Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Dihukum


__ADS_3

*******


Selepas sholat berjamaah di masjid para santri pesantren Darussalam meneruskan kegiatan mengaji, Queena juga mengambil Al-Qur'an dia duduk bersama Ning Syaqila, membuka lembaran Al-Qur'an dengan tenang.


"Akh,,,,,,,"


"Akh,,,"


Teriak seorang di luar masjid membuat semua orang yang berada di dalam masjid sontak keluar semuanya.


"Akh,,,, tolong tolong,," teriak Ustadzah Zahra dan Ning Fatimah.


Meraka melompat lompat mengibaskan mukenah yang mereka pakai.


"Ada apa?" tanya Gus Azka kepada istrinya.


"Itu tadi mas ada kecoa di dalam mukenah dan sandal kita." jawab Ning Fatimah dengan sedikit gemetar.


"Bukan hanya kecoa Gus tapi juga cacing." adu Ustadzah Zahra.


"Bagaimana bisa?" tanya Gus Azka.


Ustadzah Zahra menatap Queena tajam, dibalas senyuman licik Queena " pasti Ulah dia" tunjuk Ustadzah Zahra pada Queena.


Gus Alzam seketika menatap istrinya, benarkah ini ulah istrinya.


"Apaan lo perawan tua nuduh nuduh gue."


"Pasti kamu kan yang memasukkan kecoa dan cacing pada mukena dan sandal kita." tuduh Ustadzah Zahra.


"Emang lo punya bukti?" tantang Queena.


"Lo tadi kan masuk belakangan ke masjid pasti lo masukin dulu kecoa sama cacing itu kan."


"Asal nuduh aja lo, orang dari tadi gue sama Lulu, tanya aja sama Lulu kalau gak percaya."


"Iya Ustadzah dari tadi mbk Queena sama saya terus kok." ucap Lulu.


"Kalian pasti sekongkol kan ?"


"Apaan sih bisa aja kan tu kecoa lompat sendiri ke mukenah lo"


"Humaira benar ini bukan kerjaan kamu?" tanya Gus Alzam.


Queena mengangguk " Ngapain juga aku ngerjain Ustadzah Zahra gak ada kerjaan banget."


Ustadzah Nirmala menggelengkan kepalanya dia melihat sendiri kalau ini memang ulah istri Gus nya itu.


"Maaf saya menyela, bukan maksud apa apa, tidak ada niat untuk membela siapapun, tapi saya melihat sendiri siapa yang meletakkan kecoa dan cacing itu." ucap Ustadzah Nirmala.


'Mampus' pekik Queena dalam hati ,tapi tetap stay cool bersikap tenang walau hatinya sudah ketar ketir.


"Mampus kita mbk," bisik Lulu pada Queena.


Gus Alzam memperhatikan Queena,dalam hatinya dia curiga kalau ini pasti ulah istrinya.


"Katakan Ustadzah jangan berbohong ,ingat Ustadzah itu panutan disini." tekan Ning Fatimah.


"Yang meletakkan kecoa dan cacing itu adalah Ning Queena dan Lulu." ucap Ustadzah Nirmala menghembuskan nafas dengan berat.


"Keterlaluan kamu Queena, mentang mentang istri dari Mas Alzam kamu berbuat seenaknya, jangan samakan disini dengan rumahmu, kamu itu dengan temanmu sama saja, dan kamu Lulu kamu mau ikut saja."


"Apa sih cuma kecoa doang." ucap Queena melemparkan kecoa pada Ning Fatimah dan Ustadzah Zahra.


"Akh,,,,,,, dasar bocah tuyul."


"Bocah tidak bermoral !" umpat Ning Fatimah dan Ustadzah Zahra.


"Astaghfirullah Humaira,,,," Ucap Gus Alzam, benarkan kecurigaan nya.

__ADS_1


"Ustadzah Nirmala ,, kamu hukum saja Queena dan Lulu sesuai dengan peraturan pesantren, jangan merasa sungkan karena Queena itu istri saya ,anggap dia sama seperti santri yang lain." ujar Gus Alzam meninggalkan kerumunan.


"Mampus kamu,,!" Ustadzah Zahra dan Ning Fatimah merasa puas melihat Queena akan di hukum.


Queena mah santai santai aja , dia mengambil cacing tadi kemudian melemparkan tepat mengenai wajah Ning Fatimah.


"Akh,,,,,,,, Queena setan!" teriak Ning Fatimah.


Mendengar teriakan yang menyebut istrinya Gus Alzam kembali melihat apa lagi yang istrinya perbuat.


"Haha,,,,"


"Haha,,,"


"Makan tuh cacing dia kan satu spesies sama lo."


"Sudah sayang ayo kita kembali ke rumah." ajak Gus Azka.


"Kamu itu mas tidak pernah membela aku." bentak Ning Fatimah.


