Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Butuh perjuangan


__ADS_3

********


Happy reading guys 😘😘😘


Seminggu berlalu sekarang Queena sudah diperbolehkan pulang, dia duduk dengan tenang di dalam mobil, senyumnya tidak pernah pudar.


"Senang banget sih Istriku." ucap Gus Alzam.


"Iya lah by aku senang karena terbebas dari ruangan membosankan itu." balas Queena.


"By,,, nanti berhenti makan bakso dulu ya,,"


"Baiklah Tuan putri."


"Haha,,,," Queena tertawa mendengar ucapan Suami nya.


"Kok pelan banget sih by mobilnya, kalau seperti ini kapan sampainya ?"


"Kamu tidak dengar kata Dokter Humaira,,, kehamilan kamu itu masih rentan jadi harus hati hati."


"Ya,, gak kayak siput juga kali by,," Queena kesal sama Gus Alzam Kate menjalankan mobilnya dengan sangat pelan.


Queena Cemberut melihat pemandangan di luar,malas dia berbicara dengan Gus Alzam.


"Mau makan bakso dimana Humaira?" tanya Gus Alzam lembut.


"Di taman itu saja by,," jawab Queena.


"Baiklah Humaira,,,"


"By,,," panggil Queena.


"Apa Humaira,,?"


"Aku mau gigit kamu." tanpa menunggu persetujuan Gus Alzam, Queena langsung menggigit lengan Gus Alzam.


"Astaghfirullah Humaira,,," Gus Alzam sedikit terkejut.


Akhir akhir ini Queena memang sering menggigitnya, mungkinkah ini karena hormon kehamilannya.


Sampai di taman Queena langsung turun dari mobil tanpa menunggu Gus Alzam.


"Bang Bakso ya dua porsi." ucap Queena.


"Eh Eneng yang dulu,, ya?" tanya penjual bakso yang mengingat dulu beli bakso dengan uang lebih.


"Ya,," jawab Queena seadanya.


"Cepat ya bang,," ucap Queena mencari tempat duduk.


"Ini Neng baksonya." ujar Abang penjual Bakso pada Queena.


"Makasih Bang." Queena langsung memakan Baksonya dengan lahap.


Gus Alzam yang baru datang karena masih memarkirkan mobilnya langsung duduk di depan Queena.


Gus Alzam tersenyum menatap istrinya yang begitu lahap memakan Baksonya , dia mengambil bakso yang ada di depannya saat dia akan memakannya Queena langsung merampasnya.


"Ihhh,,, kalau mau pesan saja sendiri, ini punya aku." ucap Queena.


Gus Alzam menggelengkan kepalanya semenjak hamil nafsu makan istrinya bertambah dan dia begitu bersyukur untuk hal itu.


"Ya sudah aku pesan dulu ya,,," Gus Alzam berdiri.


"By,, pesankan aku dua mangkok lagi." Gus Alzam terkejut Istrinya mau nambah dua mangkok lagi.


"Memang kamu belum kenyang sayang?" dengan lembut Gus Alzam bertanya,dia takut nanti istrinya itu sakit perut.

__ADS_1


Mata Queena sudah berkaca-kaca, sebentar lagi sepertinya akan tumpah.


"Baiklah Humaira,,, tunggu ya, aku pesankan dulu." Lebih baik dirinya mengalah dari pada nanti istrinya itu menangis.


"Bang Baksonya tiga porsi lagi ya,," ucap Gus Alzam.


"Iya Mas,, Istrinya lagi ngidam ya mas?"


"Iya bang,"


"Wanita Hamil memang gitu mas, aneh, semoga ngidamnya gak di luar nalar ya mas."


"Iya,,"


Gus Alzam mengeluarkan uang dari dompetnya sekitar dua puluh lembar uang seratus ribuan.


" Bang ini uangnya."


"Tapi ini kebanyakan Mas."


"Ambil saja, sekalian saya bayarin mereka yang makan disini."


Tukang Bakso itu mengucapkan syukur berterima kasih sebanyak banyaknya pada Gus Alzam dan Quenna kerena telah melaris kan dagangannya.


Selesai makan bakso Queena dan Gus Alzam langsung pulang, mungkin karena terlalu kenyang Queena langsung tertidur di dalam mobil.


Gus Alzam mengelus kepala Queena "Semoga Allah memberikan kesehatan padamu Humaira."


