siapa tahu aja boleh gitu pin."
"Pin siapa ?"
"Ya lo lah Arpin."
"Gue Arvin ya bukan Arpin, A R V I N."Arvin mengeja namanya sendiri.
"Panggilan sayang buat lo Pin."
"Gak butuh gue panggilan sayang dari lo."
"Tapi gue mau, gimana dong?"
"Serah lo..!"
Arvin meninggalkan ndalem di ikuti Ella di belakangnya.
"Sebenarnya Ella itu cocok loh sama Arvin." ucap Queena saat sudah berada di kamar Gus Alzam yang di rumah Umi.
Mereka memutuskan untuk menginap di rumah Umi, karena nanti jika baby twins rewel ada Umi yang akan membantunya.
"Ya cocok sih."
"Kamu tahu tidak by,, kalau sebenarnya Arvin itu sukanya sama Syaqila?" Queena bertanya pada Gus Alzam.
"Iya Humaira aku tahu."
"Benar ya by kalau Pria yang memberi mawar akan kalah pada pria yang memberikan Mahar."
"Hahaha,,," Gus Alzam malah tertawa,dia begitu gemas sama istrinya mungilnya itu.
Gus Alzam mencubit pipi Queena kemudian mencium hidung bangirnya.
"Istrinya siapa sih ini kok gemas banget."
"Gak tahu juga, siapa ya suaminya aku." Queena membalas mencubit pipi Gus Alzam.
"Kamu cantik Humaira." puji Gus Alzam.
"Baru nyadar?"
"Hahahaha,,, bahkan aku sudah terpesona dengan kecantikan mu saat pertama kali berjumpa." jawab Gus Alzam.
"Masak sih?"
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Salam peluk cium jauh dari Author 😘😘😘
__ADS_1
lope lope sekebon buat kalian❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️