Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Rumah baru


__ADS_3

******


Setelah sarapan mereka siap siap pulang, Queena masih merengek pada Tuan Fredy.


"Dad Queena ikut Daddy ya,,, ya ya,, " rengek Queena mengeluarkan jurus puppy eyesnya.


"Princess bukannya Daddy tidak mau mengajak kamu pulang tapi, Princess kan sudah menikah, jadi princess harus ikut kemana suaminya pulang."


"Ish,, Daddy kan bisa dia pulang ke pesantren aku pulang kerumah Daddy, kalau mau ketemu kan tinggal datang aja ke mansion udah kan."


"Mana ada Princess orang menikah pisah rumah." sambung Malvin.


"Abang udah gak sayang Queena."


"Bukan gak sayang Princess tapi sejak ijab qobul tanggung jawab kamu sepenuhnya berpindah ke suami kamu."


"Humaira,, sekarang kita pulang ke pesantren ya,, setiap minggu kita menginap di Mansion Daddy ya,," dengan lembut Gus Alzam mencoba membujuk istrinya.


Queena menurut walau mukanya masih cemberut "Tapi antarkan Pedro ya." ucapnya.


"Sayang kalau Pedro di bawa ke pesantren mau di letakkan dimana kan tidak ada kandangnya." ucap Tuan Fredy.


"Kapan kapan kita bawa Pedro ke pesantren tapi kita siapkan kandangnya dulu ya,," bujuk Gus Alzam.


"Hm,,,' dibalas deheman Queena.


Setelah berpamitan mereka menaiki mobil masing masing, Tuan Fredy dan Malvin memeluk Queena erat, princess mereka akan tinggal dengan suaminya tandanya mereka akan semakin jarang bertemu.


Tuan Fredy berganti memeluk Gus Alzam "Saya titipkan Queena pada mu nak, bimbing dia , sayangi dia, cintai dia, jaga dia sebagaimana kamu begitu menjaganya, jika suatu saat nanti kalian ada masalah dan kamu tahu semuanya tentang Queena, mohon jangan sakiti dia, kembalikan saja lagi pada kami, kami dengan lapang dada akan menerima nya." ucap Tuan Fredy.


"Daddy tenang saja, aku akan menjaga Queena semampuku, aku akan berusaha membimbing Queena menjadi pribadi yang lebih baik, sekarang dia sudah menjadi tanggung jawab ku." balad Gus Alzam.


"Daddy benar benar menitipkan princess kecil Daddy sama kamu Zam."


Malvin Memeluk Gus Alzam " gue titip Queena ya bro , jika dia berbuat salah nasehati dia jangan sampai membentak nya."


"Pasti Vin aku akan menjaga Queena."


Setelah itu mereka pulang menuju pesantren Darussalam.


Sampai di pesantren Darussalam Gus Alzam melajukan mobilnya melewati jalan samping taman pesantren


"Ini mau kemana dulu? " tanya Queena karena melewati ndalem.


"Kita akan langsung istirahat di rumah kita Humaira," jawab Gus Alzam.


"Rumah kita?"


"Iya rumah kita."


walau sudah berapa kali Queena ke sini tapi dia baru tahu kalau ada jalan di samping taman, setelah tiga menit mereka sampai di depan rumah minimalis berlantai dua lengkap dengan garasi mobil, juga kolam renang mini di dalamnya.


Gus Alzam menuntun Queena memasuki rumah baru mereka, " kapan kamu menyiapkan semua ini?" tanya Queena.


"Hm,,, sudah lama sih, aku menyiapkan rumah ini untuk istri ku."


"Ber arti pas kamu mau menikah dengan Fatimah rumah ini sudah ada dong."


"Iya,,, rumah ini memang sudah ada ."


"Tapi kenapa kamar pengantinnya itu di rumah Abi,"


"Entahlah,,, jujur saja pas aku akan menikahi Ning Fatimah tidak begitu yakin sedikit ada keraguan begitu."


Berjalan sambil mengobrol mereka berhenti di gazebo dekat kolam renang.

__ADS_1


"Pasti karena sebenarnya kamu itu sukanya sama aku kan , makanya ragu sama si Ning Fatimah"


"Sok tahu,,,"


"Iya lah , ngaku aja,,"


"Haha,,, mungkin ?"


"Kok mungkin sih,,,"


Queena memanyunkan bibirnya, mencubit pinggang Gus Alzam.


Setelah beberapa menit mereka duduk mereka memutuskan untuk istirahat di kamar mereka di lantai dua.


******


"Mas Alzam sama Queena kok belum nyampe ya mi,,?" tanya Ning Fatimah pada Umi Maryam saat memasak untuk makan siang.