Sampai di rumah Gus Alzam menggendong Queena, memandang dengan penuh cinta,saat dia akan beranjak Queena menarik tangan Gus Alzam hingga jatuh di atas tubuh Queena.


"Hm,,, sudah mulai nakal ya,, istriku ini." Gus Alzam menarik hidung Queena.


Queena tersenyum "Kan dari dulu aku sudah nakal by,, kalau gak nakal mungkin kamu sudah menjadi suami si jal*ng."


"Sttt,,, ingat lagi hamil jangan biasakan berbicara jelek ya sayang,," Queena mengangguk.


"Terimakasih karena telah menculikku pas hari pernikahan aku dengan Fatimah," ucap Gus Alzam.


"Maaf karena dulu marah marah Humaira,,"


"Mendapatkan kamu itu by,, butuh perjuangan tahu gak."


"Perjuangan seperti apa Humaira,,"


"Berjuang meluluhkan hati kamu itu by,, sulit sekali ,dekat sedikit bilang bukan mahram."


"Kan memang bukan mahram sayang."


"Iya sih"


"By,,, kamu pernah pacaran gak sih?" tanya Queena.


"Humaira pacaran itu haram jadi aku tidak pernah pacaran."


"Kalau suka?"


"Mungkin pernah."


"Kok mungkin sih by,,"


"Iya Mungkin Humaira,, kalau kamu sendiri pernah pacaran tidak?"


"Enggak,," jawab Queena.


"Masak sih ?"


"Ihh,, iya aku itu gak pernah yang namanya pacaran, aku gak pernah tertarik sama pria manapun karena mereka murahan."

__ADS_1


"Murahan gimana sayang?"


"Iya Murahan, ngejar ngejar aku."


"Laki laki memang begitu Humaira."


"Tapi kamu kok gak ngejar aku."


"Ngapain di kejar Humaira, kamu kan datang sendiri, hahahaha,,," Gus Alzam sedikit menggoda Queena.


"Ihh,, nyebelin banget kamu by."


"Lalu kenapa kamu malah ngejar aku Sayang?" tanya Gus Alzam sebenarnya dia dari dulu begitu penasaran karena Queena begitu gigih mengejarnya, bahkan sampai nekat menculiknya.


"Haha,,,, karena kamu menolak aku by"


"Jadi seandainya aku langsung menerima kamu tidak akan mengejar aku?"


"Hmm,,, mungkin iya sih, kan ber arti kamu sama aja sama pria di luaran sana, aku itu begitu tertantang saat kamu menolakku."


Gus Alzam begitu heran dengan istrinya, wanita biasanya lebih suka di kejar tapi Istrinya memang benar benar berbeda dari yang lain.


***********


Dimana ada Ella disitu pasti ada keributan, saat ini dia lagi mengacau di Restaurant Gus Azka.


Entah kebetulan atau gimana disana kebetulan lagi ada Arvin.


"Heh bocah,,ngapain lo nyariin Gus Azka hah?" Tanya Arvin.


"Kepo amat lo, sama urusan gue." balas Ella.


"Ngapain gue kepo sama urusan lo."


"Pergi sana lo,eneg gue lihat tampang jelek lo." usir Ella.


"Heh,, bocah ini tempat umum ya,, jadi lo gak ada hak buat ngusir gue." balas Arvin.


"Tapi ini Restoran punya calon suami gue."


"ngaku ngaku aja lo."


"Siapa yang ngaku ngaku, emang my sweet Duda itu calon suami gue."


Ning Syaqila yang baru keluar dari ruangan Gus Azka menatap Ella dan Arvin gantian, dia heran dengan Ella dan Arvin setiap bertemu pasti selalu aja bertengkar.


Gus Azka niatnya ingin mengantarkan adiknya pulang terhenti melihat pertengkaran Ella dan Arvin.


"Kalian berdua memang benar benar cocok, semoga jodoh ya,," ucap Gus Azka.


"Amit amit aku punya jodoh cewek modelan begini." Arvin bergidik ngeri membayangkan dirinya jodoh dengan Ella.


"Mending gue sama sapi aja,dari pada sama lo." ketus Ella.


"Awass benci dan cinta itu beda tipis."


"hh,, My sweet Duda kok malah mendoakan aku jodoh sama makhluk astral sih kan aku itu jodohnya sama kamu." ucap Ella tanpa rasa malu.


"Gak tahu malu." ejek Arvin.


_


_


_


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


Ada yang nungguin gak nih???


__ADS_2