Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Umi Zainab


__ADS_3

******


Selepas Adzan Isya' keluarga ndalem ber kumpul di ruang tamu, mereka menunggu kedatangan tamu mereka hanya Queena yang belum datang.


"Dimana istrimu zam?" tanya Abi Reyhan.


"Mung,,kin masih bersiap Bi." jawab Gus Alzam dengan sedikit gagap.


"Kalian tidak bertengkar kan zam?"


"Tidak kok bi"


"Bagus lah zam kalau begitu, wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, jadi kita harus meluruskan dengan perlahan agar tidak patah."


"Assalamualaikum,," Muncullah Malvin dan Tuan Fredy, dibelakang mereka ada dua orang bodyguard membawakan oleh oleh buat keluarga ndalem sedangkan Malvin sendiri membawa Boneka ber ukuran jumbo.


"Waalaikum salam,, " jawab keluarga ndalem.


Tuan Fredy dan Malvin bersalaman dengan mereka, mereka mencari keberadaan Queena, karena hanya Queena yang tidak kelihatan, Abi Reyhan sadar kalau mereka mencari Queena segera bersuara " Queena masih bersiap".


"Iya,, tumben biasanya dia akan menyambut kedatangan kami." ucap Malvin.


Tuan Fredy memperhatikan Gus Alzam seperti ada yang disembunyikan namun dia mencoba bersikap biasa saja ' semoga kamu tidak apa apa Princess.' batin Tuan Fredy dan Malvin.


Selang beberapa menit keluarga Ning Fatimah juga datang, mereka berbincang namun Queena juga belum menampakkan batang hidungnya, itu membuat Tuan Fredy juga Malvin semakin tidak tenang.


'Pasti ada yang tidak beres' batin Tuan Fredy, dia dapat merasakan jika sesuatu terjadi pada Putrinya.


"Zam,,, bolehkah Daddy menemui Queena?" ucap Tuan Fredy.


"Hm,,, mungkin sebentar lagi Queena sudah kesini Dad." Gus Alzam bingung bagaimana jika mertuanya datang kerumahnya tapi justru istrinya itu tidak ada.


"Sopan banget istrimu Zam, tuan rumah datangnya belakangan ,masak tamu disuruh menunggu." cela Umi Zainab, Uminya Ning Fatimah.


Tuan Fredy dan Malvin terkejut dengan ucapan Uminya Ning Fatimah, dan semua keluarga ndalem tidak ada yang membela Queena, bahkan Alzam pun juga diam saja.


"Apa maksud ucapan ANDA nyonya ?" tekan Malvin.


"Jangan panggil saya Nyonya, saya ini istri dari kyai besar jadi di panggil bu nyai." ucap Umi Zainab.


"Gila hormat." desis Malvin.


"Pantas Si Queena itu tidak bermoral begini rupanya keluarga nya."


Tuan Fredy sudah memerah Kukunya sudah memutih, Namun dia menahannya karena menghargai kyai Reyhan.


"Jika kami di undang kesini hanya untuk menghina Princess kami, lebih baik kami permisi," ujar Tuan Fredy tenang.


Dia marah tidak satupun dari mereka yang membela princess nya, apakah princess nya selama ini di perlakukan dengan baik, selama ini dia tidak pernah membiarkan ada yang menghina putrinya tapi sekarang.


"Queena itu seorang Princess, seorang Ratu di keluarga kami, memang dia tidak seperti putri Bu nyai, yang sopan dan alim, tapi tidak boleh ada satu orangpun menyakiti dirinya." Malvin berkata dengan menatap Umi Zainab.


Tuan Fredy berdiri namun tiba tiba ada yang memeluknya "Daddy,,! " panggil Queena.


"Deg,,,"

__ADS_1


Tuan Fredy dan Malvin menegang apa yang terjadi dengan Princess mereka mengapa berpakaian seperti itu batin mereka berdua.


*****


Queena dan Lulu yang tadi sudah turun dari pohon mangga itu kembali memanjatnya karena tiba tiba ada Ustadzah Zahra, jadilah mereka bersembunyi kembali.


"Udah seperti maling beneran kita mbak." ujar Lulu.


"Dan si perawan tua itu polisinya." balas Queena.


"Tapi disini tempat nya nyaman ya Lu?"


"Iya mbak betah aku disini." mereka berdua terus mengobrol hingga sholat di masjid dimulai.