"Mereka langsung pulang ke rumah mereka nak." jawab Umi Maryam


"Ber arti tidak tinggal di pesantren ya mi?" tanya Ning Fatimah lagi.


"Masih di pesantren ini kok nak,"


"Hah,, di pesantren ini tapi dimana mi?"


"Di belakang rumah ini nak, tapi masih di area pesantren ini kok."


"Tapi Fatimah kok gak pernah lihat ada rumah selain rumah ini ya mi."


"Karena harus melewati taman pesantren dulu nak, kapan kapan kamu ajak suamimu main kerumah Alzam."


"Hm,, iya mi."


"Sudah sana kamu istirahat dulu nak, biar umi yang menyelesaikan ." ucap Umi Maryam.


"Assalamualaikum." sebelum memasuki kamar dia memanggil salam dahulu.


"Waalaikum salam." jawab Gus Azka dari dalam kamar.


"Mas dimana sih rumah Mas Alzam?" tanya Ning Fatimah.


"Dibelakang rumah ini sayang."


"Oh,,, kenapa Mas Alzam tidak tinggal di rumah ini juga, kan kamarnya tidak ada yang menempati."


"Karena Bang Alzam sudah menikah."


"Lalu kenapa kita tidak tinggal di rumah itu, kan kita yang lebih dulu menikah."


"Rumah itu memang Bang Alzam hususkan ia akan tempati dengan istrinya, awalnya rumah itu adalah lahan milik orang dan bukan area pesantren tapi bang Alzam membelinya dan menjadi kan rumah untuk ia tempati saat sudah menikah." jelas Gus Azka.


"Maaf aku belum mampu membelikan kamu rumah seperti bang Alzam membelikan rumah untuk Queena." lanjut Gus Azka.


"Tidak apa apa mas." balas Ning Fatimah di sertai senyuman manis.


"Mas boleh gak kalau aku bekerja." ucap Ning Fatimah.


"Uang belanja kamu kurang?" tanya Gus Alzam.


"Bukan begitu mas, kamu kan tahu sendiri aku kuliah itu jurusan manajemen bisnis, aku itu punya keinginan untuk bekerja di perusahaan gitu."


"Apa kamu tidak capek sayang kalau bekerja."


"Tidak kok, boleh ya mas."

__ADS_1


"Tapi kamu akan melamar pekerjaan dimana sayang?"


"Coba kamu tanyakan pada Mas Alzam dedeh siapa tahu ada lowongan kerja gitu di perusahaan bang Alzam." ucap Ning Fatimah.


"Baiklah biar aku tanyakan pada Bang Alzam."


Ning Fatimah langsung memeluk Gus Azka, karena telah mengabulkan keinginannya.


******


"Alzam,,,, aku bosan " ucap Queena.


"Humaira ubah dong panggilan kamu , masak sama suami kamu manggilnya Nama gak sopan tahu."


"Hehe,, lalu aku manggil apa?"


"Hm,,, panggil apa saja yang penting bukan nama."


"Panggil ayang beb aja ya,," goda Queena.


"Ish panggilan apa itu Humaira." Gus Alzam geli sendiri dengan panggilan Ayank beb yang Queena katakan.


"Haha,,," Queena tertawa melihat ekspresi suami nya.


Gus Alzam menarik hidung Queena gemas


"Panggil Hubby saja ya Humaira." usul Gus Alzam.


"Hm,,, boleh juga by." ucap Queena menyetujui .


" Katanya tadi kamu bosan, mau jalan jalan sekitar pesantren gak?" tawar Gus Alzam.


"Ayo,,,"


"Siap siap dulu Humaira, pakai pakaian yang ada di lemari ya."


Queena mengangguk berjalan menuju ke arah Walk in closed dia begitu terpukau melihat tatanan baju baju beserta tas ,sepatu lengkap dengan aksesoris nya, kapan suami nya itu menyiapkan semuanya.


"By,,!" teriak Queena.


"Apa Humaira?"


"Mau pakai baju apasih aku ?"


Gus Alzam menatap istrinya heran,masih nanya mau pakai baju apa jelas jelas didepan nya ini semuanya adalah baju.


Gus Alzam akhirnya paham istrinya ini pasti bingung melihat baju baju ini tertutup semua,dia mengambil gamis bermotif bunga lengkap dengan hijabnya memberikan pada Queena.


"Pakai ini saja Humaira."


"Kita kan mau jalan jalan nanti gerah gimana "


Tidak akan gerah sayang , sudah pakai saja entar keburu malam lagi."


"Iya iya,," Queena Ahir nya mengalah juga.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘

__ADS_1


Terimakasih buat reders setiaku yang selalu men mendukung karyaku,,


Selalu memberikan semangat pada Author abal abal ini lope lope sekebon deh buat kalian 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2