Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Nikmat yang tidak bisa di tolak


__ADS_3

********


Jangan membenci siapapun, tak peduli seberapa banyak kesalahan yang mereka lakukan terhadapmu. Hiduplah dengan rendah hati, tak peduli seberapa banyak kekayaanmu. Berpikirlah positif, tak peduli seberapa keras kehidupan yang kamu jalani. Berikanlah banyak, meskipun menerima sedikit. Tetaplah menjalin hubungan dengan orang-orang yang telah melupakanmu, maafkanlah orang yang berbuat salah padamu, dan jangan berhenti mendoakan yang terbaik untuk orang yang kau sayangi. – Ali bin Abi Thalib


******


"Masyaallah,,, benar benar menggoda."


Queena memanjat pohon mangga itu mencari tempat yang nyaman untuknya nge rujak, setelah menemukan tempat yang nyaman Queena memetik satu buah mangga dan menggigitnya kemudian mencucol kan pada bumbu rujak yang dia bawa.


"Ya Allah enak sekali,," ucap Queena.


"Pokoknya pohon Mangga ini adalah tempat favorit ku." ucap Queena sendiri.


Queena terus memakan buah mangga nya dengan lahap.


"Astaghfirullah Humaira,,,"


Gus Alzam berkacak pinggang dibawah pohon mangga itu.


Queena masih fokus dengan rujaknya,tidak menghiraukan suara Gus Alzam, akhirnya Gus Alzam ikut memanjat pohon mangga.


"Humaira kamu ngapain disini?"


"Kamu tidak lihat aku lagi ngapain by?"tanya balik Queena.


Setelah itu Queena kembali fokus dengan rujaknya,Gus Alzam memandang istrinya aneh apa tidak asam mangga muda itu pikir Gus Alzam.


Gus Alzam yang buru buru pulang setelah meeting, dia begitu menghawatirkan istrinya,namun saat sampai di rumah dia tidak menemukan istrinya, mencari kemana mana tidak ada, ternyata malah nangkring di atas pohon mangga.


"By kamu tidak gerah pakai jas begitu?" tanya Queena.


"Enggak disini kan angin."


"Mau coba?" Queena menyodorkan mangga yang sudah di cocol sambal ke depan mulut Gus Alzam.


"Kamu saja Humaira,," kelihatan nya saja sudah kecut, tapi melihat istrinya makan seperti tidak ada rasa kecut sama sekali.


Queena cemberut karena Gus Alzam menolak nya, karena tidak tega akhirnya Gus Alzam membuka mulutnya, mengunyah dengan perlahan.


"Ya Allah Humaira,,,, kecut banget."


"Apaan sih enggak kok ini enak loh."


"Sudah ya sayang makan mangga nya, nanti kamu sakit perut loh." ucap Gus Alzam ,dia takut istrinya sakit perut karena terlalu banyak makan mangga muda.


Tiba tiba banyak santri yang berlari menuju ke gudang sekolah 'Pasti itu si perawan tua' batin Queena.

__ADS_1


" Ada apa sih?" tanya Queena pura pura tidak tahu.


"Tidak tahu Humaira, kita lihat yuk." ajak Gus Alzam.


"Yuk" Queena langsung melompat membuat Gus Alzam hampir jantungan.


"Ya Allah Humaira,,,,," pekik Gus Alzam, istri nya ini memang paling bisa membuat dirinya senam Jantung.


Gus Alzam menuruni pohon mangga dengan perlahan.


"Ayo by cepetan lama banget sih,," gerutu Queena.


Queena menarik tangan Gus Alzam menuju gudang sekolah, sementara yang ditarik hanya pasrah saja.


"Ada apa ini?" tanya Gus Alzam dengan tegas.


Semua santri yang sedang berkumpul memberi jalan pada Gus Alzam dan Quenna.


Gus Alzam melihat di tengah tengah mereka ada Ustadzah Zahra yang sedang ketakutan dan seorang pria yang sedang pingsan.


Queena tersenyum sinis, begitu mudahnya membuat sesuatu yang menggemparkan.


"Siapa pria ini, apakah salah satu santri disini atau seorang pengajar juga seperti Ustadzah Zahra?" tanya Queena.


