
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
Selesai meeting Gus Alzam langsung pamit pada Tuan Robert "Saya langsung pulang saja Tuan."
"Makan siang dulu lah, inikan juga sudah masuk waktunya makan siang." Becca mencoba mencegah kepergian Gus Alzam.
"Iya nak, makan siang dulu,anggap sebagai tanda perkenalan kita." Tuan Robert ikut menimpali ucapan putrinya.
"Maaf Tuan tapi saya sudah ditunggu mertua saya."
"Mertua?"
"Iya Tuan."
"Maksudnya kamu akan langsung pulang ke Indonesia?" tanya Becca.
"Tidak, saya akan langsung pulang kerumah mertua saya." jawab Gus Alzam dengan formal.
"Apakah mertua mu orang sini?" tanya Tuan Robert.
"Bukan Tuan, mertuaku orang Indonesia tapi memiliki rumah disini."
"Kalau begitu saya permisi, Assalamu'alaikum." Gus Alzam langsung keluar dari ruangan VIP, dia tidak ingin terlalu jauh membahas tentang hal yang menurut nya privasi.
Setelah Gua Alzam keluar Rebecca membanting gelas di depannya.
'Pyarrr,,,,,'
"Pria itu harus jadi milikku." ucapnya.
"Kamu tenang saja nak Alzam adalah milikmu, Daddy pastikan itu." setelah itu keduanya tertawa bersama.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Di tengah perjalanan Queena terjebak macet hingga Queena memerintahkan Mike untuk putar balik mencari jalan lain walau jarak yang di tempuh lebih lama.
"Mike putar balik saja, kita lewat jalan lain saja." perintah Queena.
"Baik Nona." jawab Mike.
Mereka melewati jalan yang cukup sepi, Mike mempercepat laju mobilnya supaya bisa cepat sampai dirumah Uncle Edward.
Queena melihat kearah spion mobilnya, senyum sinis Queena tercetak jelas di wajahnya.
"Mike kamu sadar jika ada yang mengikuti kiat?" tanya Queena.
"Iya Nona, maka dari itu saya sedikit ngebut."
Tanpa mereka sadari kalau rencana orang yang mengikuti mereka sudah tersusun rapi, paku tajam menancap di ban mobil Queena, sehingga membuat mobil Queena mau tidak mau harus berhenti.
"Nona, apapun yang terjadi jangan keluar dari mobil, biar saya yang menghadapi mereka." ucap Mike.
"Kamu tidak lupa kan Mike siapa saya?"
"Bukan begitu Nona, tapi saat ini Nona sedang hamil."
"Baiklah kamu keluar sendiri ."
Mike keluar dari mobil sendiri,diluar sudah ada dua mobil yang berhenti dibelakang mobilnya dan dua mobil lainnya berhenti di depannya, total semuanya empat mobil.
"Dimana bos mu?" tanya salah satu pria berpakaian serba hitam.
__ADS_1
"Saya sendiri." jawab Mike santai.
"Mau apa kalian?" tanya Mike.
"Mau kami adalah nyawa bos mu."
"Itu tidak akan pernah terjadi." balas Mike.
"Gak usah banyak omong, cepat serahin bos lo atau nyawa lo melayang." bentak seorang pria yang tubuhnya penuh dengan tato ,mungkin itu adalah pimpinan dari mereka.
'Bug,,,,bug,,,,' perkelahian tidak bisa terhindar kan, Mike kuwalahan melawan mereka karena satu lawan sekitar dua puluh lima orang.
Queena merenggangkan otot ototnya, tersenyum miring sambil mengelus perut buncitnya.
"Nak,,, kamu harus kuat ya,, kita tidak bisa membiarkan Uncle Mike sendiri bisa bisa tinggal nama dia haha,,,"
"Kamu harus bantuin Mommy, oke baby."
Queena Melihat ternyata mereka membawa senjata,
'Sangat menarik ' batin Queena.
'Prok,,,prok,,,' Queena keluar dari mobil , bertepuk tangan melihat mereka satu persatu dengan seringai liciknya.
Tatapan Queena membuat nyali mereka menciut, mereka masih ingat dengan seringai khas Queen Mafia kejam itu.
"Waw,,, pertunjukan yang menarik." ucap Queena.
"Bagus lo keluar saatnya lo mati."
"Punya nyawa berapa lo berani mengusik ketenangan gue." ucap Queena dengan gaya angkuhnya membuat semuanya makin geram .