"Malu sayang jadi bahan tontonan." Gus Azka menuntun Ning Fatimah kembali ke ndalem.


"Ning Queena dan Lulu ayo ikut saya."


"No ! , jangan panggil Ning."


"Baiklah mbk Queena dan Lulu sesuai peraturan pesantren kalian di hukum membaca Istighfar sepuluh ribu kali di lapangan dan hukumnya malam ini, di mulai dari sekarang." ucap Ustadzah Nirmala.


"Hanya itu ?" tanya Queena.


Karena tidak mendapat jawaban Queena menarik tangan Lulu menuju ke halaman Asrama.


"Adduh mbk,,, bisa pindah mulut aku kalau baca istighfar sebanyak itu" ucap Lulu.


"Santai aja kali lu,"


"Astaghfirullah mbk,," kaget Lulu.


"Kamu tenang saja tidak usah khawatir, ngapain kita repot repot menjalani hukuman toh kita berdua tidak bersalah." balas Queena,dia memainkan ponselnya yang dia sembunyikan dalam bajunya.


"Ell, lo bisa kesini gak?" tanya Queena menelfon Ella.


"Ngapain?" tanya balik Ella dibalik telpon.


"Gue punya misi membasmi hama nih lo pasti suka kok, gue tunggu, tapi lo lompat lewat pagar ya biar gak ketahuan."


"Baiklah,,"


"Jangan lupa lo bawakan gue makanan sama cemilan, sekalian kita nonton Drakor."


"Okayy,, pokoknya kalau ada misi membasmi hama lo telpon gue aja."


Queena mematikan teleponnya, menoleh ke arah Lulu.


"Lo tunggu sini bentar ya." ucap Queena pada Lulu.


"Mbk mau kemana?, kalau ketahuan hukuman kita bisa bisa makin bertambah." tanya Lulu.


"Sebentar aja kok ." Queena meninggalkan Lulu sendiri.


lima menit kemudian Queena kembali dengan membawa beberapa tangkai buah Lengkeng.


"Mbk pergi ngambil buah Lengkeng?" tanya Lulu.


"Udah makan aja jangan banyak tanya, halal kok"


"Haha,,,"


"Ha,,ha,,"

__ADS_1


Mereka berdua tertawa bersama, melihat dari kejauhan Ustadzah zahra mendekat , Queena segera menyembunyikan buah lengkeng dan ponselnya.


"Enak kalian hah dihukum." ucapnya.


"Saya heran deh kok mau Gus Alzam menikahi bocah tidak bermoral seperti mu, jelas jelas lebih baik Ning Fatimah seribu kali ketimbang kamu."


"Ingat ya,, gak usah macam macam dengan saya, saya ini orang kepercayaan kyai Reyhan dan Nyai Maryam, jadi gak usah bertingkah hanya karena kamu itu istri Gus Alzam."


"Heh mak lampir usahakan ya kalau ngomong itu pakek masker, mulutmu bau jigong dan busanya muncrat kemana mana." Queena makin memancing emosi Ustadzah Zahra.


"Maaf Ustadzah Zahra, lebih baik tinggalkan mereka biar cepat menyelesaikan hukumannya." ucap Ustadzah Nirmala menengahi.


Ustadzah Zahra pergi dengan perasaan dongkol.


"Maaf ya Ning saya harus menghukum sampeyan ini perintah Gus Alzam soalnya."


"Tak apa Ustadzah santai aja."


*********


Keluarga ndalem sedang berkumpul untuk makan malam, Umi mencari menantunya.


"Dimana Istrimu zam?" tanya Umi.


"Lagi menjalankan hukuman Mi." jawab Gus Alzam.


"Kenapa?" tanya Abi.


"Tadi Queena meletakkan Kecoa dan cacing di mukena dan sandal Ustadzah Zahra dan mbk Fatimah bi" jelas Ning Syaqila.


Abi dan Umi menggelengkan kepalanya


"Sekarang Queena lagi dihukum apa?" tanya Umi.


"Aku menyerahkan pada Ustadzah Nirmala mi, biarkan dia menjalankan hukuman seperti santri yang lainnya."


"Ya Allah nak,, seharusnya kamu sendiri yang membimbingnya." ujar Umi.


"Tapi dia tidak sendiri Umi dia bersama dengan Lulu." ucap Gus Alzam.


"Lulu?"


"Iya mi "


"Lulu teman kamu Qil?"


"Iya mi."


"Alzam pergi ke Asrama putra dulu mi, Alzam ada kelas mengajar." pamitnya.


"Kamu tidak makan dulu nak?"


"Nanti saja mi sama Queena sekalian."


"Assalamu'alaikum,," Ucap Gus Alzam.


"Waalaikum salam " jawab mereka.


Setelah makan malam Ning Fatimah pamit mau ke asrama putri mau menemui Ustadzah Zahra, sementara Ning Syaqila dia ingin melihat Queena.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2