
Gus semakin erat memeluk Queena, Tuan Fredy dan Malvin tersenyum miring, rupanya mereka belum tahu siapa Queena.
Queena diam tidak membalas pelukan Gus Alzam, tidak ada raut takut di wajahnya, hanya senyum sinis yang nampak begitu jelas.
"Lepaskan zam, bocah ini harus segera di bawa." ucap Umi Maryam.
Queena melepaskan pelukan Gus Alzam, dengan senyum sinis nya Queena menatap kepala polisi tersebut dan berkata.
"Apa kabar Uncle?"
"Princess,,!" kaget kepala polisi tersebut.
"Yes Uncle,,"
kepala polisi tersebut yang merupakan pamannya, yang bernama Edward Chandra dia adalah adik dari Fredy Chandra.
"Apa lagi yang kamu lakukan Princess,,, ?" tanya Uncle Edward lembut.
"Haha,,, biasa Uncle."
Semua orang terkejut melihat interaksi antara Queena dan Kepala polisi tersebut.
"Dimana suamimu princess?" tanya Uncle Edward.
"Maaf waktu pernikahan kalian, Uncle tidak hadir saat acara pernikahan mu."
"Gak apa apa asal ada kadonya saja, " ucap Queena.
"Heh,, Kenapa malah ngobrol cepat tangkap dia."ujar Umi Zainab dengan lantang.
"Sudahlah mi kita selesaikan secara kekeluargaan saja, lagian kita ini semuanya adalah keluarga." Abi Basyir akhirnya buka suara, sebenarnya dia sudah sangat malu dengan tingkah istrinya.
"Tidak bisa begitu dong Bi"
"Silahkan Anda lapor pada siapapun, tapi tidak akan ada yang berani menahan Princess." ucap Tuan Fredy.
Umi Zainab yang marah langsung mengajak Abi Basyir pulang tanpa menunggu makan malam terlebih dahulu.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Tuan Fredy pada Uncle Edward.
"Seperti yang kakak lihat."
Uncle Edward menatap semua keluarga ndalem.
__ADS_1
"Kenalkan Uncle ini Abi Reyhan mertua Queena." Queena memperkenalkan Abi Reyhan, dia masih mengabaikan Gus Alzam.
Uncle Edward berkenalan dengan semua keluarga ndalem," Princess yang mana suamimu?"
"Ini,," tunjuk Queena pada Gus Alzam.
"Ini toh menantu Uncle."
"Hm,,"
"Queena capek mau bobo duluan." Queena pergi meninggalkan ndalem entah mengapa moodnya benar benar hancur.
Uncle Edward menepuk bahu Gus Alzam , dia paham Ponakannya itu pasti lagi bad mood .
Abi Reyhan mengajak mereka makan malam bersama, walau tanpa Queena dan keluarga Ning Fatimah.
Selesai makan Tuan Fredy, Malvin dan Uncle Edward menyusul Queena kerumahnya, mereka berjalan bersama Gus Alzam dan Gus Azka.
"Zam,,, kami tahu, kalian pasti ada masalah, jika Princess sudah menggunakan baju merah darah itu tandanya dia sedang dalam keadaan marah besar, pasti kamu sempat membentaknya kan?" tebak Malvin tabak mengenai sasaran.
"Jujur kami kecewa kepada mu Zam."
"Maaf kan saya Dad, bukan saya tidak ingin membela Queena, atau tidak mempercayai Queena, hanya saja saya ingin Queena dapat mengontrol emosinya."
Mereka sampai di rumah Gus Alzam dan Quenna, Queena sedang duduk sendiri di ruang tamu, bajunya sudah di ganti dengan baju tidur.
"Assalamu'alaikum Humaira,,"
"Hm,,,"
"Menjawab salam itu hukumnya wajib sayang."
"Waalaikum salam,," ketus Queena.
mereka semua duduk di sofa ruang tamu, memperhatikan Gus Alzam yang mencoba meminta maaf pada Queena.
"Maafkan aku Humaira,,," ucap Gus Alzam.
"Aku itu kesal sama kamu tahu gak sih,," bentak Queena.
"Kamu itu, tidak percaya padaku, bahkan membentak, kamu itu terus membela si jal*ng, menyuruh aku meminta maaf segala, aku itu tidak bersalah by." Queena mengeluarkan unek uneknya.