"Ternyata mulut lo itu masih seperti dulu." ucap Pimpinan preman tersebut.
"Haha,,,,," Queena hanya tertawa.
Queena dengan sigap menangkis pukulan mereka, membalas semua pukulan mereka,walau sedikit kesulitan karena perutnya sudah besar.
Satu persatu para preman tersebut terkapar tak berdaya di atas aspal, walau Queena hanya berdua dengan Mike namun mereka mampu melawan dua puluh lima preman.
Dengan sadis Queena menginjak dada ketua preman tersebut, "Katakan siapa yang nyuruh kalian?" ujar Queena.
"Tidak,, tidak ada yang menyuruh kami." jawab ketua preman tersebut.
"Lalu apakah aku harus percaya?" tanya Queena sinis.
"Kami hanya segerombolan preman sini."
"Katakan siapa yang menyuruh kalian atau kalian semua saya bakar hidup hidup."
Queena berpindah menginjak leher ketua preman tersebut sehingga sulit untuk bernafas.
"Ka,,,,mi,, tidak,,, uhuk uhuk,,,"
"Tidak,,,tahu siapa yang menyuruh kami."
Ucap ketua preman tersebut yang nafasnya hampir habis.
Queena makin menginjak lehernya "Katakan,,!" bentak Queena.
"Saya,,,, benar benar ber,,, sumpah kalau kami tidak tahu siapa yang menyuruh kami."
Queena ber sedekap membiarkan ketua preman tersebut berdiri "Kami hanya disuruh membunuh Nona, oleh seorang pria berpakaian serba hitam menggunakan kaca mata hitam dan memakai masker."
__ADS_1
"Pergi,,,!" perintah Queena.
"Mengapa Nona membiarkan mereka pergi ?" tanya Mike.
"Gak ada gunanya juga Mike menahan mereka." jawab Queena dengan senyum misterius.
"Kita pulang !" Queena memasuki mobilnya.
'Jangan harap seekor tikus kecil bisa lolos dari cengkraman Queena' batin Queena.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Gus Alzam yang niatnya akan pulang kerumah mertuanya sengaja dia batalkan, dia menyelesaikan semua pekerjaan nya, ingin segera pulang, masalah pergi kerumah mertuanya bisa nanti saat istri nya sudah melahirkan.
Mengambil ponselnya melihat apakah ada panggilan dari istrinya, dia tersenyum saat melihat pesan di WhatsApp nya.
Zaujati ❤️
Semangat kerjanya Abi💪💪💪
Kami menunggu mu
Ana Uhibbuka Fillah Zauji ❤️❤️❤️
Anta Habibi
Senyum Gus Alzam begitu manis, semangat nya kembali penuh,dia akan menyelesaikan semua pekerjaan nya hari ini.
Gus Alzam mengambil ponselnya menghubungi Istrinya,namun hingga beberapa kali menelponnya tidak kunjung mendapat jawaban, mungkinkah saat ini Istrinya sedang istirahat pikir Gus Alzam.
'Drtt,,,drtt,,,,' Gus Alzam tersenyum langsung mengambil ponselnya dia yakin pasti yang menghubungi nya adalah Queena.
"Assalamu'alaikum Humaira,,," Ucap Gus Alzam tanpa melihat nama pemanggilnya.
"Waalaikum salam Kang mas,,, hahaha,,,
Segitu kangennya lo sama adek gue Zam sampai sampai gue aja dikira Princess." Malvin sedikit menggoda Gus Alzam.
Gus Alzam melihat layar ponselnya ternyata yang menghubungi dirinya adalah Malvin, ia kira tadi adalah Queena.
"Kapan lo kesini bro ?" tanya Malvin saat sudah bisa menghentikan tawanya.
"Maaf Vin seperti nya aku tidak bisa kesana." jawab Gus Alzam.
"Kenapa?"
"Aku akan menyelesaikan semua pekerjaan ku hari ini supaya besok bisa langsung pulang ke Indonesia."
"Ya,,, emang lebih baik lo cepat pulang bro karena kan sekarang kandungan Queena sudah tua takutnya dia keburu melahirkan."
"Masih delapan bulan kali vin belum waktunya."
"Yasudah gue kasih tahu Daddy dulu kalau lo gak jadi kesini Zam Assalamu'alaikum."
"Waalaikum salam." Jawab Gus Alzam setelah itu mematikan sambungan teleponnya.
_
_
_
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️