"Mbak pulang yuk !" ajak Lulu.


"Males gue Lu." jawab Queena.


"Bukankah di ndalem nanti makan malam bersama keluarga besar ?"


"Nah karena itu Lu gue males bertemu dengan si jal*ng, muak gue."


"Jangan gitu mbak , kalau mbak Queena tidak datang justru Ning Fatimah akan semakin senang, dia akan merasa menang, mbak Queena harus bisa membuktikan kalau mbak Queena itu tidak akan kalah hanya kerena Fitnah murahan Ning Fatimah." Nasehat Lulu.


Jika di pikir pikir apa yang Lulu katakan benar juga, bisa kegirangan tu jal*ng jika aku tidak datang dan dia akan merasa menang, pikir Queena.


"Tapi gue juga lagi bete sama Alzam." ucap Queena.


"Mbak Queena abaikan saja Gus Alzam biar kapok dia." ujar Lulu.


"Lulu gitu" sombong Lulu.


"Di puji dikit lo langsung terbang Lu"


"Haha,,,,"


"Haha,,,," mereka berdua tertawa bersama.


"Yuk turun." ajak Queena.


"Mbak,,!" panggil Lulu.


"Apa lagi sih Lu?"


"Hehe,,,ajarin aku jurus kera saktinya dong."


"Mau gue tabok lo!"


"Hehe,,, enggak mbak " cengir Ella.


Queena kembali melompat dari pohon mangga itu,dia menunggu Lulu yang masih turun dengan pelan pelan, mereka berjalan dengan mengendap takut ketahuan si perawan tua, bisa gawat kalau ketahuan.


Lulu langsung ke masjid sementara Queena pulang kerumahnya lalu mandi dan sholat Maghrib, saat mendengar Gus Alzam pulang dia segera bersembunyi di kolong tempat tidur, dia benar benar bete dengan suami nya.


Setelah Gus Alzam pergi barulah dia keluar dari persembunyiannya, dia sengaja datang telat,terlalu malas harus bertatap muka dengan si jal*ng.

__ADS_1


Setelah bersiap di pergi ke ndalem, ternyata semua orang sudah berkumpul hanya tinggal dirinya saja yang belum.


Samar samar dia mendengar suara Daddy nya.


"Jika kami di undang kesini hanya untuk menghina Princess kami, lebih baik kami permisi," ujar Tuan Fredy tenang.


"Queena itu seorang Princess, seorang Ratu di keluarga kami, memang dia tidak seperti putri Bu nyai, yang sopan dan alim, tapi tidak boleh ada satu orangpun menyakiti dirinya." di lanjut suara Abangnya.


Queena sudah tidak tahan , keterlaluan sekali suaminya itu, membelanya pun tidak, dia mendekat kemudian memeluk Daddynya.


"Daddy,,,!" panggilnya.


Queena Memeluk erat tuan Fredy dia mencari kekuatan dari pelukan Daddynya, beralih menatap Malvin kemudian memeluknya dengan erat.


"Princess nya Abang,,"


Tuan Fredy begitu sesak, dia tahu kalau putrinya itu sedang tidak baik baik saja.


Malvin mencium puncak kepala Queena, dia berpikir sudah benarkah dia membiarkan Queena menikah muda.


"Memang beda ya,, anak yang dibesarkan dengan agama, sama anak yang dibesarkan dengan harta." ujar Umi Zainab.


Queena melepaskan pelukannya dari Malvin kemudian menatap tajam Umi Zainab, senyum Miring tercetak jelas diwajahnya.


"Kalau ada orang tua itu cium tangannya bukan malah memeluknya, dasar tidak bermoral, walau sudah dinikahi seorang Gus tapi tetap saja tidak bermoral." sinis nya.


"Punya cermin?" tanya Queena.


"Jangan Menghina kami ya,,"


"Waw Anda merasa terhina,?" tantang Queena.


"Heh bocah kamu itu tidak ada sopan sopannya ya pada yang lebih tua."


"Emang harus ?"


"Menghormati orang yang lebih tua itu wajib jadi jangan kurang ajar."


"Haha,,,,"


"Haha,,,"


Queena malah tertawa mendengar ucapan Umi Zainab.


"Humaira,,,!" tegur Gus Alzam.


"Shut up,,!" ucap Queena.


_


_


_


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


__ADS_2