"Humaira,, aku itu bukannya tidak percaya padamu, memang awalnya aku sedikit ragu, tapi aku membentak mu itu karena bahasa mu yang sudah tidak sopan bukan karena Ning Fatimah,aku menyuruh meminta maaf bukan ber arti kamu salah.
__ADS_1
Tidak perlu kita membalas orang yang dzalim pada kita karena kita punya Allah."
"Aku senang saat melihatmu diam saat Fatimah dan Syaqila memojokkan kamu tapi kamu hanya diam, itu tandanya kamu mampu melawan nafsu mu, kamu mampu melawan setan, tadi aku menegur mu bukan ber arti aku membenarkan Umi Zainab, tapi aku tidak ingin kamu semakin di kuasai setan."
"Tapi mereka menghinaku By,"
"Humaira,,, hal itu juga pernah terjadi di zaman Nabi Muhammad SAW.
Dikisahkan dalam hadis riwayat Imam Abi Dawud suatu ketika nabi sedang berkunjung ke kediaman Abu Bakar Ashiddiq, dalam riwayat lain hanya disebut nabi sedang dalam satu majlis bersama Abu Bakar, saat itu tanpa disangka datang seorang Arab Baduwi dan memaki Abu Bakar Ashiddiq.
Orang Arab baduwi tersebut untuk pertama kalinya mencaci dan mengolok-olok Abu Bakar dengan kasar, namun Abu Bakar tak menggubrisnya. Ia hanya diam dan tersenyum. Melihat sahabat-Nya dicaci maki namun tetap sabar dan tersenyum Nabi SAW pun ikut tersenyum."
Gus Alzam menjeda cerita nya, dia tersenyum menatap istrinya.
"Menyaksikan sasaranya hanya menanggapi dengan senyuman, orang Arab baduwi tersebut untuk yang kedua kalinya kembali mencaci maki Abu Bakar, dengan kata-kata yang lebih kotor dari sebelumya. Menanggapi hal tersebut, Abu Bakar pun hanya bersabar dan diam. Nabi SAW yang melihat perilaku Abu Bakar yang masih sabar pun ikut senang.
Untuk yang ketiga kalinya orang Arab baduwi tersebut kembali mencaci Abu Bakar dengan cacian dan makian yang lebih kasar dari pada sebelumnya. Menanggapi cacian untuk yang ketiga kalinya, Abu Bakar pun tidak sabar lagi dan membalas cacian orang arab baduwi tersebut.
Menyaksikan sahabat-Nya yang turut terpancing emosi dan membalas kembali cacian orang Arab baduwi tadi, Nabi Muhammad SAW pergi meninggalkan Abu Bakar tanpa salam dan berpamitan, lantas Abu Bakar mengejar Nabi Muhammad SAW dan bertanya; Wahai Baginda Nabi, kenapa engkau tiba-tiba pergi?.
Nabi SAW menjawab, โKetika kamu dicaci maki orang arab baduwi tadi, dan kamu tetap diam dan bersabar, aku melihat malaikat datang mengelilingimu, ketika dicaci untuk yang kedua kalinya dan kamu juga masih bersabar dan hanya membalas dengan diam, aku melihat jumlah malaikat yang datang mengelilingimu bertambah banyak.โ
Nabi SAW melanjutkan, โNamun ketika dicaci untuk yang ketiga kalinya dan kamu membalas cacian tersebut, aku melihat malaikat yang tadi berkumpul mengelilingimu pergi meninggalkanmu dan digantikan oleh iblis-iblis yang datang mengelingimu, aku tidak bisa berkumpul dengan Iblis, oleh sebab itu aku memilih pergi meninggalkanmu.โ
"Sudah paham Humaira,, maksud dari cerita dia atas?" tanya Gus Alzam.
"Sahabat Nabi saja masih kepancing apalagi aku yang hanya manusia biasa By." jawab Queena.
Keluarga Queena dibuat kagum dengan Gus Alzam, dia mendidik Queena agar menjadi wanita Sholehah.
"Humaira,, memang kita bukan sahabat Nabi tapi sebisa mungkin kita menjadi umat Nabi yang patuh, biarkan saja orang mencaci maki kita, tidak perlu kita balas,jangan biarkan iblis menguasai kita, paham Humaira?"
"Hm,,,," balas Queena masih bete.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK ๐๐๐
__ADS_1
Maaf ya guys jika di part ini tidak sesuai dengan keinginan kalian๐๐๐