"Tidak tahu Humaira,, aku tidak pernah melihat nya." jawab Gus Alzam.


"Bawa pria ini ke UKS " perintah Gus Alzam.


"Jangan sampai dia lari By,," bisik Queena.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Gus Alzam.


"Saya tidak tahu pasti Gus, tadi saat kami melewati gudang tiba tiba ada yang meminta tolong, saat kami membuka gudang ternyata ada Ustadzah Zahra dan pria yang sedang pingsan." jelas salah satu santri.


Gus Alzam memicingkan matanya menatap Ustadzah Zahra.


"Apa yang Ustadzah lakukan di dalam gudang dengan pria tadi?" tanya Gus Alzam.


"Saya tidak tahu Gus siapa pria tadi, saya pergi ke gudang itu untuk mengambil sapu karena sapunya kurang untuk anak anak yang sedang di hukum, tapi tiba tiba ada yang mengunci pintu gudang dari luar, dan banyak tikus yang berkeliaran padahal gudang itu selalu di bersihin jadi tidak mungkin ada tikus kalau bukan ada orang yang sengaja meletakkan di gudang" jelas Ustadzah Zahra sambil menatap Queena.


"Apaan lo natap gue kayak gitu."


"Pasti kamu kan yang ngerjain saya lagi." tuduh Ustadzah Zahra.


"Dosa loh Fitnah orang "


"Saya tidak menfitnah, hanya kamu yang suka ngerjain saya."

__ADS_1


"Kalau memang ini kerjaan istri saya, lalu siapa pria itu, tidak mungkin kamu tidak mengenalnya bukan?" ucap Gus Alzam.


"Saya benar benar tidak tahu siapa pria tadi Gus." jawab Ustadzah Zahra.


"Udahlah By kita tunggu pria itu sadar dulu," ucap Queena.


"Baiklah Humaira,,, sekarang semuanya kembali ke kamar kalian masing-masing " perintah Gus Alzam.


Gus Alzam menggandeng Queena menuju ke UKS untuk melihat pria yang pingsan tadi.


*******


Di perusahaan AZ company Ning Fatimah merasa senang karena hari ini Ella tidak masuk kerja itu tandanya dia bisa leluasa, Gus Alzam juga langsung pulang.


Dia memasuki ruangan Gus Alzam secara pelan pelan, kemudian mencari berkas penting di dalam laci, tapi dia tidak menemukan apapun, dia terus menggeledah ruangan Gus Alzam dia melihat berangkas di dalam lemari mencoba membukanya ternyata keberuntungan berpihak kepadanya, brangkas Gus Alzam lupa tidak di kunci, matanya langsung berbinar, ternyata Gus Alzam tidak sepintar yang dia kira.


Ning Fatimah keluar dari ruangan Gus Alzam dengan membawa beberapa berkas penting perusahaan " Sebentar lagi semuanya akan selesai" ucapnya dengan senyum licik.


Dia menghubungi seseorang untuk menemui nya, "Haha,,,haha,,,, aku tidak perlu lagi bersikap pura pura baik pada siapapun haha"


********


Ella yang memang sudah menghubungi Queena kalau dirinya tidak masuk hari ini, dia mendatangi kamar Uncle Edward.


"Uncle Aku masuk ya,," teriak Ella langsung masuk kedalam kamar Uncle Edward.


"Masyaallah my sugar Daddy ! " teriak Ella melihat pemandangan di depannya.


Uncle Edward yang hanya mengenakan handuk sebatas perut, dadanya dibiarkan telanjang, rambutnya yang basah menambah kesan sexy.


Uncle Edward mendekat kearah Ella, bukannya mundur justru Ella malah kegirangan, pemandangan didepannya ini adalah nikmat yang tidak bisa di tolak.


Otak Ella sudah trevel ke mana mana ' Bagaimana rasanya berada dibawah kunkungan my sugar Daddy' batin Ella.


Ingin sekali dia menyentuh dada bidangnya, belum apa apa dirinya sudah panas dingin.


" Mau apa kesini?" tanya Uncle Edward saat sudah sampai dihadapan Ella.


"Hehe,,,, ya mau ketemu sama my sugar Daddy lah. " jawab Ella.


_


_


_


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


__ADS_2