Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Kedatangan tamu


__ADS_3

******


Di pesantren Darussalam Ning Syaqila memikirkan perkataan Ella, yang mengatakan kalau Arvin menyukai dirinya.


"Ya Allah,,," ucapnya.


Ning Syaqila berjalan keluar menuju ke kamar temannya Nirmala, dan si kembar Lala dan Lulu.


"Assalamu'alaikum ukhti ,," ucap Ning Syaqila.


"Waalaikum salam Ning."


"Tumben sampeyan kesini Ning?" tanya Lala.


"Kangen sama kalian." jawab Ning Syaqila.


"Oh iya dimana Ustadzah Nirmala.?"


"Ada keperluan ke kantor katanya Ning."


"Oh,,,,"


"Istrinya Gus Alzam cantik banget ya,, lebih cantik dari Ning Fatimah " ucap Lulu.


"Hush jangan bilang begitu bagaimana kalau nanti ada yang dengar." tegur Lala.


"Lah kenapa emang kalau ada yang dengar kan apa yang saya ucapkan benar selain lebih cantik dia juga lebih muda." ujar Lulu.


" Queena memang lebih muda dari mbk Fatimah bahkan lebih muda dari aku juga." ungkap Ning Syaqila.


"Serius Ning?" tanya Lulu.


"Iya,, mungkin usianya seperti kalian."


"Assalamu'alaikum,," Ucap Ustadzah Nirmala.


"Waalaikum salam."


"Eh ada Ning Syaqila."


"Iya Ustadzah lagi bosan di ndalem sendirian."


"Panggil mbk saja Ning " ujar Ustadzah Nirmala.


"Habis ngapain mbk di kantor? "


"Hanya urusan sedikit."


Mereka ber empat bercerita panjang lebar sebelum istirahat para santri habis.


*******


"Humaira pulang yuk,," ajak Gus Alzam pada Queena.


"Tunggu bentar By masih banyak yang belum aku beli."


"Ini sudah banyak Humaira siapa yang akan memakan semua ini." ucap Gus Alzam menunjukkan kantong belanjaan di tangannya.


"Iya deh." ucap Queena.


Mereka pulang dengan sepeda penuh dengan jajanan kaki lima.


Sampai di pesantren mereka langsung ke ndalem, ternyata di ndalem lagi ada tamu, keluarga Ning Fatimah.


"Assalamu'alaikum,," ucap Gus Alzam dan Quenna, kemudian mencium tangan mereka.


'Cup,,,' Queena mencium pipi Umi Maryam.


"Tidak sopan " desis Umi Zainab, uminya Ning Fatimah.


Queena tersenyum miring ,'memang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya' ucapnya dalam hati.

__ADS_1


"Queen kenalkan sayang ini Abi Basyir dan Umi Zainab orang tuanya Fatimah." Umi memperkenalkan Queena.


"Queena,," ucap Queena dengan senyuman manisnya.


"Maaf ya nak kemarin kami tidak bisa hadir ,karena mendadak Umi tidak enak badan" ucap Abi Basyir.


"Tidak apa apa Abi." ucap Gus Alzam.


"Jadi ini wanita yang menculik Alzam di hari pernikahannya, cantik sih tapi sayang tidak punya harga diri." ujar Umi Zainab dengan sinis.


Queena tetap tenang, dia ingin melihat seberapa jauh dia mampu menghina dirinya.


"Diam Umi." tegur Abi Basyir.


"Tidak apa apa Abi , biarkan saja Umi mengeluarkan unek uneknya, dari pada disimpan bisa bisa jadi penyakit hati." balas Queena santai.


"Apakah ini ajaran dari ibumu, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang kamu mau?"


Gus Alzam tidak terima istrinya dipojokkan oleh Umi Zainab hendak membuka suara namun segera Queena larang dengan mengelus pelan lengan suaminya.


"Haha,,, " tawa Queena.


"Kurang ajar sekali kamu ini."Hardik Umi Zainab.


"Waw,, Menakjubkan sekali umi ini, aku itu kurang ajar bukan didikan Mommy tapi meniru Umi, yang menjebak putra kyai nya agar bisa jadi istrinya, itupun jadi istri kedua." balas Queena dengan senyum liciknya.


Umi Zainab langsung pias mendengar ucapan Queena, dari mana dia tahu kalau aku pernah jadi istri kedua pikirnya.


Semua yang mendengar bingung , benarkah umi Zainab pernah menjadi istri kedua.


"Jangan asal bicara ya kamu ini." tunjuk Umi Zainab pada Queena.


"Sudah mi sudah,," Ning Fatimah mencoba menenangkan Uminya.


'Drama yang menarik' pikir Queena.


Setelah itu Abi Basyir mengajak Umi Zainab pulang , dia sudah malu dengan tingkah istrinya.


"Dia lagi ke asrama putri nak." jawab Umi.


"Oh,,, Umi tahu tidak tadi aku jalan jalan ke taman dan disana ada pasar murah." cerita Queena dengan Antusias.


"Pasar murah?" tanya Abi.


"Iya bi,, masak aku makan bakso sama Gus Alzam cuma tiga puluh ribu lengkap dengan minumannya."


Umi Maryam tersenyum, apanya yang murah itukan memang harga normal.


"Ini umi karena murah jadi aku borong aja jajanan disana." ucap Queena menunjukkan belanjaannya tadi.


"Ya Allah nak siapa yang mau makan ini begitu banyak."Ucap Umi.


"Ya Umi dan yang lainnya lah."jawab Queena.


"Bang boleh bicara berdua sebentar." ucap Gus Azka pada Gus Alzam.


"Ayo,," ajak Gus Alzam mengajak Gus Azka ke perpustakaan pribadi ndalem.


"Kalau begitu aku menyusul Qila aja ya mi ." pamit Queena.


"Memang kamu tahu nak letak asrama putri.?" tanya Umi


"Tinggal tanya aja kan mi."jawab Queena.


"Yasudah ini kamu bawa sebagian jajanan yang kamu beli tadi."


"Oke Umi."


Queena berjalan meninggalkan ndalem, dia berpapasan dengan Ning Fatimah lalu membisikkan sesuatu yang membuat Ning Fatimah menegang.


Queena bertanya pada salah satu santri dimana kamar Lala dan Lulu.

__ADS_1


Setelah sampai didepan kamar Lala dan Lulu dia memanggil salam.


"Assalamu'alaikum.." ucapnya.


"Waalaikum salam,, eh ada Ning Queena."


"No ! , jangan panggil Ning."


"Mbk Queena."


"Nih aku bawain oleh oleh buat kalian." Queena memberikan kantong plastik yang dia bawa.


"Qil di depan itu ada pohon jambu air yang sedang berbuah ya..?" tanya Queena pada Ning Syaqila.


"Iya disana juga ada pohon mangga dan lengkeng semuanya lagi berbuah." jawan Ning Syaqila.


"Yuk kita kesana," ajak Queena.


"Disana itu area terlarang Queen, karena perbatasan santri putra dan santri putri." jelas Ning Syaqila.


"Kan aku tidak tahu jadi boleh dong."


Queena menarik tangan Ning Syaqila, Lala dan Lulu, memang dikamar itu hanya ada mereka bertiga Ustadzah Nirmala lagi ke kamar mandi.


Sampai dibawah pohon jambu air yang sedang berbuah dengan lebat Queena menatapnya dengan penuh minat.


"Kalian tunggu sini aku manjat dulu ya,," perintah Queena.


"Aduh Queen jangan dong nanti kena marah."ucap Ning Syaqila.


"Ayo cepat mbk Queen aku tungguin." dukung Lulu.


"Hah,, gila kamu lu." ujar Lala.


Queena mengabaikan larangan Ning Syaqila, yang namanya Queena semakin dilarang maka dia akan semakin tertantang.


"Emmm,,, manis banget buahnya ini Qil, betah deh aku disini."


"Mbk Queena lempar kebawah dong aku juga mau coba." teriak Lulu dari bawah.


"Tenang saja lu pasti kebagian ini masih banyak kok."


Queena melihat lihat ternyata dari atas pohon sini langsung bis melihat kegiatan santri putra.


"Lu coba kamu naik kesini,, disini itu bisa cuci mata coy,," ucap Queena pada Lulu.


"Tapi saya tidak bisa manjat pohon mbk."


"Queen cepetan turun sebelum ketahuan." ucap Ning Syaqila, menyuruh Queena turun,kalau ketahuan bisa dihukum mereka.


Di pesantren ini tidak dibedakan walau dia seorang Ning kalau melakukan kesalahan pasti akan di hukum juga.


"Santai aja kali Qil, masih betah aku disini, lihat para cogan lagi olahraga, hihi,,,"


"Nanti kalau ketahuan aku bilang saja tidak tahu."


"Hihi,,, ada juga ya yang tampan di pesantren ini" ucap Queena berbicara sendiri.


'Ehemm,,,,


_


_


_


******


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2